
Cowo " Aku sengaja menyiapkan makan malam sesepesial ini dan aku ingin menutupnya dengan sesuatu yang manis,"
Satu yang ku tau
Ku ingin melamar mu
Cowo " hidangan penutup itu selalu di buat manis, karena yang manis itu selalu membuat kita tersenyum,"
Reff
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak anak ku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang ku tau
Ku ingin melamar mu
Ohh satu yang ku mau
Ku ingin melamarmu
Uuu .....
Setelah mendengar lagu tersebut, Cika baper jika saja dia bisa mengingat di saat Rangga melamarnya apakah seromantis yang ada di lagu tadi atau biasa aja.
Lain halnya dengan Rangga dia mempunyai inisiatif untuk membuat kejutan terhadap cika di saat aniv mereka yang ke satu tahun nanti.
Setelah cukup lama menempuh perjalanan, Cika dan Rangga sampai di sebuah butiq besar, dan di sana banyak sekali terpajang pakaian brended dan pastinya harga mahal mahal.
Rangga memarkirkan mobilnya, dan langsung turun memmbukakan pintu mobil untuk Cika.
"Silahkan," ujar Rangga.
"Terima kasih," jawab Cika tersenyum.
Rangga dan Cika memasuki butiq tersebut dan telah di sambut oleh pegawai di sana.
"Selamat datang, selamat memilih," ujar Pegawai butiq.
Cika dan Rangga pergi menemui kasir dan ingin bertanya apakah pesanan dari keluarga Luis telah siap.
"Permisi Mbak, apakah pesanan untuk pakaian pengantin dari keluarga Luis telah siap?" tanya Rangga.
"Oh ini Tuan muda Rangga?" tanya Mbak kasir.
"Iya saya sendiri," jawab Rangga.
"Oh ini Tuan pesanannya sudah di bungkus, dan sudah di bayar silahkam tanda tangan di sinin" ujar Mbak kasirnya.
Rangga pun menanndatangani kertas bayaran sebagai tanda terima barang.
__ADS_1
Setelah menandatangani, Rangga membawa pakaian pengantinya dan Cika menuju mobil, mereka telah selesai mengambil pakaiannya. Sekarang tujuan mereka ke restoran untuk membeli pesanan mama Vania.
"Cika kita ke resto dulu ya, Mama tadikan nitip makanan sama kita," ujar Rangga.
"Oh iya, ayo berangkat sekarang," ujar Cika.
"Ayo, silahkan Cika sayang," ujar Rangga seperti tadi membukakan pintu mobil untuk Cika.
"Terima kasih sayang," jawab Cika tersenyum.
Rangga berjalan menuju kursi kemudi, dan langsung menajalankan mobilnya menuju restoran.
Sesampainya di restoran, Cika dan Rangga langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran tersebut, mereka duduk di kursi dekat dengan kasir supaya tidak jauh untuk membayar pesanan mereka nanti.
"Cika tunggu di sini dulu ya, aku mau ke toilet sebentar," ujar Rangga.
"Oh iya, pesanan Mama gimana, kamu apa aku yang pesannya?" tanya Cika.
"Kamu aja yang pesan," jawab Rangga.
"Oh iya, yaudah sana ke wc nanti keburu keluar lagi," ujar Cika.
"Hehe iya, yaudah tunggu ya sayang," jawab Rangga.
"Iya," jawab Cika.
Rangga berjalan menuju toilet, Cika langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan yang Mama minta.
"Pelayan," panggil Cika.
"Iya Nona, mau pesan apa?" tanya Pelayan.
"Hm baiklah Nona," jawab Pelayan.
"Iya Mbak, semuanya di bungkus aja ya," ujar Cika.
"Oke baiklah Nona, silahkan di tunggu sebentar, apa Nona mau memesan minuman selagi menunggu?" tanya Pelayan.
"Hmm orange juice 2 Mbak," ujar Cika.
