
"Mendengar itu, Indah menangis, mengapa ada orang yang sangat sayang dan cinta kepadaku, sedangkan aku sendri tidak bisa mencintainya," batin Indah sedih.
"Udah jangan nangis lagi, nanti jeleknya keliatan," canda Kak Veli.
"Ih Kakak, katanya cantik, giliran nangis aja udah di bilang jelek," ujar Indah cemberut.
"Iya sayang kamu cantik?" kata Kak Veli mengelus pipi Indah.
Setelah itu, Indah pun mengganti pakaiannya di dalam kamar.
Setelah mengganti pakaian, Indah mengahmpiri Kak Veli.
"Kak jalan yuk, kemana aja. Suntuk banget di rumah," ajak Indah.
"Kita kemana ya," ujar Kak Veli.
"Kemana aja Kak, keliling kota ini aja gak papa kok," kata Indah cengengesan.
"Hoh kamu yakin sayang," ujar Kak Veli kaget.
"Ya kalo aku mah ikut aja, yang nyetir mobil kan Kakak," jawab Indah santai.
"Hmm nggak deh, kita ke danau aja, kalo nggak ke pantai aja," kata Kak Veli.
"Ide bagus, yaudah yuk," ajak Indah.
Kak Veli meraih kunci mobilnya yang berada di atas nakas, dan langsung berjalan. Menuju bagasi untuk mengeluarkan mobilnya.
"Oh iya sebelum kita pergi, kasih Kakak tenaga dulu," kata Kak Veli.
"Caranya Kak," ujar Indah bingung.
"Nih." tunjuk jari Kak Veli ke arah bibirnya.
"Hoh," jawab Indah melongo.
"Kenapa sayang, sering-sering cium suami dapat pahala loh," ujar Kak Veli.
Mendengar kata pahala, tanpa aba-aba Indah langsung mencium sekilas bibir Kak Veli.
"Tuh udah Kak" kata Indah malu.
"Terima kasih sayang," jawab Kak Veli senang.
"Yaudah ayo berangkat sekarang," ajak Indah.
"Iya sayang," kata Kak Veli tersenyum.
Indah dan Kak Veli pergi meninggalkan perkarangan rumah keluarga Kenz, sepanjang perjalanan, tidak ada yang berbicara hanya alunan musik, yang mereka dengar.
"Sayang," panggil Kak Veli.
"Iya kak kenapa," jawab Indah.
"Kamu ngantuk ya?" Tanya Kak Veli.
"Sedikit kak," jawab Indah nyengir.
"Udah kamu tidur aja, masih lama juga kita sampai ke pantainya, nanti kalo udah sampai, ntar Kakak bangunin," Ujar kak veli.
"Tapi Kakak sendiri, nanti nyetir mobilnya," kata Indah tidak enakkan.
"Nggak papa kok, kan ada musik. Kakak gak tega, liat kamu nahan kantuk gitu," ujar Kak Veli dengan lembut.
__ADS_1
"Maaf ya kak," kata Indah meminta maaf.
"Iya nggak papa kok, udah sana tidur! biar nanti, kalo udah nyampe. Kamu semangat di sana," kata Kak Veli tersenyum.
"Yaudah, Indah tidur dulu ya," ujar Indah.
"Iya sayang," jawab Kak Veli.
"Indah pun tertidur, melihat itu kak Veli sangat senang, dia suka melihat wajah Indah ketika tidur lucu banget," gitu pikir Kak Veli.
Dua jam perjalanan menuju pantai, Kak Veli dan Indah telah sampai di sana, ia membangunkan Indah dari tidurnya.
"Sayang," panggil Kak Veli mengelus pipi Indah.
"Sayang bangun kita udah sampai," ujar Kak Veli.
Indah pun mengerjapkan matanya, dia juga mengumpulkan nyawanya, setelah yakin sadar.
"Hmm kak kita udah sampai?" tanya Indah.
"Iya sayang," ujar Kak Veli tersenyum.
"Maaf ya aku lama banget tidurnya," ujar Indah.
"Iya gak papa kok, yaudah yuk turun kita liat sunset, hampir sore nih pasti bagus pemandangannya," ajak Kak Veli.
"Yaudah ayo kak," jawab Indah.
Indah dan Kak Veli berjalan menuju pinggir pantai, mereka duduk di pasir, sambil menikmati hembusan angin dan suara ombak yang menyapa.
