Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 117


__ADS_3

"Eh kamu sudah selesai mandinya Nak," jawab Mama Vania.


"Sudah Ma, sekarang apa yang harus Indah bantu," ujar Indah bertanya.


"Tolong kamu kupas bawang merah, bawang putih, cabai rawit sama cabai merah ya, setelah itu blender sayang," jelas Mama Vania.


"Oke Ma, siap," ujar Indah.


Indah mengambil bahan-bahan yang dijelaskan oleh Mama Vania, ia mengupas bawang merah dan bawang putih beberapa saja, lalu Indah mengambil cabai dan mebuang tangkainya.


Setelah itu, Indah mengambil blender untuk menghaluskan ketiga bahan ini, setelah beberapa menit. Bumbu halus telah selesai, Indah memberikannya kepada Mama Vania apa yang di perintahkannya tadi.


"Ma ini sudah selesai," ucap Indah lalu memberikan bahan tersebut.


"Terima kasih sayang," jawab Mama Vania tersenyum kearah Indah.


"Setelah ini apa lagi Ma yang bisa Indah bantu," ujar Indah.


"Tolong kamu rebus air Nak," ucap Mama Vania sambil meberikan ceret.


"Baik Ma," jawab Indah dengan semangat.


Indah mengisi ceret tersebut dengan air lalu meletkkannya di atas kompor gas.


Setelah lama berperang di dapur, akhirnya selesai sudah. Indah pamit untuk membersihkan tubuhnya.


"Ma, Indah ke kamar dulu ya," ujar Indah.


"Iya Nak, kamu mandi lagi ya, lihat keringat kamu," ucap Mama Vania sambil menunjuk butiran-butiran keringat yang mengalir di wajah Indah.


"Iya Ma, nanti Indah ke bawah lagi untuk bantu menata makanan ya Ma," ucap Indah.


"Iya sayang, udah sana ke kamar, dandan yang cantik ya. Mama mau kenalin kamu sama rekan bisnis Papa, kalau menantu dari keluarga Luis itu cantik luar biasa," ujar Mama Vania memuji Indah.


"Jangan terlalu tinggi puji Indah Ma, takutnya jatuh nanti, hehe," jawab Indah cengengesan.


"Iya sayang, benar adanya kalau kamu itu cantik," balas Mama Vania.


"Iya Ma, Indah ke kamar dulu ya," ucap Indah langsung meninggalkan Mama Vania.


"Iya Nak," jawab Mama Vania sambil melihat kepergian Indah.


☆Malam hari☆


Indah dan Rangga telah duduk di meja makan, mereka berdua tengah menunggu tamu yang akan datang malam ini.


Indah menggunakan gaun yang pernah ia beli bersama Rangga, gaum yang sangat Indah ingin sekali memakainya.


"Kamu cantik," ucap Rangga.


"Terima kasih sayang," jawab Indah tersenyum manis kearah Rangga.


"Mama sama Papa dimana, kok belum kesini?" tanya Indah kepada suaminya.


"Mungkin mereka ada di ruang kerja, biasanya kalau ada tamu yang mau datang ke rumah pasti mereka kesana terlebih dahulu," jawab Rangga.


"Oh iya," jawab Indah.


Indah dan Rangga masing-masing fokus kepada ponselnya setelah perbincangan tadi, mereka berdua asik berselancar di dunia maya.

__ADS_1


Rangga yang sibuk melihat beberapa perusahaan yang mengadakan lelang dan semua itu menarik sekali untuk diikuti.


Banyak perusahaan lain yang mengikutinya.


"Sayang," panggil Rangga.


"Hm iya kenapa," jawab Indah lalu meletkkan ponselnya.


"Bagaimana nanti jika kita tidak di izinkan untuk tinggal di apartemen, apa kamu keberatan?" tanya Rangga.


"Indah cuma mau bilang Ayah Dimas itu orangnya posesif, terus kalau apa katanya harus di turuti dan tidak boleh di bantah, Ayah khawatir kalau kita tinggal berdua perjanjian yang kalian buat akan terlanggar," jawab Indah dengan nada lembut.


Indah tahu kalau Rangga akan berusaha untuk mendapat izin dari Ayah dan Ibu untuknya tinggal berdua, tapi Indah juga tahu kalau kedua orang tua Indah tidak akan memberi izin sebelum Indah lulus.


