Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 110


__ADS_3

"Tapi Rangga mau, Rangga itu bisa menghasil uang sendiri dari kerja keras Rangga Pa, selama ini Rangga hanya tau minta aja sama kalian, untuk ini Rangga mohon sama Mama dan Papa untuk ijinin Rangga dan Indah hidup berdua dan mandiri," jelas Rangga, ia sangat paham untuk mendapatkan jawaban iyq dari kedua orang tuanya itu hal yang sangat sulit.


"Tapi tetap saja Mama nggak setuju kalian berdua tinggalin rumah ini," jelas Mama Vania dengan mimik wajah serius.


"Ma," ucap Indah.


"Mama Indah mohon ya, ijinin Indah dan Rangga untuk tinggal di rumah baru kita nanti," ucap Indah dengan nada yang lembut. Ia tahu situasi saat ini sedang panas.


"Tapi kenapa sayang kalian harus membeli rumah lagi, sedangkan rumah kita masih ada di tempat-tempat lain," ujar Mama Vania.


"Tapi kita mau belajar Ma, bagaimana menikmati hasil uang sendiri," jawab Indah tersenyum hangat ke Mama Vania.


"Baiklah kalau begitu keputusan kalian, Mama ijinin kalian untuk tinggal berdua dengan satu syarat," ucap Mama Vania. Ia juga tahu bagaimana rasanya bergantung hidup masih dengan orang tua.


"Syaratnya apa Ma?" tanya Indah.


"Kalian harus tinggal di apartemen saja," jawab Mama Vania.


Rangga hanya diam, ia sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan Mamanya ini.


"Kalian berdua harus tinggal di apartemen, gak boleh tinggal di rumah kalian yang akan pergi," ujar Mama Vania dengan nada tegas.


"Baik Ma, kami akan menuruti kemauan Mama," jawab Rangga.


"Ya sudah kalau begitu aku sama Indah mau ke kamar dulu ya Ma, besok Indah kan mau ke sekolah," ucap Rangga.


"Kamu sekolah besok, Nak?" tanya Mama Vania kepada Indah.


"Iya Ma, besok Indah sekolah, Indah juga udah izin sama Ibu dan Ayah untuk sekolah besok," jawab Indah dengan nada lembut.


"Kalau begitu kamu bawa mobil Mama aja ya," ujar Mama Vania memberikan izin untuk Indah membawa mobilnya.


"Nggak usah Ma, Indah nanti bisa di antar oleh Rangga," jawab Indah menolak dengan halus.


"Iya Ma, biar Indah nanti Rangga aja yang antar," sangga Rangga.


"Iya sudah, istirahatlah kalian," ucap Mama Vania.


Indah dan Rangga beranjak dari tempat duduknya, mereka berjalan menaiki anak tangga menunggu kamar mereka.


Malam sudah larut, Indah dan Rangga tidur mereka menyelam menuju dunia mimpinya masing-masing.


Pagi hari menyapa, Indah lebih dahulu bangun dari pada Rangga, ia terlebih dahulu mempersiapkan pakaian Rangga untuk pergi ke kantor. Setelahnya, Indah pergi mandi untuk pergi sekolah.


Setelah mandi, Indah telah siap dengan seragam sekolahnya, ia berjalan menuju ranjang, di sana masih ada Rangga yang masih tertidur pulas.


"Sayang, bangun udah mau siang nih," ujar Rangga membangunkan suaminya.


"Hmm," ucap Rangga hanya berdehem.


"Sayang ihh, bangun nanti kamu telat lagi ke kantornya, kan kamu mau antar aku dulu ke sekolah," ujar Indah.


"Morning kiss dulu dong," ucap Rangga. Itulah kebiasaan pasangan suami istri ini.

__ADS_1


Indah langsung memberikan morning kissnya kepada Rangga, itu adalah vitamin baginya.


"Terima kasih my wife," ucap Rangga tersenyum kepada Indah


"Iya sayang sama-sama," jawab Indah.


Rangga beranjak dari tempat tidurnya, ia berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritualnya.


Sementara itu, Indah mempersiapkan buku dan alat tulis lain yang akan dia bawa hari ini.


