Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 31


__ADS_3

Kak Veli berjalan menaiki tangga menuju lantai tiga, sesampainya di sana, dia mencari kamar yang bernama Indah.


"Akhirnya ketemu juga, huh mau ke kamarnya aja susah gini," keluh Kak Veli.


Kak Veli pun mengetuk pintu kamar Indah.


Tok ...,


Tok ...,


Tok ...,


"Indah ini Kakak," panggil Kak Veli.


"Iya Kak sebentar," jawab Indah dari dalam kamar.


Indah beranjak dari kursi menuju pintu kamarnya.


Cklek.


"Eh ada Kakak, udah izin belum sama Ayah?" tanya Indah, sebelum mempersilahkan masuk.


"Udah dong," jawab Kak Veli senang.


"Yakin udah dapat izin?" tanya Indah meyakinkan.


"Iya sayang udah kok, boleh kata Ayah," jawab Kak Veli tersenyum.


"Hmm baiklah, mari masuk Kak," ajak Indah.


Kak Veli pun masuk, dan ia langsung duduk. Di sofa kamar yang telah di sediakan.


"Kakak mau belajar apa?" tanya Indah.


"Belajar mencintai kamu," jawab Kak veli.


"Ihh kak serius," kata Indah.


"Iya kakak serius," jawab kak Veli, lalu mendekati Indah. Yang tengah duduk di kursi meja belajar.


"Lagi belajar apa kamu?" tanya Kak Veli sambil memeluk leher Indah.


"Ini belajar tentang cara mengelola bisnis, aku bingung," kata Indah.


"Kenapa coba mau belajar, nanti juga masih jadi nyonya Indah Putri Kenz," kata Kak Veli yang menyematkan nama keluarganya.


"Belum ya Kak, masih Indah Putri Alexa," ucap Indah memperjelas.


"Iya," kata Kak Veli.


"Udah kak jangan ganggu Indah dulu, nanti nilai Indah jelek lagi, kalo Kakak ganggu," kata Indah.


"Kakak gak ganggu kamu." elak Kak Veli.


"Ini tangan Kakak ihh," rengek Indah.


"Iya deh maaf," kata Kak Veli cengengesan.


"Kamu ada cemilan nggak Ndah?" tanya Kak Veli.


"Ada kak, ambil aja di lemari samping pakaian," jawab Indah.

__ADS_1


"Oh oke," jawab Kak Veli.


Kak Veli beranjak dari tempat duduknya. Menuju lemari kecil, yang berada di samping lemari pakaian Indah.


Sesampainya di sana, Kak Veli membuka isi lemari tersebut dan ternyata.


"Ehh busett, makanan sebanyak gini yang ngehabisin kamu Ndah?" tanya kak veli tak percaya.


"Iya kak, kenapa?" tanya balik Indah.


"Kamu makan banyak, tapi kok badan kamu gitu-gitu aja," ledek Kak Veli.


"Badan gini juga banyak yang suka,apalagi kalo udah berisi pasti lebih banyak lagi," kata Indah bangga.


"Iya deh kamu selalu benar," ucap Kak Veli mengalah.


"Itu tau," kata Indah.


Kak Veli pun mengeluarkan makanan di dalam lemari, beserta minumannya. Dia duduk di sofa sembari bermain game.


"Kamu belajar yang rajin ya sayang," kata Kak Veli kepada Indah.


"Iya," jawab Indah.


"Kakak mau ngegame dulu," ujar Kak Veli.


"Loh, loh Kakak gak jadi belajar?" tanya Indah.


"Kan Kakak udah bilang, Kakak belajar mencintai kamu, masa masih gak paham sih," ujar Kak Veli.


"Ya bukan gitu maksudnya, maksud aku itu Kakak gak belajar pelajaran sekolah Kak, nanti gak naik kelas gimana atau nilai kakak kecil," cerocos Indah.


"Awas aja, kalo sampai nilai kakak kecil!" ancam Indah.


"Emang kenapa kalau nilai Kakak kecil hmm?" tanya Kak Veli.


"Aku bilang nanti sama Ayah, untuk gak nikah sama Kakak, dan batalin perjodohannya," ancam Indah.


