
"Masya Allah, cantik banget calon menantu Mama," kata Nyonya Via. Memuji calon menantunya.
"Makasih tante" jawab Indah sambil tersenyum.
"Nggak salah pilih, kalo anak kamu jadi menantu daru keluarga kenz" ujar Tuan Kenz.
"Indah kan namanya?" tanya Tante Via.
"Iya Tante," jawab Indah Sopan.
"Sekolah di mana nak?" tanya Tante Via.
"SMK Kentana Alexa Tante," jawab Indah.
"Loh sama kayak anak Tante. Anak Tante juga sekolah di sana," kata Tante Via.
"Oh Iya ya Tante," jawab Indah bingung.
Tidak lama di sana, ada suara ketukan pintu dari depan, dan pelayan telah membukakan pintunya.
"Malam Ma, Pa," kata Pria yang baru datang.
"Malam Om, Tante," Sapa Pria itu lagi.
Indah menundukkan kepalanya, dia tidak tahu siapa yang datang tersebut, tapi suaranya sangat Familiar di telinganya.
"Maaf Telat, tadi kejebak macet," ujarnya meminta maaf.
"Iya Tidak apa-apa Nak! silahkan duduk," kata Tuan Kenz kepada Anaknya.
"Oh Iya, ini kenalkan Putraku Velito kenz," kata Tuan Kenz. Memperkenalkan Veli ke keluarga Dimas.
Saat mendengar nama Velito Kenz, Indah baru sadar, dia mengenali siapa yang akan menjadi suaminya.
"Ini Indah Putri aAexa anak Tante Veli," kata Ibu Indah. Memperkenalkan Indah kepada keluarga Kenz.
Saat Indah dan Kak Beli sama-sama mengangkat kepala, dan betapa terkejutnya mereka berdua.
"Indah," kata Kak Veli.
"Kak Veli" kata Indah.
Mereka berdua serentak memnggil nama keduanya.
"Loh kalian sudah kenal," kata Tuan Kenz bingung.
"Iya Pa, Indah adik kelas aku di sekolah," jelas Veli.
"Bagus kalo gitu," jawab Tuan Dimas.
"Berarti jika mereka berdua sudah saling kenal, pernikahannya pun akan di percepat," Ujar Nyonya Via.
__ADS_1
Indah tidak menyangka jika dia akan di jodohkan dengan Kak Veli, yang jelas-jelas temannya mencintai dia, begitu juga sebaliknya Veli tidak pernah terpikir, jika Indahlah yang di jodohkan oleh kedua orang tuanya.
"Mari makan nanti keburu dingin lagi," kata Lina membubarkan sejenak obrolan.
"Baik," jawab Semua serentak.
Keheningan tercipta hanya ada suara dentingan sendok saja, Indah masih bergelut antar pikiran dan batinnya, bagaimana ini, mana mungkin aku menikah dengan orang yang sangat di cintai oleh sahabat ku sendiri.
Lain halnya dengan Kak Veli, dia senang ternyata orang yang akan di jodohkan bersamanya nanti adalah Indah, jujur saja, "Kak Veli telah menyukai Indah semenjak pertemuan pertama yang menurutnya, memiliki kesan yang tidak baik, tapi bisa membuat dia jatuh cinta pandangan pertama," batin Veli.
Setelah acara makan malam selesai, kedua keluarga tersebut pergi ke ruang tamu, mereka akan membahas rencana pernikahan anak-anak mereka nanti.
"Indah sini duduk dekat Tante," panggil Tante Via.
Indah menoleh ke arah Ibunya, meminta persetujuan boleh atau tidaknya.
Lina hanya menganggukan kepala, itu tandanya ia, Indah berjalan dan duduk di samping Tante Via.
"Indah nanti kalo kamu sudah nikah sama Veli, kamu jangan sungkan-sungkan ya sama Tante, anggap aja rumahnya Veli seperti rumah kamu juga," kata Tante Via Sambil mengelus pipi Indah.
"Iya tante," jawab Indah tersenyum.
"Jadi kapan akan di laksanakan pernikahannya?" tanya Tuan Kenz.
"Begini saja, bagaimana? jika anak-anak menikah setelah ujian nanti, jadi waktu untuk mereka tidak terganggu," terang Dimas.
"Boleh juga," jawab Tuan Kenz.
