Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 130


__ADS_3

Sesampainya di rumah ia langsung menuju kamar dan mengganti pakaian sekolahnya dengan pakaian biasa.


Indah duduk di depan kursi belajarnya, melamun dengan semua yang telah di lewati hari ini.


Tiba-tiba dering handphone Indah berbunyi, tanda panggilan masuk, ia melihat nama yang tertera di layar handphone nya, Ternyata Mawar yang menelponnya.


"Mawar, tumben telepon," gumam Indah.


"Ayo jawab Indah, ah lama banget," gumam Mawar yang masih setia menunggu jawaban telepon dari Indah.


"Halo,"


"Ah Akhirnya, tuh Hp Lu apain aja. Lama banget jawab teleponya," Omel Mawar.


"Baru juga dijawab dah ngomel aja, gue matiin ajalah," ujar Indah.


"Eh eh eh jangan," teriak Mawar di seberang telepon.


"Gilaa ke THT bisa-bisanya gue sekarang,"


"Hehehe Sorry, habisnya Lu bikin kesel."


"Ada apa? Tumben malem-malem begini telepon. Ada masalah?" tanya Indah.


"Wartawan Buk, banyak bener nanyanya," jawab Mawar cengengesan.


"Masalah sama hidup Lu," jawab Indah ketus.


"Gila, ketus bener Buk." ujar Mawar.


"Iya Lu telepon gue ada apa?" tanya Indah sekali lagi.


"Gue nginep dirumah Lu ya, soalnya udah malam banget kalau mau balik kerumah gue," ujar Mawar.


Indah kaget mendengar pernyataan kalau Mawar ingin menginap dirumahnya. "Apa yang harus aku jawab, sedangkan Mawar belum tau kalau aku sudah menikah, Apakah ini saat yang tepat untuk aku menceritakan pernikahan ini kepada Mawar," gumam Indah.


"Haloo, Indahh dengar gue ngga sih Lu," teriak Mawar.


"Ahh iyaaa, gue denger, elah jangan pake teriak-teriak segala, budek gue lama-lama," balas Indah.


"Habisnya Lu diem aja, ga ada respon apa gitu, ini kayak patung pancoran," jawab Mawar cengengesan.


Indah masih berpikir untuk membiarkan Mawar untuk menginap dirumahnya atau jangan, karena dirumah yang akan Mawar datang nanti adalah rumah mertuanya, bukan rumah Orang tua Indah.


"Ah bener-bener nih si Indah,".


"Indahhhh," teriak Mawar lebih sedikit kencang.


Indah kaget, sampai melemparkan Hp nya diatas kasur.


"Iya, sini Lu tau kan rumah yang kemarin Lu antar gue." Jawab Indah.


"Rumah tempat Lu pindah, Ah Oke gue kesana sekarang," jawab Mawar senang lalu menutup panggilan suaranya.


"Mungkin ini saatnya Mawar tau," batin Indah.


Mawar langsung menancapkan gas menuju rumah Indah, ia juga sudah siap dengan pakain yang dia bawa untuk menginap disana dalam waktu yang lama.


Indah pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Ia juga terlihat sama lelah setelah mengantar Rangga menuju bandara.


20 menit telah berlalu, Indah telah selesai mandi dan telah duduk diatas ranjangnya sambil berselancar di dunia maya.


Tidak lama terdengar suara mobil dibawah, yang menunjukkan jika itu adalah Mawar.


Indah segera turun kebawah dan membukakan pintu untuk temannya.

__ADS_1


"Sampai juga akhirnya," gumam Mawar sambil mengeluarkan koper yang berisi pakaiannya.


"Kamu dari mana aja, bisa sampai malam begini," ujar Indah yang menghampiri Mawar.


"Nanti tanya lagi ya Indah sayang, gue mau bersih-bersih dulu. Lengket banget di badan sama baju," jawab Mawar mengalihkan topik pembicaraan.


Mereka berdua masuk kedalam rumah. Untungnya ada pembantu rumah tangga yang membantu membawa koper Mawar.


Indah menunggu Mawar didepan meja belajar, ia juga melihat beberapa contoh soal untuk ujian nanti.


Ceklek.


Suara pintu terdengar, Mawar telah selesai membersihkan dirinya, ia juga berjalan menghampiri Indah.


"Indah, lagi ngapain?" tanya Mawar yang duduk disamping Indah.


"Gue lagi ngehapalin beberapa soal buat ujian nanti," jawab Indah tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ada didepannya.


"Lapar, Makan yuk," ajak Mawar.


"Oke," balas Indah.


Mereka berdua turun menuju dapur, sesampainya didapur hanya ada mie, karena Rangga berpesan kepada pembantunya, untuk tidak memasak hari ini karena Ia akan mengajak Indah makan diluar.


