
"Ia baby," jawab Indah lebay😁.
"Ih jijik gua dengernya," jawab Mawar memperlihatkan ekspresi jijiknya.
"Dihh, gitu banget Mbak, PMS ya," kata Indah.
"Pala lo PMS," kata Mawar sewot.
Di saat pertengkaran kecil antara Indah dan Mawar.
Devin datang.
"Hai," sapa Devin kepada Indah dan Mawar.
"Hai juga," jawab Indah dan Mawar serentak.
"Boleh gabung," kata Devin.
"Oh, boleh kok," jawab Mawar.
Devin pun duduk di bangku depan tepat di depan Indah.
"Lagi ngomong apa nih, seru banget kayaknya?" tanya Devin
"Oh Ini si Indah, kan tadi aku minta temenin ke toilet, eh malah di tinggal sama dia ke kelas," ucap Mawar cemberut.
"Ih kan aku udah minta maaf, terus kamu jugaa udah kasih aku hukuman," terang Indah.
"Iya, kalo gak di kasih hukuman, kamu juga gak bakalan minta maaf," terang Mawar pura-pura sedih.
"Ihh maaf atuh Mawar, iya janji deh aku bakalan nerima hukumanya," ucap Indah meminta maaf.
"Iya deh," jawab Mawar tersenyum.
"Gitu dong, nanti si ..., ummmhhh," mulut Indah di tutup Mawar saat ingin menyebutkan nama si Jupri.
"Hoh hoh hoh ih mawar, mati muda gua lu tutup gitu," jawab Indah ngos ngosan.
"Ehehe iya, lu sih jangan sebut nama si kunyu," jawab Mawar kesal.
"Hehe iya, maaf maaf," jawab Indah meminta maaf.
Devin hanya menjadi penonton setia aja, drama persahabatan yang sedang berlangsung di hadapannya, menurutnya perempuan itu sulit di mengerti, Devin juga diam-diam memperhatikan Indah di saat dia melihat Indah serasa tidak asing lagi baginya, dan mulai saat pertama kali melihat indah tersenyum Devin sudah menyukainya," batin Devin.
"Eh iya, tadi katanya ada hukman untuk Indah, apa hukumannya?" tanya Devin kepada Mawar.
"Oh itu, Indah harus traktir aku makan dan membeli pakaian, uwuun" jawab Mawar senang.
"Hadehh, Mawarkan orang kaya ya, kok gini banget hukumannya," batin Indah.
"Boleh aku ikut untuk kalian jalan-jalan nanti," pinta Devin.
__ADS_1
"Emm gimana ya," jawab Mawar bingung.
"Boleh deh, sekalian Ndah si Devin lo traktir juga," kata Mawar.
"Hah serius lu, aduh Mbak bangkrut perusahaan aku," jawab Indah memelas.
"Hahahahha, mana bakalan bangkrut uang yang di pake nanti juga gak ada apa-apanya," jawab Mawar tertawa senang.
"Iya deh iya," kata Indah memelas.
"Oke Devin nanti minggu lo datang aja ke rumah Indah, nanti kita berangkatnya dari sana aja oke," kata Mawar kepada Devin.
"Siap" jawab Devin sambil memberi hormat.
Lama berbincang bincang antar Devin, Indah dan Mawar, mereka membicarakan dari hal yang memalukan sampai hal yang menurut mereka tidak pantas di ingat.
Mereka bertiga menjadi pusat perhatian di dalam kelas, karena jarang sekali ada yang bisa mengajak Devin untuk tertawa lepas, mereka tau jika seorang Devin adalah orang yang dinginnya kek es di kutub selatan, dan gak bisa cair kalo gak ada Indah dan Mawar.
Tidak terasa waktu pulang, semua siswa siswi berjalan keluar dari kelas dan menuju ke parkiran untuk pulang, dan sebagian belum ada yang pukang karena masih ada kepentingan siapa orangnya, kalian pasti taulah mereka adalah anak-anak Osis yang memiliki prinsip, "Pergi paling awal dan pulang paling akhir" itulah prinsip yang di miliki pengurus Osis.
Indah, Devin, dan Mawar mereka bersama-sama berjalan menuju parkiran, di sepanjang jalan tidak ada obrolan yang di bicarakan hening tercipta.
