
Rangga berjalan mendekati Indah, ia membuang egonya untuk menjauh dari Indah, biar bagaimana pun Indah masih tetap menjadi istri sah nya.
"Indah," panggil Rangga.
Indah menoleh ke arah sumber suara, saat Indah mengangkat kepalanya, ia melilhat Rangga dan dengan cepat Indah berdiri langsung memeluk Rangga.
Rangga kaget saat Indah memeluknya, baru kali ini ia melihat seorang wanita yang begitu sedih.
Rangga membalas pelukan dari Indah, ia hanya bisa memberikan ketenangan saat ini, di pelukan Rangga, Indah menangis tersedu-sedu, Indah nyaman berada di pelukan tersebut.
Rangga hanya bisa diam, ia tahu bagaimana perasaan yang di rasakan Indah saat ini, kehilangan orang yang sangat di cintai itu sangat sulit.
"Kamu yang sabar ya," ucap Rangga sambil mengelus rambut Indah.
"Kamu tidak boleh begini, nanti Veli sangat sedih melihat perempuan yang sangat ia cintai menagis begini," ucap Rangga sekali lagi.
"Tapi kenapa rasanya sangat sakit sekali," jawab Indah dengan tersendat-sendat.
"Karena rasa cinta dan sayang kamu sangat besar kepada Veli," timpal Rangga.
Indah hanya diam, ia nyaman saat ini berada di pelukan Rangga.
Setelah lama berpelukan, Indah melepaskan pelukannya dan menatap Rangga.
"Rangga," ucap Indah.
"Iya kenapa," jawab Rangga.
"Apa kamu akan meninggalkan aku," ujar Indah.
"Maksud kamu apa?" tanya Rangga.
"Iya, kenapa kamu menghilang setelah menemukan Kak Veli," ucap Indah.
"Maaf," ujar Rangga menunduk.
"Kenapa kamu minta maaf," ucap Indah.
"Karena telah membawa kamu kedalam masalah ini, coba aja dulu Mama tidak menikahkan kita. Mungkin kamu gak bakalan kehilangan Veli," ujar Rangga.
"Ini bukan salah kamu Rangga," ucap Indah.
"Aku salah, karena lebih mementingkan ego dari pada perasaan kamu saat itu," jawab Rangga.
"Sudahlah ini telah terjadi, sekarang aku tanya, apa kamu masih mau menerima aku di keluarga Luis?" tanya Indah.
"Maksud kamu," ucap Rangga bingung.
"Maksud aku, apa keluarga Luis masih mau menerima aku menjadi menantu mereka," ucap Indah.
"Apa Tuan Dimas merestui pernikahan kita?" tanya Rangga.
"Iya Ayah merestui pernikahan kita, sekarang tinggal dari kamu, apa masih mau menerima aku menjadi menantu kalian," ujar Indah.
"Keluarga Luis selalu dan akan selalu menerima Indah menjadi menantu kesayangan mereka," jawab Rangga senang. Ia langsung saja mengendong Indah sambil berkeliking.
Indah senang dengan respon yang di berikan Rangga, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk hubungan Indah dan Rangga kedepannya.
"Rangga turunin aku," ucap Indah dengan nada yang bahagia.
"Hehe iya," jawab Rangga cengengesan.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Indah.
"Sama-sama sayang," jawab Rangga dan langsung mencium kening Indah cukup lama. Indah menikmati ciuman yang di berikan Rangga.
"Rangga," panggil Indah.
"Iya sayang," jawab Rangga.
"Bagaimana, aku kan masih sekolah," ujar Indah.
"Masalah itu tidak perlu khawatir, akan aku urus semuanya," ucap Rangga.
"Terima kasih sayang," jawab Indah.
"Iya sayang, ya sudah ayo kita masuk ke dalam, mungkin orang tua kita sudah menunggu." ajak Rangga.
"Sebentar, aku mau menghapus sisa air mata," ucap Indah.
"Kamu ini," ujar Rangga sambil mencubit hidung Indah.
"Sakit ihh," ujar Indah mengusap hidungnya.
"Heheh, maaf habisnya kamu gemesin sih, jadinya pengen cubit terus," ujar Rangga.
