Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 23


__ADS_3

"Hai, boleh ikut dudukkan?" tanya Kak Veli.


"Eh Iya, boleh Kak, silahkan duduk," kata Indah.


Kak Veli pun duduk di kursi samping Indah, melihat itu, Mawar pun sangat cemburu, tapi ia tahan karena, "Ia telah berjanji akan melihat Indah bahagia walaupun hatinya yang terluka," batin Mawar.


Indah, Mawar, dan Kak Veli makan siang bersama.


"Oh iya, senin nanti kita akan ujian kenaikan kelas, kalian udah pada belejar belum?" tanya Kak Veli.


"Iya udah kok Kak, tinggal nunggu soalnya aja kalo aku ma," jawab Mawar.


"Kamu Ndah gimana?" tanya Kak Veli.


"Ehe, Kalo Indah belum sepenuhnya siap Kak," jawab Indah cengengesan.


Kak Veli mengacak rambut Indah, dia sangat gemas melihat Indah, jika bertingkah seperti itu.


Mawar hanya bisa tersenyum getir melihatnya, dan iya harus menahan cemburu terhadap Indah.


Bel masuk pun berbunyi Indah, Mawar dan Kak Veli masuk ke kelas masing-masing.


Pelajaran telah berlangsung.


Bel pulang berbunyi, itu berarti mereka semua di perbolehkan untuk pulang setelah lelah belajar satu hari, belum lagi jika ulangan harian mendadak.


Indah dan Kak veli keluar dari kelas, dengan terburu-buru.


Sebelumnya, Indah sudah mendapatkan telepon dari Ibunya untuk pulang lebih awal, karena nanti malam, akan ada acara makan malam di rumahnya, untuk membahas perjodohan antara dia dan orang yang dia tidak kenal sama sekali.


"Mawar aku duluan ya," kata Indah.


"Eh kok cepet-cepet Ndah?" tanya Mawar heran.


"Gak papa kok, Ibu udah telpon tadi, nyuruh aku cepet-cepet pulang," jelas Indah.


"Oh Yaudah hati-hati," ucap Mawar.


"Iya aku duluan, bye," kata Indah.


Begitu juga dengan Kak Veli, mereka berdua sama sama terburu buru, untuk menuju keparkiran, tanpa sengaja mereka berdua bertabrakan.


Bugh ...,


Bugh ...,


"Aduhh sakit banget punggung aku,ini orang apa gorila, keras banget badannya," cerosos Indah tanpa melihat siapa yang dia tabrak.


"Udah ngatainnya," Kata orang yang dia tabrak.


Suara itu begitu dia kenal, siapa lagi jika bukan Kak Veli.


"Ehh kakak," kata Indah kikuk.


"Kenapa, gimana ngatainnya seru," Kata Kak Veli di buat sesewot mungkin.


"Hehe, nggak kok Kak," jawab Indah.

__ADS_1


"Mulut ini gak bisa ngerem ya kalo dah ngatain, gak tau situasi kondisi kalo mau ngatain," batin Indah menepak mulutnya.


"Lah kenapa sama bibirnya?" tanya Kak Veli.


"Gak papa kok Kak, yaudah Indah mau pulang dulu ya Kak, udah di tunggu," kata Indah pamit pulang.


"Yaudah hati-hati di jalan, jangan ngebut bawa mobilnya," peringat Kak Veli.


"Siap Kak," jawab Indah sambil hormat.


"Indah berjalan cepat menuju parkiran dia tidak mau melihat ke dua orang tuanya kecewa, walaupun pernikahan ini terpaksa, Indah harus menerimanya dengan lapang dada," batin Indah sedih.


Setelah tiga puluh menit kemudian, sampailah Indah di rumah, dia turun dari mobil dan langsung memasuki rumah.


"Eh indah udah pulang," kata Ibu dari ruang tengah.


"Iya Bu, kan Ibu tadi yang telpon cepet-cepet pulang," jawab Indah.


"Yaudah sana ke kamar mandi, dandan yang cantik, di ranjang kamu udah ada gaun, nanti kamu pakai ya buat acara makan malam nanti," jelas Ibu Indah.


"Hmm iya Bu," jawab Indah lesu.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ibu Indah.


"Nggak papa kok Bu, Indah cuma lagi sedih aja, Indah bakalan ninggalin Ibu dan Ayah setelah menikah nanti," ucap Indah, dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi.


"Indah dengerin Ibu ya, kamu nanti boleh sering-sering ke sini main ke rumah, ajak nanti suamimu nginap di sini, nggak papa kok," terang Ibu Indah, ia lalu mendekap Indah dengan hangat memberi semangat, kepada Indah jika semuanya akan baik-baik saja.


