Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 30


__ADS_3

"Iyya kamu menang, kakak yang kalah" jawab kak veli mengalah.


Kalian tau, mereka berdebat masih dalam posisi pelukan, jadi bisa di bayangkan ya gimana romantisnya😍.


Setelah aksi peluk-pelukan, dan debat mereka berdua keluar, dari kamar tamu menuju mekan.


"Ibu, Ayah," panggil Indah.


"Eh Indah, udah selesai jenguk Nak Veli nya," kata Ibu.


"Heheh iya Bu," jawab Indah cengengesan.


"Ehh ada kamu, udah lama Nak," sapa Ayah Indah kepada kak Veli.


"Iya Om lumayan," kata Kak Veli.


"Sini makan dulu, nanti lanjut lagi ngobrolnya," pisah Ibu Lina.


Mereka makan bersama, setelah makan semuanya berkumpul di ruang keluarga.


"Nak Veli kamu nginep aja di sini ya, udah malam banget kalo mau pulang" ajak Om Dimas.


"Nggak deh Om, biar saya pulang aja ke rumah, takut nantinya Mama nanyain," tolak Kak Veli dengan halus.


"Nggak papa Nak! orang tua kamu juga gak akan khawatir, kalo kamu nginep di sini, toh nginepnya juga di rumah calon mertua," goda Bu Lina.


"Hmm baiklah Tante, nanti saya kasih kabar sama Mama, kalo aku nginep di sini," kata Kak Veli.


"Baiklah tidur sana, kalian kan senin nanti mau ujian kenaikan kelas," Perintah Ayah Indah.


"Baik Yah," jawab Indah.


"Baik Om," jawab kak veli.


Malam pun berlalu begitu saja.


Pagi menjelang suasana pagi ini cerah, matahari bersinar semestinya.


Indah telah bangun dari tidurnya, karena hari ini weekand jadi bisa santai santai.


"Pagi Bu," sapa Indah.


"Pagi Sayang," jawab Ibu.


"Sini duduk, kita sarapan dulu," ajak Ibu Indah.


"Ayah sama Kak Veli mana Bu?" tanya Indah.


"Mereka berdua, pergi joging sebentar katanya," jelas Ibu.


"Oh iya Bu," jawab Ibu.


Sepuluh menit kemudian, Tuan Dimas dan Veli telah pulang dari jogingnya.


"Sayang," panggil Om Dimas kepada istrinya.


"Iya Mas," jawab Lina tersenyum.


"Maaf ya, lama jadi nunggunya," kata Dimas.


"Iya nggak papa kok," jawab Lina.

__ADS_1


"Ekhem, ekhem, panas-panas. hareudang hareudang," Kata Indah.


"Kamu kenapa sayang," Kata Kak Veli.


"Panas banget di sini," kata Indah menyindir orang tuanya.


"Panas gimana? Ac nya aja udah nyala dari tadi," celetuk Ayah Indah.


"Tau ah Yah," Jawab Indah cuek.


"Udah ayo sarapan," ajak Ibu Indah.


Semuanya menikmati, sarapan pagi dengan calon menantunya.


Setelah makan, mereka pergi dengan aktivitasnya masing-masing.


Indah pergi ke kamar, dia ingin belajar untuk ujian besok.


"Indah," panggil Kak Veli.


"Iya kak kenapa," jawab Indah.


"Mau kemana kamu?" tanya Kak Veli.


"Aku mau ke kamar Kak, mau belajar untuk ujian besok," jawab Indah.


"Kakak ikut, sekalian kakak juga mau belajar," pinta Kak Veli.


"Izin dulu gih sama Ayah, kalo boleh masuk aja nanti ke kamar, tapi kalo gak boleh jangan-jangan masuk ya," tegas Indah.


"Iya sayang," jawab Kak Veli tersenyum.


Kak veli pergi menemui Om Dimas ke ruang kerjanya.


Tokk ...,


Tokk ...,


"Iya masuk," jawab Om Dimas.


"Permisi Om," kata Dimas.


"Iya ada apa?" tanya Om Dimas.


