
"Tadi kamu bilang perebut laki orang, maksudnya apa aku gak ngerti," ujar Rangga bingung.
"Maksud aku tadi kan kamu tanya apa pelakor ya aku jawab perebut laki orang, terus kenapa kamu tanya aku yang merebut laki orang," ujar Cika menjelaskan kepada Rangga.
"Oh itu maksudnya, jadi kamu cuma menjelaskan maksud dari pelakor bilang dong dari tadi jadinya aku kan gak bingung" ujar Rangga dengan raut wajah tidak punya salah.
"Ya tadi aku kan ngejelasin yang itu ****, lemot banget otaknya," batin Cika.
"Iya sayang maaf ya," ujar Cika yang mengalah perdebatannya.
"Iya, eh iya kan kamu tadi banyak banget aku liat simpan gambar-gambar baju sama yang lainnya, kita ke Mall yuk sekarang, gak ada penolakan pokoknya kamu harus ikut ya" ujar Rangga kepada Cika.
"Hmm iya tapi nanti sorean aja ya, masih males mau kemana-mana kita di kamae aja ya," ujar Cika.
"Iya sayang," jawab Rangga.
"Sayang," panggil Cika.
"Hm Iya kenapa," jawab Rangga.
"Aku minta maaf ya sama kamu," ujar Cika.
"Minta maaf untuk apa, perasaan kamu gak ada salah apa-apa sama aku," ujar Rangga.
"Iya aku minta maaf soal pagi tadi yang udah ngerjain kamu, jadi kamunya kena omel lagi sama papa dan mama," ujar Cika menundukkan kepalanya.
Ia sangat merasa bersalah karena telah membuat suaminya di omelin sama papa dan mama gara-gara kerjaaan Cika.
"Hmm masalah itu gak usah kamu bahas lagi, orang aku juga gak papa kok jadi kamu jangan merasa bersalah gitu ya," ujar Rangga.
"Tapi tetep aja aku salah, coba aja aku gak gitu sama kamu tadi pagi pastinya kamu gak bakalan di omelin lagi sama papa dan mama," ujar Cika.
"Iya aku gak papa kok sayang, sini angkat kepalanya!" perintah Rangga.
Cika mengangkat kepalanya menghadap kearah Rangga.
"Liat mata aku," ujar Rangga.
Cika melihat bola mata Rangga dan beberapa detik kemudian.
tidak tahu siapa yang memulai terlebih dahulu Cika dan Rangga larut dalam ciuman yang mereka ciptakan.
Cika menikmati serangan mendadak yang di berikan suaminya kepadanya.
Setelah puas, Cika melepaskan pangutan mereka berdua dan mereka menatap satu sama lain, detik berikutnya Cika mendekat ke arah Rangga dan mencium pipi kanan dan pipi kiri Rangga.
Hari telah sore Cika dan Rangga pergi bersiap siap untuk ke mall seperti apa yang Rangga-bilang tadi pagi ia dan Cika ingin
__ADS_1
membeli barang-barang dan pakaian yang Cika ingin kan Cika juga tidak menolaknya dia malah senang jika tanpa di minta Rangga peka akan dirinya.
"Sayang," panggil Rangga.
"Iya sayang," Jawab Cika.
"Udah selesai belum?" tanya Rangga.
"Ini sebentar lagi selesai kok," jawab Cika.
Cika lagi berdandan untuk pergi ke mall ia hanya tinggal memasang anting-anting yang dan setelah itu siap.
Setelah semuanya lengkap Cika berjalan menuju Rangga yang berada duduk di sofa.
"Rangga ayo aku udah siap?" ujar Cika.
Rangga menoleh ke arah Cika ia kagum akan kecantikan yang Cika miliki, begitu natural walau hanya menggunakan make up yang sangat tipis.
"Cantik" ujar Rangga, itulah kata yang terlontar dari mulut Rangga tanpa di sengaja, itu sangat pantas di terima Cika.
Cika tersenyum mendengar pujian yang suaminya berikan padanya, ia begitu sangat senang karena Rangga memujinya.
"Terima kasih," jawab Cika.
"Yaudah jadi pergi deh," ujar Rangga.
"Ihh kok gak jadi aku udah dandan cantik begini malah gak jadi," ujar Cika sebal.
"Iya aku takut nanti kamu di ambil orang, kamu cantik banget sayang pasti di mall nanti banyak yang melirik kamu aku gak rela jika ada pria lain yang melirik kamu," ujar Rangga.
Mendengar alasan Rangga Cika terharu tidak di sangka masih ada laki-laki yang menjaga wanitanya.
"Yaudah Gak papa kalo gak jadi kita belanja online aja ya?" ujar Cika dengan tersenyum menutupi kesedihannya.
"Jangan sedih begitu sayang aku hanya bercanda saja yaudah ayo kita berangkat," ujar Rangga mengajak Cika.
"Bukan kata kamu tadi gak jadi ini kok malah ajak lagi," ujar Cika.
"Ya masa aku ngebiarin istri aku sedih gara-gara gak jadi ke mall, tenang aja sayang siapa pun orangnya apa pun jabatannya sebanyak apa harta yang ia miliki sebanyak apa kekuasaan yang ia kendalikan jika dia berani melirik atau sampai menyentuh kamu aku gak bakaln segan segan buat hancurin dia," ujar Rangga dengan tatapan iblisnya.
Cika takut akan tatapan yang di perlihatkan Rangga.
"Yaudah ayo kalo gitu mah," ujar Cika tersenyum.
Rangga dan Cika turun ke bawah dan Cika menunggu di depan pintu utama, sementara Rangga mengambil mobil yang ada di bagasi.
Rangga berjalan menuju bagasi untuk mengambil mobilnya, hari ini ia akan membawa mobil mercynya ia telah lama tidak membawa mobil yang mercy satunya lagi, itu adalah hadiah dari kakeknya saat dia berusia 17 tahun.
__ADS_1
Rangga telah mengeluarkan mobil di bagasi dan mobil berjalan di depan pintu utama di sana telah ada Cika yang menunggu.
Rangga memberhentikan mobilnya tepat di depan Cika, ia turun dan langsung membukakan pintu mobil untuk Cika.
"Silahkan istriku," ujar Rangga.
"Terima kasih," jawab Cika.
Cika telah duduk di samping kursi kemudi dan Rangga berjalan menuju kursi kemudi.
"Udah siap?" tanya Rangga.
"Iya Udah kok, semuanya udah di pasang, tinggal jalan aja," jawab Cika dengan lengkap ia tahu jika Rangga akan menanyakan dia sudah memasang sabuk pengaman apa belum.
"Hehe Kamu tahu aja aku mau tanya apa malah udah di jawab duluan," jawab Rangga cengengesan.
"Iyalah aku tahu, yang paling sering kamu tanya saat aku ada di mobil adalah sabuk pengaman kamu udah di pasang apa belum," ujar Cika menirukan suara Rangga.
"Ulu uluh makin gemes deh," ujar Rangga.
"Yaudah Ayo kita berangkat sekarang nanti kemalaman nanti kita pulangnya," Ujar Cika.
"Sebentar sayang masih ada satu yang belum," ujar Rangga.
"Ha Apa yang belum?" tanya Cika yang bingung ia tidak mengetahui apa yang belum se tahu dia semuanya sudah.
"Ini yang belum," Rangga menunjuk pipinya kepada Cika.
"Ih tadi kan udah sayang," jawab Cika.
"Tadi sama sekarang beda sayang," jawab Rangga.
Cika tidak mau memperpanjang perdebatannya ia menuruti apa yang Rangga suruh.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.
__ADS_1