Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 82


__ADS_3

Lina dan Dimas sangat senang mendengar penjelasan tersebut, mereka akan kembali melihat Indah yang dulu.


"Lalu apa dia akan mengingat semuanya?" tanya Rangga.


"Iya, respon cepat otak yang membuat dia mengingat segalanya," jawab Dokter.


"Baiklah saya permisi, nanti akan saya buatkan resep obat untuk pengihilang rasa sakitnya," ujar Dokter.


"Baik Dok, terima kasih," ujar Dimas.


"Iya sama-sama," jawab Dokter.


Dokter keluar dari kamar Indah, ia langsung menuju rumah sakit.


Sepuluh menit berikutnya Indah sadar, ia mengumpulkan seluruh nyawanya dan menetralisir cahaya yang masuk ke mata.


"Aw sakit sekali," ujar Indah.


Lina mendekati Indah, ia sangat senang karena anaknya telah siuman.


"Sayang mana yang sakit?" tanya Ibu Lina.


"Di bagian kepala ku Bu, sakit," jawab Indah.


Rangga, Mama Vania, dan Papa Dika kaget. Mereka tidak menyangka jika Cika telah mengingat masa lalunya.


"Cika," panggil Mama Vania.


"Mama," ujar Indah.


"Kamu baik-baik aja," ucap Mama Vania.


"Iya aku baik-baik aja," balas Indah.


"Ibu," ujar Indah langsung menangis.


"Ehh, kamu kenapa sayang? kenapa nangis?" tanya Lina.


"Ibu maafkan Indah," ujar Indah.


"Kamu gak salah, kenapa minta maaf," ujar Lina.


"Indah sudah menikah lagi," jawab Indah.


Dimas dan Lina hanya merespon dengan biasa saja, karena mereka tahu selama ini jika anaknya telah menikah dengan keluarga Luis.


"Sudah lah tidak apa-apa," ujar Lina.


"Sayang, kamu jangan sedih ya. Biar bagaimana pun kamu akan tetap jadi anak Mama," ujar Mama Vania.


"Ma, kenapa bisa aku menikah dengan Rangga?" ucap Indah.


"Apa kamu tidak ingat apa yang kamu alami?" tanya Mama Vania.


"Seingat Indah, Indah permisi meninggalkan restoran yang berada di hotel, karena Kak Veli lebih memeintangakan perempuan yang bernama Lisa, terus setelah itu itu pamit ke Wc, tetapi Indah keluar dan ada mobil yang melaju kencang, setelah itu...," ujar Indah menggantung ucapannya.

__ADS_1


"Maafkan Mama Nak, Mama tidak sengaja saat itu menabrak kamu sehingga membuat kamu kehilangan ingatan, Maafkan Mama," ujar Mama Vania. Ia menangis, karena tidak memberitahu hal yang sebenarnya.


Dika mendekati istrinya, ia menenangkan istrinya.


"Sayang tenanglah, jangan seperti ini," ujar Dika sambil mengelus rambut Vania.


"Sudah tidak apa-apa, ini semua sudah terjadi, kami merestui pernikahan kalian," ujar Dimas angkat bicara.


"Terima kasih Tuan Dimas," jawab Rangga.


Tuan Kenz hanya bisa pasrah melihat drama yang di tampilkan dari kedua keluarga, ia tahu jika anaknya salah saat itu.


"Lalu, di mana Kak Veli?" tanya Indah.


"Veli berada di suatu Rumah yang sangat jauh dari pemukiman, bahkan untuk sinyal kesana pun susah, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke sana," ujar Tuan Kenz.


"Apa dia di culik?" tanya Indah.


"Iya, Veli di culik oleh wanita yang berada saat satu meja diresto hotel," ujar Ayah Dimas.


"Kenapa kalian tidak membantunya!" teriak Indah.


Lina langsung mendekap Indah, ia tahu untuk saat ini kesehatan Indah sangat tidak baik.


"Sayang tenaglah, Ayah dan Om Kenz akan menjemput Veli kesini," ujar Ibu Lina memeluk Indah.


"Ibu Kak Veli dalam bahaya," ujar Indah.


