Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 98


__ADS_3

Indah dan Rangga makan bersama dalam satu piring yang sama, begitulah Indah Rangga, mereka berdua sering sekali berdebat walau itu hal yang kecil, tapi mereka juga cepat akurnya.


Setelah selesai makan, Indah dan Rangga saling diam, mereka sibuk dengan pikiranna masing-masing.


Detik berikutnya Indah buka suara.


"Rangga," ujar Indah.


"Iya kenapa sayang," jawab Rangga.


"Apa kamu telah menyewa restoran ini, sehingga hanya kita berdua saja," ucap Indah.


"Iya sayang, aku tahu aku tidak bisa untuk yang begitu mewah kejutannya," ucap Rangga.


"Ini sudah sangat mewah sayang, aku menyukainya terima kasih," ucap Indah tak henti-hentinya berterima kasih.


"Sama-sama sayang, apa kamu mau berdansa bersama," ucap Rangga.


"Tapi aku tidak bisa berdansa," jawab Rangga.


"Aku yang akan mengajari kamu," ucap Rangga.


"Caranya?" tanya Indah.


"Sebentar aku hidupin musik dulu ya," ucap Rangga.


Rangga berjalan menuju sound, ia memutar musik untuk berdansa romantis. Setelah memutar musiknya, Rangga kembali mendekati Indah.


"Ayo sekarang kamu naikin kaki kamu di atas kaki aku," ucap Rangga.


Indah hanya menuruti apa perintah Rangga, sekarang Indah dan Rangga berdansa bersama dan baru kali ini juga Indah merasakan nyaman.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 WIB, Indah dan Rangga mengakhiri dansa mereka.


"Sayang ayo kita pulang, ini sudah malam," ucap Indah.


"Ya sudah ayo sayang, sebelum itu kita ke kasir dulu ya," ucap Rangga.


"Iya sayang," jawab Indah.


Indah dan Rangga turun ke bawah, teenyata di bawah ada pelayan yang menanti mereka, Indah dan Rangga berjalan menuju kasir.


Rangga membayar semua bill yang ia gunakan untuk malam ini, setelah membayarnya Indah dan Rangga berjalan menuju parkiran.


Saat di dalam mobil, Rangga melajukan mobilnya memebelah jalanana kota yang sepi, di dalam mobil Indah sangat mengantuk tapi ia tahan supaya Rangga tidak kesepian.


"Sayang," ujar Rangga.


"Iya sayang," jawab Indah.


"Apa kamu mengantuk," ujar Rangga.


"Hanya sedikt sayang," jawab Indah.


"Tidurlah, kamu pasti capek malam ini," ujar Rangga.


"Nggak kok, aku belum mengantuk sayang," ucap Indah.


"Kamu yakin," ujar Rangga meyakinkan apa Indah mengantuk atau belum.


"Iya sayang aku yakin, sebentar lagi juga kita mau sampai," ucap Indah.


"Iya sayang," balas Rangga.

__ADS_1


Perjalanan mereka telah sampai, Rangga membawa masuk mobil menuju bagasi rumah, setelah memarkirkan mobilnya, Indah membukakan pintu mobil untuk Indah keluar.


Indah dan Rangga berjalan masuk menuju kamar, sesampainya di kamar Indah langsung saja menuju ke kamar mandi.


"Sayang aku mandi dulu ya, gerah banget soalnya," ucap Indah.


"Iya sayang, aku masih mau istirahat dulu ya," ucap Rangga.


"Iya sayang, nanti setelah aku kamu bersih-bersih juga," ucap Indah.


"Iya sayang," jawab Rangga.


Sepuluh menit berikutnya Indah selesai mandi dan telah memakai pakaian tidurnya, sekarang gantian Rangga yang mandi.


Setelah semuanya selesai, Indah dan Rangga menuju ranjang.


"Selamat tidur my wife," ucap Rangga.


"Selamat tidur juga my husband," balas Indah.


Sepasang suami istri ini pun tertidur menuju alam mimpinya masing-masing, Rangga memeluk Indah saat ingin tidue, alasannya sih dia tidak bisa tidur kalau gak peluk Indah.


Pagi hari menyapa, Indah terlebih dahulu bangun, ia telah bangun dan langsung mandi.


