
"Dia adalah Cika anak dari keluarga Alexa sekaligus dia istri kamu," ujar papa Dika.
Mendengar itu Rangga kaget, ternyata Cika seorang perempuan yang sangat di segani.
"Jadi bagaimana ini Pa, pasti cepat atau lambat Tuan Alexa akan mengetahui keberadaan Cika, Papa tahu sendirilah keluarga mereka sangat lihai dalam hal melacak," ujar Rangga khawatir.
"Papa ingin kamu dan Cika tinggal dan menetap di luar negri mengurus perusahaan yang ada di sana, biar untuk sementara waktu, keberadaan Cika tidak bisa mereka ketahui," ujar papa Dika.
"Hmm baiklah Pa, akan Rangga pikirkan ide dari Papa," ujar Rangga.
Rangga akan menerima saran dari orang tuanya. Dia akan mengajak Cika keluar negri dan dia akan menetap di sana,dia tidak mau jika Cika akan jauh darinya.
Rangga sudah mencintai Cika dia tidak mau kehilangan Cika.
Egois iya itulah cinta, bisa membuat orang buta akan suatu hal, Rangga egois dalam mencintai Cika.
"Jadi Pa, apa rencana selanjutnya supaya Cika tidak bisa di lacak keberadaannya?" tanya Rangga.
"Papa harap untuk sementara waktu. Sekitar dua sampai tiga tahun nanti kalian akan aman, karena keluarga Alexa telah mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencari keberadaan anak mereka yaitu Cika istri kamu," jelas papa Dika.
"Baiklah Pa akan aku manfaatkan waktu itu untuk membuat Cika bisa mencintaiku, jika begitu, disaat dia tau kebenarannya. Tidak begitu sulit baginya, ia akan bisa menerima aku nanti walau perlahan akan ada masalah yang akan muncul, aku akan menjaga Cika di sana. aku tidak mau jika Cika akan meninggalkan aku pergi setelah mengetahui kebenarannya nanti," ujar Rangga panjang lebar, dia sekarang sangat takut akan kehilangan Cika.
"Baiklah Nak, akan Papa bantu untuk sementara melindungi Cika dari mata-mata keluarga Alexa, memang kita egois tapi inilah kenyataannya," ujar papa Dika.
"Iya Pa, kalau gitu aku mau ke kamar dulu ya Pa, sekalian mau manja-manja sama Cika," ujar Rangga cengengesan.
"Dasar mesum," ujar papa Dika.
"Papa juga dulu gitu kan sama Mama," ujar Rangga tidak mau kalah.
"Iya nak tunjukkan kejantanan kamu, kalau bisa kamu terus yang mengambil alih dan memimpin permainan," ujar papa Dika.
"Siap Pq akan Rangga tunjukkan keperkasaan Rangga," ujar Rangga membanggakam dirinya.
"Awas aja gak tahan lama, Papa coret kamu dari kartu keluarga!" ancam papa Dika pura-pura.
"Tenang aja Pa, besok papa lihat Cika gak bakalan bisa jalan gara-gara aku," ujar Rangga tertawa.
"Jangan gitu juga dong, kasihan menantu Papa, boleh aja kalo mau main lama tapi jangan sampe gak bisa jalan juga Nak, itu namanya menyiksa," ujar papa Dika.
"Iya gak kok," jawab Rangga.
"Yaudah sana ke kamar, bikinin Papa cucu yang banyak ya Nak, awas aja gak banyak," ujar papa Dika.
"Iya PaN nanti Rangga banyak-banyak bikinin Papa cucu kalau perlu nanti tiap siang dan malam Rangga ajak tempur terus Cika," ujar Rangga cengengesan. Ia tidak bisa membanyangkan jika dia dan Cika akan bermain setiap hari, tadi aja mau minta pertama banyak banget alasannya.
__ADS_1
"Hehe Iya lanjut, udah sah juga, terus nanti suara Cika saat main jangan sampe kedengeran ya sama Mama dan Papa," ujar papa Dika.
