Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 102


__ADS_3

"Ibu sama Ayah Indah minta maaf ya kalau Indah banyak salah sama kalian," ucap Indah. Indah sadar jika dia telah berada di kediaman kuluarga Luis, Indah pasti sangat jarang sekali bertemu orang tuanya.


"Kamu tidak pernah ada salah sama Ibu dan Ayah sayang," jawab Ibu Lina.


"Iya Bu," ucap Indah.


"Kalau begitu Indah sama Rangga pergi dulu ya," ucap Indah.


"Iya sayang, kamu sama Rangga hati-hati di jalan ya," ujar Ibu Lina.


"Iya Bu," jawab Indah.


"Rangga," panggil Ayah Dimas.


"Iya Yah," jawab Rangga.


"Ayah sudah percaya sama kamu, bimbing Indah kalau dia salah, jangan marah jika Indah memiliki salah yang menurut kamu itu sangat fatal, Ayah minta kamu diam kan saja Indah jika masalah itu, satu lagi Ayah tidak mau mendengar jika Indah menangis itu karena kamu, jika itu terjadi terimalah akibatnya," jelas Ayah Dimas.


"Baik Ayah, akan Rangga ingat pesan Ayah," jawab Rangga.


"Iya, Ayah percaya kepada kamu," ucap Ayah Dimas.


"Kami pamit dulu Yah, Bu. Assalamualaikum," salam Indah dan Rangga.


"Waalaimumusalam wr.wb," jawab Ayah Diams dan Ibu Lina serentak.


"Rangga bawa mobilnya jangan seperti Mama kamu ya," ujar Ibu Lina.


"Siap Bu, tenang aja," jawab Rangga.


Indah dan Rangga masuk ke dalam mobil, mobil keluar dari perkarangan rumah Alexa.


Di dalam mobil, hanya ada keheningan. Rangga dan Indah saling diam, satu sama lain tidak tahu topik pembicaraannya.


"Rangga," panggil Indah.


"Indah," panggil Rangga.


Ke duanya memanggil dengan serentak.


"Kamu aja yang duluan," ucap Rangga.


"Kamu aja sayang," jawab Indah dengan nada lembut.


"Kamu sayang, aku kan laku-laki jadi harus ngalah sama kamu," ucap Rangga.


"Aku mau tanya boleh," ucap Indah.


"Selagi bisa, aku jawab sayang," ujar Rangga.

__ADS_1


Hening sejenak, Indah masih mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya hal ini, "_Semoga Rangga tidak tersinggung dengan pertanyaanku_" batin Indah.


"Emangnya kamu mau tanya apa," balas Rangga.


"Kenapa kamu begitu dingin dengan semua orang dan kamu juga tempramen," ucap Indah dengan satu tarikan nafas.


Rangga terdiam, apa ia harus menceritakan masa lalunya yang Rangga paling benci.


"Tapi kalau kamu tidak mau jawab gak kenapa-kenapa kok," ucap Indah. Indah mengetahui dengan ekspresi yang di tunjukkan Rangga saat Indah melontarkan pertanyaan tersebut.


"Nanti aku jawab ya, kalau kita sudah sampai di rumah," jawab Rangga.


"Baiklah," jawab Indah.


"Tadi kamu kenapa mau panggil aku," ucap Indah.


"Nanti kan kamu masuk sekolah, kalau udah di sekolah kamu jangan genit-genit ya sama cowok di sana," ucap Rangga.


"Kalau aku gak pernah genit-genit sama orang, palingan orangnya aja yang sering genit sama aku," jawab Indah santai.


"Kalau masalah itu tenang aja, sudah aku atur," ucap Rangga.


"Maksud kamu apa," tanya Indah.


"Gak ada," jawab Rangga.


"Sok kalau berani," jawab Rangga.


"Berani, ngapain juga gak berani," jawab Indah santai.


"Awas aja kalau kamu dekat-dekat apa lagi genit-genit sama cowok di sekolah," ucap Rangga dengan nada serius.