Setelah mandi, Indah membangunkan Rangga. Hari ini mereka berencana untuk ke rumah Rangga, Indah dan Rangga telah akan menyiapkan pakaian untuk pindag ke kediaman Luis.


"Sayang, bangun," ujar Indah membangunkan Rangga.


"Hmm," hanya itu yang keluar dari mulut Rangga.


"Sayang ayo bangun udah siang ini, Ibu sama Ayah pasti nungguin kita mau sarapan," ucap Indah.


"Sekarang sudah jam berapa," ucap Rangga masih dalam keadaaan setengah sadar.


"Hmm iya aku bangun, tapi sebelum itu morning kissnya mana," ujar Rangga.


Indah mencium pipi kanan dan kiri Rangga.


"Tuh udah sayang," ucap Indah.


"Ini belum," balas Rangga.


"Kamu belum gosok gigi sayang, nanti aja," jawab Indah.


"Hmm iya, ya sudah aku mau mandi dulu ya," ujar Rangga. Beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


Indah menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh Rangga nanti, semalam Rangga memesan bajunya untuk di bawakan beberapa setel untuknya pakai.


Setelah mandi Rangga mengambil pakaiannya yang berada di atas ranjang, tapi Rangga tidak melihat keberadaan Indah.


"Kemana Indah," gumam Rangga.


Rangga kembali menuju ruang ganti, setelah mengganti pakaiannya. Rangga masih tidak melihat dimana keberadaan Indah.


"Kemana Indah," gumam Rangga.


Rangga duduk di sofa yang berada di kamar, sambil memainkan gawainya menunggu Indah.


Indah masuk ke dalam kamar dan melihat Rangga tengah fokus memainkan hand phone nya.


"Sayang kamu udah selesai mandinya," ucap Indah.


"Sudah sayang," jawab Rangga.

__ADS_1


"Kamu darimana tadi?" tanya Rangga.


"Aku dari bawah, di panggil Ibu sayang," jawab Indah.


"Ayo sekarang kita sarapan, Ibu sama Ayah juga udah nungguin kita di bawah," ujar Indah.


"Ayo," jawab Rangga.


Semuanya sudah berkumpul di ruang makan, Indah dan yang lainnya tengah menikmati sarapan pagi ini.


Setelah sarapan, Indah, Rangga, Tuan Dimas dan Nyonya Lin berkumpul di ruang tamu. Beehubung hari ini adalah hari minggu dan itu juga jadwal kantor dan sekolah libur.


"Ayah, Ibu," panggil Indah.


"Iya sayang kenapa," jawab Ibu Lina.


"Bu, Indah sama Rangga mau izin untuk ke rumahnya Papa Dika," ucap Indah.


"Apa itu tidak terlalu cepat sayang," balas Ibu Lina


"Nggak Bu," jawab Indah.


"Semuanya sudah kalian siapkan?" tanya Ibu Lina.


"Hanya tinggal beberapa pakaian lagi Bu," jawab Indah.


"Baiklah kalau iti sudah keputusan kalian, Ibu sama Ayah hanya bisa menurutinya," jawab Ibu Lina.


"Iya kamu baik-baik di sana ya Nak," ujar Ayah Dimas.


"Iya Ayah, nanti Indah main-main ke sini bolehkan," ujar Indah.


"Boleh sayang, pintu rumah ini selalu terbuka untuk kalian," jawab Ibu Lina.


"Iya Bu," ucap Indah.


"Sayang, kamu di sana harus patuh ya sama suami kamu dan juga mertua kamu," ujar Ibu lina.


"Iya Bu," jawab Indah.


"Ayah," panggil Indah.


"Kenapa Nak," jawab Ayah Dimas.


"Apa besok Indah sudah bisa sekolah," ungkap Indah.


"Memangnya kamu sudah mau sekolah?" tanya Ayah Dimas.


"Iya Ayah, Indah juga sudah rindu sama teman-teman Indah, terutama sama Mawar apa kabar dia sekarang," ujar Indah.


"Apa Indah tidak tahu jika Mawar sudah berada di luar negri," batin Tuan Dimas.


"Kalau kamu sudah siap mau sekolah, besok kamu sudah bisa sekolah sayang," jawab Ayah Dimas.


"Terima kasih Ayah," ucap Indah lalu memeluk Ayahnya.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2