
"Baiklah saya akan meneminya," kata Rangga.
Mendengar itu sontak saja Tuan Dika dan Nyonya Vania kaget, dengan mudahnya dia menerima ini, bahkan tidak ada pemberontakan yang di lakukan Rangga.
"Baiklah sekarang kamu pergi ke rumah sakit Xxx xxx xx.xx, dia di rawat di ruang melati VVIP 2," ujar Mama Vania.
"Baik Ma, Pa, Rangga pergi dulu. Assalamualaikum." pamit Rangga.
"Hati hati ya Nak. Waalaikumsalam," jawab Mama Vania.
Rangga pergi menuju bagasi mobil, dan mengambil mobilnya sendiri. Dia melajukan mobilnya menuju rumah sakit,yang telah orang tuanya beritahu, dia penasaran seperti apa calon istrinya.
Sesampainya di rumah sakit, Rangga memarkirkan mobilnya, dan langsung menuju ruangan yang telah di beritahukan, ia berjalan setiap kamar demi kamar, dan tibalah ia di kamar Melati. Yang dapat di pastikan itu kamar calon istrinya.
Rangga sendiri heran, kenapa dia bisa menerima perjodohan ini, dan mengapa juga, ia harus menuruti permintaan orang tuanya, tapi entah kenapa dia sangat senang mendengar dia akan menikah, walaupun gadis yang akan menjadi istrinya dia belum tahu.
Rangga masuk, dan melihat seorang gadis sedang tertidur pulasnya di atas ranjang rumah sakit, Rangga mendekati bankar. Dan melihat wanita yang seperti apa yang akan menjadi calon istrinya.
Sudah dekat, Rangga mengamati setiap inci wajah Cika, dia tersenyum setelah itu.
"Kenapa dengan jantungku," batin Rangga memegang jantungnya.
"Apa aku sakit, kenapa setiap melihatnya, jantungku seperti memompa lebih cepat dari biasanya," gumam Rangga.
Setelah puas melihat wajah calon istrinya rangga berjalan menuju sofa yang telah di sediakan, ia akan tertidur selagi menunggu calon istrinya bangun.
Tanpa di sadari, beberapa menit berikutnya. Rangga, tertidur dengan pulas di kursi sofa rumah sakit, mereka berdua sama sama menuju alam mimipinya masing masing.
Pagi menyapa, Cika terlebih dahulu bangun, dia belum menyadari jika ada seseorang yang memgamati setiap pergerakannya, ya siapa lagi jika bukan Rangga, Rangga sudah lama bangun, dia sengaja tidak membangunkan Cika takut mengganggu tidurnya, pikir Rangga.
Melihat Cika ingin melepas pakaiannya, barulah Rangga angkat suara. Mana mungkin dia melihat yang itu sebelum ada ikatan halal, toh dia juga pria normal, pasti tidak akan tahan jika di suguhkan pemandangan seperti itu.
"Hei, kamu mau apa?" ujar Rangga mendekati ranjang.
"Hoh, kamu siapa?" tanya Cika.
"Aku, aku Rangga," jawab Rangga
"Sayang," ujar Cika.
Hah Rangga kaget, mendengar perempuan yang di depannya, menyebut nama dia dengan sayang.
__ADS_1
"Eh iya kenapa," jawab Rangga gelagapan.
"Ihh kok gitu, aku mau ganti baju, gerah banget pake baju ini," rengek Cika.
Rangga gemas melihat tingkah perempuan ini. Ia langsung mencubit pipi Cika gemas.
"Ih sakit," ujar Cika cemberut.
"Biarain wlee," kata Rangga mengejek.
"Aku mau ganti baju, bantuin ya," pinta Cika.
Dengan terpaksa Rangga membantu Cika mengganti bajunya, Rangga tidak enakkan melihat tubuh Cika, ini kali pertamanya dia melihat tubuh perempuan.