Di saat Indah berjalan tidak melihat ke arah depan, tanpa di sengaja dia menabrak orang lagi, dan orang yang di tabraknya masih orang yang sama, siapa lagi jika bukan Kakak kelasnya yang dia juluki Es balok, mengapa demikian
"Menurut Indah orang yang seperti itu patut di juluki dengan es balok selain dingin mungkin juga dia tidak bisa berbicara," itulah pikir Indah.
"Eh maaf Kak aku gak sengaja," kata Indah meminta maaf.
"Ya," jawab kakak kelas.
Di sepanjang perjalanan Indah mengumpat kesal.
"Dasar es balok, manusia es, dingin, jelangkung, huh untung ganteng ada ya manusia kayak gitu udah dingin, ngomong irit emang suara beli apa huhuhu " komat kamit Indah sepanjang jalan.
"Ndah napa lu," kaget Mawar.
"Gua kesel 2ar sama tu Kakak kelas, udah minta maaf juga jawab singkat banget, dia kira suara beli ya," jawab Indah sambil mengeluarkan unek uneknya.
"Hoo, lu gak tau siapa yang lu tabrak tadi?" tanya Mawar.
"Nggak tau dan gak perlu juga gua tau," jawab Indah dengan kekesalannya.
"Indah, yang lu tabrak itu Kakak kelas kita kelas 11
namanya Kak Velito Kenz, anak TKRO dia memang di kenal dingin sama semua orang, dan yang harus lu tau, dia itu most wanted sekolah," terang Mawar.
CEmang gua pikirin," jawab Indah sewot.
Devin hanya diam, dia menyimak semua jawaban dari mawar menurut dia segitu terkenalnya ya sampai-sampai semua cewek suka sama dia, kecuali Indah hehhe" pikir Devin.
Sesampainya di parkiran, mereka mendekati kendaraan masing-masing, Indah dengan mobil mercynya, mawar dengan mobil sedan merahnya, serta Devin dengan motor sportnya.
__ADS_1
"Semuanya gua pulang duluan ya, dan satu lagi jangan rindu berat kalian gak akan kuat," kata Mawar sambil tertawa.
"Siapa juga yang bakalan rindu sama lu," celetuk Indah.
"Kali aja lu rindu sama gua, sampai nangis-nangis terus jungkir balik gitu gak ketemu gua sehari," terang Mawar tertawa puas.
"Ehh, gua gak selebay gitu ya Mabk lampir," celetuk iIndah mengejek.
"Apa lu bilang? mbak lampir, hello mana ada mbak lampir secantik gua," jelas Mawar membanggakan kecantikanya.
"Ada kok," jawab Indah dengan senyum ya di tahan.
"Mana?" tanya Mawar
"Elo contohnya, hahahaahh," jawab Indah tertawa dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Indahhh!" teriak Mawar.
"Heeh sorry," jawab Indah meminta maaf.
"Kalian berdua, sampe kapan mau ribut mulu," celetuk Devin yang mulai bosen melihat pertengkaran kecil ke dua mahkluk ini.
"Eheh Devin, si Indah tu masa iya aku di katain mbak lampir," jawab Mawar memelas.
"Gak kok aku cuma bercanda," jawab Indah yang sudah duduk di bangku kemudi.
"Yaudah pulang gih kalian, nanti keburu sore lagi, gak baik anak perempuan pulang malem malem," jelas Devin menyuruh pulang Indah dan Mawar.
"Oke siap," jawab Mawar memberi hormat
"Iya hati hati kalian," ucap Devin.
"Iya, lo juga hati hati," kata Indah.
"Devin haynya membalas dengan senyum manis, menurutnya jika berbicara dengan Indah akan membuat sport jantung nanti bisa mati muda," pikir devin.
Indah, Devin, dan Mawar telah mengendarai kendaraanya masing-masing, dan mereka berpisah di pertiga jalan.
Indah jalan lurus menuju rumahnya, Mawar belok ke kananan sedangkan, Devin belok ke kiri menuju rumahnya.
"Indah gua balik duluan," panggil Mawar di balik kaca mobil.
"Oke, hati hati," jawab Indah.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
__ADS_1
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.