
Mendengar ucapan mama Vania Cika kaget, dia tidak menyangka jika calon mertuanya begitu bar-bar menjelaskan privasi kepada kita semua.
Begitu juga dengan tuan Dika dia tercengang dengan apa yang di bilang istrinya, "Ternyata istri aku ini bar-bar juga masalah ranjang," batin tuan Dika.
Lain hal nya dengan Rangga, dia senang jika mamanya memberi tahu hal seperti itu, "Bisa nanti dia pelajari untuk malam pertamanya nanti bersama Cika," batin Rangga senyum-senyum sendiri.
"Eh Rangga kamu kenapa senyum-senyum sendiri, apa kamu kesurupan," ujar tuan Dika yang heran melihat putra tunggalnya ini senyum-senyum gak jelas.
"Gak papa kok Pa," ujar Rangga cengengesan.
"Bener nih gak papa," ujar Tuan Dika.
"Iya Pa bener, yaudah ayo sayang kita ke butiq," ujar Rangga.
"Eh udah sayang-sayang aja, awas kamu mesumin Cika," peringat mama Vania.
"Hehe iya Ma siap, udah nikah aja nanti mesum tiap hari sama dia," ujar Rangga.
Mendengar Rangga berbicara seperti itu, Cika malah semakin merinding apa yang di bilang Rangga itu bener. "Ah enggak-enggak aku gak mau," teriak Cika.
"Kamu kenapa sayang apa yang gak mau?" tanya Rangga kaget tiba-tiba Cika berteriak.
"Kamu kenapa Nak, apa yang gak kamu mau," ujar mama Vania.
Ha Cika juga heran kenapa dia bisa teriak, apa bawaan reflek mendengar kata-kata vulgar tadi dari seorang rangga.
"Ehehehe gak papa kok Ma," jawab Cika cengengesan.
"Bener gak papa, terus kenapa tadi teriak gak mau?" tanya Rangga.
"Iya gak papa kok, tadi reflek aja," jelas Cika.
"Hmm yaudah, ayo berangkat sekarang." ajak Rangga.
"Iya ayo, Ma aku pamit dulu ya sama Rangga," ujar Cika.
"Iya sayang hati-hati di jalan, dan kamu Rangga jagain menantu Mama jangan sampai dia lecet atau terluka kalau itu terjadi awas kamu," ancam mama Vania.
"Iya Ma, Rangga bakalan jagain menantu kesayangan Mama," ujar Rangga.
"Bagus anak pintar, yaudah sana pergi nanti kemalaman lagi pulangnya," ujar mama Vania.
"Iya Ma. Assalamualaikum," ujar Cika.
"Assalamualaikumu Ma," ujar Rangga.
"Waalaikumusalam wr.wb," jawab mama Vania.
"Waalaikumusalam wr.wb," jawab papa Dika.
Cika dan Rangga berjalan menuju garasi mobil, di sana Rangga mengambil mobil yang biasa dia pakai kemana-mana, dan hari ini ia akan menyupir sendiri.
"Ayo silahkan masuk tuan putri," ujar Rangga membukakan pintu mobil untuk Cika.
"Terima kasih," jawab Cika.
Setelah membukakan Cika pintu, Rangga berjalan menunu kursi kemudi.
"Udah siap?" tanya Rangga.
"Iya udah," jawab Cika.
"Sabuk pengamannya udah di pasang belum," ujar Rangga.
"Iya udah semuanya," jawab Cika.
"Oke Kita berangkat," kata Rangga.
clCika dan Rangga telah melajukan mobilnya keluar dari perkarangan rumah Luis, mereka menuju butiq yang baisa keluarga Luis pesan baju.
Di butiq semua pakaian lengkap dan pastinya tidak mengecewakan pembeli, produk-produk dan bahan yang mereka gunakan sangatlah bagus, jadi tidak heran jika banyak pembelinya dan yang pasti harganya bisa merogoh saku.