"*Mawar gimana ya kabarnya, kenapa dia nggak pernah hubungin aku lagi," gumam Indah.


"Davin juga kemana, apa mereka lupa sama aku ya," gumam Indah lagi*.


Indah juga bingug dengam kedua sahabatnya ini, mengapa tidak ada kabar di antara mereka berdua.


Rangga telah selesai mandinya, ia segera mengambil pakaian yang telah Indah persiapkan.


Setelah Rangga memakai pakaian kantornya, ia mendekati Indah untuk memasangkan dasinya.


"Sayang," panggil Rangga.


"Iya sayang," jawab Indah.


"Pasangin dasi aku, ini aku nggak bisa-bisa pasangnya," ucap Rangga meminta bantuan Indah.


"Ya sudah ke sini, nanti aku naik ke sofa," jawab Indah patuh.


"Oke sayang," jawab Rangga langsung mendekat ke arah Indah.


"Udah selesai," ucap Indah.


"Terima kasih sayang," ujar Rangga.


"Ya sudah ayo kita turun ke bawah, Mama sama Papa mungkin udah nungguin kita." ajak Indah kepada Rangga.


"Bentar aku ambil tas kerja kamu dulu," ucap Indah berjalan ke arah meja yang berada di dekat ranjang mereka.


Setelahnya, Indah dan Rangga turun ke bawah, seperti biasanya sarapan pagi di keluarga Luis.


"Pagi Mama, pagi Papa," salam sapa Indah kepada kedua mertuanya.


"Pagi juga sayang, ayo duduk sekarang," ujar Mama Vania.


"Iya Ma," jawab Indah.


"Oh iya, Rangga kamu yakin mau antar Indah hari ini," ucap Mama Vania.


"Iya Ma," jawab Rangga.


"Kamu emamgnya gak telat ke kantor kalau antat Indah dulu," ucapnya lagi.


"Nggak Ma, kan kantor kita nggal begitu jauh dari perusahaan kita," ujar Rangga. Memang benar perusahaan keluarga Luis itu tidak jauh dari sekolahannya Indah.

__ADS_1


"Ya sudah, mari kita makan, Mama juga ada meeting sama klien," ucap Mama Vania.


"Baik Ma," jawab Rangga.


Setelah sarapan, Indah dan Rangga pamit terlebih dahulu sebelum mereka berangkat.


Indah dan Rangga sedang berada di dalam mobil, Indah ingin menanyakan dimana apartemen yang akan mereka tempati.


"Sayang," panggil Indah.


"Iya," jawab Rangga.


"Apartemen yang mana yang mau kita tempati," tanya Indah.


"Ada sayang, nanti setelah kamu pulang sekolah aku ajak ya," jawab Rangga.


"Oke," jawab Indah.


Setelah perbincangan tadi, Indah dan Rangga hanya diam. Indah masih memikirkan tentang kedua sahabatnya.


Setelah beberapa menit menuju ke sekolah, Indah dan Rangga telah sampai.


"Sayang aku sekolah dulu ya, kamu semangat kerjanya," ujar Indah.


"Iya sayang, kamu juga yang rajin ya belajarnya, awas jangan genit-genit sama anak cowo," peringat Rangga kepada Indah.


"Iya sayang, aku gak akan genit-genit kok," jawab Indat tersenyum.


"Aku pamit dulu. Assalamualaikum," ucap Indah lalu mencium tangan Rangga.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Rangga lalu mencium kening Indah.


Indah keluar dari mobilnya, ia berjalan menuju kelasnya.


Sepanjang jalan banyak juga yang menatap Indah heran, mereka semua tahu jika Indah itu sudah pergi keluar negri.


"Eh itu si Indah masih sekolah di sini," ucap salah satu siswi yang melihat Indah.


"Bukannya Indah itu udah pindah ya," balasnya.


"Nggak tau juga, jangan gosipin Indahlah, nanti kita kena lagi sama bapaknya yang super galak itu ," jawab temannya.


"Iya bener kamu,".


Sesampainya di depan kelas Indah, ia masuk ke dalam kelas. Banyak siswa yang menatap heran ke arah Indah.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2