
"Coba Sayang jelaskan," jawab Mama Vania. Menyuruh Indah untuk menjelaskannya supaya tidak terjadi ke salah pahaman.
Mama Vania memperhatikan ekspresi wajah yang di tunjukan oleh Tuan Dimas dan Nyonya Lina saat Ia mengatakan jika Rangga pernah KDRT terhadap Indah.
"Indah jelaskan," ujar Ayah Dimas.
"Jadi gini Yah, waktu itu kalau ga salah Rangga cubit pipi Indah karena Rangga gemas gitu katanya, terus sifat jahil Indah keluar, Indah bilang sama Rangga kalau Rangga udah KDRT sama Indah. Tanpa sengaja ucapan Indah di dengar sama Mama yang saat itu mau ajak kami makan, jadinya Mama Vania langsung gedor-gedor pintu Yah, Mama marah habis-habisan sama Rangga karena Indah bilang udah KDRT sama Indah, padahal Rangga cuma cubit pipi Indah aja, terus Rangga di jewer dah sama Mama, saat udah di marahin habis-habisan sama Mama, turunkan kami ke bawah, di bawah Mama ngomong sama Papa kalau Rangga udah melakukan KDRT, jadinya Rangga di marahin lagi sama Papa, heheh," jelas Indah sambil cengengesan.
Nyonya Lina dan Tuan Dimas tidak bisa menahan tawanya, sungguh Indah sangat jahil dengan suaminya sendiri sampai-sampai Rangga di marahin sama kedua orang tuanya karena mencubil pipi Indah gemas.
Rangga menunduk malu, ia sangat malu saat Indah menceritakan semua aibnya.
"Senang kamu sayang, awas aja malam ini ya," batin Rangga.
"Sudah-sudah sakit perut Ibu, kamu ini jahil banget ya sayang," ucap Ibu Lina sambil menahan tawanya.
"Indah, kamu ini ada-ada saja, bisa banget ngerjain suaminya sendiri sampai gitu," ujar Ayah Dimas.
"Habisnya sih Bu, Rangga bilang pipi Indah kayak bapauo," ujar Indah
"Tapi bener loh sayang kalau pipi kamu kayak bapaou," goda Ibu Lina.
"Ibuuu," rengek Indah.
"Hehe iya nggak sayang, Indah itu cantik," ucap Ibu Lina.
"Iyalah Bu, Indah kan cewek wajar kalau cantik," ucap Indah.
"Kamu kenapa sih Nak, sensitif banget," ucap Ibu Lina.
"Tau ah Bu," ujar Indah beranjak dari tempat duduknya menuju anak tangga.
"Kamu mau kemana Ndah!" teriak Ibu Lina.
"Ke kamar Bu," jawab Indah.
"Ini Mama sama Papa kamu mau pulang Nak, masa kamu mau kemar," ucap Ibu Lina.
"Haduh hampir aja lupa, Ibu sih ngegodain Indah mulu," ucap Indah dan langsung membalikkan badannya.
"Indah kamu ini," ucap Ibu Lina.
"Ya sudah kami permisi dulu ya, Assalamualikum," salam Tuan Dika.
"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Indah.
"Ma," panggil Indah.
"Kenapa sayang," jawab Mama Vania.
"Aku mau ikut antar Mama ke depan," ucap Indah.
"Ya sudah ayo sayang," jawab Mama Vania.
__ADS_1
Indah langsung saja menggandeng tangan Mamanya, sepanjang jalan menuju pintu utama.
"Ekhemm," ucap Rangga.
"Kamu kenapa Nak," ujar Ayah Dimas.
"Mama aku berpindah tangan Yah," ucap Rangga.
"Maksud kamu," jawab Ayah Dimas yang belum mengerti.
"Tuh, Yah Mama aku di ambil orang," ucap Rangga.
"Ayah aku juga di ambil orang," timpal Indah tidak mau kalah
"Mana ada yang ambil Ayah kamu," ucap Rangga.
"Terus kalau aku ambil Mama kamu, mau apa," ujar Indah.
"Kan ini udah jadi Mama aku juga," jawab Indah yang tidak mau kalah.
