
"Iya sekarang Ayah kesana," Kata Dimas mematikan teleponya.
"Asisten Ken, siapkan mobil antar saya ke sekolah!" perintah Dimas kepada asistennya.
"Baik Tuan," jawab Ken.
Asisten Ken telah menyiapkan mobil.
"Tuan mobil sudah siap mari," ajak Tuan Ken, sambil membungkukkan badannya.
"Baik," Kata Dimas beranjak dari kursinya.
Dua puluh menit perjalanan menuju sekolah, dan tibalah tuan Dimas bersama Asistennya.
Indah di ajak Ibu Velinda, ke ruang kepala sekolah.
"Mana orang tuamu ha," kata Ibu Velinda marah.
"Di perjalanan," jawab Indah santai.
"Anak tidak tau sopan santun, berani sekali kau berbicara seperti itu," kata Ibu Velinda menunjuk Indah.
Sedangkan semua guru sudah tau jika tuan Dimas telah datang, Dimas sengaja berhenti di depan ruang kepala sekolah, untuk mendengar apa saja yang di katakan kepala sekolah terhadap anaknya.
Indah duduk dengan santainya.
"Mengapa kau berbuat semena-mena disini, bukan sekolah nenek moyang kamu ini," ujar kepala sekolah marah.
"Iya ini sekolah nenek moyang gue, mau apa Lo," jawab Indah sedikit kasar.
Ibu velinda ingin menampar Indah, tetapi tangannya sudah di tangkis oleh Indah, dan di pelintir ke belakang.
"Tangan jorok Anda tidak pantas menyentuh kulit saya, yang masih bersih dan suci ini, satu lagi Anda bilang saya anak yang tidak tau sopan santun, coba Anda intropeksi diri Anda, baguskah seorang kepala sekolah bersikap semena-mena dengan muridnya,"kata Indah, yang masih memilinkan tangan Ibu Velinda.
"Lepaskan," ucap kasar Ibu Velinda.
"Anak tidak tahu malu, murahan, tidak tau sopan santun, siapa orang tua yang telah mendidik anaknya semacam preman ini!" teriak Ibu Velinda.
Clara hanya menjadi penonton pertengkaran Ibunya, dia tidak punya tenaga untuk membantu Ibunya.
"Saya, saya orang tua dari anak yang Anda bilang preman," kata Tuan Dimas, memasuki ruangan kepala sekolah. Dengan tatapan yang membunuh.
"Iya saya, yang mengajarkan anak saya seperti preman, jika dia merasa tertindas, dan saya juga mengajarkan dia prinsip. Jangan beri ampun orang yang menyakitimu, baik hidup mau pun mati. Itu prinsip yang saya ajarkan, dan Anda bilang sopan santun kepada anak saya, sikap anda saja seperti binatang," ucap kasar Tuan Dimas. emosi melihat putrinya di caci maki.
"Maaf Tuan, saya tidak tahu, jika dia putri Anda," Ucap Ibu Velinda bertekuk lutut, di hadapan Tuan Dimas.
"Tidak ada kata maaf, bagi orang yang tidak tahu sopan santun," ucap Tuan Dimas.
"Sayang, kamu gak kenapa-kenapa kan?" tanya Ayah Dimas.
"Nggak papa kok Yah," jawab Indah tersenyum.
"Asisten Ken selesaikan apa yang harus di selesaikan, buat perusahaan suaminya bangkrut tanpa sisa, dan Anda Nyonya Velinda yang terhormat, silahkan bereskan semua barang Anda dalam waktu sepuluh menit, jika tidak jangan harap anda bisa melihat bulan malam ini," Ancam Tuan Dimas.
"Ba-baik Tuan," jawab Ibu Velinda gugup.
Ibu velinda bangkit dari duduknya, dia berjalan ke arah semua barang-barangnya di simpan, walau tangannya sakit, dia harus bergegas mengambil barangnya, jika tidak ia tau apa akibatnya, jika telah berurusan dengan keluarga Alexa.
__ADS_1
Indah dan Ayahnya keluar dari ruangan kepala sekolah, dan Indah diantar oleh Ayahnya menuju kelasnya.
"Permisi bu," panggil Tuan Dimas.
"Iya silahkan," jawab Ibu Vera, tanpa melihat siapa yang mengetuk.
"Maaf Tuan, saya tidak tahu jika itu Anda" ujar Ibu Vera, menundukkan kepalanya.
"Baiklah, tidak apa-apa, saya hanya mengantarkan Indah ke kelasnya," ujar Dimas dengan nada dinginnya.
