Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 61


__ADS_3

Cika yang mendengar kata malam pertama, bulu kuduknya naik ia merinding membayangkan malam nanti. "Apa ia akan menyerahkan mahkotanya begitu saja," batin Cika.


Lain halnya dengan Rangga dia dari tadi senyum-senyum membayangakan malam nanti, ia juga sedikit malu.


Cika bisa di bilang gadis yang kelewat polos, ia mengerti dengan malam pertama seorang pengantin baru, tapi ia tidak tahu caranya.


Setelah sesi salam salaman, semua tamu undangan di persilahkan untuk menyantap makanan yang telah di sediakan.


Sedangkan Cika dan Rangga masih duduk di pelaminan, mereka melihat semua orang makan dengan senang dan bahagia.


Hari pun sudah sore, acara pernikahan Rangga dan Cika yang di gelar dengan sederhana tanpa ada yang tahu rekan bisnisnya.


Itu sengaja karena, nanti akan ada pesta pernikahan yang akan di buat sangat amazing dan itu akan di gelar setelah satu minggu pernikahan, Cika sebenarnya tidak mau. Lebih baik uangnya di sumbangkan sama anak yatim piatu dan anak-anak di jalan yang membutuhkan uang, tapi keluarga menyetujuinya dan pesta pernikahan juga akan tetap berlangsung.


Mau tidak mau, Cika menerimanya.


Cika dan Rangga berjalan bersama menuju kamar yang telah di siapkan untuk pengantin baru.


Di sana telah di dekorasi dengan romantis.


Cika dan Rangga telah sampai di dalam kamar. Saat itulah jantung Cika berdetak kencang dan ia sangat gugup, ia juga bingung ini mungkin bukan hal yang pertama kali bagi Cika dan Rangga untuk satu ruangan berdua, tapi kenapa kali ini ia merasa ada yang beda setelah menikah.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Rangga yang telah memeluk Cika dari belakang dan meletakan dagunya di pundak Cika.


"Aku gak papa kok, yaudah sana kamu bersih-bersih," ujar Cika.


"Nanti aja aku masih mau peluk kamu begini," ujar Rangga yang telah mencium leher Cika.


"Ihh Rangga, badan kamu lengket gak capek apa tadi seharian duduk berdiri nanti duduk terus berdiri lagi," ujar Cika.


"Kalau sama kamu aku gak akan capek sayang," ujar r)Rangga tersenyum dan membalikkan badan Cika untuk mengahadap ke arahnya.


"Kamu cantik," puji Rangga.


Blushh Pipi Cika merah merona dia malu Rangga melihatnya seperti itu.


"Itu kenapa pipinya merah kayak udang rebus," ujar rangga memegang pipi Cika sambil tersenyum.


"Ha, mana ada ini aku tadi kan pake blush on jadi merah," elak Cika ia juga sudah bisa merasakan jika pipinya panas.


"Masa," ujar Rangga.


"Iya beneran," jawab Cika.


"Yaudah Sayang gimana saran tamu undangan kita tadi, mau praktek gak," ujar Rangga menggoda Cika.

__ADS_1


"Ha yang mana?" tanya Cika pura-pura tidak tahu.


"Masa kamu gak inget, apa aku langsung praktek in aja ya labih bagus kayaknya," ujar Rangga dengan senyum mesumnya.


"Oh Yang Malam pertama hehe," ujar Cika dengan polosnya.


"Astagfirullah ini bini gua polos banget yak, lemes banget bilang malam pertama, apa dia udah siap untuk nyerahin mahkotanya," batin Rangga berpikir.


"Emang kamu udah siap sayang untuk malam pertama," ujar Rangga.


"Ha iya enggak, iya eh nggak," jawab Cika gelagapan.


"Jadi gimana yang bener sayang," ujar Rangga. Yang telah mendekat kepada Cika sehingga jarak di antara mereka telah hilang.