Rangga hanya membantu mengambilkan pakaian Cika saja, untuk memasangnya tetap Cika, hanya saja perlu bantuan Rangga untuk memegang infus.
Setelah acara ganti baju selesai, Cika meminta Rangga, membelikannya makanan karena ia belum sarapan sama sekali.
"Sayang," panggil Cika.
"Ha iya kenapa," jawab Rangga kaget, dia tidak tahu kenapa jantungnya, tidak bisa di ajak kompromi jika berdekatan dengan perempuan ini, "Mana sifat dingin dan aroganmu rangga," batin Rangga berpikir.
"Beliin aku makanan dong, aku laper," rengek Cika menunjukkan muka imutnya.
"Iya," jawab Rangga cuek.
"Is dari tadi jawabanya iya, iya aja, gak ada kalimat lain apa atau kata lain," ujar Cika kesal.
"Ho kenapa jadi gua yang salah, emang gua gini ngomongnya sama orang-orang," batin Rangga.
"Hmm Iya," jawab Rangga kikuk.
"Udah ah sana, beli makanan. Cuek banget sih bikin bad mood aja," jawab Cika menunjukkan ekspresi kesalnya.
"Ya Tuhan pengen gua cubit dah tuh pipi, gemes banget liatnya", batin Rangga.
"Iya sayang," jawab Rangga tersenyum, dan mencium pipi Cika dan langsung berlari keluar, karena dia tidak kau mendengar ocehan perempuan yang baru dia kenal.
"Tadi gua bukan sih, kok gua bisa sehangat itu sama dia, malah acara gua cium dia segala lagi, nih bibir kayak angsa aja dah suka nyosor," gerutu Rangga sepanjang jalan.
Di ruangan kamar Cika, ia terbengong akibat ulah Rangga yang menciumnya tanpa izin, ingin rasanya Cika mencubit Rangga, "Bisa bisanya dia udah cium aku aja, awas aja nanti kalo udah balik" batin Cika licik.
__ADS_1
Rangga menuju parkiran dan langsung pergi ke restoran, untuk membelikan perempuan yang baru di kenal. Dan tidak tahu asal usulnya dimana, lalu tiba-tiba ingin menjadikannya istri aku.
Rangga memesan menu makanan favorit di sana, dan dia juga memesan makanan untuk dia makan bersama dengan perempuan yang jelas jelas ia belum tahu namanya siapa.
Setelah membeli makanan, Rangga kembali menuju rumah sakit, dan dia langsung menuju kamar gadis yang akan segera menjadi istrinya, Rangga juga heran kenapa dia menerima begitu saja. Pernikahan ini, padahal jelas jelas dia tidak dekat sama sekali dengan perempuan.
"Selamat siang, ini Nona makanannya sudah sampai," ujar Rangga sambil memberikan makanan yang dia beli tadi.
"Hmm," ujar Cika berdehem.
"Sini makan, katanya tadi lapar," ujar Rangga.
"Hmm," jawab Cika.
"Mau nyanyi kamu ya" kata Rangga sekali lagi.
"Ihh gak lah," jawab Cika.
"Gitu dong, ngomong apa dari tadi jangan hm, hm hm aja, kan nanti kayak penyanyi lagi gambus yang penyanyi cewek cantik itu," goda Rangga.
"Ya dia cantik, ga kayak aku jelek," ujar Cika kesal.
"Kamu cantik kok," kata Rangga.
"Kalo di lihat dari ujung sedotan, hahahahh," ujar Rangga menjahilinya.
Entahlah, kemana sifat Rangga yang dingin, setelah bertemu Cika sifatnya yang dulu kembali lagi, apakah benar jika dia berjodoh dengan perempuan ini, "Oh iya hampir lupa, nama dia siapa ya," pikir Rangga.
"Ahh engga ga, masa iya aku tanya berarti bohong dong kalo aku gak tau nama calon istri aku sendiri, lebih baik aku minta kasih dokter aja yang memberitahu namanya," batin Rangga.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
__ADS_1
SalamManis♡.