
Ada tiga pelayan yang memebawa koper Indah dan Rangga, mereka keluar dari kamar menuju bagasi mobil.
Indah berjalan mendekat ke arah Rangga, ia kembali duduk.
"Apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Rangga.
"Boleh, ayo sekarang kita turun, lalu pamit sama Ibu dan Ayah," jawab Indah.
"Ayo kita ke bawah kalau begitu," ucap Rangga.
"Tunggu sebentar," ujar Indah beranjak dari tempat duduknya. Indah saat ini tengah mengelilingi isi kamarnya, kamar yang hanya ia tempati beberapa bulan, kamar yang banyak sekali dengan cerita sedih.
Rangga hanya mengamati apa yang di lakukan Indah, mungkin wajar bagi seorang perempuan begitu saat ingin meninggalkan tempat yang biasa ia tempati.
"Rangga aku pasti akan merindukan kamar ini," ujar Indah.
"Nanti kita akan sering-sering sayang untuk menginap di sini," ucap Rangga.
"Apa kamu yakin dengan ucapanmu, kita akan serig ke sini," ujar Indah.
"Insya Allah, aku akan meluangkan waktu untuk itu," jawab Rangga.
Setelah puas berkeliling di kamarnya, Indah dan Rangga turun ke bawah untuk berpamitan.
Rangga dan Indah telah sampai di bawah, mereka tidak melihat dimana keberadaan orang tua Indah.
"Pelayan," panggil Indah kepada salah satu pelayan yang lewat.
"Iya Non," jawab Pelayan.
"Ayah sama Ibu dimana?" tanya Indah.
"Tuan dan Nyonya berada di ruang musik Non," jawab Pelayan.
"Baiklah, terima kasih," ucap Indah.
"Sama-sama Non, apa masih ada yang ingin di tanyakan," ucap Pelayan.
"Tidak ada," jawab Indah.
"Baiklah, saya pamit lanjut kerja lagi Non," ujar Pelayan.
"Silahkan," ucap Indah.
Pelayan lanjut berjalan ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya, Indah dan Rangga berjalan menuju ruang musik yang berada di lantai dasar.
Sesampainya di sana, Indah langsung saja membuka pintu, ia mendapati orang tuanya sedang bermain musik. Ayah Dimas memainkan alat musik gitar dan Ibu Lina bermain piano.
"Ayah, Ibu," panggil Indah.
"Eh kamu sayang," ucap Ibu Lina.
Rangga dan Indah masuk kedalam dan duduk di kursi yang sengaja di sediakan.
"Ayah sama Ibu nyanyi dong," ucap Indah.
"Kamu mau lagu apa sayang?" tanya Ibu Lina.
"Bagaimana kalau lagu melamarmu, tapi versi yang ceweknya Bu," ucap Rangga.
"Ayah bagaimana?" tanya Ibu Lina.
"Boleh sayang, kamu yang nyanyi ya sama Indah, Ayah sama Rangga yang bermain musik," ucap Ayah Dimas.
"Boleh banget tuh," ujar Rangga.
"Rangga kamu main piano bisa," ucap Ayah Dimas.
"Bisa Ayah," jawab Rangga.
"Ya sudah ambillah posisi kamu di sana, Ayah akan di sini bersama Ibu dan kamu Indah, kamu berdiri di samping Rangga," jelas Ayah Dimas.
"Baik Ayah," jawab Indah.
Setelah posisi telah pas, Ayah Dimas dan Rangga memulai memainkan alat musik mereka masing-masing.
Lagu di mulai.
__ADS_1
Indah.
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahanmu
Ku pandang tajam bola matamu
Manis dengarkanlah aku
Ibu Lina.
Aku tak secantik yang lain
Tak ada yang lebih dari cintaku
Namun saat ini ku tak ragu
Ku sungguh memintamu
Indah.
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah Ayah dari anak-anak ku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Ibu Lina.
Aku tak main-main
Seperti wanita yang lain
Satu yang kutahu
Ku ingin di lamarmu
Indah.
Aku tak secantik yang lain
Tak ada yang lebih dari cintaku
Ku sungguh memintamu
Ibu Lina.
Jadilah pasangan hidupku
Jadialah Ayah dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Indah.
