Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 56


__ADS_3

Setelah sampai di dalam ruangan yang telah di siapkan untuk Cika melakukan perawatan, di sana sudah terdapat beberapa pegawai wanita yang akan membantu Cika dalam melakukan perawatan, tentu saja para pegawai tersebut sudah sangat berpengalaman dan telah banyak klien yang mereka tangani dalam melayani setiap orang yang melakukan perawatan.


Cika masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh pegawai di dalam sana.


"Selamat siang Nona, mari ikut saya," ujar Pegawai.


"Baik Mbak," jawab Cika.


Cika mengikuti mMbak yang mengajaknya bername tag Jira, Cika sampai di tempat yang mungkin ia akan tiduran di sana, karena apa? di sana ada matras yang di buat khusus untuk melakukan pijatan.


"Silahkan Nona untuk tiduran di sini," ujar Mbak Nira.


"Iya Mbak," jawab Cika.


Cika langsung merebahkan tubuhnya tenglungkup dan di sana, kimono yang ia pakai langsung di lepas.


"Eh eh mbak kenapa di lepas?" tanya Cika.


"Jangan khawatir Nona, Nona akan di pijat supaya kulit Nona licin, mulus dan tidak mudah keriput," jelas Mbak Jira.


"Tapi aku malu Mbak," ujar Cika malu, Dia hanya menggunakan CD dan bra nya Yang Masih menyangkut di tubuh nya.


"Tidak apa-apa Nona, di sini hanya ada kita dan tidak ada laki-laki di sini, anda jangan khawatir, tetap rileks supaya pemijatannya berjalan lancar," jelas Mbak Jira.


"Iya Mbak," jawab Cika.


Selama proses perawatan dari mulai membersihkan bagian luar sampai bagian dalam, Cika menikmati itu semua, setelah melalukan perawatan Cika pergi ke ruangan ganti baju, untuk mengganti bajunya. Setelah di pijat tadi, Cika merasa badannya lebih enakan dan nyaman, setelah cCika mengganti pakaiann ia berjalan menuju ruangan tante Fahira untuk menjenguk mama Vania.


Sesampainya di depan ruangan tersebut cika mengetuk pintu.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


"Assalamualaikum," ujar Cika.


Mendengar ada yang mengetuk pintu dan mengucap salam, ibu Fahira berjalan menghampiri pintu.


"Sebentar ya Jeng, sepertinya ada orang di depan," ujar Jeng Fahira.


"Iya Jeng gak papa," jawab Jeng Vania.


Ibu Fahira bangkit dari tempat duduknya dan langsung menuju pintu.


"Iya, waalaikumusalam sebentar," jawab i


Ibu Fahira.


Setelah membukakan pintu ternyata Cika yang datang.


"Eh kamu, sini masuk!" ajak Tante Fahira


"Iya Tante." jawab Cika

__ADS_1


Cika mengikuti tante Fahira dari belakang, dan mereka duduk di sofa yang telah di sediakan.


"Eh kamu sayang, udah selesai?" tanya Mama Vania.


"Iya Ma udah," jawab Cika.


"Yaudah yuk kita ke kasir, sekalian pulang," ujar Mama Vania.


"Udah mau pulang aja Jeng?" tanya tante Fahira.


"Iya Jeng, soalnya Cika mau ngambil baju pengantinnya besok," ujar jeng Vania.


"Hmm iya, undangannya kok kami gak terima ya jeng?" tanya jeng Fahira lagi.


"Nanti undanganya waktu resepsi aja, sekarang masih akad nikah jadi cuma keluarga besar aja yang di undang," jelas jeng Vania.


"Ohh iya , semoga lancar pernikahannya besok, dan langgeng sampai maut memisahkan, jangan lupa cepat-cepat bikin momongan biar keluarga Luis tambah ramai," ujar jeng fahira sambil menggoda Cika.


Mendengar kata momongan, Cika malu dan langsung menundukkan kepalanya, pastinya pipi Cika telah merah seperti udang rebus.


"Siap Jeng bisa di aturi," ujar Vania tertawa.


"Kalau gitu kita ke kasir dulu ya, kami pamit pulang," ujar jeng Vania.


