
"Aku gak kenapa-kenapa kok, hanya lagi BT aja sama satu orang," ujar Rangga.
"Siapa?" tanya Indah.
"Bukan siapa-siapa sayang," ucap Rangga lalu mencium kening Indah.
"Kebiasaan kayak Angsa," ucap Indah cemberut.
"Maksud kamu apa kayak Angsa," tanya Rangga yang sama sekali tidak paham.
"Maksud aku kamu itu kayak Angsa suka mai sosor-sosor aja, gak tau situasi," ucap Indah.
"Kalau sama istri sendiri gak kenapa-kenapa mau main nyosor aja kata kamu kan udah sah, jadi bebas mau ngapain," ujar Rangga dengan santainya.
"Yakin bebas mau ngapain aja," ucap Indah.
"Yakinlah, emang ada yang ngelarang," ujar Rangga.
"Kamu lupa sama janji atau aturan yang baru saja kamu sanggupi," ucap Indah mengingatkan Rangga tentang perjanjian tadi.
Rangga dengan spontan teringat dengan peraturan yang di buat oleh Ayah Dimas, bahwa Indah belum boleh di ajak hubungan suami istri setelah Indah lulus sekolah dan aku udah bisa menafkahinya.
Setelah mengingat itu, Rangga kembali lesu, Ia sangat tidal suka dengan perjanjian yabg di buat itu.
"Apa Ayah akan tahu jika kita melakukannya," ucap Rangga.
"Iya, karena Ayah banyak mata-mata, bahkan di kamar ini Ayah memasang CCTV," ucap Indah. Indah hanya mau menakut-nakuti Rangga supaya tidak berbuat lebih jauh.
"Apa kamu yakin, berarti setiap kegiatan kita di dalam kamar di pantau selalu oelh Ayah," ucap Rangga tidak percaya.
"Ya seperti itulah," jawab Indah.
"Lalu bagaimana nanti jika aku bermain sendiri, malu lah aku nanti di lihat sama Ayah," ucap Dimas dengan wajah yang sangat melas.
"Makanya Ayah tahu jika kamu benar-benar menaati peraturan yang dibuat atau tidak," ucap Indah.
Rangga hanya diam, ia sungguh aneh dengan apa yang barusan saja dia dengar,
Sungguh keadaan yang sulit untuk menerimanya.
Indah sengaja menjahili Rangga, supaya dia tidak berbuat macam-macam, walau pun Indah tahu kesucian Indah telah di rebut oleh Rangga, namun karena peraturan yang di buat oleh Ayahnya mau tidak mau harus di taati.
"Iya sayang aku paham, toh sebenrnya juga kamu sudah merenggut kesucian mu saat itu;" ucap Rangga. Ia mengingat kejadian dimana dia adalah orang pertama yang mengambil mahkota Indah walaupun sedikit paksaan.
__ADS_1
"Untung Ayah tidak tahu, kalau tahu saat itulah terakhir kamu melihat aku sayang," jawab Indah.
"Iya, kamu benar," ucap Rangga.
"Aku mau ke bawah, mau ikut gak," ujar Indah.
"Boleh, kita mau kemana ke bawah," ucap Rangga.
"Kita ke taman belakang aja yuk, di sana banyak tanaman-tanaman yang Indah," ucap Indah bersemangat.
"Ya sudah ayo kita ke bawah sekarang," ajak Rangga.
"Ayo sayang," ucap Indah manja.
Indah dan Rangga keluar dari kamar, mereka berdua berjalan berdampingan. Rangga seperti biasa memeluk pinggang ramping Indah.
Mereka telah sampai di taman belakang rumah keluarga Alexa, benar ternyata di sana banyak tanaman-tanaman bunga yang sangat Indah dan ada juga ayunan yang sengaja di buat untuk tempat bersantai.
"Sayang," ujar Rangga.
"Sayang," panggil Rangga sekali lagi.
Yang di panggip hanya diam, Indah mengingat momen dimana dia dan Kak Veli bersama di dekat ayunan, di mana malam itu malam yang menjadi penuh cinta, Kak Veli menyatakan perasaannya kepada Indah.