"Iya Tuan, silahkan Indah masuk," ajak Ibu Vera.
"Baik Bu," jawab Indah.
"Ayah, Indah masuk dulu ya," Kata Indah tersenyum ke arah Ayahnya.
"Iya sayang, belajar yang rajin ya," ucap Dimas. Lalu mencium kening Indah.
"Ayah pergi dulu," ucap Ayah Indah.
"Iya Ayah, hati-hati," jawab Indah.
"Iya sayang," kata Dimas tersenyum. Ke arah Indah.
Indah pun berjalan menuju bangkunya, dan dia sudah ikut belajar lagi.
Tuan dimas tidak langsung menuju kantornya, tapi dia pergi ke kelasnya veli, calon menantunya.
"Asisten Ken, perintahkan guru yang mengajar di kelas TKRO supaya memanggil siswa yang bernama Velito Kenz, suruh dia menemuiku!" perintah Tuan Dimas.
"Baik Tuan," jawab Asisten Ken patuh.
Asisten ken berjalan menuju kelas XI TKRO, sesampainya di sana.
"Permisi Bu," kata Asisten Ken.
"Ya Tuan ada keperluan apa?" tanya Guru yang mengajar.
"Saya izin, memanggil Velito Kenz, Tuan Dimas ada perlu dengannya," kata Asisten Ken.
"Ada apa calon mertua mendatangiku, dan memanggilku, apa ada hal sangat penting sampai sampai beliau kesini," pikir Veli.
"Veli silahkan, kamu saya izinkan keluar," ujar Ibu guru yang mengajar memberi izin.
"Baik bu, saya permisi," kata Veli.
"Silahkan," jawab Guru tersebut dengan senyum ramah.
Veli berjalan mendekati Asisten Ken.
"Mari Tuan, muda ikut saya," ajak Asisten Ken.
Veli hanya menganggukan kepala tanda iya.
Tuan dimas menunggu kedatangan, Asistennya yang ia perintahkan memanggil calon menantunya.
Asisten Ken dan Veli telah sampai di taman, Asisten Ken menghampiri tuan Dimas.
__ADS_1
"Permisi Tuan, Tuan muda sudah ada," kata Asisten Ken.
"Iya terima kasih, silahkan kamu tunggu saya di parkiran!" perintah Tuan Dimas.
"Baik Tuan," jawab Asisten patuh.
"Selamat siang Om," sapa Veli.
"Siang Nak," jawab Tuan Dimas ramah.
"Sini duduk dekat Om." ajak Om Dimas.
"Baik Om," jawab Veli, duduk di samping Om Dimas.
"Iya ada apa, Om memanggil saya kemari?" tanya Veli.
"Saya hanya ingin bertanya," kata Om Dimas.
"Iya silahkan," ucap Veli.
"Apa kamu tahu, Indah hari ini ada masalah?" tqnya Om Dimas.
"Maaf om saya tidak tahu," jawab Veli jujur.
"Istirahat tadi kamu kemana saja?" tanya Om Dimas sekali lagi.
"Maaf Om, tadi saya ada jadwal praktik, untuk persiapan saya prakrin nanti," jawab Veli gugup
"Baiklah, Om maklumi alasanmu," kata Om Dimas, dia bangga calon mantunya berkata jujur.
"Jika boleh tau, ada apa dengan Indah Om?" tanya Veli.
"Indah hari ini, ribut dengan anak kepala sekolah, dan juga, dia ribut dengan kepala sekolah," kata Om Dimas.
Veli kaget, seorang Indah bisa-bisanya ribut dengan kepala sekolah.
"Masalah apa bisa sampai Indah ribut?" tanya Veli sekali lagi.
"Kamu tanyakan saja dengan Indah, nanti yang lebih jelas, jika kamu tahu dari Om mungkin kamu tidak akan percaya, baiklah Om masih ada kerjaan lagi di kantor sampai bertemu nanti," pamit Om Dimas.
"Baiklah Om, hati-hati di jalan," jawab Veli ramah
"Om percaya jika kamu bisa menjaga Indah," kata Om Dimas menepuk pundak Veli.
"Baik Om, saya akan menjaga kepercayaan Om kepada saya, untuk menjaga Indah," kata Veli meyakinkan.
"Om permisi dulu, salam dengan Mama, Papamu," ujar Om Dimas.
"Iya Om, nanti saya sampaikan," ujar Veli.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
__ADS_1
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.