
Rangga membuka isi email yang di kirim oleh papanya dan ia melihat ada beberapa tanda dan sebuah poto serta ada pesan yang tertulis.
"Rangga kalian harus hati-hati karena orang suruhan dari keluarga Alexa telah menyebar, dan mereka memiliki mata-mata yang sangat handal, lain kali jika kamu mau mengajak Cika keluar gunakanlah masker, untung saja kalian tidak di curigai oleh mata-mata dari keluarga Alexa, papa ada kirim poto itu adalah poto mata-mata dari keluarga Alexa dan itu ada tanda kepemilikan mereka, jadi jika kamu dan Cika lagi ada di luar lihatlah sekitar dan kamu harus peka kepada keadaan lihat tanda di semua orang, pastikan jika itu bukan mata-mata dari keluarga Alexa,".
Itualh isi pesan dari papa Dika, Rangga tidak menyadari jika papanya sangat memperhatikan ia dan Cika. "Sebegitu sayangnya sampai-sampai papa tahu semua kegiatan aku sama Cika, "Batin Rangga kagum akan sosok Papanya yang bisa meluangkan waktu untuk melindunginya walau dalam keadaan yang mendesak.
Setelah membaca email dari papanya Rangga menutup hand pone nya dan langsung menyusul Cika menuju alam mimpinya.
"Selamat tidur sayang, jangan lupa mimipiin aku ya," ujar Rangga.
Cuppp.
Rangga mencium kening Cika cukup lama setelah itu ia memeluk Cika dan pergi menuju alam mimpi.
Pagi hari tiba hari ini hari dimana Rangga masuk ke dalam kantornya dan hari ini juga Cika pertama kalinya datang ke kantor suaminya.
Cika lebih dulu bangum di bandingkan Rangga.
Hoamm.
Cika menguap ia mengumpulkan kesadarannya, ia mengingat ingat apa yang telah ia lalui.
Ia teringat kemarin Cika bersama Rangga berjalan ke mall dan akhirnya ia tertidur, "Lalu siapa yang membawa aku ke sini," batin Cika bertanya.
"Hmm pasti ini Rangga yang bawa aku," batin Cika.
Cika ingin menggerakkan badannya, di bagian pinggangnya seperti ada beban yang menimpa, ternyata tangan Rangga yang melingkar di sana.
Cika membalikkan badannya ke arah Rangga, makasih sayang" ujar Cika
Cup..., Cup..., Cup...,
Cika mencium pipi kanan, pipi kiri, dan kening Rangga. Cika senang karena ia memiliki suami yang sangat perhatian dan sayang terhadapnya.
Cika menyingkirkan tangan Rangga dari pinggangnya dan dia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, badannya sangat lengket karena kemarin ia tidak mandi.
Cika masuk ke kamar mandi dan melanjutkan ritual mandinya.
10 menit kemudian Cika telah mandi dan ia telah selesai memakai pakaiannya, lalu ia menuju ranjang untuk membangun Rangga.
"Sayang," ujar Cika.
"Sayang bangun kamu kan hari ini mau ke kantor nanti telat loh," ujar Cika membangunkan suaminya
__ADS_1
Cupp ...
"Sayang ayo bangun," ujar Cika setelah mencium sekilas bibir Rangga.
Rangga mengerjapkan matanya, ia mengumpulkan pasukan cahaya yang masuk ke matanya, pertama yang ia lihat adalah wajah cantik istrinya.
"Sayang ayo bangun kamu kan mau ke kantor hari ini," ujar Cika.
"Hmm iya sayang, tapi ada satu syarat dulu," ujar Rangga yang baru bangun.
"Iya apa sayang syaratnya?" tanya Cika.
"Morning Kiss dulu sayang biar aku ada vitamin untuk hari ini," ujar Rangga manja.
"Hmm kamu ini ya, aku dari tadi udah beberapa kalo cium kamu masa gak kerasa," ujar Cika.
"Iya gak kerasalah sayang orang aku lagi tidur," ujar Rangga.