"Sudahlah Nak, kamu tidak akan pernah menang kalau berdebat dengan Indah," pisah Ibu Lina.
"Heheh, iya Bu," jawab Rangga.
Mama Vania dan Papa Dika hanya geleng-geleng kepala melihat perdebatan antara Indah dan Rangga.
Sesampainya di luar rumah tepatnya di teras, Indah dan Rangga terlebih dahulu mencium tangan orang tua mereka.
Papa Dika mengambil mobilnya dan langsung membawanya di depan teras rumah.
"Iya Ma, hati-hati di jalan ya," jawab Indah.
"Iya sayang, Tuan Dimas, Nyonya Lina kami pamit pulang dulu ya," ujar Mama Vania.
"Iya hati-hati kalian di jalan," ucap Ibu Lina.
Mama Vania dan Papa Dika sudah berada di dalam mobil dan mereka langsung membawa mobil menuju keluar perkarangan rumah Alexa.
Setelah di pastikan jika Tuan Dika dan Nyonya Vania telah keluar barulah Indah dan yang lainnya masuk ke dalam.
"Indah ke kamar dulu ya, Bu," ucap Indah.
"Sekalian ajak suami kamu Nak," jawab Ibu Lina.
"Iya Bu," ujar Indah.
Rangga dan Indah berjalan menuju kamar Indah, orang tuanya pun sudah masuk ke kamar. Sesampainya di dalam kamar.
"Rangga, Indah mau mandi dulu ya, gerah banget soalnya," ucap Indah.
"Ya sudah, setelah kamu nanti gantian ya," ujar Rangga.
Indah mengambil pakaian dan kimononya di dalam lemari, lalu Indah berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan ritualnya.
__ADS_1
Selama Indah di dalam kamar mandi, Rangga melihat poto-poto Indah yang sengaja di pajang di dinding, mulai dari poto Indah dari kecil hingga sampai saat ini.
"Cantik".
Itulah kata yang pasa untuk di lontarkan, Rangga sangat kagum akan ciptaan Tuhan yang begitu sempurna menurutnya.
Saat Rangga melihat poto-poto tersebut, terdapat satu poto yang menarik perhatiannya. Poto tersebut adalah poto dimana saat acara hijab kabul Indah dan Kaka Veli berlangsung.
"Kamu masih menyimpan ini ternyata," batin Rangga.
Rangga hanya diam, ia tahu mungkin saat ini posisi Veli masih bertahta di hati Indah, ia harus berusaha perlahan-lahan menggantikan posisi tersebut.
Lima belas menit berlalu, Indah telah selesai dengan ritualnya, sekarang Indah telah memakai bajunya hanya ting9gal handuk saja yang masih berada di kepalanya.
"Rangga," panggil Indah.
"Iya sayang," jawab Rangga.
"Katanya tadi kamu mau mandi," ujar Indah.
"Oh iya, apa kamu sudah," ucap Rangga.
"Iya aku sudah sayang," jawab Indah dengan mengguankan kata sayang.
Seketika Rangga kaget dengan panggilan yang di lontarkan Indah, apa ini akan menjadi jalan untuk Indah membuka hati untuk Rangga.
"Ya sudah kalau begitu aku mandi dulu ya," ucap Rangga.
"Iya, itu handuk kamu ada di lemari yang di samping ya," jawab Indah.
"Iya, eh iya aku pakai baju apa nanti," ucap Rangga bingung. Ia tidak membawa pakaian ganti untuk menginap di sini.
"Nanti aku pinjam baju Ayah aja, kamu gak kenapa-kenapa kan kalau pakai baju Ayah," ucap Indah.
"Iya sayang," jawab Rangga.
"Ya sudah kamu mandi sana, aku mau ke bawah untuk pinjamin baju kamu sama Ayah," ujar Indah.
"Tapi sebelum itu kamu harus ...," ucap Rangga sengaja menggantung ucapannya.
"Aku harus apa sayang," jawab Indah penasaran.
Cupp.
Rangga mencium bibir Indah sekilas dan langsung berlari menuju kamar mandi, ia tidak mau terkena amukan dari Indah karena telah menciumnya secara tiba-tiba.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
SalamManis♡.