
“Hal yang paling tidak mungkin di dunia ini adalah membaca pikiran seseorang. Terkadang kita hanya bisa menerka-nerka apa yang mereka pikirkan, namun belum tentu benar adanya.”
“Hanya dengan menyebutkan kamu pacar aku, kamu bisa masuk begitu saja,” ujar Indah meyakinkan.
“Iya,” jawab Rangga santai.
“Sekarang aku tanya, kamu kesana ada urusan apa?” ujar Rangga.
“Aku hanya menemui teman ku,” jawab Indah sesantai mungkin. Seolah-olah tidak ada hal yang terjadi terhadap Mawar.
“Jadi? Teman kamu ada?” balas Rangga.
“Mamanya bilang lagi jalan-jalan disuatu temlat” ujar Indah dengan tatapan penuh keyakinan.
“Kalung itu!” Rangga sambil menunjuk kalung yang masih setia digenggaman Istrinya.
“Ah kalung ini, bukan apa-apa kok,” jawabnya lalu menyembunyilan kalung tersebut kedalam tas.
“Ya sudah ayo kita pulang,” ajak Rangga yang tidak mau memperpanjang masalah.
“Kamu duluan aja. Aku masih ada hal yang harus urus,” ujar Indah.
“Aku ikut!” tukas Rangga.
“Ngga usah, aku bisa sendiri kok,” jawab Indah menolak.
“Ngga! Pokonya aku tetap ikut,” kekeh Rangga yang ingin ikut kemana istrinya pergi.
“Hmm oke, tapi kamu jangan marah setelah tau tempatnya.” Balas Indah.
“Oke setuju,”.
Kedua pasangan suami istri memasuki mobil mereka masing-masing. Indah melajukan mobilnya dengan kecepatan standart, karena dia tidak mau dilihat oleh suaminya jika berkendara seperti orang kesurupan.
“Wah, kenapa Indah pelan bawa mobilnya,” gumam Rangga tersenyum melihat sang istri yang seketika berubah saat mengendarai mobil.
Butuh waktu dua jam untuk sampai ditempat yang mereka tuju, sebuah hutan pedalaman yang sangat lebat dengan pohon-pohon besar.
Indah dan Rangga membawa mobil masuk kedalam lingkungan yang sudav ada batas pagarnya.
Satu jam menuju villa yang ada didalam perkarangan tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, akhirnya mereka sampai di villa yang sangat besar, bahkan itu lebih besar dari villa yang pernah dibeli oleh keluarga Rangga.
Rangga kaget jika Indah mempunyai tempat seperti ini.
“Ayo masuk sayang,”ajak Indah. Rangga hanya mengikuti kemana istrinya pergi. Bahkan dirinya sama sekali tidak tahun tentang ini semua.
Indah mengajak Rangga menuju ruang bawah tanah, disana terdapat ruangan yang terhubung keseluruh jaringan sesama perusahaan. Dan ada ruangan khusus tempat senjata yang digunakan.
“Uwoahhh, tempat apa ini?” tanya Rangga yang kebingungan.
“Ayo sini duduk!” ujar Indah. Rangga hanya mengikuti arahan istrinya, ia sama sekali tidak tahu apa yang akan istrinya lakukan.
Indah mendekat kearah komputer, dan langsung melacak keberadaan seseorang yang menyekapnya tadi.
Rangga kagum dengan kelihaian sang istri memainkan alat yang ada didepannya. Dari jauh ia hanya memperhatikan apa yang Indah lakukan.
“Ah ketemu,” Indah berhasil melacak keberadaan mereka, dan benar ternyata Mawar yang dibunuh oleh Papanya sendiri.
“Dasarr orang tua tidak tau diri!” tukas Indah melampiaskan kemarahannya.
“Sayang kamu bisa menembak?” tanya Indah yang memilih beberapa senapan yang akan dia pakai.
“Mari kita berburu,” jawab Rangga yang baru mengetahui keahlian istrinya.
Tanpa menjawab Indah dan Rangga langsung berjalan menuju belakang villa, disana sudah ada penjaga yang bertugas membantu saat Indah ingin melampiaskan kemarahannya.
Lagi dan lagi, Rangga dibuat kagum dengan keahlian menembak Indah, bahkan dengan jarak yang jauh. Kelihaian memainkan senapan sangatlah bagus.
Sasaran yang ditujukan sangat tepat, walau dengan 0,1 mm kemungkinan gagal.