"Hmm Iya deh," jawab Cika
Cika mencium Rangga Cukup lama, mereka berdua bermain sejenak, setelah lama Rangga melepaskan ciumannya.
"Terima kasih sayang," ujar Rangga.
"Hmm Iya aku mandi dulu ya, oh iya kamu juga siap-siap ya hari ini kamu juga ikut aku ke kantor," ujar Rangga.
"Iya sayang, udah sana bangun mandi, nanti kita langsung ke bawah pasti mama sama papa udah bangun," ujar Cika.
Rangga bangun dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi, sedangkan Cika menuju lemari untuk mengambilkan pakaian kerja yang akan Rangga pakai.
15 menit waktu berlalu Rangga telah selesai mandi dan ia hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.
"Sayang," panggil Rangga.
Cika menoleh ke arah sumber suara ia yakin itu suara Rangga, saat ia melihat Rangga hanya menggunakan handuk sebatas pinggang, Cika kagum akan bentuk ciptaan tuhan yang sempurna, Cika malu melihat tubuh Rangga ternyata di bagian perutnya terdapat banyak roti sobek.
"Mana pakaian aku," ujar Rangga.
Cika mengambil pakaian yang telah ia siapkan untuk Rangga, lalu memberikannya kepada Rangga.
"Ini pakaian kamu, udah ganti sana ke ruang ganti aku mau dandan sebentar," ujar Cika.
"Iya sayang," jawab Rangga.
__ADS_1
Rangga masuk ke ruang ganti yang telah di siapkan di dalam kamarnya, sedangkan Cika menuju meja rias untuk berdandan sebentar, ia hanya memakai bedak bayi yaitu my baby dan hanya menggunakan lipstin, hanya itu saja yang ia pakai. Cika tidak terlalu mau ribet sama yang namanya dandan, cukup menggunakan dua benda tadi ia sudah sangat cantik.
Setelah berdandan, Rangga keluar dari runag ganti dan ia berjalan menuju Cika.
"Sayang," panggil Rangga manja.
"Hmm iya kenapa sayang," jawab Cika.
"Pasangin aku dasi, dari tadi udah aku coba gak bisa bisa," ujar Rangga.
"Masa seorang presdir gak bisa pasang dasi?" tanya Cika sekalian mengejek Rangga.
"Bagaimana mungkin seorang Rangga tidak bisa memasang dasi sendiri, lalu bagaimana ia selama ini bekerja apa ia tidak pernah menggunakan dasi," batin Cika bertanya sendiri.
"Kamu selama ngantor jadi gak pernah pake dasi?" tanya Cika.
"Iya aku gak pernah pake dasi aku bingung mau gimana simpulnya, yang ini masuk ke sini salah yang itu masuk ke situ salah dari pada aku terlambat ke kantor, mending gak aku pake ngeribetin banget," ujar Rangga panjang lebar ia sangat tidak mengerti untuk memakai benda yang satu ini.
"Hmm yaudah ke sini dekat aku gak sampe, badan kamu sih tinggi banget kayak tiang listrik," ujar Cika.
"Kamu ngejek aku sayang hmm," ujar Rangga.
"Aku gak ngejek kamu loh, emang kenyataannya," ujar Cika.
"Hmm Iya, yaudah kamu naik sofa itu sana, badan kamu sih pendek," ujar Rangga.
"Ihh badan aku gak pendek ya sayang, tinggi aku di atas 160 cm untuk ukuran wanita itu sangat ideal jangan rendahin gitu aja," ujar Cika yang tidak terima ia di bilang pendek.
"Iya sayang iya kamu selalu benar dan gak pernah kamu salah, tapi ya kalo kamu tinggi kok masih naik sofa buat pasangin dasi aku," ujar Rangga yang masih mengungkit masalah tinggi badan.
Rangga senang karena pagi ini ia telah menggoda istrinya, senang melihat wajah Cika yang cemberut menurutnya muka itu sangat lucu.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
__ADS_1
SalamManis♡.