Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 45


__ADS_3

"Kamu kapan sampainya"? tanya tante Via.


"Udah dua hari yang lalu Tan," jawab Lisa tersenyum.


Dimas dan Lina hanya melihat kedatangan Veli dan wanita ini, kemana Indah? apa dia lagi ada di mobil? tapi jika begitu, mana mungkin Veli meninggalkannya.


"Veli mana Indah," tanya Tuan Dimas.


Mendengar nama Indah di sebut, Veli baru sadar jika selama tadi, dia tidak bersamanya.Kemana Indah, Veli tidak menjawab pertanyaan mertuanya dia diam, dan menunduk.


"Veli, Ayah tanya Indah dimana?" tanya Tuan Dimas.


"Indah yang di resto, temen kamu tadi ya Vel?" tanya Lisa.


"Apa," jawab Lina kaget.


"Veli, Saya tanya di mana Indah," ujar Tuan Dimas yang menahan emosinya.


"Tadi kami sempat barengan Om, terus Indahnya izin ke Toilet, gak balik-balik sampe sekarang, mungkin udah balik ke rumahnya kali Om," jelas Lisa.


Medengar itu, Tuan Dimas bangkit dari tempat duduknya. Dan langsung mengantam Kak Veli dengan tangannya.


Tuan Kenz hanya pasrah melihatnya, ia tahu jika anaknya salah.


"Dasar suami tidak tau tanggung jawab, cari dia sampai ketemu, jika tidak nyawamu bersama ku. Dan satu lagi, jika sudah ketemu saya akan kirim surat perceraian kalian, dan jangan pernah harap bisa ketemu lagi sama Indah Camkan itu!" teriak Tuan Dimas marah.


Veli terduduk lemas di lantai ia merutuki kebodohannya, karena telah lalai menjaga Indah, dan dia menyesal, karena tidak memperhatikan kemana Indah pergi.


"Saya permisi," kata Tuan Dimas.


Tuan Dimas dan Nyonya Lina keluar dari rumah Tuan Kenz.


Tuan Kenz bangkit dari tempat duduknya, dan langsung memukul Veli dengan seluruh tenaganya. Dia tidak pernah berpikir jika anaknya bisa setega itu sama istrinya sendiri.


"Lisa bingung, apa yang terjadi, jika hanya seorang sahabat tidak akan terjadi," batin Lisa bingung.


"Dasar anak tidak tahu di untung, hanya karena bertemu teman kecilmu, kau melupakan apa statusmu. Cari menantuku sampai dapat, jika tidak namamu akan saya keluarkan dari keluarga kenz," ujar Tuan Kenz marah.


Melihat suaminya marah, Nyonya Vja hanya bisa menangis dalam diam, dia tidak bisa membela anaknya karena anaknya salah.


Mendengar Tuan Kenz menyebut menantuku, "Berarti perempuan tadi istrinya Veli, tapi kenapa dia mengaku sebagai temannya," batin Lisa.


"Maaf Om, Tante. Indah itu sebenarnya siapa?" tanya Lisa.


"Indah menantu keluarga kenz," jawab Om Kenz.


"Ho," Lisa terkejut.

__ADS_1


"Berarti tanpa sengaja, Veli telah melukai hati Indah, ini kesempatanku untuk mendekati Veli dan merebutnya dari perempuan tadi," batin Lisa licik.


"Cepat pergi dari sini, cari Indah jangan sampai kembali jika tidak membawa menantuku," ujar Tuan Kenz marah.


Indah sadar dari masa komanya, ia melihat ruangan yang ia tempati, tapi dia tidak bisa mengenali.


"Kamu udah sadar Nak" ujar Ibu Vania.


"Maaf anda siapa?" tanya Indah.


"Oh kenalkan saya Tante Vania," ujar Ibu Vania.


"Maaf Tante saya siapa"? tanya Indah.


Dia bahkan tidak mengenali dirinya sendiri.


"Apakah di mangalami amnesia?" batin Tante Vania bertanya.


"Nama kamu Cika sayang," ujar Ibu Vania.


"Cika," kata Indah.