"Iya sayang, kamu jangan panik seperti ini, Ayah pasti akan membantu menyelamatkan Kak Veli ya," ujar Ibu Lina.


Sakit, itulah yang di rasakan Rangga saat ini, ternyata Cika belum bisa mencintainya. "Sebegitu cintanya Cika sama Veli, sampai-sampai dia sama sekali tidak menegurku," batin Rangga sedih.


Rangga akan memperjuangkan cintanya terhadap Cika, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, pernikahan dirinya dan Cika juga telah mendapat restu dari kedua keluarga.


"Optimis Rangga, pasti kamu bisa membuat Cika suka sama kamu," batin Rangga menyemangati dirinya.


"Rangga, Papa, Tuan Dimas, Tuan Kenz, ayo ikut saya!" perintah Mama Vania.


"Kamu Lina, jaga Cika di sini, bila perlu kunci semua pintu yang berada disini," ujar Vania.


"Baiklah," jawab Lina.


"Semuanya ayo," ucap Vania.


Vania berjalan terlebih dahulu, ia menuju kebawah, semuanya mengikuti kemana langkah Vania.


Sampailah di ruang bawah tanah milik Tuan Dimas, Dimas sendiri kaget jika Vania mengetahui ruang bawah tanah dirumahnya.


Mereka semua duduk di kursi yang telah disediakan.


"Vania," panggil Tuan Dimas.


"Kenapa," jawab Vania.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui ruang bawah tanahku, bahkan kamu kesini hanya saat ini," ujar Tuan Dimas.

__ADS_1


"Ini adalah hal yang sangat gampang bagi seorang alumni mafia, rumah mu ini sudah aku ketahui dimana dan ada apa aja insinya," ujar Vania.


Rangga dibuat kaget dengan pernyataan yang dilontarkan mamanya, ia tidak menyangka jika mamanya pernah menjadi seorang mafia.


"Apa Mama serius dengan ucapan tersebut," ujar Rangga.


"Sudahlah nanti saja kamu tanyakan kepada ketiga pria ini," ujar Vania menunjuk Dika, Dimas dan Kenz.


"Sekarang di sini aku akan memberi tahu kalian taktik untuk bisa masuk kedaerah sana, dan bisa menyelamatakan putramu," ujar Vania.


Vania menjelaskan secara detail tempat yang akan mereka datangi, taktik yang ia susun salangatlah matang. Semuanya di buat kagum akan kepandaian Vania dalam menyusun taktik.


Rangga jangan di tanya, ia sangat kaget jika mama Vania sangat lihai dalam menyusun strategi.


Dimas, Dika dan Kenz bahakn lebih di buat kaget, bagaimana bisa Vania mengetahui tempat di mana Veli di sekap, bahkan tidak ada satu orang pun yang tahu keberadaannya.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui tempat anak saya di sekap?" tanya Tuan Kenz.


"Itu hal yang mudah, setelah ada penjelasan mengenai di mana Veli di sekap, aku sudah mengetahui tempat itu," ujar Vania.


"Nanti dulu sesi pertanyaannya, sekarang kalian semua ambil senjata yang menurut kalian pas dan tidak sulit utuk di mainkan," ujar Vania.


"Semua sudah paham apa yang harus dilakuakan disana nanti?" tanya Vania.


"Sangat paham," jawab Rangga.


"Good, kalau begitu sekarang kita bergerak cepat dan kita mebawa satu mobil saja, karena di daerah itu sangat susah sekali kendaraan masuk," ujar Vania.


"Iya Ma," jawab Rangga.


Setelah semuanya telah selesai dan strategi pun sudah di susun, mereka semua berjalan menuju mobil Vania.


"Rangga kunci mobil," pinta Mama Vania.


"Biar Rangga aja Ma yang nyetir," jawab Rangga.


"Nggak, sini kunci mobil, Biar Mama aja yang nyetir," tolak Mama Vania.


"Tapi Ma," ujar Rangga.


"Berikanlah sama Mama kamu," ucap Tuan Dika.


Rangga pasrah, ia langsung saja memberilan kunci mobil yang ia dan papanya pakai. Vania langsung duduk di kursi kemudi dan yang lainnya di kursi penumpang.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2