"Ehh kok maju-maju, munduran dikit Ngga," ujar cmCika


"Kenapa, orang udah sah juga, gak ada yang ngelarangkan sayang," ujar Rangga yang sangat dekat sekali dengan Cika sehingga hembusan nafas satu sama lain bisa mereka rasakan.


"Iya emang gak ada yang ngelarang tapi aku gerah sayang, ini baju yang aku pake panas banget," ujar Cika dengan nada yang sengaja di buat semanja mungkin.


"Masa masih gerah sih yang, orang AC nya aja udah nyala dari tadi," ujar Rangga.


"Iya tapi aku gerah banget ini," ujar Cika menunjukkan muka imutnya.


"Ya Tuhan, kenapa dia sangat menggemaskan sekali, bagaimana aku bisa tidak merindukan dia jika aku akan bekerja nanti," batin Rangga.


"Ha mandi?bareng?" ujar Cika terkejut.


"Iya kita mandi bareng, udah sah juga jadi gak dosa sayang," ujar Rangga.


"Tapi kan?" ujar Cika.


"Tapi apa, gak ada tapi-tapian dan gak ada penolakan," ujar Rangga dengan sengaja menaikkan intonasinya supaya Cika mengerti maksudnya.


"Iya udah deh, tapi gak aneh-aneh ya cuma mandi biasa aja ya," ujar Cika.


"Iya gak papa kok itu aja udah cukup," ujar Rangga bersemangat, karena Cika mau mandi bersama dia dan tanpa aba-aba Rangga telah menggedong Cika menuju kamar mandi.


"Ehh Rangga, Rangga turunin kok aku di gendong, aku bisa jalan sendiri sayang," ujar Cika yang memberontak di gendongan Rangga.


"Enggak kamu gak boleh jalan, nanti kamu capek lagi," ujar Rangga.


"Ya kalo mau ke kamar mandi cuma berapa langkah aja gak capek," ujar Cika dengan kesal.


"Iya tetap aja gak boleh, nanti kamu capek lagi dan malam pertama kita malah gak jadi," ujar Rangga.

__ADS_1


"Hadehh, ini suami mesum banget ya masa itu aja di permasalahin sih," gerutu Cika.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Rangga menurunkan Cika dan dia dengan sigap membukakan pakaian Cika.


"Eh eh biar aku aja, masih bisa kok aku buka sendiri," ujar Cika.


"Gak, aku buka pakaian kamu dan nanti kamu yang akan buka pakaian aku oke. Gak ada penolakan," ujar Rangga


"Hmm iya deh awas jangan macam-macam!" peringat Cika.


"Gak macam-macam sayang cuma sary macam aja nanti aku," ujar Rangga menunjukkan senyum mesumnya.


"Ihh bilangnya tadi gak macam-macam ini kenapa ada macamnya," ujar Cika kesal.


"Kan cuma satu macam sayang gak lebih kok," ujar Rangga.


Setelah melepas pakaian masing-masing mereka berdua mandi bersama ala-ala Rangga.


Setelah mandi yang biasanya hanya memakan waktu paling lama lima belas menit. Sekarang memakan waktu satu jam, bagaimana tidak Rangga sudah tidak bisa menahan nafsunya saat melihat tubuh indah Cika.


Cika dan Rangga keluar dari kamar mandi, mereka telah siap untul turun ke bawah untuk makan malam bersama.


"Sayang," panggil Rangga.


"Iya kenapa," jawab Cika menoleh ke arah Rangga.


"Aku minta maaf ya," ujar Rangga meminta maaf.


"Minta maaf kenapa?" tanya Cika bingung.


"Iya aku minta maaf kejadian di kamar mandi tadi, aku udah gak bisa ngendaliin nafsu aku," ujar Rangga.


"Gak papa kok itu juga udah kewajiban aku melayani kamu, jadi kamu jangan merasa bersalah gitu ya," ujar Cika.


Rangga senang karena Cika tidak marah dengannya, dan sabar menghadapi sikap Rangga yang bisa dengan tiba-tiba berubah.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.


SalamManis♡.


__ADS_2