Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 29


__ADS_3

"Ada Non, mari Non, Den masuk ke dalam," ajak Pelayan.


"Iya bik," jawab Indah dan Kak Beli bersamaan.


"Silahkan duduk, saya akan panggil Non Mawar dulu," kata pelayan


"Baik bik, terima kasih," ujar Indah.


Pelayan naik menuju kamar mawar.


Tok ...,


Tok ...,


Tok ...,


"Non ada tamu di bawah, katanya temennya Non," kata pelayan.


"Siapa Bik?" tanya Mawar.


"Kalo nggak salah, namanya Non Indah," jawab Pelayan.


"Indah? sama siapa kesini," batin Mawar.


"Iya Bik, nanti aku ke bawah," ujar Mawar.


"Baik non, Bibik ke bawah dulu ya," kata Pelayan.


Pelayan turun ke bawah, untuk melanjutkan pekerjaannya.


Lima menit kemudian, Mawar turun dan terkejut, melihat yang datang bukan hanya Indah saja, melainkan orang yang ia cintai juga datang menjenguknya.


"Indah," panggil Mawar.


"Eh Mawar, ayo ke sini," kata Indah.


Sesampainya Mawar di sofa, ia duduk berhadapan dengan Indah.


"Gimana keadaan kamu?" tanya Indah.


"Aku udah mendingan," jawab Mawar tersenyum.


"Kamu sakit apa? kenapa gak kasih kabar sama aku?" tanya Indah lagi.


"Cuma demam biasa aja Indah, gak usah khawatir. Liat nih aku udah sehat kan," kata Mawar memperlihatkan senyumnya.


"Iya, lain kali kalo kamu sakit, kabarin aku ya," kata Indah.


"Eh iya mau minum apa?" tanya Mawar.


"Nggak usah Mawar, bentar lagi kita mau pulang, udah sore banget takut Ibu nanyain lagi," tolak Indah dengan senyuman.


"Oh iya udah kalo gitu," jawab Mawar.


Kak Veli hanya diam, dia tidak begitu tertarik dengan pembicaraan dua wanita yang ada di dekatnya, kak Veli sibuk memainkan Hpnya.


"Kak," panggil indah berbisik.


:Iya kenapa," jawab Kak Veli meletakan Hpnya.


"Itu Mawarnya di sapa, jangan main hp mulu," kata Indah.


"Iya" jawab Kak Veli.


"Mawar," panggil Kak Veli.


"Eh iya, Kak ada apa," jawab Mawar gelagapan.


"Udah minum obat belum?" tanya Kak Veli


"Iya udah kak," jawab Mawar dengan senyum sumringah.

__ADS_1


Ia senang orang yang ia cintai, memperhatikannya dan menanyakan keadaanya


"Iya jaga kesehatannya, jangan terlalu capek," kata Kak Veli.


"Iya kak, terima kasih" ujar Mawar.


"Sama-sama," jawab Kak Veli.


Setelah lama, berbincang-bincang Indah dan Kak veli izin pulang.


"Mawar kami pamit pulang dulu, takut kemaleman datang ke rumah," pamit Indah pulang.


"Hmm iya, udah hati-hati di jalan ya, salam sama Ibu dan Ayah," ujar mMawar


"Iya nanti aku sampaikan salam dari kamu, Assalamualaikum wr.wb " Salam indah


"Iya. Waalaikumusalam wr.wb?" jawab Mawar.


"Kami pulang dulu Mawar," ujar Kak Veli.


"Iya Kak, hati-hati di jalan," kata Mawar.


Indah dan Kak Veli pulang dari rumah Mawar, di perjalanan mereka terjebak hujan, dan Kak Veli menepikan mobilnya di halte bis.


"Kita istirahat di sini ya, hujannya juga deras banget," kata Kak Veli.


"Iya Kak" jawab Indah.


Hening tercipta di antara mereka, Kak Veli memperhatikan Indah, sering menggosokkan kedua tangannya, ia tau jika Indah sedang kedinginan.


Kak Veli melepaskan jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Indah.


"Ehh kak, jangan nanti kakak kedinginan," tolak Indah.


"Gak usah pakai aja Ndah, kakak tau kamu kedinginan," jawab Kak Veli.


"Hmm terima kasih Kak" kata Indah tersenyum.


Tiga puluh menit berikutnya, hujan reda, Indah dan Kak Veli telah melanjutkan perjalanan pulang.


