
"Sayang cobalah jangan berbicara seperti ini aku ini suamimu bukan atasanmu," ujar Rangga kesal, ia sangat kesal karena istrinya memanggilnya dengan kata Anda dan kata Tuan, seolah-olah dia adalah bawahan Rangga.
"Kamu ikut aku sekarang," ujar Rangga.
"Maaf Tuan apa dengan saya ikut anda tidak mengganggu waktu anda," ujar Cika.
"Sayang berhentilah memanggil ku dengan kata itu aku sangat benci jika kamu mengatakannya," ujar Rangga seperti anak kecil.
Banyak karyawan yang melihat pertengkaran presdir mereka, mereka kaget ketika bosnya memeluk wanita yang sangat tidak pantas bagi mereka untuk perdampingan dengan presdir mereka.
Karena semua karyawan melihat dari pakaian yang di gunakan Cika, mereka hanya melihat sekali lintas tapi tidak dengan teliti jika pakaian yang di gunaka Cika adalah pakaian brended, ia menggunakan pakaian bermerek Gucci, kalian pasti taulah yah harga pakaian yang bermerek Gucci.
Rangga berjalan menuju resepsionis.
"Ambil teleponnya," ujar Rangga dingin.
"Ini pak,"jawab resepsionis Risma.
Rangga menghubungi sekretaris Ria.
"Halo selamat siang, apa ada yang bisa saya bantu," ujar Sekretaris Ria.
"Kumpulkan semua karyawan ke Aula sekarang saya tunggu dalam waktu 10 menit," ujar Rangga dengan nada yang sangat dingin.
"Ba ba baik pak," ujar sekretaris Ria gugup, baru kali ini ia mendengar bos nya berbicara sangat dingin, walau bosnya itu cuek dia tidak pernah mendengar bos nya berbicara sangat dingin seperti itu.
Rangga langsung menutup sambungan teleponnya tanpa mengucapkan kata-kata lagi.
"Ayo sayang ikut aku sekarang," ujar Rangga.
Cika heran melihat perubahan bicara Rangga, ada rasa senang di hatinya ia sangat senang karena Rangga tidak dingin kepadanya.
Cika hanya bisa mengikuti langkah kaki Rangga ia juga tidak tahu mau pergi kemana.
Sesampainya di dalam aula, semua karyawan telah duduk di tempat masing-masing, mereka juga heran kenapa ada pemberitahuan jika presdir mereka menyuruh mereka untuk berkumpul dan ini pula kali pertamanya mereka melihat presdir mereka berlari menuruni tangga hanya demu seorang wanita.
Rangga membawa Cika menuju panggung yang telah di sediakan, ia menaiki panggung tersebut dan langsung menuju tempat mix.
"Selamat siang semua," sapa Rangga.
"Selamat siang," jawab semua karyawan.
__ADS_1
"Maaf mengganggu waktu kalian bekerja, saya hanya ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian," ujar Rangga.
Semua karyawan mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari mulut Rangga, mereka juga kaget karena kali pertamanya bos mereka ingin mengasih informasi secara langsung, biasanya mereka akan mendapatkan informasi melalui sekretaris Ria atau dari emali grup yang perantaranya sekretaris Ria.
Semua karyawan berbisik-bisik, mereka memusatkan perhatian kepada Cika.
"Siapa wanita itu,".
"Iya siapa wanita yang berada di sampung bos kita,".
"Ada hubungan apa ia sama bos kita,".
"Apa dia yang menajdi sekretaris baru lagi,".
"Tidak mungkin kan hanya pemberitahuan sekretaris baru sampai satu karyawan perusahaan di suruh kumpul,".
Begitulah kata-kata yang terlontar dari semua karyawan.
"Jadi di sini saya mau memberitahu kepada kalian bahwa wanita yang berada di samping saya namanya Cika, dia adalah istri saya sekaligus menantu dari keluarga Luis, jadi saya harap kalian bisa menghormatinya seperi kalian menghormati saya," ujar Rangga.