"Iya Bu, Indah percaya kok sama Ibu," jawab Indah, tersenyum yang di paksa.


"Yaudah, Indah ke atas dulu ya Bu." Ucap Indah


Indah pun beranjak dari tempat duduknya , ia menaiki tangga menuju kamarnya, sesampainya di kamar Indah bukan malah bersih-bersih, melainkan ia menangis dalam diam, dia sudah tidak tahan menahan sesak di dadanya.


"Kenapa sesulit ini untuk menerimanya," batin Indah.


"Jika dia bisa memilih, maka ia akan memilih menghilang dari dunia ini, dan tidak akan pernah muncul lagi," batin Indah.


Setelah merasa sesak di dadanya sudah tidak terasa lagi, Indah bangkit dan dia menguatkan dirinya, jika semua akan baik-baik saja. "Ayo Indah ini adalah sandiwara dunia, kau harus jadi pemeran utamanya, ikuti alur ceritanya, siapa tau nanti bahagia akan datang," batin Indah tersenyum.


Indah beranjak dari tempat duduknya, dan dia langsung pergi ke kamar mandi, untuk melaksanakn ritual, malam ini, dia akan memakai pakaian yang di berikan oleh orang tuanya, dan dia akan berdandan semenarik dan secantik mungkin.


Lima belas menit setelah mandi, Indah bergegas mengambil pakaian gaunnya dan dia akan merias dirinya, dia harus memberikan kesan baik kepada calon suaminya nanti.


Malam pun tiba, makan malam kali ini berbeda, banyak hidangan makanan yang bermacam-macam, dari mulai menu utama sampai sampingan dan pencuci mulut, tuan rumah telah mempersiapkan pakaian dan hidangan, mereka tinggal menunggu Indah turun dari atas.


Tidak lama dari sana, terdengar suara mobil yang datang memasuki mension keluarga Alexa, siapa lagi jika bukan calon besan dan calon suami untuk Indah.


Keluarga Dimas telah menyambutnya di depan pintu utama.


"Selamat malam Tuan Kenz," sapa Tuan Dimas.


"Malam Tuan Dimas," jawab Tuan Kenz, sambil berjabat tangan.


"Malam jeng Via," sapa Nyonya Lina.


"Malam juga jeng Lina," sapa balik Nyonya Via.

__ADS_1


"Mari silahkan masuk, kita makan malam bersama terlebih dahulu," Kata Tuan Dimas. Mengajak Tuan Kenz untuk masuk ke dalam.


"Iya mari" jawab Tuan Kenz.


Sesampainya di meja makan.


"Tuan Kenz dimana calon menantuku?" tanya Tuan Dimas, yang tidak melihat anak laki-laki dari tuan Kenz.


"Oh dia lagi di perjalanan, mungkin sebentar lagi datang," jawab Tuan Kenz.


"Oh baiklah jika begitu," jawab Tuan Dimas.


"Lalu kemana calon menantuku?" tanya balik Tuan Kenz.


"Sebentar dia ada di kamar, saya panggilkan dulu ya." jawab Lina lalu beranjak dari kursi, dan menaiki tangga menuju kamar Indah.


Sesampainya di depan kamar Indah.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


"Sayang kamu udah siap belum, mereka sudah datang nak," panggil Kbu Indah dari luar.


"Iya Bu, udah siap kok," jawab Indah di dalam.


"Yaudah ayo turun," kata Ibu Indah.


"Iya Bu," jawab Indah, beranjak dari meja riasnya, dan dia telah siap dengan apa yang akan terjadi nantinya.


Indah keluar dari kamarnya, dan menghampiri ibunya.


"Ayo Bu kita turun," ajak Indah


"Masya Allah anak Ibu cantik banget," puji Ibu Indah.


"Amlhamdulilah," jawab Indah.


Malam ini. Indah menggunakan gaun berwarna biru langit yang selutut, menggunakan high hils yang senada dan rambut yang di ikat acak-acak namun, terkesan rapi, menampakan bahu putih mulusnya.


Indah dan Ibunya turun ke bawah menuju meja makan, sesampainya di sana, Indah di sambut senyum merekah oleh calon mertuanya, dan Indah telah duduk di kursi besampingan dengan Ibunya.


"Masya Allah, cantik banget calon menantu Mama," Kata Nyonya Via. Memuji calon menantunya.


"Makasih tante" jawab Indah sambil tersenyum.


"Nggak salah pilih, kalo anak kamu jadi menantu daru keluarga kenz" ujar Tuan Kenz.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu

__ADS_1


like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2