
"Iya Maemunah," jawab Indah, tertawa karena telah berhasil menjahili nama Mawar lagi.
"Gua santet juga lo, ngatain nama gua mulu," kata Mawar kesal.
"Iya maaf," jawab Indah memelas.
Devin sangat marah melihat Indah dan Veli berjalan bersama, dia tidak tahu, kenapa dia marah, saat melihat Indah berjalan bersama laki laki lain, "Apa aku menyukai Indah," tanya Devin di dalam hati.
"Nggak, masa iya sih aku suka sama dia, jika benar Indah adalah orang yang aku cintai sewaktu kecil, maka akan aku perjuangkan dia," tekad Devin.
"Indah," panggil Devin.
"Eh iya kenapa," jawab Indah.
"Tadi kamu, katanya bareng sama Kak Veli ya berangkatnya?" tanya Devin.
"Nggak kok, itu sih cuma kebetulan aja," jawab Indah.
"Oh iya," Ujar Devin.
Suara bel masuk berbunyi.
Teng ...
Teng ...
Seluruh siswa masuk ke kelasnya masing-masing, dan semua guru yang mengajar di jam pertama, pun sudah melaksanakan tugasnya.
"Pagi anak-anak," sapa Bu lia saat memasuki kelas.
"Pagi Bu," jawab Siswa serentak.
"Baiklah hari ini, kita akan mengadakan ulangan harian, siapkan lah peralatan untuk menjawab soal nanti," terang Bu Lia.
Ulangan yang diadakan dadakan sangatlah membosankan, bagi siswa, yang sering tidur di kelas itu adalah ancaman bagi mereka.
"Bu gak bisa di undur ulangannya," kata Si Diah.
"Nggak ada undur-undur lagi, sebentar lagi kalian akan menghadapi ujian kenaikan kelas, mau kalian gak naik," jawab Ibu Lia.
"Iya Bu," jawab semuanya dengan memelas, kecuali Indah dan Mawar.
Karena apa, mereka tidak akan pernah kesusahan saat menjawab, mereka berdua memiliki IQ Yang tinggi, dan jangan heran jika Indah dulu pernah mendapatkan beasiswa.
Ulangan pun berlangsung, semua siswa fokus menjawab apa saja soal yang di berikan guru, tidak ada siswa yang menyontek atau mengepek, mereka tahu guru yang sedang mengawasi mereka, adalah guru yang memiliki penglihatan tajam dan keceptan yang handal, saat melihat jika ada yang menyontek, jika ketahuan bukan hanya kertas ulangannya saja yang di sobek, dia harus di hukum membersihkan seluruh Wc yang ada di sekolah ini, itulah peraturan yang di terapkan oleh guru Lia.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10:00 WIB, saatnya waktu istirahat pun tiba.
Indah dan teman temannya telah mengumpulkan hasil jawabannya.
"Baiklah anak-anak, ulangan kalian sudah Ibu terima, dan lusa akan Ibu bagikan kepada ketua kelas kalian, selamat siang dan selamat beristirahat." ucap Ibu Lia meninggalkan kelas.
Indah, mawar dan Devin pergi ke kantin bersama, banyak pasang mata yang melihat iri kepada mereka.
"Enak ya kalo cantik, mau cowo ganteng pun dekat terus,"
"Beruntung ya, si Indah sama Mawar bisa akrab sama orang ganteng,"
"Andai gua yang disana,"
__ADS_1
Masih banyak lagi perkataan-perkataan siswa, yang melihat mereka bertiga berjalan bersama.
Sesampainya di kantin. Indah, Mawar, dan Devin memilih tempat duduk yang muat orang berempat, dan Indah bertanya kepada dua orang di depannya mau memesan makanan apa.
"Mawar lo pesen apa?" tanya Indah.
"Biasa Ndah," jawab Mawar.
"Lo Vin, mau pesen apa?" tanya Indah.
"Gua es teh manis aja," jawab Devin
"Lo gak makan?" tanya Mawar.
"Nggak, masih kenyang gua," jawab Devin.
"Oh oke, tunggu ya gua pesenin dulu." kata Indah sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Mawar gua mau nanya," panggil Devin.
"Eh iya, mau nanya apa," kata Mawar.