"Oke, tapi kalau nilai Kakak besar dan Kakak jadi juara kelas, kamu! kalau udah nikah nanti harus, tiap hati kasih morning kiss sama Kakak, dan setiap malam harus tidur sambil peluk Kakak gimana?" ancam balik Kak Veli.


"Aduhh jadi salahkan ujung-ujungnya, aku yang kena ini mah, niatnya tadi cuma main-main malah di anggap serius," batin Indah merutuki perkataannya tadi.


"Oke deal," jawab Indah dengan perasaan sedih. Ia tau kalau dia bakalan kalah sama Kak Veli, toh Kak Veli itu anak yang cerdas. Juara umum, dan pastinya tingkat prestasinya juga banyak.


"Kamu menyetujuinya sayang?" tanya Kak Veli.


"Iya, siapa takut," kata Indah lantang.


"Oke deal," jawab kak Veli.


Mereka berdua berjabat tangan tanda kesepakatan.


Indah pun melanjutkan untuk belajar sedangkan, Kak Veli kembali ke sofa dan bermain game mobile lagend.


Setelah belajar Indah pun duduk di samping Kak Veli.


"Kak," panggil Indah.


"Kak," panggil Indah sekali lagi.


Sedangkan, yang di panggil masih sibuk dengan gamenya.

__ADS_1


"Kak Veli," panggil Indah, sedikit menaikkan intonasinya.


"Velito Kenz!" teriak Indah di telingan Kak Veli.


Ala hasil Kak Veli terkejut, dan melemparkan hpnya ke lantai, untuk lantainya ada ambal. Jadi gak rusak dah tuh Hp.


"Ya Allah Indah, kenapa teriak-teriak," ucap Kak Veli terkejut sekaligus kesal.


"Kakak sih, Indah panggil Kakak gak jawab," jawab Indah cemberut.


"Sabar Veli, sabar. Ngehadapin cewek emang harus gini, mana tadi mau push rank, untung cinta kalo nggak dah lama gua marahin ni anak," batin Veli memendam kekesalannya.


"Iya sayang kenapa," jawab Kak Veli, dengan senyum yang di paksa.


"Kak Indah bosen di rumah aja," kata Indah.


"Jadi mau kemana?" tanya Mak Veli.


"Jalan-jalan yuk, kemana aja ke taman, mall, danau kemana aja dah kak, bosen banget Indah di rumah," ujar Indah.


"Yaudah ayo keluar kita izin dulu sama Om dan Tante," ajak Kak Veli, ia senang jika Indah tidak sungkan-sungkan terhadapnya. Dan untuk masalah game dia tidak marah sama sekali.


Gini ya guys, kalau udah sayang sama cinta banget. Sama seseorang, biar itu game atau apapun bakalan tinggal dan gak marah kalau lagi di ganggu.


"Masih ada gak ya cowok gitu?" Author nanya nih guys jawabnya di komen nanti ya.


oke kembali ke laptop.


Indah dan Kak Veli turun ke bawah, mereka ingin menemui orang tua Indah untuk izin keluar, sesampainya di bawah, kebetulan orang tua Indah lagi duduk-duduk santai di depan tv.


"Ibu, Ayah," panggil Indah.


"Iya sayang kenapa," jawab Ibu.


"Bu, Indah sama Kak Veli izin jalan-jalan keluar ya, bosen Bu Indah di rumah," pinta Indah.


"Mau kemana emangnya?" tanya Ibu.


"Palingan ke taman, terus ke danau, nanti kami makan di luar aja ya Bu" ujar Indah.


"Hmm iya udah sana pergi, tapi ingat jangan pulang malem-malem ya," celetuk Ayah.


"Iya siap Ayah," jawab Indah senang.


"Kamu Veli. Jagain anak Om, jangan sampai kenapa-napa, awas aja kalau dia sampai ada apa-apa, liat ancaman Om yang tadi," kata Om Dimas serius.


"Glek, Kak Veli menelan air liurnya, ternyata mertuanya ini, serius dengan ucapannya tadi," batin kak Veli.


"Siap Om, kalau masalah itu tenang saja Indah aman sama aku," jawab Veli gelagapan.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2