Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 118


__ADS_3

Semuanya telah duduk dikursi masing-masing, mereka semua makan dalam keheningan.


Setelah makan malam bersama, semuanya berjalan menuju ruang tamu, disini adalah ruangan yang sangat pas untuk membicarakan suatu hal.


"Bagaimana kabar Tuan Loren dan Nyonya Vika," tanya Tuan Dika.


"Seperti yang kalian lihat saat ini," jawa Tuan Loren.


"Ku rasa kami sudah tahu jawabannya," balas Nyonya Vania.


Indah hanya diam, ia bingung mau berbicara apa.


"Perkenalkan ini menantu dari keluarga Luis," ucap Mama Vania memperkenalkan Indah.


"Malam Om, malam Tante," sapa Indah.


"Malam cantik," sapa balik Nyonya Vika.


"Nama kamu siapa," ucap Tante Vika bertanya.


"Nama aku Indah Putri Alexa, Tan." jawab Indah.


"Apa kamu dari keluarga Alexa?" tanya Tuan Loren.


"Iya," jawab Indah dengan nada sopan.


"Apa kamu tidak berbohong," ucap Tuan Loren sekali lagi.


"Iya, saya anak dari keluarga Alexa, emang ada apa ya Om," tanya balik Indah kepada Tuan Loren yang tidak percaya jika dia anak dari keluarga Alexa.


"Wow, beruntung sekali anda Tuan Dika, bisa mendapatkan menantu idaman," jawab Tuan Loren.


Iya benar, Indah adalah menantu idaman sekaligus menantu kesayangan keluarga Luis.


Indah bingung dengan Tuan Loren, jika dirinya anak dari keluarga Alexa.


"Ada rahasia apa lagi yang belum aku ketahui," ujar Indah membatin.


"Indah permisi ke dapur bentar ya Ma," ujar Indah.


"Iya sayang, jangan lama-lama," balas Mama Vania.


Indah permisi menuju ke dapur, ia ingin mengambil makanan. Berhubung pelayan yang lain sedang ada kerja.


Setelah mengambil cemilan yang akan di makan malam ini, Indah kembali menuju ruang tamu.


"Silahkan," ujar Indah sambil meletakkan.


"Kenapa kamu sayang yang ambilnya," ujar Mama Vania.


"Iya nggak apa-apa Ma, pelayan kan masih ada tugasnya," ucap Indah sambil tersenyum manis.


"Terima kasih sayang, kamu pengertian banget," puji Mama Vania kepada Indah.


"Iya Ma, sama-sama," jawab Indah.

__ADS_1


"Bagaimana Tuan Dimas, bisnis kita yang ada di Lombok," ucap tuan Loren bertanya.


"Kalau saya, semuanya tergantung Rangga, dia yang akan menjalankan bisnis kita di sana," jawab Tuan Dimas.


"Kenapa aku Pa?" tanya Rangga kaget.


"Iya, soalnya Papa masih ada yang harus di urus di luar negri," jawab Papa Dika.


"Bagaimana dengan Indah, apa dia akan ikut ke sana," ujar Rangga bingung.


"Indah harus izin dulu Pa, kalau mau ikut Rangga," jawab Indah memelas.


"Kenapa harus izin dulu Nak?" tanya Mama Vania.


"Iya Ma, Indah kan biar sudah menikah masih harus di pantau," jawab Indah.


"Kalau begitu biar Papa aja yang izinin kamu sama Tuan Dimas," ucap Papa Dika yang akan meminta izin kepada Tuan Dimas.


"Baik Pa, terima kasih," jawab Indah tersenyum manis ke arah mertuanya.


Perbincangan antara kedua keluarga tersebut semakin banyak, mulai dari awal mereka menjalin kerja sama sampai bisa terjalin erat sampai sekarang.


Indah hanya menyimak, ia tidak begitu paham apa yang di bicarakan antara mertuanya dan rekan bisnisnya.


Malam semakin larut, Tuan Loren beserta istrinya pamit pulang.


"Tuan Dika, kami permisi pulang dulu ya," pamit Tuan Loren.