"Iya kamu pacarnya anak Tante, masa kamu lupa," ujar Tante Vania berbohong.


"Pacar, anak tante siapa?" tanya Indah.


"Rangga pacar aku ya Tan" kata Indah.


"Iya sayang, kalian kan sudah tunanagan masa kamu lupa," ujar Tante Vania.


"Maaf ya tante aku nggak inget," jawab Indah.


"Iya sayang nggak papa kok," kata Tante Vania.


"Maaf ya nak saya terpaksa berbohong sama kamu, saya tidak tahu nama kamu siapa, dan siapa keluarga kamu, saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya, kamu akan saya nikahkan dengan anak saya," batin Tante Vania.


"Tante, siapa orang tua saya?" tanya Indah.


"Oh kamu anak yatim piatu Nak, kamu bertemu dengan Anak Tante, saat kamu masih bekerja sebagai pelayan di suatu restoran," ujar Tante Vania.


"Aku selama ini tinggal dimana Tante?" tanya Indah lagi.


"Kamu tinggal di apartemen anak saya," jawab Tante Vania tersenyum.


"Hm iya Tante, oh iya Rangga kemana?" tanya Indah.


"Dia lagi kerja sayang, kan dia CEO di perusahaan keluarga," kata Tante Vania tersenyum.

__ADS_1


"Oh gitu ya Tan," jawab Indah.


"Iya sayang, yaudah kamu istirahat dulu sana, nanti kalo udah sehatkan bisa pulang. Terus nanti bisa nikah sama Anak Tante," ujar Tante Vania.


"Hmm iya Tan," jawab Indah.


Indah langsung merebahkan tubuhnya, di ranjang rumah sakit lama kelamaan. Indah tertidur.


Tante Vania, keluar dan pergi menemui keluarganya, ia langsung memberitahu pada suaminya. Dan ingin menceritakan semua kejadian yang ia alami.


Sesampainya di Kediaman mension keluarga Luis, Ibu Vania masuk dan langsung menemui suaminya.


"Pa," panggil Ibu Vania.


"Iya Ma, ada apa," jawab Tuan Dika.


"Pa, ada yang mau Mama ceritain sama Papa, tapi Papa jangan kaget ya sama Mama," ujar Ibu Vania.


"Iya Ma, silahkan cerita," jawab Tuan Dika.


Ibu Vania menceritakan semua yang dia alami, dan mendengar semua itu. Tuan Dika terkejut, bagaimana bisa dia berbohong masalah seperti itu.


"Pa bagaimana ini, apa kita akan menikahkanya, bersama Anak kita Rangga," ujar Vania.


"Baiklah Ma, itu juga ide bagus, biar Rangga ada yang urus, dan melupakan semua masa lalunya bersama perempuan yang pernah menyakitinya," ujar Tuan Dika mendukung rencana istrinya.


Rangga Luis, anak tunggal dari keluarga Luis, sekarang ia bekerja di perusahaan keluarga Luis grup, keluarga Luis sama saja dengan keluarga Alexa. kekayaan kedua sama dan tidak ada bedanya.


Rangga menjabat sebagai CEak termuda di negaranya, bagaimana tidak, di umurnya yang dua puluh tahun sekarang, ia telah banyak prestasi, dan juga telah menjadi CEO yang bisa di andalkan di keluarga Luis, banyak investor, yang ingin bekerja sama dengan perusahaan mereka.


Rangga memiliki sifat dingin, cuek, dan tegas, itu ia perlihatkan ke semua orang termasuk orang tuanya. Karena, masa lalunya yang merubah semua sikapnya.


Sifat Rangga dulu adalah orang yang humoris, murah senyum, dan sangat ramah kepada semua orang, tapi semua itu berubah ketika seseorang melukai hatinya.


"Baiklah Ma, nanti malam Papa akan bicara dengan Rangga tentang pernikahannya, Papa yakin jika Rangga akan mendengarkan semua perkataan Papa, Mama tenang aja," ujar Tuan Dika tersenyum.


"Iya Pa, terima kasih," jawab Nyonya Vania.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2