"Hehe, kamu ingat gak pas kejadian gara-gara kamu cubi terus kamu di marahin sama Mama," ujar Indah mengingat kejadian saat Ia mengerjai Rangga.
"Iya aku ingat, gara-gara cubit kamu aku jadi di jewer sama Mama," ucap Rangga.
"Hehe, yaudah ayo kita masuk." ajak balik Indah.
"Iya sayang," jawab Rangga.
Indah dan Rangga berjalan berdampingan masuk ke dalam, sesampainya di dalam sudah ada orang tua mereka beserta Tuan Kenz dan Nyonya Via.
"Iya sayang," jawab Ayah Dimas.
"Apa kita mau pulang?" tanya Indah.
"Iya Nak, kita mau pulang, Tuan Kenz dan juga Nyonya Via mereka akan pergi menuju rumah orang tua Tuan Kenz," jawab Ayah Dimas.
"Iya Yah," ucap Indah.
"Pamit dulu sana sama Mama dan Papa," ucap Ibu Lina. Yang di balas anggukan oleh Indah.
Indah bejalan mendekati Mama Via dan Papa Kenz.
"Ma, Pa," ucap Indah.
"Iya sayang," jawab Mama Via.
"Indah minta maaf selama Indah menajdi menantu Mama selalu menyusahkan Mama dan Papa" ucap Indah.
"Nggak sayang, kamu gak ada salah malahan Mama yang mau minta maaf sama kamu, maafin juga ya sayang semua kesalahan Veli baik di sengaja mau pun tidak di sengaja," ujar Mama Via menagis. Untuk saat ini Mama Via tidak bisa mengan tangisnya jika menyebut nama Veli.
"Gak ada salah Ma Kak Veli sama Indah, sebelum Kak Veli meminta maaf udah Indah maafin terlebih dahulu," jawab Indah.
"Iya sayang," ujar Mama Via.
"Kami pamit pulang dulu Tuan," timpal Tuan Dimas.
"Baiklah, hati-hati di jalan," jawab Tuan Kenz.
__ADS_1
"Kami juga Tuan pamit pulang," ujar Tuan Dika.
"Baiklah, terima kasih telah hadir dan terima kasih karena telah membantu," ujar Tuan Kenz.
"Sama-sama," jawab Tuan Dika.
"Kalau begitu kami permisi. Assalamualaikum," salam Tuan Dimas.
"Waalaikmusalam wr.wb," jawab Tuan Kenz dan Nyonya Via.
Keluarga Alexa dan keluarga Luis berjalan menuju parkiran mobil masing-masing, sesampainya di sana.
"Ma," panggil Indah kepada Mama Vania.
"Iya kenapa Nak," jawab Mama Vania.
"Kalian ikut dulu Indah ke rumah ya, ada yang mau Indah bicaran sama kalian semua," ucap Indah.
"Indah memangnya kamu mau bicara apa," timpal Ibu Lina.
"Nanti di rumah aja yang Bu Indah jelasin," ucap Indah.
"Baiklah, ya sudah ayo sekarang kita jalan," ujar Tuan Dimas.
"Baiklah," jawab Tuan Dika.
Kedua keluarga tersebut memasuki mobilnya masing-masing, Indah duduk di kursi belakang sendirian.
"Indah sayang," panggil Ibu Lina.
"Iya Bu ada apa," jawab Indah.
"Memangnya apa yang mau kamu bicarakan sama kita semua?" tanya Ibu Lina.
"Hanya hal biasa saja Bu," jawab Indah.
"Apa ini ada halnya dengan pernikahan kamu sama Rangga," tebak Ibu Lina.
"Iya Bu," jawab Indah
"Baiklah, Ibu dukung kalau soal ini," ucap Ibu Lina.
"Terima kasih Bu," ujar Indah tersenyum.
"Eh iya Bu, saat Indah ada di rumah, kok gak kelihatan Yudha?" tanya Indah.
"Yudha sudah pulang bersama keluarga nya Nak," jawab Ibu Lina.
"Maksud Ibu," tanya Indah binngung.
"Yudha sudah kembali ke pelukan orang tuanya Nak," jawab Ibu Lina.
"Maksud Ibu, Yudaa bukan anak Ibu," ucap Indah.
"Iya sayang," jawab Ibu Lina.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
__ADS_1
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.