
"Biarin nanti kalo udah nikah, ma tiap saat Kakak bakalan cium Indah," kata Kak Veli menggoda Indah.
"Ha, nggak-nggak masa iya tiap saat, sih kak," Kata Indah bergidik ngeri.
"Apa iya, kalo udah nikah harus cium tiap saat, bisa bisa gak berbentuk lagi bibir aku," batin Indah takut.
Setelah perbincangan singkat, antara Indah dak Kak Veli, mereka berdua masuk ke dalam, dan ternyata keluarga Kak Veli pamit izin pulang karena hari sudah larut malam juga.
"Terima kasih atas jamuannya, Tuan Dimas, selamat bertemu di hari bahagia nanti, dan senang bisa menjadi besan anda Tuan," ucap Tuan Kenz.
"Sama-sama, saya akan tunggu hari itu tiba," jawab Tuan Dimas.
"Kami pamit pulang, ayo Vel," ajak Tuan Kenz.
"Om, Tante saya pulang dulu, dan besok saya akan menjemput Indah untuk bareng ke sekolahnya," Ucap Kak Veli sopan.
"Oh Iya, silahkan Nak," Jawab Ibu Lina.
"Iya Bu permisi," kata Veli.
Keluarga Tuan Kenz dan Veli, pulang kerumahnya. Dan sekarang tinggal Indah.
Indah dan kedua orang tuanya masuk kedalam, dan mereka beristirahat di kamar masing-masing.
"Baiklah Indah, kau sudah tau siapa yang akan menjadi suamimu nanti, belajarlah untuk mencintai dia dari sekarang," tekad Indah.
Pagi menjelang, seperti biasanya Indah turun ke bawah untuk sarapan, tapi pagi ini ada yang berbeda, karena mereka makan di tambah satu anggota lagi, biasanya hanya ada Ayah, Ibu, Indah dan Yudha, sekarang bertambah adanya Kak Veli.
Yaps dia Kak Veli, yang sudah pagi-pagi buta, datang ke rumah Indah hanya untuk menjemput Indah.
"Pagi Yah, Bu," sapa Indah.
"Pagi sayang," jawab Ayah dan Ibu serentak.
"Yudha kemana Bu?" tanya Indah.
"Yudha, tadi izin ke toilet," kata Ibu.
Indah belum menyadari, akan adanya Kak Veli. Dia masih sibuk dengan hand ponenya.
"Indah sayang," panggil Ibu.
"Iya Bu kenapa," jawab Indah.
"Calon suami kamu, nggak di sapa nih?" tanya Ibu.
"Ha siapa Bu?" tanya Indah bingung.
"Tuh." kata Ibu sambil menunjuk Kak Veli.
Indah pun mengikuti arah tunjuk Ibunya, dan dia baru sadar, jika ada Kak Veli sudah duduk di kursi sampingnya.
"Kak Veli," kata Indah terkejut.
"Hehe iya Ndah," jawab Kak Veli cengengesan.
"Kakak dari kapan duduk di sini?" tanya Indah.
"Dari sebelum, kamu turun dari atas," jawab Kak Veli.
"Berarti udah lama juga," kata Indah.
"Iya bisa di bilang begitu," jawab Kak Veli santai.
"Udah mari makan, tuh Yudha udah ada," kata Ibu.
__ADS_1
"Pagi Kak Indah," sapa Yudha.
"Pagi juga Yud," jawab Indah.
"Pagi calon kakak Ipar," sapa Yudha.
"Pagi juga," jawab Kak Veli tersenyum.
Mereka makan bersama, tidak ada yang berbicara dan disiplin dalam makan
itulah peraturannya.
Setelah sarapan Indah, Yudha, dan Kak Veli pamit izin untuk pergi ke sekolah.
"Ayah, Ibu. Indah sama Kak Veli pergi dulu ya," kata Indah.
"Iya sayang, Nak Veli bawa motornya, hati-hati ya," ucap Ibu memperingatkan.
"Iya tante," jawab Kak Veli.
"Yaudah kami pergi dulu. Assalamualaikum wr.wb," ucap Indah.
"Iya sayang, waalaikumuslam wr.wb," jawab Ibu.