Aku tak main-main
Seperti wanita yang lain
Satu yang ku tahu
Ku ingin di lamarmu
Indah dan Ibu Lina
Satu yang kutahu, ku ingin di lamarmu
Lagu selesai.
Hening sejenak, Indah dan Rangga saling pandang satu sama lain.
"Terima kasih," ujar Rangga.
"Terima kasih untuk," ucap Indah.
"Karena telah menyayikan lagu ini dengan sangat tulus," ucap Rangga.
__ADS_1
"Sama-sama sayang," jawab Indah.
Nyonya Lina dan Tuan Dimas hanya melihat drama yang di buat oleh anak dan menantunya, mereka senang karena Rangga bisa mengambil hati Indah.
"Ayah, Ibu," ucap Indah.
"Kenapa sayang," jawab Ayah Dimas.
"Aku sama Rangga pamit ya," ujar Indah.
"Apa kalian akan pergi ke rumah Luis," ujar Ibu Lina.
"Iya Bu, kami akan pergi," jawab Rangga.
"Apa tidak terlalu cepat Nak," ujar Ibu Lina.
"Tidak Bu, di sana nanti Indah sama Ranga masih ada yang mau di kerjakan," jawab Indah.
"Baiklah, mari Ayah sama Ibu antar kalian," ucap Ibu Lina.
"Ayo Bu," jawab Indah.
Indah, Rangga, Ibu Lina dan Ayah Dimas keluar dari ruang musik, mereka berjalan menuju pintu utama dimana.
Rangga mengeluarkan mobil dari bagasi, Indah dan kedua orang tuanya menunggu di teras rumah.
"Ayah," panggil Indah.
"Kenapa sayang" jawab Ayah Dimas.
"Terima kasih," ujar Indah. Indah senang karena mempunyai Ayah yang sangat menyayanginya.
"Terima kasih untuk apa sayang," ucap Ayah Dimas.
"Terima kasih karena telah menjadi cinta pertama Indah, terima kasih karena telah menjadi sosok Ayah yang hebat," ujar Indah.
"Itu sudah menjadi tanggung jawab Ayah Nak, tidak perlu untuk berterima kasih," jawab Ayah Dimas.
"Indah sayang Ayah dan Ibu," ujar Indah lalu memeluk kedua orang tuanya.
Rangga hanya bisa melihat kedekatan antara Indah dan Orang tuanya, ia begitu bersyukur karena mempunyai mertua yang sangat pengertian dan sangat menyaganginga.
Pelukan telah selesai, Rangga mendekat ke arah Indah dan mertuanya.
"Ibu sama Ayah Indah minta maaf ya kalau Indah banyak salah sama kalian," ucap Indah. Indah sadar jika dia telah berada di kediaman kuluarga Luis, Indah pasti sangat jarang sekali bertemu orang tuanya.
"Kamu tidak pernah ada salah sama Ibu dan Ayah sayang," jawab Ibu Lina.
"Iya Bu," ucap Indah.
"Kalau begitu Indah sama Rangga pergi dulu ya," ucap Indah.
"Iya sayang, kamu sama Rangga hati-hati di jalan ya," ujar Ibu Lina.
"Iya Bu," jawab Indah.
"Rangga," panggil Ayah Dimas.
"Iya Yah," jawab Rangga.
"Ayah sudah percaya sama kamu, bimbing Indah kalau dia salah, jangan marah jika Indah memiliki salah yang menurut kamu itu sangat fatal, Ayah minta kamu diam kan saja Indah jika masalah itu, satu lagi Ayah tidak mau mendengar jika Indah menangis itu karena kamu, jika itu terjadi terimalah akibatnya," jelas Ayah Dimas.
"Baik Ayah, akan Rangga ingat pesan Ayah," jawab Rangga.
"Iya, Ayah percaya kepada kamu," ucap Ayah Dimas.
"Kami pamit dulu Yah, Bu. Assalamualaikum," salam Indah dan Rangga.
"Waalaimumusalam wr.wb," jawab Ayah Diams dan Ibu Lina serentak.
"Rangga bawa mobilnya jangan seperti Ini mu," ucap kak susan.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
__ADS_1
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.