Indah hanya diam, dia tidak ikut campur urusan pernikahannya, nanti biarlah orang tua dia yang mempersiapkannya.
"Iya om ada apa," jawab Veli sopan
"Sana ajak Indah ke taman belakang rumah, mungkin kalian butuh pendekatan nantinya," kata Tuan Dimas.
"Baiklah Om," jawab Veli menurut.
"Mari Indah," ajak Kak Veli.
Indah hanya menganggukan kepalanya tanda iya, dia juga beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan mengikuti Kak Veli.
Sesampainya di taman belakang. Indah duduk di bangku ayunan yang telah di sediakan di sana.
"Ndah," panggil Kak Veli.
"Eh iya, ada apa kak," jawab Indah.
"Kakak nggak nyangka, kalo kamu orang yang akan di jodohkan sama Kakak," Ujar Kak Veli.
"Iya sama, Indah juga gak nyangka," jawab Indah.
"Apa kamu mencintai Kakak?" tanya Kak Veli serius.
__ADS_1
"Hmm, Maaf Kak kalo untuk sekarang. Indah belum ada rasa apa pun sama Kakak, jika boleh jujur, ini menerima perjodohan ini dengan terpaksa," jawab Indah jujur, dia tidak mau jika Kak Veli mengetahui alasanya menerima perjodohan ini.
"Lalu kenapa kamu menerinya jika terpaksa?" tanya Kak Veli.
"Karena Indah tidak mau membuat orang tua Indah kecewa, Saat ini mungkin Indah terpaksa menikah dengan Kakak, tapi tidak tau suatu saat nanti, akan jadi apa jika suatu rumah tangga tidak di dasari dengan cinta dam keterpakasaan. Maaf Kak jika mebuat Kakak tersinggung, tapi inilah saatnya Indah jujur, dari pada Kakak tahu kebenarannya dari orang lain," kata Indah panjang lebar, sambil tertunduk.
Tak terasa kristal bening telah membasahi pipi mulusnya, Kak Veli langsung mendekap Indah dengan hangat.
"Aku akan buktikan, jika pernikahan kita nanti tidak ada yang namanya terpaksa, dan pasti akan di dasari cinta, aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku walaupun rintangannya berat," batin Kak Veli.
Kak Veli membiarkan Indah menangis, mungkin inilah caranya supaya dia tidak sedih lagi.
"Indah dengerin Kakak," kata Kak Veli.
"Walaupun Indah terpaksa menerima perjodohan ini, tapi ingat jika Kakak akan membuat Indah nyaman, dan rumah tangga kita nanti akan baik-baik saja," terang Kak Veli meyakinkan Indah
"Iya Kak, Indah percaya sama Kakak," jawab Indah.
"Jadi sekarang gak ada sedih sedih lagi, gak ada air mata kesedihan, Indah harus tersenyum," kata Kak Veli.
"Iya kak, sekarang Indah gak akan sedih lagi, karena udah ada Kakak yang selalu jagain Indah dan buat Indah selalu tertawa," ucap Indah.
"Itu tau, anak pintar," jawab Kak Veli mengacak rambut Indah.
"Kakak, rambut Indah jadi berantakan gara-gara kakak," jawab Indah kesal.
"Masih cantik kok, orang dari tadi udah acak-acak juga," jawab Kak Veli tidak mau kalah.
"Iya tadi itu emang gaya rambutnya acak-acak, tapi sekarang ini acak beneran kak," omel Indah.
Cupp ...
Kak Veli mencium bibir Indah sekilas, dan Indah langsung terdiam, ia terkejut dengan ciuman mendadak yang ia terima.
"Nah gitu dong diem sayang, gak capek apa ngomel terus, hanya gara-gara rambut," Kata Kak Veli tersenyum senang.
"Ihh Kakak, ini udah yang kedua kalinya kaka cium Indah," kata Indah kesal.
"Biarin nanti kalo udah nikah, ma tiap saat Kakak bakalan cium Indah," kata Kak Veli menggoda Indah.
"Ha, nggak-nggak masa iya tiap saat, sih kak," Kata Indah bergidik ngeri.
"Apa iya, kalo udah nikah harus cium tiap saat, bisa bisa gak berbentuk lagi bibir aku," batin Indah takut.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
__ADS_1
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.