Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 32


__ADS_3

"Glek, Kak Veli menelan air liurnya, ternyata mertuanya ini, serius dengan ucapannya tadi," batin kak Veli.


"Siap Om, kalau masalah itu tenang saja Indah aman sama aku," jawab Veli gelagapan.


Setelah meminta izin kepada orang tua Indah. Mereka berdua pergi ke taman, tapi menggunakan mobil tidak memakai motor Kak Veli.


"Pakai motor panas nantinya, bawa mobil aja!" perintah Lina.


"Hmm oke Tante," jawab Kak Veli.


Indah dan Kak Veli langsung jalan-jalan, ke taman. Yang banyak di kunjungi para remaja yang berpacaran.


Sesampainya di taman, Kak veli mengajak Indah duduk di rerumputan, yang sudah di siapkan karpet untuk setiap pengunjung.


Mereka berdua duduk di sana, dan sambil duduk. Sebelum kesana, Indah telah mampir dulu ke mini market buat beli cemilan.


"Kakak Mau?" tanya Indah.


"Nanti aja, Kakak masih kenyang," jawab Kak Veli.


"Oh iya udah," ujar Indah.


Beberapa saat keheningan tercipta di antaranya, hanya ada angin yang menerpa rambut panjang Indah. Dan masih menikmati duduk di atas rerumput, yang di alasi karpet di bawah pohon rindang.


"Ndah," panggil Kak Veli.


"Iya kenapa kak?" tanya Indah.


"Kakak mau tanya boleh," kata Kak Veli.


"Hmm boleh, emang mau tanya apa Kak," ujar Indah.


"Kalau udah nikah nanti, tolonglah Ndah belajar untuk mencintai Kakak, karena kunci langgeng suatu hubungan adalah salling percaya," ujar Kak Veli. Kepada Indah sambil menggenggam tangan Indah.


Indah terkejut mendengar pernyataan dari Kak Veli, dia tidak menyangka, jika Kak Veli serius ini dalam hubungannya nanti, Indah kira pernikahan mereka ini karena terpaksa. Dan dengan lapang dada untuk menerimanya.


"Hmm insya Allah Kak," jawab Indah tersenyum, dan tidak melepaskan genggamannya.


Tidak tahu siapa yang memulai duluan. Mereka berdua telah berciuman, keduanya menikmati, dan pada detik berikutnya. Keduanya sama-sama melepaskan tautan yang pernah bersatu.


"Terima kasih, karena kau telah percaya kepadaku," kata Kak Veli.


"Iya Kak sama-sama," jawab Indah malu malu, ia karena baru kali ini ia membalas ciuman, Kak Veli dengan suka rela.


Setelah lama bersantai. Indah dan Kak Veli pergi ke restoran untuk makan siang.


"Kak," panggil Indah.


"Ya kenapa hmm," jawab Kak Veli sambil mengelus rambut Indah.


"Makan siang yuk ke resto, udah laper banget ini," kata Indah cengengesan.


"Barusan udah makan cemilan sekarang mau makan lagi, emang muat isi perut kamu?" tanya Kak Veli. "Ia heran Indah udah makan banyak, masih aja laper dan badannya, gak nambah-nambah gitu gitu aja," batin Kak Veli.


"Ihh nggak Kak, aku laper udah waktunya makan siang ini ayo Kak, ayo," rengek Indah seperti anak kecil.


"Yaudah ayo kita berangkat," jawab Kak Veli.

__ADS_1


"Iya ayo kak," jawab Indah semangat.


Mereka berdua pergi menuju restoran terdekat, sesampainya di sana Kak Veli memarkirkan mobil.


Indah dan Kak Veli berjalan masuk, dan memilih tempat duduk, yang ada pojokkan.


"Duduk di sana aja Kak," ajak Indah.


"Yaudah ayo," jawab Kak Veli, sambil menggandeng tangan Indah.


Mereka berdua duduk, dan langsung memesan menu makan siangnya.


Pelayan pun datang menghampirinya.


"Selamat siang, mau pesan apa?" tanya Pelayan dengan ramah.