"Baiklah Nona," jawab Pelayan.
Setelah memesan makanan yang di minta Mama. Cika memesan minuman ia dan Rangga, selagi menunggu. Cika memainkan benda pipih yang ia bawa kemana-mana, ia berselancar ria di dunia maya.
Dan dia tidak sengaja melihat berita, bahwa anak putri dari keluarga Alexa hilang dan belum menerima laporan jika ia di temukan.
Melihat itu, Cika merasa tidak asing dengan marga itu dan ia merasa kepalanya pusing.
Tepat pula dengan kedatangan Rangga, rangga langsung menghampiri Cika yang pusing.
"Kamu kenapa sayang hmm?" tanya Rangga panik.
"Aku gak papa kok, cuma sedikit pusing aja," ujar Cika.
"Yakin, apa perlu kita ke dokter," ajak Rangga.
"Gak perlu kok, aku juga gak papa, cuma pusing sedikit aja," ujar Cika.
__ADS_1
"Bener ya kamu gak papa, kalo masih sakit nanti kita ke rumah sakit ya," ujar Rangga.
"Iya," jawab Cika.
Cika merasa heran dengan dirinya, ada apa sebenarnya dengan marga Alexa kenapa tidak begitu asing banginya.
"Oh iya kamu udah pesan makanannya?" tanya Rangga.
"Iya udah kok," jawab Cika.
Setibanya pelayan di meja Rangga dan Cika
"Selamat menikmati Nona, Tuan saya permisi," ujar Pelayan ramah.
"Iya Mbak, terima kasih," ujar Cika.
"Kamu pesen minuman juga?" tanya Rangga.
"Heheh iya, gak papa kan sekalian nunggu pesanan, dari pada cuma main hp aja kan gak asik," ujar Cika.
"Hmm bener juga kata kamu," jawab Rangga.
"Oh iya besok hari pernikahan kita, apa kamu tidak mau mengucapkan sesuatu ke aku gitu," ujar Cika.
"Maksudnya ucapan apa?" tanya Rangga bingung.
"Nggak ada lupakan, aku hanya iseng aja," ujar Cika.
Setelah cukup lama menunggu pesanan, Cika dan Rangga telah selesai dan mereka langsung menuju meja kasir untuk membayarnya.
Setelah melakukan pembayaran semua bill yang mereka pesan, Rangga dan Cika menuju parkiran mobil, dan mereka langsung pulang ke kediaman Luis.
Malam pun tiba, Cika dan Rangga tengah berada di kamar masing-masing.
Setelah memberikan pesanan tadi, mereka langsung memakannya.
Sekarang telah menunjukkan pukul 11 malam waktunya untuk tidur, tapi lain halnya dengan Cika dia masih kepikiran tentang anak dari keluarga Alexa yang menghilang dan belum bisa di temukan, ia merasa ada yang ganjal dengan nama tersebut.
"Ada apa dengan aku? "
"Kenapa aku begitu memikirkan nama marga Alexa,"
Begitulah tanda tanya yang Cika tanyakan dalam hatinya.
"Hmm mungkin hanya perasaan saja, bagaimana bisa aku anak dari keluarga Alexa, sedangakan keluarga Alexa tidak jauh beda dengan keluarga Luis kekayaannya, hanya saja keluarga Alexa lebih banyak memiliki aset perusahaan di berbagai negara yang maju dan berkembang," batin Cika.
Cika tidak mau memikirkan apa yang ada di pikirannya, dia diam dan menit berikutnya dia teringat jika besok adalah hari pernikahannya dan besok ia akan mengubah statusnya menjadi seorang istri dari tuan muda Rangga, ia harap pernikahan yang akan ia jalani ini akan menjadi pernikahan yang sakinah mawaddah warohma dan dalam lindunganmu ya Allah. "Besok aku akan melepas masa lajangku dan aku akan menjadi istri yang baik insya Allah" batin Cika memikirkan harapannya nanti.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.