
"Awas aja kamu sayang, sekarang kamu menang karena ada Mama tapi lihat aja nanti," batin Rangga menunjukkan senyum devilnya.
"Ma Rangga gak ikhlas minta maafnya," adu Cika kepada mama Vania.
"Ya Tuhan sayang kenapa kau selalu mempersulit diriku," gerutu Rangga.
"Rangga yang ikhlas minta maafnya!" perintah mama Vania.
"Iya Ma" jawab Rangga lesu.
"Sayang aku minta maaf ya," ujar Rangga dengan mimik wajah yang di buat sesedih mungkin.
"Hmm Iya aku maafin kamu," jawab Cika tersenyum senang. Ia senang karena telah berhasil mengerjai suaminya di pagi ini.
"Oke Kalian sudah minta maaf ayo ke bawah sekarang, kita sarapan bersama pasti Papa udah lama nunggu di bawah," ujar Mama Vania..
"Hehe iya Ma, ayo sekarang kita ke bawah, kasihan Papa," ujar Cika.
Cika, Rangga dan Mama Vania berjalan menuruni anak tangga dan menuju meja makan di sana sudah ada papa Dika yang setia menunggu.
"Papa," panggil Mama Vania.
"Akhirnya yang di tunggu datang juga, kalian ngapain aja di atas kok lama banget, ini Papa udah lama nungguin, perut di cacing Papa udah demo nih," keluh Papa Dika kesal karena telah menuggu lama.
"Ini nih Pa, anak Papa pagi-pagi udah nyakitin menantu kita," Adu Mama Vania kepada suaminya.
"Rangga," ujar papa Dika.
"Hehe iya Pa" Jawab Rangga cengengesan.
"Kamu apain menantu Papa," Ujar Papa Dika menatap tajam Rangga.
"Gak aku apa- apa in kok Pa, cuma di cubit aja," jelas Rangga kepada papa Dika.
"Yang namanya di cubit berarti kamu nyakitin menantu Papa, anak siapa sih kamu," Ujar papa Dika.
"Ya anak Papa lah, masa nak tetangga," jawab Rangga santai.
"Kalau anak Papa gak ada dalam kamus Papa nyakitin perempuan," Ujar papa Dika.
"Ya aku gak sengaja Pa, reflek aja tadi" jawab Rangga.
"Udah Pa, Rangga juga udah minta maaf, ayo kita makan sekarang nanti dingin lagi makanannya," pisah mama Vania.
"Iya Ma," jawab Rangga.
Cika hanya diam, dia kasihan melihat Rangga sepagi ini sudah di omeli oleh kedua orang tuanya, ia merasa bersalah karena telah mengerjai suaminya padahal hanya iseng aja, Cika merasa berasalah atas sikapnya.
Mereka berempat makan dalam keheningan, hanya dentingan sendok saja yang memecah keheningan.
__ADS_1
Sarapan telah selesai semua orang kembali melakukan aktifitasnya masing -masing, Papa Dika dan istrinya pergi berkunjung ke rumah orang tua tuan Dika yang berada di Bandung.
Cika dan Rangga yang hanya tinggal di rumah, mereka tidak ikut pergi.
Cika dan Rangga berada di kamar, tidak ada yang mulai berbicara Cika asik berselancar di dunia maya, dia senang melihat pakaian-pakaian yang lagi trend-trendnya sekarang ada beberapa gambar contoh baju, sepatu, aksesoris, celana, dan masih banyak yang lain ia simpan di dalam galerinya.
Tanpa Cika sadari Rangga mengamati gerak gerik Cika, ia penasaran mengapa istrinya begitu senang melihat hand pone nya.
Rangga melihat Cika menyimpan beberapa pakaian, aksesoris dan sepatu serta beberapa gambar lainnya.
"Kamu mau beli?" tanya Rangga mengagetkan Cika.
Cika menoleh kearah Rangga ia kikuk saat Rangga bertanya seperti itu.
