
Lagi-lagi Cika di buat terharu dengan perkataan yang terlontar dari mulut suaminya ia tidak menyangka jika suaminya membuat janji seperti itu untuk dirinya. Cika menyesal karena telah membuat suaminya lelah akan dirinya.
"Maafin aku ya, coba aja aku tadi gak langsung lari pasti kamu gak akan kayak gini," ujar Cika.
"Iya sayang gak papa kok, udah jangan ada lagi yang saling salah sekarang kita harus belajar dari apa yang telah terjadi pada kita," ujar Rangga.
"Hmm iya," jawab Cika.
"Aku mau lanjutin kerja dulu ya kamu ikut aku ke sana," ujar Rangga menunujuk kursi kebesarannya.
"Ngapain aku di sana mending aku duduk di sini aja nanti kamu gak fokus lagi kalo aku duduk di sana," ujar Cika.
"Udah gak papa kok kamu duduk di sana, jadi aku lebih semangat lagi untuk ngerjain dokumen dokumen yang belum aku baca," ujar Rangga.
"Hm yaudah deh ayo kita ke sana," ujar Cika.
Cika lebih dulu berjalan menuju kursi yang telah di siapkan di depan kursi Rangga.
Eh" kok kamu duduk di sana," ujar Rangga.
"Lah emang aku duduk di mana, di sini kan yang ada kursi kosongnya," ujar Cika.
Rangga duduk di kursinya.
"Kamu duduk di sini sayang," ujar Rangga menunjuk pangkuannya.
"Ha kok duduk di sana," ujar Cika kaget, kenapa coba harus Rangga menyuruhnya duduk di sana.
"Iya kamu duduk di sini," ujar Rangga.
"Hmm yaudah deh," ujar Cika menurut.
Cika berjalan menuju tempat duduk Rangga ia telah duduk di pangkuan Rangga, Cika duduk menghadap ke layar monitor, Cika melihat banyak sekali berkas berkas yang belum sempat Rangga baca.
Rangga mengerjakan pekerjaannya dengan satu tangan, tangan satunya lagi memeluk pinggang Cika erat, ia tidak mau jika kejadian yang seperti tadi terulang kembali.
Sesekali Cika mencium pipi Rangga untuk vitamin semangatnya, Cika kasihan melihat suaminya karena harus bekerja.
"Sayang boleh aku bantu gak?" tawar Cika.
"Kamu cukup duduk di sini aja sayang udah bantu aku banget kok," ujar Rangga.
"Gak papa kok, aku sedikit sedikit juga ngerti," ujar Cika.
__ADS_1
"Yaudah kamu baca aja dokumen yang ada di depan kamu, tapi kamu bacanya masih tetap duduk di sini ya," ujar Rangga.
"Iya sayang, takut banget sih aku jauh-jauh dari kamu," ujar Cika.
"Hehe Iya lah aku sangat takut kehilangan kamu, kamu kan harta paling berharga yang aku punya," ujar Rangga.
"Makasih ya sayang," ujar Cika.
Cupp Cika mencium bibir Rangga sekilas, lalu ia melanjutkan membaca dengan teliti dokumen yang ada di depannya ini.
"Makasih sayang kamu bisa aja kasih vitamin semangat untuk aku," ujar Rangga.
"Iya sama-sama sayang," jawab Cika.
Rangga dan Cika sibuk dengan pekerjaan masing-masing, mereka berdua masih dengan posisi yang sama.
Di saat tengah fokus untuk bekerja, Cika bertanya kepada Rangga tentang kata yang tidak dia mengerti.
"Sayang ini apa maksudnya?" tanya Cika.
"Yang mana sayang," jawab Rangga.
"Ini ada investor yang mau menginvestasikan sahamnya tapi syaratnya harus pribadi, ini kamu harus berbicara dengan dia empat mata," ujar Cika.
"Emang itu dari perusahaan mana sayang?" tanya Rangga, ia heran dengan salah satu investor ini kenapa harus ada syarat yang tidak boleh di ketahui orang lain.