__ADS_1
Terdengar suara tepuk tangan dari sang suami, Rangga kali ini sangat kagum dengan keahlian istrinya yang bahkan dirinya tidak tahu.
“Ada apa?” tanya Indah ambigu.
“Sejak kapan kamu lihai memainkan benda ini, aku bahkam kalah jauh,” ujar Rangga.
“Ah, hehe. Sudah lama aku berlatih demgan alat-alat yang dibelikan oleh Ayah,” jawab Indah yang otomatis malu dengan pujian yang diberikan sang suami.
“Lalu? Apa rencana kamu?”tanya Rangga penasaran.
“Apa kamu mau membantuku, menjalankan rencana ini?” tanya Indah dengan serius.
Rangga yang sebelumnya memiliki rencana sendiri, untuk membunuh orang yang menyekap istrinya. Namun tanpa diduga, sang istri bahkan jauh lebih dari apa yang dirinya pikirkan.
“Oke. Aku akan membantu sayang,” jawab Rangga lalu merangkul pinggang ramping istrinya.
“Kita kembali keruangan tadi,” jawab Indah bersemangat.
Kali ini, Indah tidak akan membiarkan orang mengagalkan rencananya. Karwna sebelumnya, rencana yang pernah Indah susun gagal, karena orang tuanya yang sangat takut dengan keselamatan Indah.
Sesampainya disana, Indah menjelaskan secara detail dan rinci apa saja rencana yang ia buat. Dari mulai plain A, plain B, sampai titik puncaknya, ia jelaskan secara mendetail.
“Owoahh sayang kamu mafia?” tiba-tiba pertanyaan yang terlintas dibenak Rangga.
Bagaimana bisa seorang Indah yang dikenal lembut diluar, bisa menyusun rencana seperti ini. Dan mengetahui setiap gerak gerik dari musuh.
“Hoh, aku manusialah,”jawab Indah santai sambil duduk disofa.
“Yah apakah kamu menggodaku,” ujar Rangga yang melihat posisi duduk istrinya yang bahkan disengaja menurutnya.
“Tidak, hoh ah,” Indah gelagapan dengan tatapan yang diberikan Rangga. Ia faham betul jika tatapan itu sudah dikeluarkan oleh Rangga.
“Aku capek, ayo kita pulang,” ajak Indah yang menunduk malu atas tindakan yang tidal ia sengaja.
“Sabar Rangga, masih 1 tahun lagi sabar,” gumam Rangga mengelus dadanya.
Mereka berdua pulang kerumah, tanpa mereka sadari hari sudah sangat malam. Namun jika Rangga dan Indah menginap divilla tersebut, tidak ada persediaan makanan ataupun pakaian yang akan mereka gunakan.
Keluarga Mafia Efos. Keluarga ini dikenal sangat kejam dalam menyusun rencana dan membantai musuh. Mereka tidak pandang bulu siapapun musuh mereka.
Asalkan dengan bayaran yang sangat besar, rencana yang mereka susun akan berjalan dengan lancar.
“Duarr..., duarrr..., duar...,” suara tembakan melesat kelangit. Tanda perjanjian telah sepakat.
Keluarga Mafia Efos bersedia membantu Papa Mawar untuk melancarakan rencanya. Hanya kalangan mafia yang mengetahui maksud dari tembakan tersebut.
Setelah menyusun rencana yang didengarkam oleh kedua belah pihak, mereka setuju dan akan mulai melancarkan aksi satu demi persatu.
Sesampainya dirumah, Indah dan Rangga memarkirkan mobil masing-masing. Tanpa mereka sadari orang tua Rangga dan Indah telah menunggu mereka dirumah.
Karena akan ada acara keluarga, jadi seluruh keluarga harus berkumpul. Baru saja memasuki pintu depan, mereka berdua langsung dituding dengan pistol yang siap menembak kepala mereka.
“Darimana saja kalian,”ujar Papa yang masih setia dengan pistol dikepala mereka.
“Hoho Pa, Pa santai dulu Pa. Kita jelasin dulu,”ujar Rangga sambil mengangkat tangannya.
“Iya Pa, kita bisa jelasin.” Timpal Indah yang juga ketakutan dengan aksi mertuanya.
Papa Rangga melepskan pistolnya dan langsung menjewer telinga mereka.