Namun hal ada hal yang tidak terduga, Mawar ada dirumahmya dan tidak dapat makanan.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk memasak mie, seperti biasanya Indah yang memasak dan Mawar hanya duduk di depan meja makan.


Beberapa menit kemudian, Indah telah membawa dua mangkung mie yang dirinya masak.


"Ayo makan," ujarnya.


"Yuhuu makasih Indah," jawab Mawar semangat.


Setelah makan, Indah dan Mawar menuju ruang tengah, ada banyak hal yang ingin Mawar tanyakan kepada temannya.


"Apa," jawab Indah.


"Gue boleh tanya sesuatu ngga," ujar Mawar hati-hati.


"Tanya aja," jawab Indah santai.


"Pertama, kok bisa Lu dirumah ini?.


Kedua, disini Lu tingga sama siapa?.


Ketiga, Om sama Tante kemana, masa mereka ngga pulang?.


Keem ...


Belum selesai Mawar mengajukan pertanyaan, Indah lebih dulu menutup mulutnya dengan tangannya.


"Ayo ke kamar," ajak Indah, lalu menarik tangan Mawar menuju tangga.


Sesampai dikamar, Indah langsung mengunci pintu kamarnya.


"Huff," suara nafas leganya.


"Hoh hoh hoh, gila Lu kenceng banget. Sesak nafas Gue," ujar Mawar yang berbicara dengan nafas terengah-engah.


"Hehehe sorry, abisnya Lu banyak banget pertanyaan," jawab Indah.


"Oke sekarang jawab pertanyaan Gue, ngga ada rahasiakan yang Lu simpen," ujar Mawar menaruh tatapan curiga.


"Oke Gue bakalan jawab semua yang pengen Lu tau, tapi inget cuma Lu aja yang tau dan ngga ada orang lain yang tau. Satu lagi jangan sampai banget Lu keceplosan bilang ini semua," jawab Indah panjang.

__ADS_1


"Oke," jawab Mawar singkat.


"Sebenarnya Gue udah nikah," jelas Indah.


Mawar bengong, ia masih menyaring kalimat pertama yang keluar dari mulut Indah.


"Mawar, War," panggil Indah sambil mengguncangkan tubuh Mawar.


"Hah Hoh, oh iya," jawab Mawar.


"Lu kenapa, bengong kesambet Ntar," .


"Lu bohongkan sama Gue, masa iya Lu dah Nikah," ujar Mawar tidak percaya.


"Begini kalo dah dijelasin, tapi bilangnya Gue bohong," balas Indah.


"Jadi seriusan Lu dah Nikah, gila berarti Lu dah pernah begitu," ujar Mawar menggoda Indah.


"Keluar Lu dari rumah Gue," balas Indah.


"Woi Gue bercanda, serius amat naggepinnya," ujar Mawar cekikikan.


"Lu sih, giliran yang begitu nomor satu," balas Indah cemberut.


"Iya oke Gue serius sekarang, lanjut cerita," jawab Mawar seketika langsung mengubah ekspresi wajahnya.


"Iya Mawar Gue udah nikah, dan sekarang ini adalah rumah suami Gue," jelas Indah.


"Terus suami Lu dimana, kenapa ngga ada dirumah?" tanya Mawar lagi.


"Hari ini dia ada perjalanan bisnis mendadak, makanya tadi saat Lu telepon Gue baru balik dari bandara," jelas Indah.


"Jadi sekarang Lu sendiri dirumah?" tanyanya lagi.


"Lu bego atau gimana, jelas-jelas sekarang ada Lu, bagian mananya Gue sendiri," jawab Indah memecahkan keseriusan.


"Gue serius, wah Lu bisa-bisanya ngelawak," balas Mawar kesal.


"Habisnya ngeliat muka Lu, nggak pernah serius begitu," ujar Indah sambil tertawa.


"Tawa aja terus, kesedak mati Lu," balas Mawar asal bicara.


"Uhuk ..., uhuk ..., uhuk ...,"


"Makanya kalau lagi serius jangan bercanda, mampus dah Lu," ujar Mawar tertawa bahagia.


"Aihhss, padahal bary senag dikit," jawab Indah dengan muka memerah karena tersedak.


"Hahahaha, sorry ternyata ucapan Gue jadi kenyataan," balas Mawar tertawa.


"Iya jadi sekarang suami Gue lagi perjalanan bisnis keluar Negri, dah oke Gue mau tidur ngantuk," jawab Indah lalu menyembunyikan dirinya dibalik selimut.


"Eh eh eh, belum selesai cerita Indah," ujar Mawar sambil menarik selimut.


"Besok besok, capek Gue." balas Indah.


"Iya iya, awas Lu masih hutang penjelasan sama Gue," jawab Mawar.


Mereka berdua tertidur dan tenggelam dalam mimpi masing-masing.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


__ADS_2