
"Sejak kapan kamu pindah, ada apa dengan rumah yang lama," ujar Mawar bertanya.
"Lumayan lama War, nggak ada apa-apa kok sama rumah lama," jawab Indah.
"Oh iya," jawab Mawar ber oh ria.
Indah dan Mawar masuk ke dalam rumah. Mawar melihatanya seperti ada rasa aneh.
"Apa benar Indah pindah rumah, tapi kenapa tidak ada poto Om Dimas dan Tante Lina," ujar Mawar membatin.
"Aku ke atas dulu ya, kamu duduk aja disini," ujar Indah.
"Iya Ndah," jawab Mawar. Lalu duduk di sofa tamu.
Salah satu pelayan menghampiri Mawar untuk menawarkan minum. Mawar hanya meminta teh hangat saja.
Setelah memberi tahu itu, Mawar kembali memainkan ponselnya. Ia juga melihat sekeliling isi rumah Indah, ia juga heran dengan desain interiornya.
Mawar tahu betul jika keluarga Alexa menyukai desain rumah klasik modern, namun untuk ini jauh berbeda dari yang ia tahu.
Indah turun ke bawah menggunakan pakaian santainya, Indah tau betul jika mawar bingung dengan rumah yang dirinya tempati sekarang.
"Mawar," panggil Indah.
"Eh, kamu udah selesai," jawab Mawar meletakkan ponselnya.
"Iya, kamu mau minum apa?" tanya Indah.
"Sudah di bawa oleh salah satu pelayan tadi," ujar Mawar.
Di depan terdengar suara mobil masuk, Indah yang mengetahui jika si pemilik mobil teraebut adalah Rangga langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Ma, Mama!, teriak Rangga memanggil.
"Ada apa sayang," jawab Indah yang kaget mendengar teriakan Rangga.
"Kamu udah pulang? kapan? siapa yang antar? kamu baik-baik aja kan?" ujar Rangga cerocoa dengan pertanyaan bertubi-tubi.
"Sini masuk kita duduk dulu ya," ujar Indah yang melihat kepanikan dari Rangga.
Rangga mengangguk mengerti, ia mengikuti langkah kaki istrinya. Mereka berdua berjalan menuju ruang tamu. Di sana masih ada Mawar yang sibuk dengan ponselnya.
Melihat kedatangan Indah bersama seorang pria yang sama sekali tidak Mawar kenal. Mawar memperhatikan keduanya.
"Siapa dia," ujar Rangga menanyakan Mawar.
"Dia teman aku sayang," jawab Indah tersenyum.
"Teman kamu yang mana?" jawab Rangga menanyakan kembali.
"Nanti aku cerita ya, sekarang kamu ke atas dulu bersih-bersih. Semuanya udah aku siapin di atas," ucap Indah.
"Iya sayang," Rangga beranjak dari tempat duduknya menuju kamar di atas.
Sekarang hanya ada Indah dan Mawar, Mawar telah menunjukkan tatapan penasarannya kepada Indah.
__ADS_1
Indah sudah mengerti maksud tatapan tersebut tersenyum, ia tahu sifat yang tidak akan pernah hilang dari seorang Mawar.
"Nanti aku jelasin ya," ucap Indah menjawab.
"Hutang penjelasan kamu banyak sama aku Indah, ku tunggu besok pulang sekolah di tempat cafe biasa," ujar Mawar.
Mawar berpamitan pulang, ia juga ingin berkemas untuk sekolahnya besok. Ia akan kembali ke sekolah lama.
Indah mengantar Mawar sampai depan rumah, setelah Mawar membawa mobil keluar dari perkarangan rumah. Indah kembali masuk ke dalam, ia berjalan menuju kamar.
Rangga telah selesai dengan pakaiannya, niatnya ingin turun ke bawah menemani istrinya.
"Assalamualaikum," salam Indah.
"Waalaikumsalam," jawab Rangga.
"Kamu udah selesai," ujar Indah menghampiri Rangga.
"Temen kamu gimana? apa dia udah pulang?" tanya balik Rangga.
"Iya, dia udah pamit pulang," jawab Indah.