Semua karyawan kaget mendengar apa yang bos mereka sampaikan, bagaimana ini mereka tadi telah mengatai istri dari bos mereka, sang resepsionis sangat kaget mendengar pengakuan yang di ungkapkan presdir, ia tanpa sengaja telah menghina istri presdir dengan kata ******, itu sangat tidak pantas ia lontarkan jika itu terjadi.
Cika Kaget dengan apa yang di ucapkan oleh Rangga, ia begitu terharu dengan apa yang di lakukan Rangga, Cika tidak menyangka jika dia di perkenalkan sebagai istrinya di depan semua karyawannya.
"Terima kasih," ujar Cika Kepada Rangga.
"Sama-sama sayang, maaf tadi telah melukai hatimu dengan perkataanku," ujar Rangga.
"Sudah lah tidak apa-apa, aku hanya merasa saja jika kehadiranku di perusahaan sangat menggaggu kamu, makannya aku langsung pergi tadi," ujar Cika.
"Sudahlah jangan lagi kau ungkit, aku yang salah karena tidak melihat dulu siapa yang berbicara tadi," ujar Rangga.
"Kamu tidak salah sayang, aku aja yang terlalu baperan dan menggaggu kamu yang tengah fokus bekerja," ujar Cika menyalahkan dirinya.
"Sudah di sini tidak ada yang salah," ujar Rangga.
"Hmm Iya sayang," ujar Cika tersenyum.
"Gitu dong panggilnya, jangan dengan kata anda atau tuan aku tidak terima jika kamu menyebutku dengan kata kata itu," ujar Rangga.
"kenapa ku kira kata itu pantas kamu dapatkan," ujar Cika.
__ADS_1
"Coba aja kita barengan tadi pasti kamu gak bakalan di suruh nunggu deh," ujar Rangga.
"Hmm iya aku mau tanya?" ujar Cika.
"Iya kamu mau tanya apa," jawab Rangga.
"Kamu tadi pakai apa nyusul aku ke bawah, sedangkan lift khusus karyawan tadi aku lihat di pakai," ujar Cika.
"Heheh itu aku pakai tangga darurat sayang," jawab Rangga cengenegsan.
"Kamu serius lewat tangga itu tinggi dan sangat lama, pastinya kamu capek ya lewat tangga tadi," ujar Cika, ia kasihan dengan suaminya karena perjuangan menuruni anak tangga yang lantai paling tinggi, lantau 30 yang dia lewati.
"Apa kamu ada yang sakit, atau ada yang luka, kamu sih nekat mau lewat tangga, coba tunggu aja tadi," ujar Cika kesal, bagaimana jika terjadi sesuatu sama Rangga.
"Hehe gak papa kok sayang, buktinya aku masih sehat sehat aja semuanya masih utuh, orang lagi darurat jadi aku pake tangga darurat deh buat kamu apa sih yang nggak aku lakuin, aku juga udah pernah janji sama mama dan papa aku akan bahagiain kamu dan tadi saat aku melihat kamu menagis itu sangat membuat luka di hati ku, aku udah gagal untuk buat kamu bahagia maafkan aku," ujar Rangga dengan penjelasan yang panjang.
Lagi-lagi Cika di buat terharu dengan perkataan yang terlontar dari mulut suaminya ia tidak menyangka jika suaminya membuat janji seperti itu untuk dirinya. Cika menyesal karena telah membuat suaminya lelah akan dirinya.
"Maafin aku ya, coba aja aku tadi gak langsung lari pasti kamu gak akan kayak gini," ujar Cika.
"Iya sayang gak papa kok, udah jangan ada lagi yang saling salah sekarang kita harus belajar dari apa yang telah terjadi pada kita," ujar Rangga.
"Hmm iya," jawab Cika.
"Aku mau lanjutin kerja dulu ya kamu ikut aku ke sana," ujar Rangga menunujuk kursi kebesarannya.
"Ngapain aku di sana mending aku duduk di sini aja nanti kamu gak fokus lagi kalo aku duduk di sana," ujar Cika.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.
__ADS_1