"Kamu mau pesan apa Ndah?" tanya Kak Veli.


"Aku mau pesen ayam geprek yang pedes, trus minumnya teh panas aja," kata Indah.


"Yaudah mbak ayam geprek porsi lengkap dua, dan teh panas juga dua," kata Kak Veli.


"Baik, silahkan tunggu sebentar ya," ujar Pelayan.


Pelayan pun menuju dapur, untuk mengasihkan menu makanan kepada koki yang masak.


Setelah lama menunggu, pesanan Indah dan Kak Beli pun datang.


"Silahkan menikmati," ujar Pelayan.


Indah dan Kak Veli hanya menganggukan kepala, setelah itu mereka berdua makan siang bersama.


Hari pun sudah sore, Indah mengajak Kak Veli untuk pulang ke rumah.


"Kak pulang yuk, besok kan kita mau sekolah, terus ujian nanti takutnya kecapekan lagi," ajak Indah.


"Yaudah yuk pulang," timpal Kak Veli.


Indah dan Kak Veli pun pulang ke rumah.


Sesampinya di sana, mereka yang tidak sengaja kedatangan tamu ada, Mawar dan Devin datang.


"Itu indahnya baru pulang," kata Ibu Indah.


"Oh iya Tante," jawab Mawar.


Indah dan Kak Veli, pun turun dari mobil langsung menuju pintu utama.


"Eh ada lo Mawar," kata Indah.


"Heheh iya, gue kesini sama Devin juga, Lo inget kan perjanjian kita," ujar Mawar.


Indah pun seketika berpikir, janji apa emang aku ada janji sama mereka, lama berpikir, Indah pun baru ingat jika hari ini weekand. Dan dia harus menepati janji kepada Mawar. Yang gara-gara Indah tinggalkan Mawar di wc.


"Oh iya heheh, aku lupa," jawab Indah cengengesan.


"Jadi ayo," ajak Mawar.

__ADS_1


"Tapi aku baru pulang Mawar," kata Indah memelas.


"Gak ada tapi tapian, pokoknya hari ini harus di tepati," kata Mawar tegas.


"Hmm iya deh," jawab Indah.


Kak Veli dan Devin hanya menyimak perbincangan dua gadis di depan mereka, Kak Veli bingung, janji apa yang harus di tepati Indah.


"Ibu Indah izin keluar lagi ya, Indah gak bakalan Bu pulang malem-malem kok," kata Indah memelas.


"Yaudah iya sayang, Nak Veli jaga Indah ya," kata Ibu Indah.


"Iya siap Tante," jawab Kak Veli.


Mereka berempat pergi menggunakan mobil Indah, katanya supaya nggak ribet kemana-mana.


Indah dan Kak Veli, duduk di jok depan dan Mawar serta Devin duduk di bangku belakang.


"Jadi kita ke mall dulu ya," ujar Mawar.


"Iya," jawab Indah.


Di sepanjang jalan tidak ada yang memulai perbincangan, hanya alunan musik yang mereka dengar.


Mereka berempat menuju mall, yang sangat terkenal dan bisa di pastikan, uang Indah akan menipis bulan ini.


"Mawar yakin kita mall di sini," ujar Indah.


"Yakin dong," jawab Mawar senang.


"Uang bulan ku menipis, ya Tuhan bantulah hambamu ini," batin Indah sedih.


Ternyata mereka sudah sampai di mall. Pusat kota, dan mereka telah masuk ke sana.


"Oke sekarang yang pertama, ke toko pakaian dulu ya," ajak Mawar.


"Iya," jawab Indah lesu.


Sedangkan, kedua laki-laki yang ikut bersama. Mereka hanya mengekori dari belakang.


Sesampainya di toko baju, Indah dan Mawar masuk.


"Indah aku pilih-pilih dulu ya," kata Mawar senang.


"Iya," jawab Indah lesu.


Indah lupa, kalau kartu kreditnya black card, kalian tau ya black card adalah kartu yang di gunakan tanpa batas


maklumlah holang kaya😂.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu

__ADS_1


like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2