Rangga kaget dengan nama marga Alexa. "Apa mereka memberikan mata-mata di sini, aku harus lebih menjaga lagi Cika supaya mereka tidak mengetahui keberadaan putri dari keluarga Alexa," batin Rangga.
"Sudahlah sayang,biarkan saja tidak usah di hiraukan, kamu lanjut baca yang lain aja ya," ujar Rangga.
"Hmm iya," jawab Cika.
Cika kembali melanjut bacaannya, ia sangat bangga akan kemajuan dari perusahaan karena banyak sekali perusahaan yang ingin menginvestasikan sahamnya, dari yang mikro sampai yang makro.
Cika dan Rangga sibuk dengan kerjaan masing masing, tapi tidak mengurangi keromantisan yang mereka ciptakan, ada saja di sela-sela pekerjaan mereka, Rangga atau pun Cika akan mencuri ciuman.
Seperti tadi Rangga yang tengah fokus fokusnya mengetik di layar monitor Cika membalikkan badannya, ia menghadap ke arah Rangga, untungnya Cika menggunakan Celana jadi ia tidak susah untuk mengahap ke adah Rangga.
Cupp Cika mencium bibir Rangga, ia sangat kasihan melihat suaminya bekerja dengan keras, karena pekerjaan sekretaris selesai, jadi yang melanjutkan semuanya adalah Rangga.
Rangga kaget mendapat serangan mendadak dari istrinya, ia membalas ciuman dari Cika.
Setelah berciuman Cika dan Rangga sama-sama melepaskan panggutan mereka berdua.
__ADS_1
"Makasih ya sayang kamu selalu memberikan semangat untuk aku," ujar Rangga sambil membelai pipi Cika.
Iya sayang, aku juga terima kasih karena "kamu telah bekerja keras demi aku dan masa depan kita nanti," ujar Cika.
"Iya sayang, sama-sama," ujar Rangga.
Mereka berdua kembali fokus untuk bekerja, tidak ada perbincangan lagi antara mereka.
Waktu sudah menunjukan jam makan siang Rangga dan Cika menyudahir pekerjaan mereka, Cika dan Rangga duduk sejenak di sofa melepas penat karena telah bekerja, Cika yang baru saat itu saja membantU Rangga sangat lelah, bagaimana Rangga yang mau tidak mau harus bekerja.
"Sayang ayo kita cari makan siang di depan kantor ada restoran," ujar Rangga.
"Kita makan di kantin kantor aja sayang, sama aja kan rasanya?" tanya Cika.
"Hehe kalo itu aku gak tau sayang, soalnya aku gak pernah makan di sana palingan aku suruh OB buat beli makanan," ujar Rangga memeperlihatkan deretan giginya.
"Hadeh gimana sih kamu, kamu yang bikin perusahaan dan ada kantinnya kamu sendiri gak pernah makan di sana," ujar Cika.
"Hehe maaf aku gak tau," ujar Rangga meminta maaf.
"Yaudah ayo kita ke kantin aja makannya, sekalian kamu juga ikut makan di sana siapa tau aja makanan di sana lebih enak," ujar Cika.
"Hmm yaudah ayo kita ke bawah," ajak Rangga.
"Ayo, sebentar aku ambil tas aku dulu," ujar Cika.
"Iya," jawab Rangga.
Setelah mengambil tasnya yang berada di meja kerja Rangga, Cika dan Rangga keluar dari ruangan Rangga menuju kantin yang ada di bawah, semua karyawan telah pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
Cika dan Rangga memasuki lift dan setelah lama menunggu, Cika dan Rangga telah sampai di bawah mereka berdua berjalan menuju kantin kantor, ternyata di sana banyak para karyawan yang telah duduk beristirahat.
Rangga kali pertamanya menginjakkan kaki di kantin, semua karyawan melihat kedatangan presdir mereka, mereka semua kaget dan heran ini adalah kali pertamanya bos mereka mau makan bersama mereka di kantin, apa ini karena ia telah menikah dan sikap bos yang dingin dan tempramen telah berubah.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.