Seketika Indah terdiam, awalnya Indah hanya ingin bercanda saja, tapi tidak tahu jika itu di anggap serius oleh Rangga.


"Maaf, aku tadi hanya ingin bercanda saja," ucap Indah sambil menundukkan kepalanya.


"Perasaan tidak bisa di mainkan Indah, kamu paham," ucap Rangga membentak.


Indah kaget dengan nada tinggi yang di lontarkan Rangga.


"Maaf," jawab Indah sekali lagi.


Rangga hanya diam, ia sangat tidak suka jika perasaan di buat sebagai mainan, Ranga terauma dengan kisah percintaannya yang dulu, setia ha bulshit.


Di dalam mobil hanya diam, tidak ada yang bersuara setelah percakapan tadi. Saat ini Indah sangat merasa bersalah dengan Rangga.


Rangga juga begitu, ia sangat merasa bersalah kepada Indah karena telah membentaknya.


Sampailah mereka di kediaman keluarga Luis, Pak satpam telah membukakan pintu gerbang, Rangga memarkirkan mobilnya di bagasi khusus mobil.

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobil, Rangga langsung saja keluar dari mobil tanpa melihat Indah, kali ini moodnya lagi hancur, walau itu hanya bercanda bagi Indah, namun beda hal dengan Rangga.


Rangga mengalami sakit hati yang begitu dalam dengan wanita yang pernah Rangga cintai, karena itulah sifat Rangga berubah menjadi dingin dan tempramen terhadap wanita yang ingin mendekatinya.


Indah hanya bisa diam dengan sikap yang di tunjukkan Rangga, ia tahu saat ini mood Rangga sedang tidak baik.


Indah memanggil satpam yang berada di post untuk membawakan barang-barangnya.


"Pak Marno," panggil Indah kepada satpam yang bername tag Marno.


"Iya Non," jawab Satpam.


"Bapak bisa bantu saya membawa koper yang ada di dalam mobil ke dalam," pinta Indah.


"Bisa Non, bisa," jawab Satpam.


"Baiklah, mari ikut saya Pak." ajak Indah ke mobilnya.


Pak Marno mengkuti kemana jalan Indah, sesampainya di mobil, Indah langsung menunjukkan barang yang akan di bawa Pak Marno.


Pak Marno langsung membawa koper yang di tunjukkan Indah, Ia membawa koper tersebut secara bergantian, karena setiap koper ada yang berisi barang-barang penting, jadi harus hati-hati saat membawanya.


Indah berjalan masuk ke dalam, ternyata di dalam tidak ada Mama Vania dan Papa Dika, hanya ada pelayan yang ada.


"Kemana Mama dan Papa," batin Indah.


Indah berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, ia saat ini ingin sekali meminta maaf kepada Rangga masalah yang di mobil. Sungguh tidak ada niatan di dalam hati Indah untuk mendekati apa lagi genit-genit dengan pria lain.


Sesampainya di dalam kamar, Indah tidak melihat keberadaan Rangga, ia mencari-cari Rangga di ruang ganti dan di dalam kamar mandi, namun hasilnya nihil.


"Kemana Dia," gumam Indah.


Indah meletakkan tas yang dia bawa, lalu keluar kamar kembali, Indah mencari ingin mencari Rangga, saat ini Indah berjalan menuju taman belakang rumah. Mungkin saja ada Rangga di sana.


Sesampainya di sana, seperti yang awal. Rangga tidak ada di taman, Indah berjalan menuju kolam, tempat santai yang berada di dekat taman bahkan sampai tempat GYM. Namun hasilnya tetap sama, ia tidak menemukan keberadaan Rangga.


Tempat terakhir yang akan Indah tuju adalah ruang musik, bisa jadi Rangga ada di sana. Untuk menuju ruang musik itu cukup jauh dari tempat GYM.


Perlu waktu beberapa menit untuk sampai kesana, maklumlah rumah orang kaya, jadi harus sabar saat menuju dari satu tempat ke tempat yang lainnya.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2