Indah pun menaiki motor Nmax, yang di bawa kak veli, dan mereka sudah siap untuk pergi ke sekolah.
"Sudah siap Ndah?" tanya Kak Veli.
"Siap kak," jawab Indah.
"Yaudah pegangan!" perintah Kak Veli.
Indah pun berpegang pada bahu Kak Veli.
"Udah kak," jawab Indah.
"Iya kak, yakin," jawab Indah.
"Oh oke," jawab Kak Veli.
Di sepanjang jalan, tidak ada yang berbicara Indah dan Kak Veli sama-sama diam. Tapi terlintas, ide jahil yang di lakukan Kak Veli.
Kak veli sengaja, membawa motornya lebih cepat dari tadi, dan tanpa sengaja. Indah langsung memeluk Kak Veli.
"Kak jangan ngebut-ngebut dong, Indah takut," ucap Indah, di belakang yang telah memeluk Kak Veli.
"Iya Indah nggak ngebut kok ini, udah pelan," jawab Kak Veli setengah berteriak.
"Kak jangan ngebut Indah takut," ucap Indah yang hampir menangis.
Mendengar suara Indah yang ingin menangis, membuat Kak Veli menepikan motornya di pinggir jalan.
"Indah sayang kamu gak papa hmm?" tanya Kak Veli, yang melihat Indah telah menangis.
"Indah takut kak," jawab Indah tersedu-sedu
Indah sangat takut, dan paling takut jika seseorang membawa motor dengan cepat, beda halnya dengan mobil.
Melihat Indah menangis, rasa bersalah di hati Kak Veli, karena telah membuat orang yang ia cintai menangis, niatnya mau ngerjain tapi jadi begini akhirnya.
Kak veli langsung mendekap Indah.
"Maafin kakak ya Ndah," kata Kak Veli, sambil mengelus rambut Indah.
"Lain kali jangan ngebut kak Indah takut," kata Indah.
__ADS_1
"Iya nggak kok," jawab Kak Veli masih mendekap Indah.
"Udah ya nangisnya nanti kita telat lagi ke sekolahnya," kata Kak Veli menenangkan.
"Iya kak," jawab Indah.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan menuju sekolah.
Kali ini Indah berpegang memeluk Kak Veli, takut nantinya Kak Veli ngebut lagi.
Kak veli senang, karena pagi ini dia sudah mendapat pelukan dari calon istrinya.
Sesampainya di sekolah, banyak orang yang heran, karena Indah dan Kak Veli kali ini datang bersamaan, dengan kendaraan yang sama.
Semua orang berbisik bisik mengenai mereka.
"Mereka pacaran ya?".
"Serasi banget,".
"Cocok banget mereka berdua,".
"Yang cewe cantik, yang cowok ganteng,".
"Beruntung banget sih Indah,".
Itulah kata yang di lontarkan para siswa, yang melihat Indah dan Kak Veli berjalan bersama.
"Kak," panggil Indah.
"Iya sayang," jawab Kak Veli.
"Ih si Kakak, panggilnya gitu," jawab Indah malu.
"Kenapa? orang sama calon istri juga," jawab Kak Veli senang.
"Iya, iya bisa Kakak aja," jawab Indah sewot.
"Kak kenapa semua orang, lihat kita gitu banget," kata Indah. Melihat siswa yang melihat dia datang bersama Kak Veli.
"Mungkin iri dia sama kamu," jawab Kak Veli santai.
"Iri kenapa coba iri sama aku," kata Indah bingung.
"Iya irilah Indah, kamu bisa datang bareng Kakak yang gantengnya gak ada duanya," kata Kak Veli dengan bangganya.
"Hueek, huek, hueekkn" Ucap Indah mau muntah.
"Ihh kamu kenapa, belum aku apa-apain juga dah mau hamil," kata Kak Veli pura-pura khawatir.
"Ihh Kak siapa juga, yang mau hamil," jawab Indah kesal.
"Lah tadi kenapa muntah-muntah, bukanya kalo muntah itu tandanya mau hamil ya," kata kak Veli cengengesan.
"Tau ah gelap," jawab Indah berjalan meninggalkan Kak Veli.
"Terang Ndah, ini terang noh, liat matahari masih ada," kata Kak Veli menunjuk matahari.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
__ADS_1
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.