"Emm, aku boleh gak Om izin masuk ke kamar Indah, mau belajar sama-sama untuk ujian besok," Kata Dimas gelagapan.


"Hmm boleh, tapi ingat jaga batasan kamu, jangan mesumin terus anak Om, nanti kalo udah sah terserah kamu mau mesum tiap hari, sama Indah juga Gpp heheheh," kata Om Dimas cengengesan.


"Eh buset ini calon mertua gua koplak juga ya, enteng banget bilang gitu," batin Kak Veli.


"Siap Om," jawab Veli, semangat empat lima.


"Ingat kata-kata Om tadi, jangan sampai Indah hamidun gara-gara kamu," peringatan Om Dimas.


"Hamidun apa Om?" tanya Kak Veli yang tidak mengerti.


"Hamil duluan, gini nih kalo masih bocah, itu aja gak tau artinya, gimana kalo mau bikinin Om cucu nanti, arti itu aja gak tau, jangan-jangan kamu gak tau juga lagi, cara bikin anak?" tanya Om Dimas.


"Kampret emang punya mertua gini, masa iya anak seumuran gue gak tau cara bikin anak, mau praktik sama Indah sekarang juga gua bisa kali," batin Veli kesal, dengan pertanyaan calon mertuanya ini.


"Hahah kalo masalah itu mah, saya tau Om, mau praktik sekarang sama Indah, juga bisa aku Om dengan senang hati," jawab Kak Veli cengengesan.

__ADS_1


"Nanti kalo udah halal, gempur aja terus," jawab Om Dimas ngasal.


"Hehhe siap Om," jawab Veli, yang senang dengan calon mertuanya.


"Iya tapi kalo Indah udah lulus, dan kamu juga udah kerja. Boleh kamu gempur Anak Om tiap malam, tapi kalo masih sekolah jangan-jangan kamu sentuh dia sampai labih!" peringat Om Dimas.


"Lah kenapa Om gak boleh, kan udah halal," jawab Veli bercanda.


"Kalo kamu masih ngelakuinnya, punyamu Om sunat lagi sampe lima kali, biar gak bisa main kamu," kata Om Domas serius.


"Wah, wah masa iya punyaku mau di sunat, terus nanti si Indah pake apa, masa harus pake terong ihhh nggak deh," batin Veli bergidik ngeri.


"Kamu kenapa?" tanya Om Dimas yang aneh melihat Veli.


"Ah gak papa kok Om, iya Veli bakalan dengerin semua kata-kata Om," ujar Veli patuh.


"Jadi, aku boleh ya ke kamar Indah?" tanya Veli sekali lagi.


"Iya ingat batasanmu," jawab Om Dimas.


"Baik Om, kalau begitu saya permisi dulu." pamit Kak Veli.


"Iya silahkan," jawab Om Dimas.


Kak Veli keluar dari ruang kerja Om Dimas, ia menaiki tangga menuju kamar Indah.


Kak Veli mencari nama, yang di depan pintunya terdapat nama Indah, karena kamar Indah berada di lantai tiga, sedangkan Kak Veli masih berada di lantai dua.


"Duh kamarnya yang mana ya?" batin Kak Veli bertanya.


Tidak sengaja, Veli bertemu dengan Adiknya Indah, ia pun berjalan mendekati Yudha, yang tengah duduk santai di sofa luar.


"Yudha," panggil Kak Veli.


"Eh ada kakak, kenapa kak?" tanya Yudha.


"Kakak mau nanya, kamar Kakak kamu dimana?" tanya Kak Veli.


"Oh kamar kakak, ada di lantai tiga Kak, Kakak naik. Nanti di depannya ada tulisan nama Kak Indah," jelas Yudha.


"Oh iya, makasih ya Yud," kata Kak Veli.


"Iya kak, sama-sama," jawab Yudha.


"Yaudah Kakak ke atas dulu ya." pamit Kak Veli.


"Iya Kak," jawab Yudha.


Kak Veli berjalan menaiki tangga menuju lantai tiga, sesampainya di sana, dia mencari kamar yang bernama Indah.


"Akhirnya ketemu juga, huh mau ke kamarnya aja susah gini," keluh Kak Veli.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2