Indah duduk di depan Kak Veli, ia menyandarkan kepalanya di dada Kak Veli.
"Kak," panggil Indah.
"Nanti kalo Indah ada salah tegur ya Kak, jangan diemin Indah," ucap Indah.
"Iya sayang, udah kewajiban seorang suami," jawab Kak Veli tersenyum.
Perbincangan pun terhenti, mereka berdua asik menikmati pemandangan di depannya.
Setelah beberapa menit menunggu, sunset pun telah datang. Indah memejam kan matanya menikmati suasana sore hari, tanpa di sadari, Kak Veli diam-diam memotret Indah dengan kamera yang sengaja dia bawa.
Kak Veli ingin mengabadikan setiap momennya bersama Indah, ia akan membuat album untuk mereka berdua, dan akan ia tunjukkan kepada anak-anaknya suatu saat nanti.
Setelah sudah cukup menikmati sunset, bergantilah malam, Indah dan Kak veli pergi ke restoran yang ada di sana, untuk mengisi perut mereka. Karena sudah dari tadi siang belum makan.
Mereka memesan makanan disana, dan makan dalam keheningan, setelah mengisi perutnya. Indah dan Kak Veli pergi menuju pantai lagi, mereka bermain di sekitar tepi pantai.
"kak," panggil Indah.
"Iya sayang," jawab Kak Veli.
"Kita pulang atau nginap di sini?" tanya Indah.
"Nginep aja di sini, nanti aku bilang sama Mama dan Papa," ujar Kak Veli.
"Yaudah Kak, telepon Mama sama Papa, nanti mereka khawatir sama kita!" perintah Indah.
"Iya sayang," jawab Kak Veli.
Kak veli pun menelepon orang tuanya, untuk meminta izin, bahwa mereka akan menginap dan tidak pulang untuk malam ini.
Sambungan telepon
__ADS_1
"Assalamualaikum Ma,"
"Waalaikumusalam wr.wb iya Nak, kamu dimana sekarang kenapa belum pulang?"
"Aku sama Indah nginep ya Ma, kami lagi ada di pantai, hari juga udah malam banget. Takut pulang nanti ada apa-apa di jalan, kami izin nginep ya Ma semalam,"
"Yaudah hati hati ya Nak, dan kamu Veli jangan sampai kebablasan, kalian belum boleh melakukannya, awas kalo sampai terjadi,"
"Iya Ma, Veli inget kok,"
"Iya udah Mama tutup dulu telponnya ya, jaga Indah baik baik,"
"Iya siap Ma. Assalamualaikum,"
"Waalaikumusalam,"
Sambungan terputus.
"Udah aku telpon, kita boleh nginep di sini katanya," ujar Kak Veli.
"Alhamdulilah," jawab Indah.
"Yaudah yuk, kak kita pesan kamar hotel dulu, terus nanti baru ke sini lagi," ajak Indah.
"Oke," jawab Kak Veli.
Indah dan Kak Veli berjalan menuju hotel terdekat, mereka langsung masuk dan menuju meja resepsionis..
Good night Master and Momians there we can help," ask the receptionist.
Night we want to rent a single room, what still there is empty," ask kak Veli.
"Still san, this is the key and its room number at number 134, please leave the identity of the master," said the receptionist
"Whether you are the son of Mr. Marquez Kenz?" the reactionist room is surprised.
Sang resepsionis kaget, jika tamunya malam ini adalah pemilik hotel, yang akan dia sewa.
"Yes, why? "Kuti Veli's
"Way to be sorry Master Young on my descendation, please go to the VVIP room," said the receptionist.
Mengetahui jika Tuan muda dari keluarga Kenz, resepsionis memerintahkan kepada pegawai, yang bekerja di sana. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, ia takut akan di pecat jika cara kerjanya tidak bagus.
Kak Veli dan Indah di antarkan menuju kamar VVIP, mereka di beri pelayanan yang sangat istimewa, dari mulai tempat tidur sampai ke kamar mandi.
Kak veli heran, mengapa setelah mengetahui dia seorang anak dari tuan Kenz, resepsionis tersebut, langsung terlihat pucat.
Good night, happy resting master and young Miss, if there is a need to set the button that is near the beds we will soon help," the officer said.
"Thnks you," ask kak veli.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.
__ADS_1