"Hehe Nggak Kok aku cuma mau simpen aja," ujar Cika.
"Jangan bohong sayang dosa loh, apa lagi bohong sama suami sendiri," jawab Rangga.
"Kalau mau beli, yaudah kamu pesen aja nanti aku yang bayar," ujar Rangga.
Nggak Kok" tolak Cika.
"Jangan begitu kamu itu istri aku, jadi uang aku uang kamu juga dan apa yang aku miliki juga punya kamu bahkan badan aku pun hanya kamu yang bisa memilikinya," Ujar Rangga dengan mengedipkan sebelah matanya.
Cika malu ia tidak menyangka jika Rangga bisa berkata yang begitu.
"Mata aku kelilipan sayang," ujar Rangga berbohong.
"Mana liat," ujar Cika.
Rangga mendekatkan mata nya ke Cika.
"Aku tiupin ya," ujar Cika.
"Iya sayang," jawab Rangga.
Cika memajukan badannya ke depan ia berusaha untuk meniup mata Rangga, dan di saat itulah Rangga mencuri kesempatan.
Cupp ...
Rangga menyium kening Cika, Cika yang mendapat serangan mendadak itu kaget.
"Ih kok nyebelin sih," Ujar Cika sebal.
"Dari pada gak ada kesempatan, kamu kan susah banget buat di cium, apa lagi mau di ajak main," ujar Rangga.
"Ya gak gitu juga dong, kamu kan gak ada perintah untuk mah cium aku," ujar Cika kesal.
"Hehe Iya aku mintamaaf sama kamu, janji deh nanti bilang kalo mau cium biar nanti kamu bisa balasnya," ujar Rangga senang.
__ADS_1
"Nah gitu dong kalo mau cium harus bilang dulu sama aku, biar kamu gak nikmatin sendiri" ujar Cika dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Ih udah genit ya sama aku," ujar Rangga gemas melihat tingkah istrinya.
"Genit sama suami sendiri gak papa juga, jangan aja genit sama suami orang bisa-bisa aku di katain pelakor lagi" ujar Cika panjang lebar.
"Pelakor apa sayang" tanya Rangga yang tidak tahu apa arti dari pelakor.
"Hadehh punya suami kudet banget sih pelakor aja gak tau," gumam Cika.
"Perebut laki orang, itu artinya pelakor" ujar Cika.
"Wih sejak kapan kamu ngerebut suami orang" ujar Rangga.
"Siapa yang merebut suami orang?" tanya Cika.
"kamu" jawab Rangga.
"Hadeh ****** dan gua lama-lama punya suami gini, kudet banget sih jadi orang katanya Presdir di perusahaan lah ini arti dari pelakor aja gak tau," gumam Cika D
dengan suara yang sangat pelan.
"Aku gak ngerebut suami orang sayang," ujar Cika dengan nada yang sangat manis.
"Tadi kamu bilang perebut laki orang, maksudnya apa aku gak ngerti," ujar Rangga bingung.
"Maksud aku tadi kan kamu tanya apa pelakor ya aku jawab perebut laki orang, terus kenapa kamu tanya aku yang merebut laki orang," ujar Cika menjelaskan kepada Rangga.
"Oh itu maksudnya, jadi kamu cuma menjelaskan maksud dari pelakor bilang dong dari tadi jadinya aku kan gak bingung" ujar Rangga dengan raut wajah tidak punya salah.
"Ya tadi aku kan ngejelasin yang itu ****, lemot banget otaknya," batin Cika.
"Iya sayang maaf ya," ujar Cika yang mengalah perdebatannya.
"Iya, eh iya kan kamu tadi banyak banget aku liat simpan gambar-gambar baju sama yang lainnya, kita ke Mall yuk sekarang, gak ada penolakan pokoknya kamu harus ikut ya," ujar Rangga kepada Cika.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.
__ADS_1