"Sayang kamu kenapa nangis," ujar Rangga.
"Kak Veli aku rindu," gumam Indah.
Walau dengan suara pelan, Rangga masih mendengar apa yang di ucapkan Indah, Rangga hanya bisa menahan sesak di dadanya. Jujur saat ini Rangga cemburu saat Indah menyatakan rindu kepada Almarhum Veli.
"Sayang ayo kita duduk ke sana," ajak Rangga. Indah hanya mengikuti kemana langkah Rangga pergi, ia masih larut dalam memori yang lama.
Rangga mengajak duduk di ayunan yang telah di sediakan, Indah mengingat semua kejadian lama saat di ayunan bersama Kak Veli.
"Sayang kamu kenapa nangis, apa ada yang menggaggu pikiranmu," ucap Rangga. Indah hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak mau membuat Rangga cemburu dengan apa yang ia rasakan.
"Aku gak kenapa-kenapa kok sayang," jawab Indah.
"Apa ada sesuatu yang mengganjal di hati kamu, sampai kamu menagis saat tiba di sini," ujar Rangga.
"Tidak ada," jawab Indah tersenyum.
"Baiklah kalau tidak ada, sekarang apa yang akan kita lakukan di sini, hanya duduk dan diam saja," ucap Rangga. Ia sekarang ingin sekali menghibur Indah, mungkin di tempat ini terdapat kenangan manis antara Indah dan Veli yang belum bisa Indah lupakan.
__ADS_1
"Ini kan sudah sore, apa kita makan diluar aja nanti," ucap Indah mengalihkan topik pembicaraan, Indah tahu jika saat ini Rangga ingin tahu apa yang membuat Indah menangis.
"Boleh, nanti kita izin ya sama Ayah dan Ibu," ujar Rangga.
"Oke siap," jawab Indah semangat. Sementara waktu Indah masih mengesampingkan pikirannya tentang Veli, ia tidak mau melihat Rangga ikut sedih karena perasaan yang membuat Rangga tersingung nantinya.
Matahari telah terbenam, malam menyapa malam yang di penuhi bintang-bintang dan bulan yang menyinari, Indah dan Rangga telah siap dengan pakaian mereka masing-masing.
Indah menggunakan gaun sebatas lutut dengan motif bunga di bawahnya, sedangkan Rangga menggunakan jeans dan baju kemeja, dengan baju yang di gulung ke atas menambah kesa tampannya.
"Apa kamu sudah siap sayang," ucap Rangga.
"Sudah sayang," jawab Indah.
"Mari tuan putri," ucap Rangga sambil mengulurkan tangannya.
"Terima kasih," ucap Indah.
Rangga dan Indah turun bersama menuju lantai bawah, sebelum itu Indah dan Rangga sudah memberi tahu Tuan Dimas dan Nyonya Lina untuk makan malam di luar dan mereka menyetujuinya, dengan syarat jangan pulang terlalu malam.
Malam ini Indah dan Rangga bak seorang pangeran dan putri raja, walau hanya menggunakan pakaian biasa menurut mereka, namun itulah yang menambah kesan cantik dan tampan keduanya.
Rangga sengaja telah menyewa salah satu restoran, malam ini ia berencana untuk menyatakan perasaannya kepada Indah, sesuai janji yang pernah Rangga buat saat mau pernikahannya.
Falsh back.
Indah pernah bertanya kepada Rangga, saat di dalam mobil.
"Apa kamu bahagia bisa menikah dengan?" tanya Indah.
Flash back off.
Pertanyaan itulah yang selalu terngiang-ngiang di pikiran Rangga, dan malam ini akan ia jawab.
Rangga sudah meminta pelayan di sana untuk mendekorasi tempat tersebut seromantia mungkin, malam ini akan menjadi malam yang spesial untuk Indah.
Rangga dan Indah sampai di bawah, ternyata sudah ada Ayah Dimas dan Ibu Lina sedang duduk bersantai.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
__ADS_1
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.