
Terdengar suara tarikan nafas kasar yang pasti itu di lakukan oleh Tuan Dimas. Tuan Dimas langsung angkat bicara.
"Ayah mereatui pernikahan kalian, hanya saja kamu masih harus sekolah Nak, belum waktunya kamu untuk mejadi ibu Rumah tangga," ucap Ayah Dimas.
"Lalu, bagaimana dengan Rangga?" tanya Indah.
"Apa kamu lupa dengan perjanjian saat menikah dulu, kamu akan Ayah restui jika sekoalh kamu tidak terhambat," ujar Ayah Dimas.
"Tapi itu saat Indah masih menjadi istri sah nya Kak Veli," ucap Indah
"Lalu, apa yang bedanya Rangga dan Veli juga sama-sama laki-laki, jadi mereka harus siap dengan aturan yang di buat," jawab Ayah Dimas.
"Siapa pun orangnga kalau dia berani menikahi putri dari keluarga Alexa berarti dia siap mengikuti aturan yang di buat selama kamu masig sekolah Nak," ujar Ayah Dimas.
"Maaf Ayah jika saya lancang, aturan apa yang harus saya taati supaya bisa mendapat restu dari kalian," tanya Rangga yang memotong perbincangan antara Indah dan Ayah Dimas.
Begitu juga dengan Tuan Dika dan Nyonga Vania, mereka penasaran aturan apa yang di buat oleh Tuan Dimas untuk menikahi putri mereka.
"Peraturannya sangat simple, walau simple tapi kamu harus tahan," ucap Tuan Dimas menunjukkan senyum devilnya.
Rangga merinding medengar itu.
"Aturan apa itu, aku harus menahannya," batin Rangga bingung.
"Maaf Tuan Dimas, aturan apa yang harus Rangga taati supaya bisa mendapat restu dari kalian," ucap Tuan Dika.
"Aturannya simple, selama Indah masih sekolah dan belum ada kata lulus, selama itu pula Rangga tidak boleh menyentuh Indah," jelas Tuan Dimas.
"Maksud Tuan," tanya Tuan Dika yang tidak paham.
"Maksud saya, Rangga belum boleh melakukan hubungan suami istri layaknya penganti lain pada umumnya, Rangga boleh melakukan itu di saat Indah telah lulus sekolah dan Rangga sudah bisa menafakahinya," jelas Tuan Dimas.
Spontan Rangga kaget dengan aturan yang di buat oleh Tuan Dimas, mana ada seorang suami istri tidak boleh melakukan hal yang seharusnya di lakukan.
"Peraturan yang sungguh aneh," batin Rangga.
"Maaf Ayah, apa tidak ada peraturan lain," ucap Rangga.
"Apa kamu keberatan dengan ini?" tanya Tuan Dimas.
__ADS_1
"Tidak sama sekali, ini hanyalah untuk sementara waktu," ujar Rangga
"Baiklah, berarti kamu menyanggupi peraturan yang telah di buat, dan satu lagi jika kamu melanggarnya, detik itu juga terakhir kalinya kamu melihat Indah," ucap Tuan Dimas dengan nada tegas.
"Baik," jawab Rangga.
Seketika Rangga menoleh ke arah Mama Vania dan Papa Dika, ia menunjukkan wajah memelasnya.
"Ma, Pa apa kalian akan membiarkan anak kalian tersiksa," batin Rangga berharap orang tuanya meminta untuk mengubah peraturan ini.
"Maaf Tuan Dimas, apa itu tidak terlalu menyiksa, Tuan pasti pahamlah apa yang di rasakan para laki-laki jika hasratnya tidak terpenuhi," sangga Tuan Dika.
"Itulah resiko jika telah menikahi Indah, peraturan itu saya buat supata Indah fokus belajar, untuk tugasnya sebagai seorang istri masih Indah jalankan, hanya saja untuk memenuhi hasrat itu belum di perbolehkan walau pun Rangga dan Indah telah sah menjadi pasangan suami istri," jelas Tuan Dimas.
"Baiklah, jika Rangga sanggup kami pun tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Tuan Dika.