"Iya Jewng, hati-hati di jalan dan jangan lupa kalau mau perawatan lagi ke sini aja ya kami siap melayani," ujar jeng Fahira.


"Iya Neng, kami permisi. Assalamualaikum." ujar jeng Vania.


"Iya, waalaikumusalam wr.wb," jawab jeng Fahira.


"Iya Ma," jawab Cika.


Cika mengikuti mama Vania menuju meja kasir, sesampainya di sana.


"Permisi Mbak, saya mau bayar atas nama Cika Felisa," ujar mama Vania.


"Sebentar Nona saya periksa terlebih dahulu," jawab Mbak kasir.


Mbak kasirnya memeriksa bayaran atas nama Cika Felisa dan tidak lama ketemu total pembayarannnya.


"Atas nama nona Cika Felisa berjumlah Rp.500.000.000,00 Nyonya," ujar Mbak kasir.


"Oh baiklah, ini Mbak pake debit bisa kan?" tanya nyonya Vania.


"Iya Nyonya bisa," jawab mbak kasir.


Nyonya Vania membayar dengan menggunakan kartu gold card, kalian pasti taulah kartu gold card atau black card adalah kartu kredit dan debit tanpa batas, dan yang mempunyainya pasti dari kalangan orang atas dan tidak semua orang punya kartu tersebut.


"Silahkan Nya masukkan pasword anda," ujar Mbak kasir.


"Oh baiklah," jawab nyonya Vania.


Ibu Vania memasukkan paswordnya dan setelah selesai, mbak kasir memberikan lagi kartu debit kepada ibu Vania.


"Terima kasih, selamat datang kembali," ujar Mbak kasir ramah.

__ADS_1


Setelah melakukan pembayaran, Cika dan mama Vania keluar dari salon.


"Ayo sayang kita pulang, sebentar lagi kamu sama Rangga kan mau ke butiq buat ambil baju pengantin kalian," ujar mama Vania.


"Iya Ma," jawab Cika.


Cika dari tadi masih memikirkan omongan tante Fahira tentang masalah momongan, dia tidak membayangkan jika nanti ia akan melakukan hubungan suami istri.


Cika dan mama Vania memasuki mobil yang ia bawa tadi, ternyata supirnya menunggu selama Cika perawatan, setelah memasuki mobil mereka langsung pulang ke rumah.


Setelah sampai di depan rumah, Cika dan mama Vania keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum Pa, Rangga," ujar mama Vania.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Rangga.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab papa Dika.


"Udah selesai Ma?" tanya papa Dika.


"Iya udah Pa," jawab mama Vania.


"Gimana Cika setelah melakukan perawatan?" tanya mama Vania.


"Lebih nyaman aja mMa, terus badan berasa gak berat," ujar Cika.


"Baguslah berarti terbukti kalo salon di sana tidak abal-abal" ujar mama Vania.


"Eh Rangga udah sana ajak Cika ke butiq langganan kita, sekalian kalian mampir ke resto yang biasa kita makan, beliin Mama ayam geprek yang biasa Mama pesen ya, dan setelah dari sana langsung pulang jangan ke mana mana lagi," jelas mama Vania panjang kali lebar😂.


"Iya Mama siap, Rangga akan dengerin apa yang Mama peringatkan," ujar Rangga.


"Bagus itu baru anak Mama" ujar Mama Vania mengangkat kedua jempolnya.


"Jadi selama ini aku bukan anak Mama dong," ujar Rangga.


"Ya anak Mama sama Papa lah, Mama sama Papa yang buat kamu, kalo gak ada Mama sama Papa mana mungkin ada kamu," ujar mama Vania dengan kata-kata vulgar.


Mendengar ucapan mama Vania Cika kaget, dia tidak menyangka jika calon mertuanya begitu bar-bar menjelaskan privasi kepada kita semua.


Begitu juga dengan tuan Dika dia tercengang dengan apa yang di bilang istrinya, "Ternyata istri aku ini bar-bar juga masalah ranjang," batin tuan Dika.


Lain hal nya dengan Rangga, dia senang jika mamanya memberi tahu hal seperti itu, "Bisa nanti dia pelajari untuk malam pertamanya nanti bersama Cika," batin Rangga senyum-senyum sendiri.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2