Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 62


__ADS_3

Rangga dan Cika turun ke bawah, mereka berjalan menuju meja makan di sana telah ada apa Dika dan mama Vania yang telah menunggu mereka.


Rangga telah duduk di kursi dan di susul di sampingnya, Cika duduk dan menunduk ia malu kepada mertuanya karena setelah acara pernikahannya ia tidak turun ke bawah untuk membantu memasak di dapur atau hanya sekedar bantu bantu saja.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Rangga.


"Aku gak papa kok," jawab Cika lalu mengangkat kepalanya.


"Pengantin baru maunya berdua terus, sampe lupa jam ya," ujar mama Vania menggoda Cika dan Rangga.


"Iya nih Ma, masih baru jadi maunya berdua terus gak mau jauh-jauh," ujar Rangga.


"Iya gitu, Mama sama Oapa dulu nggak gitu juga, yakan Pa," ujar mama Vania melirik suaminya.


"Iya Ma bener kita dulu gak gitu, palingan kalo udah malam banget baru Papa ajak Mama bergadang heheh," ujar papa Dika cengengesan.


"Cika sayang," panggil mama Vania.


"Iya Ma ada apa," jawab Cika sopan.


"Hati-hati apa Ma?" tanya Cika bingung.


"Hati-hati aja pokonya, ntar ada tuh nyamuk yang gigitannya besar banget terus merah lagi," ujar mama Vania sambil melirik Rangga.


Sedangkan Rangga yang merasa dirinya di sindir hanya cuek bebek aja.


"Hehe iya Ma siap," jawab Cika cengengesan.


"Tadi aja udah hati-hati Ma, masih aja jebol sama anak mama, mesumnya udah gak ketulungan deh," batin Cika. Baru saja mengingat momen dia dengan Rangga di dalam kamar mandi.


"Yaudah jadi makan gak nih, masa dari tadi pengantin baru aja yang di bahas, cacing di perut Papa udah demo aja dari tadi," ujar papa Dika, yang telah bosan melihat istri dan anak-anaknya berbincang.


"Heheh iya udah ayo kita makan." ajak mama Vania. Hampir lupa dengan makanan yang ada di depannya.


"Iya Ma," jawab Cika.


Cika mengambilkan nasi untuk Rangga dan ia juga mengambilkan lauk untuk Rangga.


"Segini cukup gak?" tanya Cika kepada Rangga.


"Iya udah cukup kok," jawab Rangga.


"Mau pakai lauk apa?" tanya Cika.


"Pakai ayam crspy aja," ujar Rangga.


"Yang lainnya gak mau, ini banyak loh lauknya," ujar Cika.


"Nggak itu aja udah cukup kok," jawab Rangga.


Cika memberikan piring yang telah di isi dengan nasi dan lauk pauknya, Rangga senang Cika sangat perhatian dan telaten dalam mengambilkan sesuatu, ia sangat bersyukur karena telah menjadi suami Cika.

__ADS_1


Makan malam berlangsung dengan keheningan, tidak ada yang berbicara, diam adalah tradisi di keluarga Luis saat makan.


Setelah makan malam bersama. Rangga dan Cika beserta orang tua mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Rangga," panggil papa Dika.


"Iya Pa, ada apa," jawab Rangga.


"Lusa kamu udah harus masuk lagi ya ke perusahaan, terus katanya di luar negri perusahaan kita ada yang bermasalah, kamu urus ya yang di sana," ujar papa Dika.


"Iya Pa siap, nanti akan Rangga urus yang di luar negri," ujar Rangga.


"Cika kamu nanti boleh ikut Rangga besok ke perusahaan. Sekalian kamu lihat-lihat perusahaan keluarga kita," ujar papa Dika.


"Iya Pa nanti Cika akan ikut Rqngga," ujar Cika sopan.


"Kalian mau hanymoon kemana nanti?" tanya mama Vania.


"Kalau masalah hanymoon nanti aku aja Ma yang urus, pokoknya Mama sama Papa tinggal dengar kabar bahagianya aja," ujar Rangga dengan senangnya.


"Awas aja kamu ya Mama tunggu kabar bahagia itu," ujar mama Vania.


