
"Tapi sebelum itu, Ayah mau tanya Indah," ucap Ayah Dimas.
"Ayah mau tanya apa sama Indah," jawab Indah.
"Apa kamu benaran sudah baik-baik, Nak. Ayah takut nanti kondisi kamu drop lagi saat berada di sana nanti," jelas Ayah Dimas.
Indah masih berpikir, ia juga bingung dengan kondisinya saat ini. Di satu sisi Indah baru saja pulih ingatannya, karena hal itu pula Indah harus banyak-banyak istrirahat. Namun di satu sisi, Indah juga sangat ingin melihat Kak Veli untuk yang terakhir kalinya.
"Indah, Nak," ucap Ayah Dimas.
"Hmm, Indah mau ikut Yah," ungkap Indah.
"Tapi kamu yakin jika kondisi kamu baik- baik saja," ujar Ayah Dimas.
"Iya Yah, Indah yakin akan baik-baik saja," jelas Indah.
Setelah perbincangan singkat berlangsung. Indah beserta kedua orang tuanya berjalan keluar dari rumah sakit menuju parkiran.
Kediaman Alexa.
Indah, Ayah Dimas, dan Ibu Lina telah sampai di rumah, mereka semua mengganti pakaian untuk pergi menuju kediaman Kenz.
Diruang tamu, Indah dan kedua orang tuanya telah berkumpul.
"Yah, apa Rangga ikut juga kesana?" tanya Indah.
"Iya, mereka akan pergi bersama kita," jawab Ayah Dimas.
"Baiklah, apa sudah Ayah telepon," ucap Indah.
"Astagfirullah, Ayah lupa, sekarang Ayah telepon Tuan Dika," jawab Ayah Dimas.
"Ayah ini, selalu saja lupa," ujar Indah sambil geleng-geleng kepala.
Tuan Dimas menelepon Tuan Dika, ia mengambil Hand pone yang berada di atas meja.
Panggilan terhubung.
"Assalamualaikum Tuan Dika," salam Tuan Dimas.
"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Tuan Dika.
"Apa kalian telah siap untuk pergi bersama menuju kediaman Tuan Kenz," ujar Tuan Dimas.
"Iya, kami segera menuju ke sana, kita perginya bersama kan?" tanya Tuan Dika.
"Baiklah jika begitu, kami di sini menunggu," jawab Tuan Dimas.
"Baik, saya tutup dulu teleponnya," ucap Tuan Dika.
__ADS_1
"Iya, Assalamualaikum," salam Tuan Dimas.
"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Tuan Dika. Langsung mengakhiri panggilan teleponnya.
"Apa mereka akan segera ke sini Yah," ujar Indah.
"Iya sayang, mereka dalam perjalanan menuju ke sini," jawab Ayah Dimas.
"Apa Rangga juga ikut Yah?" tanya Indah.
"Mungkin dia ikut, karena Rangga tadi bilang akan datang ke acara pemakaman Veli," jawab Ayah Dimas.
"Yah," panggil Indah.
"Iya sayang kenapa," jawab Ayah Dimas.
"Apa Ayah merestui pernikahan Indah dan Rangga?" tanya Indah.
Huff, Tuan Dimas menarik nafasnya, jika boleh jujur ia tidak merestui pernikahan antara Indah dan Rangga, tapi melihat kondiai Indah saat ini, Tuan Dimas tidak tega untuk berkata jujur.
"Ayah merestui hubungan kalian sayang, Ayah juga tahu jika kamu sudah menyukainya," ujar Ayah Dimas.
"Maafkan Indah Ayah, Indah sudah membuat keluarga kecewa dengan pernikahan Indah yang sama sekali tidak Indah ketahui," ujar Indah.
"Maksud kamu apa sayang," ucap Ayah Dimas.
"Maksud Indah, Indah mau minta maaf karena hilangnya Indah, kejadian ini bisa terjadi. Mungkin saat pertemuan antara Kak Veli dan teman masa kecilnya tidak membuat Indah cemburu, Indah juga tidak akan pergi dari tempat itu," jelas Indah.
"Baik Yah," ujar Indah.