Jiwa misqueenn meronta-ronta jika mendengar harganya, bagaimana tidak di butiq Shopia harga tarif setiap baju, celana, baju pengantin, pakaian ulang tahun, pakaian acara acara resmi dan masih banyak lagi bisa mencapai tarif sampai milliaran rupiah.
Di dalam mobil Rangga ingin sekali mengajak Cika berbicara, tapi dia kikuk apa yang mau dia katakan, karena sedari tadi Cika hanya diam dan tidak menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Apa aku ada salah sampai-sampai Cika tidak mau berbicara dengan ku," batin Rangga bertanya.
"Cika," panggil Rangga.
"Sayang," panggil Rangga sekali lagi.
"Cika sayang," panggil Rangga dengan menaikkan intonasinya.
Cika terperanjat karena kaget.
"Eh iya kenapa hmm," jawab Cika kikuk.
"Kamu lagi mikirin apa sih, sampai-sampai aku panggil kamu gak denger?" tanya Rangga.
"Gak, aku nggak mikirin apa-apa kok," jawab Cika.
"Bener kamu gak mikirin apa-apa, terus kenapa tadi melamun," ujar Rangga.
"Gak papa kok sayang," jawab Cika tersenyum.
"Gitu dong, kan tambah cantik," jawab Rangga memuji Cika.
"Aku mau tanya sama kamu boleh gak Ngga," ujar Cika.
"Iya boleh dong, masa kamu mau nanya aku gak boleh, emang mau tanya apa kamu sama aku," jawab Rangga.
"Tapi kamu jangan ke singgungu ya sama pertanyaaan aku," ujar Cika.
"Iya sayang," jawab Rangga membelai rambut Cika dengan tangan kirinya.
"Aku mau tanya, kamu bahagia gak bisa nikah sama aku?" tanya Cika.
"Tapi kalau kamu belum mau jawab atau gak mau jawab gak papa kok, aku ngerti juga," ujar Cika.
Mendengar pertanyaan Cika, Rangga mati kutu. "Bahagia atau tidak aku bisa menikahimu. sedangkan, kita kenal aja baru sebentar dan aku juga tidak tahu bagaimana kehidupanmu dulu," batin Rangga.
Rangga bingung mau menjawab apa antara bahagia atau tidak, dia belum bisa menjawabnya.
"Hmm nanti aku jawab kalau kita nanti udah nikah," ujar Rangga.
"Hmm iya," jawab Cika.
"Iya gak papa kok, kan nanti pasti di jawab sama kamu jadi aku tinggal tunggu aja," jawab Cika.
"Iya sayang makasih ya udah ngertiin aku," ujar Rangga berterima kasih.
"Iya sama-sama," jawab Cika.
Setelah mengobrol, keheningan pun tercipta tidak ada topik yang harus di bahas. Cika dia hanya menatap keluar jendela dan tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Rangga hanya fokus menyetir dan hanya alunan musik yang ada, untuk lagu ini pasti membuat perempuan baper bagaimana tidak lagu ini menggambarkan seseorang pria melamar kekasihnya.
Rangga dan Cika sama-sama menikamati, mendengarkan lagu yang di bawakan oleh Angga Candra- Melamarmu.
Song
*Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahanmu
Kupandang tajam bola matamu
Cantik dengarkanlah aku
Aku tak setampan donjua
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini ku tak ragu
Ku sungguh memintamu*
Reff
*Jadilah pasangan hidupku
__ADS_1
Jadilah ibu dari anak anak ku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang ku mau
Ku ingin melamar mu
Aku tak setampan donjua
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini ku tak ragu
Ku sungguh memintamu*
Reff
*Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak anak ku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang ku tau
Ku ingin melamar mu*
Cowo " Aku sengaja menyiapkan makan malam sesepesial ini dan aku ingin menutupnya dengan sesuatu yang manis,"
Satu yang ku tau
Ku ingin melamar mu
C****owo " hidangan penutup itu selalu di buat manis, karena yang manis itu selalu membuat kita tersenyum,"
Reff
*Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak anak ku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang ku tau
Ku ingin melamar mu*
Ohh satu yang ku mau
Ku ingin melamarmu
Uuu .....
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.