
Selama ini identitas Indah, sengaja di tutup dan tidak di publikasikan, dan Indah adalah pewaris tunggal dari keluarga ALEXA"Ucap Dimas.
Semua orang terkejut dengan pengakuan presdir tersebut, dan mereka mengutuk dirinya karena dulu telah mengejek dan membully Indah.
Setelah melakukan pengumuman itu semua siswa di bubarkan dan di suruh untuk masuk kelasnya masing-masing, karena waktu jam pelajaran telah di mulai.
Indah berjalan menghampiri Mawar.
"Yuk kekelas," ajak Indah.
"Indah kamu hutang penjelasan ke aku," kata Mawar
"Iya, masih ingat kok" jawab Indah.
Mereka berdua berjalan menuju kelas dan semua orang telah berubah, mereka tidak ada lagi yang menggangu Indah ataupun mengejeknya setelah tau siapa dia sebenarnya.
Dulu sebelum tau, jika Indah anak dari seorang pengusaha, pasti di sepanjang jalan ada aja yang mengejeknya.
Sesampainya di dalam kelas, semua orang enggan untuk melihat Indah, karena mereka merasa beralah telah mengejek Indah waktu masih cupu dulu.
Mereka malu pada diri mereka sendiri, yang telah merendahkan Indah padahal jika dibandingkan mereka tidak ada apa-apanya.
Indah dan Mawar telah duduk di bangkunya masing masing, Devin juga telah masuk dan duduk di samping Indah.
"Ndah," panggil Devin.
"Iya, kenapa Vin" jawab Indah dengan senyum manisnya.
Seketika Devin merasa tidak asing dengan senyuman itu, ia pernah sekali bahkan sering melihatnya.
"Senyum itu, mengapa tidak asing bagiku, senyuman itu hanya dimiliki oleh orang yang aku cintai dari kecil hingga saat ini aku masih mencintainya" batin devin.
"Vin, Devin," panggil Indah sambil melambaikan tangan.
"Eh iya, iya kenapa," jawab Devin gelagapan.
"Ih kan kamu tadi yang panggil aku," jawab Indah cemberut.
"Oh Iya Gak papa kok, cuma panggil aja tadi heheh," jawab Devin cengengesan.
Tidak terasa waktu pulang telah tiba, semua siswa menyambutnya dengan senang.
Indah dan Mawar berjalan berdampingan bersama menuju keparkiran.
"Ndah gua pulang dulu ya bokap gua telepon terus dari tadi," kata Mawar.
"Oke siap hati-hati Neng di jalan," jawab Indah.
"Siap Mbak," jawab Mawar sambil memberi hormat.
Indah memasuki mobilnya dan melajukan keluar dari parkiran sekolah.
Indah telah sampai di rumahnya dan sekarang telah berada dikamar dia. mengemudi dengan kecepatan yang tinggi, karena parutnya merasa sakit.
__ADS_1
Indah langsung berlari memasuki wc.
Malam hari pun tiba, saatnya makan malam, semua anggota keluarga telah berkumpul di meja makan untuk untuk makan malam bersama.
Hanya ada suara dentingan sendok yang beradu, dengan piring keheningan disaat makan adalah tradisi dari mereka.
Setelah makan mereka semua berkumpul diruang keluarga.
"Indah sayang," panggil Ayah.
"Ya kenapa Ayah," jawab Indah.
"Ada yang mau Ayah bicarain sama kamu," kata Dimas.
"Bicara aja Yah, gak papa kok," jawab Indah sopan.
"Jadi Gini, (dimas menarik nafas dalam dan menghembuskannya keluar dengan perlahan). Ayah telah menjodohkan kamu dengan anaknya temen Ayah, dan kalian akan menikah setelah kenaikan kelas sepuluh," kata Dimas dengan tegas.
"Bagai di sambar petir di siang bolong hati Indah sedih, Kenapa?, kenapa harus di jodohkan dan lagi pula aku masih sekolah Ayah," batin Indah bersorak tidak terima dengan perjodohan ini.
"Indah permisi ke kamar Yah" jawab Indah yang tidak tahan dengan air mata yang telah ia bendung.