"Emang kenapa Pa?" tanya Rangga bingung.
"Nanti adik Papa bangun, Mama kamu mana tahan lama lagi mainnya dia kan lagi sakit, Papa takut nanti Mama sakit gara-gara papa ajak main lama heheh," ujar papa Dika.
"Wah-wah, oke lah Pa nanti aku bakalan kecil-kecil aja suara Cika saat mendesah nanti," ujar Rangga vulgar.
"Iya udah sana keluar, Papa masih mau lihat beberapa dokumen penting," ujar papa Dika.
"Oke Pa siap," jawab Rangga.
Rangga beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan menuju ruang keluarga dimana istri dan mamanya sedang menunggu.
"Jadi saat kamu bekerja di sana. Rangga pernah datang ke sana dan memesan makanan disana untuk klien meetingnya, dan saat itu kamu yang menjadi pelayannya dan sejak saat itulah Rangga tertarik sama kamu," jelas mama Vania berbohong.
"Lalu pada saat itu apa mama menerima keberadaan aku, kan mama tahu apa profesiku?" tanya Cika lagi.
"Iya pada..."
Ucapan mama Vania terpotong saat memdengar Rangga memanggil Cika.
"Cika sayang," panggil Rangga.
"Iya kenapa," jawab Cika.
"Kita tidur yuk udah malam, nanti kamu besok mesti bangun pagikan mau bantuin Mama," ujar Rangga.
"Oh iya udah, ayo kita tidur," ujar Cika.
"Mama kami tidur duluan ya, Mama juga jangan malam-malam tidurnya," ujar Rangga.
"Iya sayang, eh iya Papa kamu di mana?" tanya mama Vania.
"Oh Papa masih ada di runag kerjanya Ma, katanya masih ada dokumen penting yang mau dia periksa," jelas Rangga.
"Oh Iya udah kalian duluan aja tidurnya nanti Mama sama Papa juga tidur," ujar mama Vania.
"Hmm iya Ma, yaudah kami ke kamar duluan ya Ma, selamat malam. Assalamualaikum," ujar Rangga.
"Iya sayang, selamat malam juga. Waaaikumusalam wr.wb," balas mama Vania.
"Eh iya Nak, jangan lupa titipan Mama ya," ujar mama Vania.
"Apa ma?" tanya Cika.
__ADS_1
"Mama titip cucu yang tampan dan cantik sama kayak kalian dan jangan lupa harus lucu-lucu dan imut ya Nak," ujar mama Vania menggoda pasangan pengantin baru.
"Iya Ma siap, nanti akan Rangga bikin cucu yang banyak untuk Mama, biar nanti rumah kita ramai dengan suara tangisan bayi," ujar Rangga dengan bangganya.
"Iya Nak, Mama tunggu saat itu," ujar mama Vania.
"Iya Ma siap," ujar Rangga.
Cika dan Rangga berjalan menuju kamarnya, sepanjang jalam Rangga memeluk pinggang ramping Cika.
Posesif itulah kata yang harus di sebut untuk Rangga.
Sesampainya di dalam kamar, Cika langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan kaki, wajah dan mengosok giginya.
Begitu juga dengan Rangga, dia juga melakukan hal yang sama seperti Cika, ia juga mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur.
Setelah semuanya selesai. Cika dan Rangga duduk di atas ranjang, mereka berdua hanya diam tidak ada yang mau memulai pembicaraan sampai akhirnya.
"Rngga," panggil Cika.
"Cika," panggil Rangga.
Mereka berdua bersamaan memanggil nama masing-masing.
"Yaudah kamu aja duluan," ujar Cika.
"Nggak kamu aja duluan," ujar Rangga.
"Kamu aja setelah kamu nanti baru aku," ujar Cika.
"Kamu aja sayang, kan aku cowok jadi harus mengalah," ujar Rangga tersenyum.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.
__ADS_1