
Sambungan telepon.
"Assalamualaikum Ma," ujar Rangga.
"Waalaikumsaalam Nak, gimana Cika udah boleh pulang belum?" tanya Mama.
"Iya Ma, udah boleh pulang, sekarang ini lagi beres-beres buat pulang, Mama jadi kesini kan" ujar Rangga.
"Iya, Mama dan Papa akan segera ke sana," ujar Mama.
"Iya Ma," ujar Rangga.
Sambungan terputus.
Setelah melakukan panggilan telepon dengan Mamanya, Rangga berjalan menuju ranjang Cika.
"Gimana udah di telpon mama belum?" tanya Cika.
"Iya udah," jawab Rangga.
"Mereka mau ke sini?" tanya Cika lagi.
"Iya katanya mau ke sini, terus nanti kita mampir dulu sebentar ke resto buat ajak kamu makan," ujar Rangga.
"Hmm iya udah," jawab Cika.
Cika dan Rangga menunggu orang tua Rangga datang, setelah lama menunggu Tuan Dika beserta istrinya telah sampai dan masuk ke ruangan Cika.
"Sayang," panggil Mama Vnia.
"Iya ma," jawab Cika tersenyum.
"Kamu beneran kan udah mendingan, masih ada yang sakit nggak?" tanya mama Vania khawatir.
"Nggak ada kok Ma, aku udah sehat. Mama jangan khawatir," ujar Cika.
"Alhamdulilah kalo gitu, yaudah yuk kita pulang, tapi sebelum itu kita ke resto dulu ya buat ngerayain kesehatan kamu," ujar mama Vania
"Siap Ma," jawab Cika memeberi hormat
"Yaudah ayo kita keluar dan pulang, nanti di lanjut lagi ngobrolnya," ujar Tuan Dika.
"Yaudah ayo Pa, oh iya Papa sama Mama aja satu mobil, aku sama Cika ya satu mobil," ujar Rangga.
Mendengar permintaan Rangga, ibu Vania dan tuan Dika saling tatap satu sama lain, mereka berdua senyum dan senang melihat perubahan sikap rangga hanya gara gara gadis yang baru dia kenal.
"Iya sayang," jawab mama Vania.
"Yaudah ayo sekarang kita ngerayain," ajak Rangga senang.
"Ayo" jawab cika.
Cika dan mama Vania berjalan bergadengan. Layaknya orang tua dan anak yang sudah lama tidak bertemu, sepanjang perjalanan menuju parkiran ibu Vania selalu tersenyum dan tidak melepaskan gandengannya dengan Cika.
Melihat kedekatan istri dan calon menantunya membuat tuan Dika senang.
"Aku akan menjaga kamu Cika saya berjanji akan memberikan kebahagian kepada kamu, karena kamu telah mengembalikan senyum semua keluargaku yang telah lama hilang, tak akan aku relakan jika kamu kembali kepada keluarga kandungmu," batin tuan Dika.
__ADS_1
Sesampainya di parkiran Cika dan Mama Vania berhenti, mereka berdua menunggu pria yang akan menjadi supir mereka hari ini.
"Ma aku pinjam Cika dulu ya, nanti kalo udah sampe rumah baru lanjut ceritanya. Sekarang aku yang mau ngobrol banyak sama Cika," ujar Rangga.
"Iya sayang, ingat jangan kamu mesumin calon menantu mama," peringat Mama Vania.
"Iya Ma tenang aja," jawab Rangga santai.
"Cika kamu hati hati ya sama Rangga," peringat tuan Dika.
"Ha, emang Rangga kenapa Om," ujar
Cika.
Dia sering makan orang kalo udah laper banget" canda tuan dika
"Haha siap Om, kalo Rangga makan orang nanti kita bawa aja dia ke tempat zoo pasti banyak orang yang akan dia makan," ujar Cika dengan tertawa.
"Ihh papa aku gak gitu ya, jangan bikin cika eilpil sama aku pa " ujar Rangga kesal.
"Hahah muka kamu jangan di tekuk gitu rangga jelek tau liatnya," ejek Cika.
"Hahaha bener banget kamu cika" ujar Tuan Rangga tertawa.
"Mama?" rengek Rangga seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
"Maaf ya anda siapa," ujar Mama Vania.