"Tapi," ucap Rangga menggantung.


"Sekarang kita jalani saja dulu ya, suatu saat nanti kita akan tinggal berdua bersama anak-anak kita," ucap Indah tersenyum manis kearah suaminya.


"Iya sayang kamu benar, aku akan setia menunggu saat itu tiba," jawab Rangga bersemangat.


Setelah beberapa menunggu, Mama Vania dan Papa Dika telah duduk juga di kursi makan.


"Kalian sudah lama disini?" tanya Mama Vania.


"Sudah lumutan Ma, Mama sama Papa dari mana aja," jawab Rangga sewot.


"Kamu kenapa Nak, PMS? sensi banget kayaknya sama Mama," jawab Mama Vania menggoda Rangga.


"Ma, mana ada cowok PMS," jawab Rangga.


"Ada," jawab Mama Vania asal.


"Kamu," jawab Mama Vania lalu tertawa.


"Sudah Ma, kasihan anaknya," pisah Papa Dika.


Indah hanya tersenyum menaggapi perbincangan antara suami dan mama mertuanya.


"Oh iya Ma, tamunya jam berapa datang?" tanya Indah.


"Mungkin sebentar lagi, mereka tadi sudah menghubungi Papa kalau sudah dalam perjalanan," jawab Mama Vania.


"Oh iya Ma," jawab Indah.


Setelah cukup lama menuggu, terdengar dari luar suara mobil masuk.


"Mereka sudah sampai," ujar Papa Dika.


Mama Vania dan Papa Dika beranjak dari kursi lalu menuju pintu utama.


"Selamat malam Tuan Dika," ucap pria yang sudah pasti rekan bisnis Tuan Dika.


"Malam kembali Tuan Loren," jawab Tuan Dika.


"Malam Jeng," sapa istri Tuan Loren.


"Malam juga Jeng," sapa kembali Mama Vania.


"Mari masuk." ajak Tuan Dika.

__ADS_1


"Mari," jawab Tuan Loren.


Semuanya masuk ke dalam rumah dan berjalan bersama menuju meja makan, Indah dan Rangga masih setia duduk berdua disana.


Rangga dan Indah bangkit dari tempat duduknya, lalu menyalami tamu yang datang malam ini.


"Malam Tuan Loren," sapa Rangga yang sangat kenal dengan rekan bisnis Papanya.


"Malam Rangga, sudah lama kita tidak berjumpa," sapa balik Tuan Loren.


"Silahkan duduk, kita makan malam terlebih dahulu," ajak Mama Vania.


"Mari," balas Indah.


Semuanya telah duduk dikursi masing-masing, mereka semua makan dalam keheningan.


Setelah makan malam bersama, semuanya berjalan menuju ruang tamu, disini adalah ruangan yang sangat pas untuk membicarakan suatu hal.


"Bagaimana kabar Tuan Loren dan Nyonya Vika," tanya Tuan Dika.


"Seperti yang kalian lihat saat ini," jawa Tuan Loren.


"Ku rasa kami sudah tahu jawabannya," balas Nyonya Vania.


Indah hanya diam, ia bingung mau berbicara apa.


"Perkenalkan ini menantu dari keluarga Luis," ucap Mama Vania memperkenalkan Indah.


"Malam Om, malam Tante," sapa Indah.


"Malam cantik," sapa balik Nyonya Vika.


"Nama kamu siapa," ucap Tante Vika bertanya.


"Nama aku Indah Putri Alexa, Tan." jawab Indah.


"Apa kamu dari keluarga Alexa?" tanya Tuan Loren.


"Iya," jawab Indah dengan nada sopan.


"Apa kamu tidak berbohong," ucap Tuan Loren sekali lagi.


"Iya, saya anak dari keluarga Alexa, emang ada apa ya Om," tanya balik Indah kepada Tuan Loren yang tidak percaya jika dia anak dari keluarga Alexa.


"Wow, beruntung sekali anda Tuan Dika, bisa mendapatkan menantu idaman," jawab Tuan Loren.


"Iya benar, Indah adalah menantu idaman sekaligus menantu kesayangan keluarga Luis.


Indah bigung dengan Tuan Loren, jika dirinya anak dari keluarga Alexa.


"Ada rahasia apa lagi yang belum aku ketahui," ujar Indah membatin


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2