Hari semakin sore, hari ini adalah hari yang sangat buruk bagi Indah, satu sisi ia berusaha mengikhlaskan orang yang pernah mengisi hari-harinya dan di sisi lain, Indah juga harus bisa beradaptasi dengan orang baru yang saat ini resmi menjadi suaminya.
Di depan halaman rumah Alexa, terdengar suara mobil memasuki perkarangan rumah, Tuan Dimas, Indah dan Nyonya Lina berjalan keluar. Mereka sudah tahu jika itu adalah keluarga Luis.
"Selamag datang Tuan Dika," sapa Tuan Dimas.
"Terima kasih," ujar Tuan Dika.
"Apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Tuan Dimas.
"Bisa, mari kita berangkat sekarang," ujar Tuan Dika.
Kedua keluarga tersebut memasuki mobil masing-masing, mobil Tuan Dimas dan Tuan Dika melaju keluar dari perkarangan kediaman Alexa.
Di dalam Mobil Indah, Indah selalu melihat ke arah Mobil Tuan Dika. Saat ini Indah ingin sekali melihat keadaan Rangga.
Tidak tahu kenapa saat ini, Indah saat kepikiran sekali dengan Rangga, ia begitu khawatir di saar Rangga siap membantu untuk menyelamatkan Veli.
"Indah sayang," ujar Ibu Lina.
__ADS_1
Indah hanya diam, ia larut dalam pikirannya tanpa menghiraukan panggilan dari Ibunya.
"Indah," panggil Ibu Lina sekali lagi.
"Indah sayang," panggil Ibu Lina meninggikan intonasinya.
Indah terperanjat kaget, ia menoleh ke arah Ibu Lina.
"Ha! kenapa Bu," ujar Indah kikuk.
"Kamu ya, Ibu panggil-panggil dari tadi gak jawab-jawab, kamu lagi mikirin apa sayang," ujar Ibu Lina.
"Aku gak mikirin apa-apa Bu," jawab Indah .
"Terus tadi kenapa Ibu panggil kamu lama banget responnya," ucap Ibu Lina.
"Hehe, Indah lagi gak konek Bu tadi, sinyalnya masih lelet," ujar Indah sambil cengengesan.
"Kamu ini ada-ada saja," ucap Ibu Lina sambil tersenyum ke arah Indah.
"Ayah," panggil Indah.
"Iya kenapa sayang," jawab Ayah Dimas sambil fokus menyetir.
"Bagaimana dengan sekolah Indah, apa teman-teman Indah gak ada yang curiga atau menanyakan Indah selama hilang," ujar Indah menanyakan masalah sekolahnya.
"Untuk itu, tidak ada yang menannyakan keberadaan kamu, bahkan Mawar, teman yang dekat sekali sama kamu dia tidak menanyakan kamu, Nak. Untuk sekolah kamu itu semua sudah Ayah urus, Ayah memberu keterangan kamu berada di luar negri selama waktu yang tidak di tentukan," jelas Ayah Dimas yang menjawab pertanyaan Anaknya.
"Sungguh Mawar tidak menanyakan aku Yah," ucap Indah meyakinkan apa yang telah ia dengar dari Ayahnya.
"Iya Nak, Mawar sama sekali tidak pernah datang ke rumah selama kamu menghilang," jawab Ayah Dimas.
"Oh baiklah Yah, Indah senang jika tidak ada yang mencurigai tentang hilangnya aku," ucap Indah.
"Itu sudah menjadi urusan Ayah Nak, Ayah juga tidak mau sebenarnya hal ini terjadi, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah takdir dari Tuhan," jelas Dimas.
"Iya Ayah," jawab Indah.
Setelah perbincangan singkat tersebut, tidak ada hal yang di perbincangan, Indah sibuk dengan pikirannya masing-masing, Nyonya Lina jua sibuk dengan hand pone nya, serta Tuan Dimas fokus menyetir mobil.
Perjalanan hampir satu jam, mereja belum sampai juga di kediaman keluarga Kenz. Kedua keluarga tersebut terjebak macet di jalan, jadi mereka harus menunggu selama beberapa menit, dan hal itu yang membuat para pengendara bosan jika terjebak macet.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.
SalamManis♡.