Cika senang ia memiliki keluarga yang sangat baik kepadanya, dan dia juga memiliki suami yang sayang kepadanya.


"Cika nanti kamu harus siap malam ini, pasti nanti kalian akan bergadang," ujar mama Vania menggoda Cika.


"Aku gak biasa dan gak bisa Ma tidur malam. Jadi gak bakalan aku bergadang," ujar Cika yang telah tahu kemana tujuan bicara mama mertuanya ini.


"Iya Ma," jawab Cika.


"Rangga kamu ikut Papa ke ruang kerja sekarang!" perintah papa Dika.


"Iya Pa," jawab Rangga.


"Sayang aku ikut Papa dulu ya, kamu ngobrol aja dulu sama Mama," ujar Rangga beranjak dari tempat duduknya, tapi sebelum itu dia telah mencium kening Cika.


"Jangan mesumin Cika di sini Rangga! masih ada Mama," ujar mama Vania.


Cika malu karena perilaku Rangga.


"Kamu kenapa sayang?" tanya mama Vania yang melihat Cika menunduk.


"Aku gak papa kok Ma, eh iya Ma aku mau tanya?" ujar Cika.


"Iya kamu mau nanya apa sayang," ujar mama Vania.


"Dulu sewaktu aku belum pacaran sama Rangga, aku kan kerja Ma, lalu gimana jadinya aku bisa pacaran sama Rangga sedangkan aku hanya pelayan di suatu restoran?" tanya Cika.


Mendengar Cika bertanya seperti itu, mama Vania bungkam. Ia bingung harus menjelaskannya seperti apa, ia harus berbohong kembali untuk menutupi kebohongannya.


Di tempat lain di dalam ruang kerja tuan Dika. Rangga telah duduk di kursi yang berhadapan dengan papa nya.

__ADS_1


"Ada apa Papa ajak Rangga ke sini?" tanya Rangga bingung.


"Ada yang mau Papa bicarakan sama kamu, ini sangat penting sekali," ujar papa Dika.


"Apa itu Pa?" tanya Rangga penasaran.


"Kamu tahu kan sama keluarga Alexa?" tanya papa Dika.


"Keluarga Alexa, marga Alexa hmm bentar Pa, itu keluarga yang kaya hampir sama dengan kita dan bedanya saham mereka lebih banyak sedikit dari kita?" tanya Rangga.


"Iya kamu tahu mereka," ujar tuan Dika.


"Iya tahulah Pa, siapa coba yang tidak mengenal mereka keluarga yang di segani dalam dunia bisnis," ujar Rangga.


"Iya dan kamu tahu tidak jika mereka mempunyai anak perempuan?" tanya papa Dika.


"Anak perempuan aku tidak tahu Pa," ujar Rangga.


"Keluarga Alexa memiliki anak perempuan namanya Indah Putri Alexa dan kamu tahu siapa dia?" tanya tuan Dika.


"Siapa Pa? aku tidak mengenal anaknya tuan Alexa," ujar Rangga yang tidak tahu siapa anak gadis dari Tuan Alexa.


"Dia adalah Cika anak dari keluarga Alexa sekaligus dia istri kamu," ujar papa Dika.


Mendengar itu Rangga kaget, ternyata Cika seorang perempuan yang sangat di segani.


"Jadi bagaimana ini Pa, pasti cepat atau lambat Tuan Alexa akan mengetahui keberadaan Cika, Papa tahu sendirilah keluarga mereka sangat lihai dalam hal melacak," ujar Rangga khawatir.


"Papa ingin kamu dan Cika tinggal dan menetap di luar negri mengurus perusahaan yang ada di sana, biar untuk sementara waktu, keberadaan Cika tidak bisa mereka ketahui," ujar papa Dika.


"Hmm baiklah Pa, akan Rangga pikirkan ide dari Papa," ujar Rangga.


Rangga akan menerima saran dari orang tuanya. Dia akan mengajak Cika keluar negri dan dia akan menetap di sana,dia tidak mau jika Cika akan jauh darinya.


Rangga sudah mencintai Cika dia tidak mau kehilangan Cika.


Egois iya itulah cinta, bisa membuat orang buta akan suatu hal, Rangga egois dalam mencintai Cika.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2