"Ya sudah ayo kita makan malam, Mama tadi bilang dia akan pulang lebih malam. Masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan di kantor," jelas Rangga kepada istrinya.
"Ya sudah ayo sekarang kita ke bawah," ajak Indah.
Di perjalanan menuju pulang, Mawar mampir terlebih dahulu di alfamart untuk membeli sesuatu, setelah membeli semuanya.
"Astaga aku lupa untuk menanyakan kabar kak Veli," ujar Mawar kepada dirinya sendiri.
Kedua orang tua Mawar masih memiliki bisnis yang berada di luar negeri, jadi mau tidak mau Mawar harus tinggal sendiri di rumahnya.
Pagi hari menyapa, hari Indah telah berada di dalam kelas, hanya ada beberapa murid yang sudah datang.
Mawar hari ini juga kembali sekolah, namun ia harus mengurus beberapa surat agar bisa masuk di kelas yang sama dengan Indah.
Dering telpon beebunyi, Rangga segera mengaanhkatnya.
"Selamat pagi Tuan Rangga," sapa seseorang seberang telepon.
"Selamat pagi," balas Rangga menyapa.
"Maaf mengganggu waktu Anda, saya hanya ingin memberitahu bahwa besok nanti sore keberangkatan Tuan untuk perjalanan bisnis," ujar nya menjelaskan.
"Bukannya besok pagi? kenapa sore nanti," ucap Rangga bertanya.
"Maaf Tuan, salah satu pihak perusahaan kita yang berada di sana memberi informasi ini. Banyak oara investor yang tidak sabar untuk bertemu dengan pemilik perusahaan," jelasnya.
"Baiklah, kalau begitu persiapkan semuanya," jawab Rangga.
"Baik Tuan, terima kasih. Selamat pagi," ujarnya.
Rangga langsung mematikan teleponnya, ia bergegas kembali mengambil kunci mobil.
Ya Rangga pergi menuju sekolah Indah, ia tidak ingin jika Indah sedih nanti mendegar kabar ini.
__ADS_1
Rangga membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata, karena jalanan masih sepi dan kendaraan belum banyak yang lalu lalang.
Sesampainya di sekolah, Rangga langsung menuju ruang kepala sekolah untuk membawa Indah, Rangga juga tau jika dirinya bisa tidak izin untuk membawa Indah.
Sesampainya di sana, Rangga langsung saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Selamat pagi," ujar kepala sekolah menyaoa Rangga.
"Pagi," jawab Rangga dingin.
"Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu," ujar kepala sekolah bertanya.
"Saya izin membawa Indah untuk hari ini," ucap Rangga to the poin.
Kepala sekolah merasa tidak asing dengan pria yang ada di hadapannya, ia begitu mengenal pria tersebut.
"Maaf apa Tuan bernama Rangga," ujarnya bertanya.
"Saya," balas Rangga.
"Maaf Tuan, saya tidak begitu fokus jika itu dirimu," ujar kepala sekolah langsung bangkit dan memberi salam hormat.
"Tak apa, saya mengerti," jawab Rangga masih dengan sifat cueknya.
"Baik, kalau begitu mari saya antar menuju kelas Indah," ajak kepala sekolah.
Rangga hanya mengangguk tanda iya, Rangga berjalan mengikuti kepala sekolah menuju kelas Indah.
Berhubung waktu sudah menunjukka jam pelajaran, sesampainya di depan kelas Indah. Kepala sekolah langsung masuk dan menghampiri guru yang sedang mengajar pada saat itu.
"Selamay pagi Bu Diana," sapa kepaka sekolah.
"Pagi Bu, ada yang bisa saya bantu," jawab Ibu Diana.
"Ada yang ingin saya sampaikan kepada salah satu siswi di kelas ini, boleh minta waktunya," ujar kepala sekolah.
"Boleh Bu, silahkan," jawabnya.
"Pagi Anak-anak," sapa kepala sekolah.
"Pagi Bu," jawab mereka bersamaan.
Indah hanya diam, ia memilih memikirkan keberangkatan suaminya besok. Apa ia siap?
Bimbang itulah yang di raskan Indah saat ini
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.
__ADS_1
Maaf untuk beberapq hari belum bisa update, karena sinyal disini lagi ada