Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 17


__ADS_3

"Kak," panggil Indah.


Kak veli menoleh ke arah sumber suara.


"Ya," jawab Kak Veli.


"Kakak beli buku juga?" tanya Indah.


"Ya," jawab Kak Veli.


"Dihh Iya, Iya, Iya, aja dari tadi, gua tampol juga tuh mulut, gak bisa ngomong lebihan dikit apa," umpat Indah kesal.


"Kakak cari buku apa?" tanya Indah basa basi.


"Lagi cari buku untuk ujian nanti," jawab Kak Veli panjang.


"Hah Indah terkejut, baru kali ini dia mendengar orang yang di depannya bicara lebih dari satu kata," batin Kndah besorak.


"Sama dong kayak aku," kata Indah.


Indah dan Kak Veli berjalan beriringan, banyak pasang mata yang melihat mereka berdua, dan mereka memuji pasangan tersebut, mereka berpikir jika Indah dan Kak Veli memiliki hubungan khusus.


"Cocok sekali mereka,".


"Pasangan serasi,".


"Yang cewek cantik dan yang cowok ganteng,".


"Beruntung sekali mereka mendapatkan pasangan yang serasi,".


Itulah pujian yang di lontarkan untuk Indah dan Kak Veli.


Sepuluh menit kemudian Indah dan Kak veli telah mendapatkan buku yang mereka cari, Indah berjalan menuju meja kasir untuk membayar buku tersebut.


"Ini Mbak," kata Indah sambil meletakkan bukunya.


"Oh iya, tunggu sebentar," jawab si Mbak kasir.


"Berapa totalnya," tanya Veli kepada kasir.


"Sembilan puluh lima ribu Mas," jawab Mbak kasir.


"Yang punya perempuan tadi berapa?" tanya Veli kepada kasir.


"Yang punya Mbaknya, seratus tiga lima Mas," jawab mabknya.


"Ini uangnya, sekalian sama yang perempuan tadi," jawab Veli


"Oh iya Mas," jawab Mbak kasir.


"Mbak berapa buku saya?" tanya Indah.


"Udah di bayar Mbak, ini bukunya," jawab Mbak kasir.


"Siapa yang bayarnya?" tanya indah ke kasir.


"Itu pacar mbak, yang bayarinnya," jawab Kasir.


"Ha pacar, yang mana Mbak?" tanya Indah lagi.


"Itu Mbak, yang ada di depan parkiran," jawab Maknya sambil menunjuk kearah Veli.


Indah mengikuti arah tunjuk Mbaknya, Indah terkejut yang membayarinya adalah "Kakak kelas yang terkenal dengan dinginya kepada semua orang," batin Indah.


"Oh iya, terima kasih ya Mbak," kata Indah.

__ADS_1


"Iya Mbam, sama-sama," jawab Kasirnya.


Indah berjalan keluar dari toko buku tersebut, dan dia ingin menghampiri Kak Veli untuk mengucapkan terima kasih.


"Kak, kak Veli," panggil Indah.


"Hmm," jawab Kak Veli dengan berdehem.


"Emm, terima kasih ya udah di bayarin," ucap Indah berterima kasih sambil tersenyum.


"Ya," jawab Kak Veli.


"Ihh singkat banget, baru tadi juga panjang bicaranya, sekarang udah singkat lagi" batin Indah kesal.


"Oh Iya kakakn naik apa ke sekolah?" tanya Indah.


"Bawa motor," jawab Kak Veli.


"Oh iya," jawab Indah.


"Yaudah, barangan aja ke sekolahnya," kata Indah.


"Kan lo bawa mobil," kata Kak Veli.


"Iya, Kakak bawa motor, Indah bawa mobil, terus jalannya barengan, kan searah," jelas Indah.


"Oh Ya Oke," jawab Kak Veli.


"Yaudah ayo kak berangkat, nanti kesiangan," kata Indah.


Indah telah memasuki mobilnya dan telah duduk di kursi kemudi.


"Udah siap kak?" tanya Indah.


"Ya," jawab Kak Veli.


Lima belas menit kemudian, Indah dan Kak Veli telah sampai dan telah memasuki parkiran sekolah.


Banyak pasang mata yang melihat ke arah parkir, ia mereka melihat Indah dan Veli datang bersamaan.


Setahu mereka Veli adalah orang yang tidak mudah akrab sama seseorang, dan ia juga di kenal dengan ke dinginannya terhadap orang, tapi kali ini ia berubah jika berada di dekat Indah.