Indah mengunci kamarnya dan menangis di balik pintu kamar.
"Mengapa Tuhan harus begini nasib aku, baru saja aku mendapatkan kebahagiaan, tapi mengapa sekarang sudah terpuruk lagi," batin Indah sedih.
Tanpa terasa Indah tertidur di lantai sambik menangis.
Kesesokan harinya, Indah telah bangun dan dia tidak menuju ke meja makan ia langsung berangkat ke sekolah, ia menghindari untuk berbicara dengan kedua orang tuanya.
Sesampainya di sekolah Indah tidak langsung menuju kelas, ia pergi ke rootof, ia ingin menenangkan pikirannya.
Kata kata perjodohan masih mengiang-ngiang, "Apa aku harus menerimanya? tapi aku tidak menyukai dia.
Tapi jika aku menolaknya sama saja aku mempermalukan Ayah dan Ibu, mereka telah sayang dengan aku, apa aku harus mengikuti kemauan mereka dan menurunkan ego ku,"batin indah sedih.
Aaaaaaaaaa ..........,
Aaa ..........,
Mengapa hidup ini tidak adil bagi ku .......,
Indah teriak sekencang-kencangnya dia sudah tidak tahan dengan sesak didadanya.
Indah turun ke bawah dan menuju kelasnya sebelum itu dia sudah dari wc untuk membersihkan wajahnya dari air mata.
"Indah," panggil Mawar.
"eh iya, kenapa Mawar" jawab Indah.
"kamu kenapa?" tanya Mawar khawatir.
"Aku nggak papa kok,"jawab Indah tersenyum.
__ADS_1
"kamu gak bohongkan Ndah?" tanya Mawar meyakinkan.
"Iya bener, aku nggak papa," jawab Indah.
"Tadi kamu kemana? aku cari," kata Mawar.
"Oh tadi, ada keperluan di ruang guru," jawab Indah.
"Oh iya, yaudah yuk masuk bentar lagi jam pelajaran mau dimulai," ajak Mawar.
"Yaudah kuylah," jawab Indah semangat.
Indah dan Mawar berjalan memuju kelasnya dan siap mengikuti pelajaran.
Liona? jangan di tanya lagi, dia sudah lama pindah sekolahnya dan tidak mau lagi dia berurusan dengan Indah, sudah cukup pembulyan dia selama ini terhadap Indah.
Di kelas Indah tidak fokus belajar, dia masih memikirkan tentang perjodohannya dengan orang yang tidak iya kenal, bagaimna ini? aku harus menerimana atau menolaknya" pikir Indah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Tiba waktunya pulang sekolah, Indah keluar dari kelas dengan tergesa-gesa dia ingin menenangkan dirinya ke tempat yang biasa ia kunjungi, dia ingin mencari ketenangan dan mencari solusi menerim atau menolaknya.
"Indah," panggil Mawar sambil berlari menyusul Indah.
"Ndah," panggil Mawar lagi.
"Ndahh!" teriak Mawar memanggil Indah.
Sebenarnya Indah mendengarnya, tapi saat ini dia lagi tidak mau di ganggu.
"Maaf mawar aku lagi ingin sendiri, belum waktunya kamu tau permasalahan ku, maafkan aku" batin indah.
Indah langsung menancapkan gas dengan kecepatan tinggi, dia menangis di dalam mobil, sedari tadi dia menahan sesak di dadanya.
"Mengapa? Tidak adil bagiku Tuhan" teriak indah dalam diam.
Hmm baiklah akan aku terima perjodohan ini, inilah caraku berterima kasih kepada orang tuaku karena telah membesarkanku.
"Indah tidak jadi untuk ketempat yang ia tuju, Indah langsung pulang kerumah dan dia akan menerima perjodohan ini, walau terpaksa" batin indah.
Sesampainya di rumah Indah masuk dan berlari menaiki tangga, tetapi Indah di panggil oleh Ibunya.
"Indah sayang," panggil Ibu Indah.
"Iya bu kenapa," jawab Indah tertunduk.
"Kenapa pagi tadi nggak ikut sarapan sayang?" tanya Ibu.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
__ADS_1
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.