"Bagaimana Rangga, apa kamu sanggup?" tanya Tuan Dimas.
"Insya Allah saya sanggup," jawab Rangga tegas. Ia tahu perjuangan untuk mendapatkan Indah itu sangatlah susah.
"Kalau begitu pernikahan kalian kami restui," jawab Tuan Dimas.
"Terima kasih Ayah," ujar Indah.
"Rangga malam ini kamu menginaplah di sini, besok baru kamu bawa Indah kerumah kalian," ucap Tuan Dimas.
"Baik Ayah," jawab Rangga.
"Baiklah kalau begitu kami pamit pulang, karena masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan," ucap Tuan Dika.
"Apa kalian tidak ingin menginap di sini?" tanya Nyonya Lina.
"Terima kasih, lain kali kami akan menginap di sini," tolak Nyonya Vania secara halus.
"Ma, Pa Rangga malam ini ijin ya menginap di sini," ucap Rangga.
"Kenapa harus minta ijin sayang, ini rumah mertua kamu anggap saja rumah kamu sendiri," celah Tuan Dimas.
"Heheh, maaf Ayah," jawab Rangga cengengesan.
__ADS_1
"Kamu ini Rangga, kadang lupa sama status," ujar Mama Vania.
"Hehe, iya Ma maaf," ucap Rangga.
"Ya sudah kami pamit pulang dulu," ujar Tuan Dika.
"Iya Ma, Mama sama Papa hati-hati di jalan ya," ucap Indah
"Iya sayang, kamu di sini jagain Rangga ya, kalau dia mau macam-macam sama kamu tinggal di jewer aja ya, kayak Mama jewer Rangga saat dia KDRT sama kamu," ucap Mama Vania dengan senyum-senyum.
"Apa!," teriak Nyonya Lina kaget.
Begitu juga dengan Tuan Dimas, dia tidak kalah kager mendengar jika Rangga sudah melakukan KDRT terhadap anaknya.
"Maksud Nyonya Vania apa, Rangga melakukan KDRT apa terhadap Indah," ucap Nyonya Lina dengan tatapan sinis.
"Coba Sayang jelaskan," jawab Mama Vania. Menyuruh Indah untuk menjelaskannya supaya tidak terjadi ke salah pahaman.
Mama Vania memperhatikan ekspresi wajah yang di tunjukan oleh Tuan Dimas dan Nyonya Lina saat Ia mengatakan jika Rangga pernah KDRT terhadap Indah.
"Indah jelaskan," ujar Ayah Dimas.
"Jadi gini Yah, waktu itu kalau ga salah Rangga cubit pipi Indah karena Rangga gemas gitu katanya, terus sifat jahil Indah keluar, Indah bilang sama Rangga kalau Rangga udah KDRT sama Indah. Tanpa sengaja ucapan Indah di dengar sama Mama yang saat itu mau ajak kami makan, jadinya Mama Vania langsung gedor-gedor pintu Yah, Mama marah habis-habisan sama Rangga karena Indah bilang udah KDRT sama Indah, padahal Rangga cuma cubit pipi Indah aja, terus Rangga di jewer dah sama Mama, saat udah di marahin habis-habisan sama Mama, turunkan kami ke bawah, di bawah Mama ngomong sama Papa kalau Rangga udah melakukan KDRT, jadinya Rangga di marahin lagi sama Papa, heheh," jelas Indah sambil cengengesan.
Nyonya Lina dan Tuan Dimas tidak bisa menahan tawanya, sungguh Indah sangat jahil dengan suaminya sendiri sampai-sampai Rangga di marahin sama kedua orang tuanya karena mencubil pipi Indah gemas.
Rangga menunduk malu, ia sangat malu saat Indah menceritakan semua aibnya.
"Senang kamu sayang, awas aja malam ini ya," batin Rangga.
"Sudah-sudah sakit perut Ibu, kamu ini jahil banget ya sayang," ucap Ibu Lina sambil menahan tawanya.
"Indah, kamu ini ada-ada saja, bisa banget ngerjain suaminya sendiri sampai gitu," ujar Ayah Dimas.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
__ADS_1
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.