Setelah memarkirkan kendaraan masing-masing, Indah menghampiri Kak Veli ke dekat motornya.


"Mau bareng nggak Kak ke kelas, kan searah kita," tawar Indah mengajak Kak Veli.


"Boleh," jawab Kak Veli dengan tersenyum kecil.


"Menurutnya Indah adalan gadis unik, dan sangat mudah akrab dengan seseorang," batin veli.


Indah dan Kak Veli berjalan beriringan menuju kelasnya masing-masing, sepanjang perjalanan banyak sekali yang membicarakan Indah.


"Mereka pacaran ya,".


"Bisa banget si Indah ambil perhatian Kak Veli,".


"Serasi banget,"


"Kok bisa sih mereka datang bareng?".


Dan masih banyak lagi celotehan-celotehan para siswa sepanjang koridor.


Tanpa di sadari, ada pasang mata yang melihat kedekatan Indah dan Veli, "Ia sangat kesal karena telah mengambil orang yang ia cinai," batin Dia marah.


"Awas aja lo, permainan akan di mulai," senyum devil yang keluar dari Cewek misterius.

__ADS_1


Tidak terasa Indah telah sampai di depan pintu kelasnya.


"Terima kasih ya kak," ucap Indah.


"Ya sama-sama," jawab Kak Veli.


"Aku masuk dulu ya kak," ucap Indah.


"Iya, gue juga mau masuk ke kelas, dahh," bilang Kak Veli sambil tersenyum.


"Oh Tuhan, nikmat mana lagi yang engkau dustakan, Indah senang karena ia bisa melihat senyum dari Kak Veli," batin Indah senang.


"Rasanya dia mau jingkrak-jingrak, jungkir balik, guling-gulinga Ahhhh Kak Veli" pikir indah senang.


Di kelas Indah langsung di introgasi oleh Mawar.


"Ndah!" teriak Mawar.


"Aduh, kenapa sih Mawar budek ni telinga gua," kata Indah, sambil menutup telinganya.


"Jelasin," ucap Mawar.


"Jelasin apa sih Mawar," kata Indah pura-pura tidak tahu.


"Jelasin, kenapa bisa bareng sama Kak Veli" Jawab Mawar kesal, "temannya yang satu ini rada rada, kurang kayaknya," batin Mawar.


"Oh itu tadi, cuma kebetulan aja bisa bareng," jawab Indah santai.


"Kebetulan gimana sih Ndah, coba yang jelas," kata Mawar kesal.


"Jadi tadi pagi, aku kan berangkat mau ke sekolah ni, gua mampir dulu ke toko buku mau beli buku, untuk kita ujian nanti buat gua belajar, terus udah sampe sana, gak tau gimana caranya, ketemu tuh gua sama Kak Veli, gua tanya dia ngapain disini, terus dia jawab mau beli buku juga, oh ya udah, setelah itu gua kan ke kasir nih, mau bayar buku yang gua beli, eh ternyata udah di bayarin buku gua sama Kak Veli, terus gua ucapin terima kasih kan sama dia, karena udah di bayarin, di sana juga gua sama Kak Veli barenagan berangkatnya, kan searah tujuan kita, jadi gitu ceritanya Mawar melati semuanya indah," terang Indah menjelaskan dengan panjang kali lebar plus tinggi kalo ada😂.


"Seenak jidat aja lo ya, ngatain nama gua," ucap Mawar cemberut.


"Hehe iya, maaf atuh baby," ucap Indah merayu Mawar.


"Iya, tapi seriusan dia bayarin lo buku?, terus dia dingin gak sama lo?, terus terus dia ngomong apa aja sama lo," kata mawar kepo.


"Terus, terus, terus aja ke depan sana," jawab Indah kesal.


"Lo pikir tukang parkir, terus ke depan" jawab Mawar.


"Lah Lo sendiri, yang bilang terus-terus dari tadi ****," kata Indah mulai kesal.


"Iya, jadi gimana Kak Veli ngomong apa aja sama lo?" tanya Mawar sekali lagi.


"Ya dia bilang sewajar yang gua tanya, dan kadang dingin kadang anget Kak Veli, gitu orangnya," terang Indah.


"Oh Iya gitu," tanya Mawar lagi.


"Iya maemunah," jawab iIndah, tertawa karena telah berhasil menjahili nama Mawar lagi.


"Gua santet juga lo, ngatain nama gua mulu," kata Mawar kesal.


"Iya maaf," jawab Indah memelas.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2