“Ah ah aduh sakit Pa,”
“Ah ah ah pa Aduh,”
Sini duduk, sekarang jelaskan darimana saja kalian. Terutama kamu Rangga.
“Kita dari jalan-jalan Pa, beneran kok ngga lebih, Cuma kemalaman aja pas mau pulang,” jawab Indah yang merasa gugup jika sudah didepan mertuanya.
“Kamu tau kan Indah, besok kamu ujian kenaikan. Tadi wali kelas kamu telelon Papa, katanya Hp kamu ngga aktif.” Timpal Papa Rangga.
__ADS_1
Dengan spontan Indah langsung mengecek Hp nya, yang ternyata lowbet.
“Hehe, Hp Indah habis batre Pa,” jawab Indah cengengesan.
“Oke, sekarang kamu naik, bersih-bersih. Langsung tidur!”perintahnya.
“Iya Pa,” jawab Indah patuh dan langsung pergi menuju kamar.
Rangga diam-diam mengikuti istrinya.
“Rangga,” panggil Papa dengan suara dingin.
Rangga merinding jika suara itu keluar. Rangga kembali ketempat duduk dia semula.
“Ikut keruang kerja Papa,” ujarnya.
Di dalam ruang kerja, Rangga duduk didepan Papanya. Kali ini akan ada pembicaraan serius antar keduanya.
“Rangga ada yang ingin kamu jelaskan ke Papa,” ujarnya.
Papa Rangga telah mengetahui hal yang terjadi yang menimpa menantunya, ada mata-mata yang selalu siap membwri informasi kepadanya saat ada hal yang mencurigakan terjadi.
“Maksud Papa, kenapa Rangga udah pulang?” tanya Rangga balik.
“Termasuk itu, Papa ingin tau semua yang kalian berdua alami,” ujarnya dengan tegas.
“Rangga pulang karena ada hal yang mendadak Pa. Makanya Rangga harus pulang hari ini,”ujar Rangga yang masih belum mengerti situasi.
“Hal mendadak apa yang sampai membuat kamu tidak bisa mengundur untuk pulang?” tanyanya lagi.
“Jangan bilang Papa tahu masalah Indah disekap hari ini?” batinnya bertanya
“Iya ada hal yang penting Pa,” jawab Rangga masih menutupi.
“Papa dengar menantu Papa disekap hari ini? Apa itu benar?” tanya Papa Rangga. Yang langsung mengarah keinti permasalahan.
“Hoh,”
“Papa tau dari mana?” kaget Rangga yang tidak menyangka jika hal tersebut diketahui oleh Papanya.
“Dugaan Papa benar, jadi bagaimana dia bisa bebas?” tanya Papa lagi. Ia sangat ingin tahu bagaimana menantunya bisa lepas dari orang sejahat itu.
“Rangga mengirim helikopter kesana Pa, karena cuma itu satu-satunya jalan yang ada,” jawab Rangga dengan tegas.
Karena untuk menggunakan helikopter pribadi, harus izin terlebih dahulu dari Papa Rangga. Fasilitas helikopter sangat diengkapi dengan alat-alat untuk perang.
“Kamu tahu siapa yang menyekap istri kamu?” pertanyaan yang terus muncul dari Papa.
“Iya Pa, Rangga tau dia siapa. Tapi Rangga yakin kita bisa melawan mereka.” Jawab Rangga sangat yakin.
“Bagaimana kamu tau jika rencana kalian akan berhasil,” timpalnya.
Papa Rangga tidak mengetahui jika, Indah mempunyai Villa yang ada di hutan. Ia bahkan telah mencari tahu semua asal usulnya secara detail, namun masih ada banyak hal yang belum ia ketahui.
“Rangga yakin 100% akan berhasil Pa. Papa tenang saja,” jawabnya sekali lagi.
“Oke. Sekarang Papa tanya. Kamu tahu dengan keluarga Mafia Efos?”.
“Maksud Papa keluarga yang sering membantu orang dengan bayaran yang tinggi?” tanya Rangga balik.
“Iya, Mafia yang sangat ditakuti menurut sejarahnya.
Mereka akan membantu dengan sekuat tenaga, jika bayaran yang mereka terima sangat tinggi.” jawabnya.
Papa Rangga takut dengan keberadaan Anak dan Menantunya itu. Ia tahu jika sudah meminta bantuan dari Keluarga Efos, akan sangat sulit lepas dari genggaman mereka.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
__ADS_1
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.