"Ihh kalian jahat," ujar Rangga tambah kesal.
"Nggak, gak ada yang boleh ambil kamu dari aku, pokoknya kamu punya aku titik," ujar Rangga
"Posesif bener Mas," ujar Mama Vania.
"Biarin," jawab Rangga dengan wajah dinginnya.
Melihat perubahan raut wajah Rangga, Cika seakan mengerti dengan apa yang r
Rangga rasakan.
"Katanya tadi mau pulang, kok masih di sini juga," celetuk Cika.
"Haha iya kamu sih sayang dari tadi ajak bercandaan mulu jadi lupa deh tujuan kita tadi," ujar mama vania
"Yaudah ayo kita berangkat sekarang," ajak tuan Dika.
"Ayo," jawab Cika.
Kedua orang tua dan anak mereka memasuki mobil masing-masing dan langsung melajukan mobil menuju restoran yang telah di pesan oleh orang tua rangga, mereka memili restoran yang klasik dengan nuansa alam, mengapa mereka memili resto tersebut, karena supaya di saat cika berada di sana pikirannya akan tenang dan bisa melupakan semua yang telah dia alami.
Sedikit informasi, Cika mengalami benturan yang sangat keras saat kecelakan terjadi dan dokter telah memvonisnya jika dia mengalami amnesia permanen.
"Mendengar kata tersebut membuat mama Vania senang dan sedih, senang karena dia akan berhasil melancarkan rencananya, sedih jika dia mengingat keluarganya yang tidak bisa di temukan.
Tapi karena ke egoisan yang sangat tinggi
mama Vania tidak memperdulikan lagi, dia hanya mementingkan kepentingannya sendiri.
__ADS_1
Sesampainya di restoran, keluarga Luis dan calon menantu mereka yaitu Cika, langsung memasuki tempat yang telah di pesan oleh Tuan Dika.
"Selamat sore Tuan, silahkan tempat anda sudah kami persiapkan," ujar pelayan ramah
"Selamat sore, terima kasih," balas Tuan dika.
Tuan dika dan istri serta Rangga dan Cika berjalan bersama menuju tempat yang telah di sediakan oleh pihak restoran. Mereka telah duduk dan makanan di sana telah di sedikan.
"Selamat menikmati tuan dan nyonya, jika ada perlu bisa panggil kami," ujar pelayan.
"Iya, terima kasih," balas Cika.
Pelayan pergi meninggalkan keluarga Luis ia kembali menjalankan tugasnya.
Sedangkan, Rangga dan keluarga telah menyantap makanan yang telah di hidangkan.
Mereka makan dengan keheningan. hanya hembusan angin yang menerpa anak rambut Cika, Rangga yang melihat itu sangat kagum akan kecantikan Cika yang alami.
"Sungguh indah ciptaanmu tuhan," batin Rangga.
Orang tua Rangga memperhatikan Rangga sedari tadi, mereka senang jika anaknya telah berubah tidak dingin dan arogan lagi, mereka bersyukur dengan kehadiran gadis yang tidak di ketahui asal usulnya.
Setelah makan sore selesai, Cika pamit untuk ke toilet sebentar.
"Ma, Pa, aku izin ke toilet sebentar ya." pamit Cika.
"Iya sayang, hati hati ya," ujar Mama Vania.
"Mau aku temenin gak," celetuk Rangga.
"Ihh nggaklah, nanti kamu di kirain mau ngapain lagi, nungguin aku di depan toilet wanita," ujar Cika.
"Hehe iya, kirain aja mau aku temenin gitu biar gak kesepian," ujar Rangga cengengesan.
"Rangga jangan di mesumin dulu calon menantu Mama, awas aja kamu Mama coret dari kartu keluarga," ancam nyonya Vania.
"Ma yang anak mama itu aku atau Cika sih," ujar Rangga kesal.
"Maaf Anda siapa. Saya tidak mengenal Anda," ujar Tuan Dika.
"kenapa kalian selalu membuat aku kesal, apa salah dan dosaku sayang," ujar Rangga dengan gaya yang di buat sesedih mungkin.
"Hahaha, yaudah Ma aku ke toilet dulu ya," ujar Cika yang hampir lupa tujuannya.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.
__ADS_1