Sesampainya di rumah, Indah telah di tunggu oleh Ibunya.


"Indah," panggil Ibunya.


"Iya Bu," jawab Indah.


"Sini Nak, pasti kamu kedinginan ya," ujar Ibu Indah.


"Iya bu, ambilkan Kak Veli handuk, dia juga kedinginan," kata Indah.


"Sini kalian masuk, bersih-bersih sana, kamu Nak Veli ke kamar tamu ya, Indah sana ke kamar!" perintah Ibu Lina.


"Iya Bu," jawab Indah.


"Baik Tante," jawab Kak Veli.


Indah dan kak Veli, pergi menuju kamar yang sudah di tunjukkan oleh Ibu Lina.


Sesampainya Indah di kamar, dia langsung menuju kamar mandi, dan membersihkan tubuhnya yang basah karena air hujan.


Setelah membersihkan badan, Indah turun ke bawah menuju meja makan.


"Ibu," panggil Indah.


"Iya sayang," jawab Ibu. Sambil merapikan tatanan makan di meja.


"Kak Veli kemana?" tanya Indah.


"Masih di kamar mungkin," jawab Ibu.


"Oh yaudah, Indah ke sana dulu ya Bu," kata Indah.

__ADS_1


"Iya, awas jangan sampai melebihi batasan!" peringat Ibu.


"Iya Bu," jawab Indah.


Sesampainya Indah di kamar tamu.


Tok ...,


Tok ...,


Tok ...,


"Kak Indah masuk ya," kata Indah.


Indah membuka pintu, dan yang dia dapat sepi. Tidak ada Kak Veli di sana. "Apa dia masih di kamar mandi ya," batin Indah bertanya.


"Yaudah aku tunggu aja di sini," kata Indah bicara sendiri.


Sepuluh menit berikutnya.


Ceklek ...,


Suara pintu di buka seseorang, siapa lagi jika bukan Kak Veli yang membukanya, dia hanya menggunakan handuk yang melilit sebatas pinggangnya.


Indah tidak menyadari, jika Kak Veli telah keluar dari kamar mandi, ia masih sibuk mengambil baju yang akan di gunakan Kak Veli nanti.


"Sayang," panggil Kak Veli. Memeluk Indah dari belakang.


"Eh, eh Kak," jawab Indah terkejut, karena mendapat pelukan mendadak.


"Ihh Kak, lepasin belum muhrim tau," kata Indah, berusaha melepaskan diri dari pelukan Kak Veli.


"Hmm sebenyar saja," ujar Kak Veli. Yang masih setia, memeluk Indah dan dia menikmati wangi tubuh Indah.


"Kamu wangi banget," puji Kak Veli.


"Hmm," jawab Indah.


"Sayang, kamu mau menggoda Kakak," kata Kak Veli


"Hoh enggak kok Kak, siapa juga yang mau menggoda Kakak," jawab Indah.


"Ini buktinya, kamu pakai baju yang kurang bahan," kata Kak Veli, menunjukkan baju yang Indah pakai.


"Ihh ini baju, udah biasa Indah pakai kalo mau tidur Kak," jawab Indah.


"Berarti kalo udah nikah, nanti kamu akan jauh lebih seksi lagi, pakai bajunya ya," kata Kqk Veli tersenyum.


"Nggak, kata Ayah kalo udah nikah gak boleh duli itu atau anu, sebelum aku lulus sekolah dan Kak Veli udah kerja," jawab Indah tegas.


"Iya Indah, Kakak juga tau kalo itu, tapi kalo untuk cium, peluk dan pakaian kamu itu gak ada larangan dari Ayah," jawab Kak Veli tidak mau kalah.


"Iya, tapi jangan lebih aja nantinya," jawab Indah.


"Ciee udah gak sabar, mau nikah nihh" goda Kak Veli.


"Ihh gak kebalik ya Kak, ada juga Kakak yang gak sabar nikah sama Indah, belum nikah aja udah gini kelakuannya, apalagi kalo udah nikah, ntar kakak khilaf lagi liat tubuh Indah yang aduhaii," kata Indah membanggakan dirinya.


"Iyya kamu menang, kakak yang kalah" jawab kak veli mengalah.


Kalian tau, mereka berdebat masih dalam posisi pelukan, jadi bisa di bayangkan ya gimana romantisnya😍.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2