"Baik Tuan Loren, kapan-kapan bermainlah kesini, pintu rumah kami selalu terbuka," jawab Tuan Dika.


"Baiklah, terima kasih jamuannya," balas Tuan Loren lalu menjabat tangan Tuan Dika.


Tuan Loren dan istrinya, beserta Tuan Dika dan yang lainnya berjalan menuju pintu utama, mereka mengantar Tuan Loren.


"Kami pamit Tuan. Assalamualaikum wr.wb," salam Tuan Loren.


"Hati-hati Tuan di jalan," jawab Tuan Dika.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab semuanya.


Tuan Loren dan istri telah masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar perkarangan dari kediaman Tuan Dika.


"Mari kita masuk," ajak Tuan Dika kepada semuanya.


"Iya Pa," jawab Indah dan Rangga bersama.


Indah dan Rangga masuk, mereka langsung pamit menuju kamar.


"Ma, kami berdua pamit ke kamar dulu ya," ucap Rangga kepada orang tuanya.


"Iya Nak, kalian tidur ya. Besok Indah sekolah kan," ujar Mama Vania.


"Iya Ma," jawab Indah.


"Mama sama Papa juga mau ke kamar, mau istirahat capek banget ini badan," jawab Mama Vania sambil merenggangkan badannya.

__ADS_1


Kedua pasangan ini masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


Indah lebih dulu masuk ke dalam ruang ganti, untuk mengganti pakaiannya dengan baju tidur.


"Sayang," panggil Rangga yang melihat Indah keluar dari ruang ganti.


"Iya kenapa," jawab Indah lalu mendekati Rangga.


"Bagaimana nanti, apa kamu mau ikut aku ke Lombok," ujar Rangga menannyakan.


"Kalau sebentar aku bisa sayang, tapi kalau lama bagaimana dengan sekolah aku nanti," jawab Indah bertanya kembali.


"Nanti kita tanya ya sama Mama dan Papa, apa tugas di sana banyak atau tidak," ujar Rangga tersenyum kepada Indah.


"Ya sudah, aku mau tidur ya, udah ngantuk banget ini," jawab Indah lalu berjalan menuju ranjang.


"Ya sudah, aku mau ganti pakaian dulu ya," ujar Rangga lalu mengambil pakain tidurnya.


Indah merebahkan dirinya di ranjang, Indah terlelap tidur menuju alam mimpi.


Rangga keluar dari ruang ganti, ia langsung berjalan menuju ranjang. Rangga melihat Indah yang telah terlelap tidur.


"Kamu cantik, saat kondisi apa pun," ujar Rangga tersenyum ke arah Indah.


"Selamat tidur my wife, I Love You," ujar Rangga lalu mencium kening Indah cukup lama.


Rangga juga ikut merebahkan dirinya di samping Indah, ia juga langsung memejamkan matanya untuk mengikuti Indah menuju alam mimpi.


Pagi hari menyapa, hari ini cuaca tidak mendukung seperti biasanya, cuaca hari ini sangat mendung.


Indah sudah bangun setelah azan subuh, ia seperti biasa menjakankan kewajibannya sebagai umat muslim.


Setelah sholat, Indah membereskan pakaiannya dan pakaian Rangga yang akan mereka pakai hari ini.


Indah berjalan menuju ranjang untuk membangunkan Rangga, itu adalah rutinitas yang harus di lakukan Indah sebagai istri.


"Sayang," ujar Indah lalu mencium Rangga di pipinya.


"Hmm,".


"Sayang ayo bangun, udah mau siang nih, nanti telat loh kamu ke kantornya," ujar Indah membangunkan Rangga.


"Morning kiss dulu sayang," ujar Rangga setengah sadar.


Indah langsung memberikan morning kiss kepada suaminya, ini juga adalah salah satu rutinitas Indah juga supaya Rangga bangun dari tidurnya.


"Terima kasih my wife, aku mau mandi dulu ya," ujar Rangga lalu mencium kening Indah.


Rangga bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, Indah juga menyiapkan buku yang akan dia bawa untuk hari ini.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2