"Indah Itu, orangnya gimana sih?" tanya Devin.
"Cie ciee, ada yang suka niee sama Indah," jawab mawar menggoda Devin.
"Ihh nggaklah," jawab Devin malu.
"Masa, terus ngapain nanya Indah orangnya gimana, kalo gak suka mana mau nanya masalah pribadi yakan," ucap Mawar meledek Devin.
"Iya gua ngaku, gua suka sama Indah," jawab Devin jujur.
"Iya gua serius, emang ada apa ya muka-muka bohong di gua," jawab Devin kesal.
"Hehhe iya," kata Mawar cengengesan.
"Eh btw, lo suka sama Indah sejak kapan?" tanya mawar Kepo.
"Gak tau yang pasti kapan, tapi saat gua liat dia bareng sama Kakak kelas tadi pagi, gau marah banget, tapi gua sadar gua bukan siapa-siapa. Indah jadi gak ada berhak buat gua marah," terang Devin kepada Mawar.
"Oh gitu ya," jawab Mawar.
"Iya, jadi gimana pertanyaan gua tadi," ujar Devin.
"Oh itu Kalo Indah ma orangnya baik, pinter, rajin, lucu, tapi kalo sama orang yang belum kenal banget dia cuek dan satu lagi, jangan sampai buat Indah marah, kalo dia udah marah gak pandang bulu," jelas Mawar.
"Wow Gitu banget ya si iIndah," jawab Devin.
Setelah perbincangan singkat tadi. Indah pun telah datang dengan membawa pesanan teman-temannya.
"Maaf ya lama, rame banget soalnya, nih pesenan lo War, dan ini es teh manisnya Devin," kata Indah sambil memberi pesanan mereka.
Tidak lama dari sana, Kak Veli datang menghampiri Indah.
"Hai, boleh gabung," kata Kak Veli.
"Oh ya, boleh Kak. Silahkan," jawab Mawar.
Kak Veli duduk, di samping kursi kosong yang berada tepat di samping Indah.
__ADS_1
"Kakak mau pesen apa?" tanya Mawar.
"Nggak kok, tadi udah makan, jadi masih kenyang," terang Kak Veli
"Oh yaudah, kita makan dulu ya Ka," ujar Mawar.
"Iya silahkan," kata Kak Veli.
Melihat Veli datang dan duduk di samping Indah, membuat hati Devin panas, dan mukanya yang awalnya cerah menjadi mendung dengan kedatangan Veli.
Indah sedari tadi hanya diam, dia tidak tahu mau bicara apa. Dan dia lebih memilih untuk diam. Tanpa di sadari, setiap gerak gerik Indah di pantau oleh seseorang, siapa lagi jika bukan orang yang menyukai Veli.
Dia sangat kesal melihat Indah dan Veli duduk berdekatan, walaupun tidak ada apa- apa antara Indah dan Kak Veli.
"Ia sangat marah, ia akan menghampiri Indah dan akan melabrak dia," batin wanita tadi.
"Eh Iya kak, nanti mau magang dimana?" tanya Mawar basa basi.
"Ohh Kakak, mau magang di bengkel tempat orang tua Kakak aja," jawab Kak Veli.
"Oh Iya ka,"jawab Mawar.
"Ndah," panggil Kak Veli.
"Eh iya, ada apa kak," jawab Indah grogi.
"Sibuk gak nanti sore?" tanya Kak Veli.
"Hmm, nggak kayaknya Kak," jawab Indah.
"Emang ada apa?" tanya Indah ke Kak Veli.
"Kalo gak sibuk, mau gak nanti temenin kakak buat cari buku?" tanya Kak Veli.
"Hm, boleh Kak," jawab Indah.
"Oke nanti kakak jemput ya," ujar Kak Veli.
"Oke kak," jawab Indah dengan mengangkat kedua jempolnya.
Melihat itu, hati Devin semakin panas dan dia lebih memilih pergi ke toilet.
"Gua permisi ke toilet sebentar." kata Devin beranjak dari tempat duduknya.
"Oh Iya silahkan," jawab Indah.
Melihat itu Mawar mengerti dengan apa yang di alami Devin, dia tau Devin cemburu melihat Indah dekat dengan Mak Veli.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.
__ADS_1