Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 86


__ADS_3

"Ayo sekarang kita ke rumah sakit," ajak Nyonya Lina.


"Baiklah," jawab Indah.


Mereka hampir lupa akan tujuan untuk menemjenguk Veli, Indah dan Mama Via langsung masuk kembali ke dalam mobil.


"Pak kita ke arah ini," ujar Nyonya Lina menunjukkan tempat yang akan mereka datang.


"Baik Nya," jawab Pak supir.


Indah, Mama Via dan Ibu Lina hanya diam di dalam mobil, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


Saat ini Indah masih sangat bingung dengan statusnya, ia tidak menyangka jika kejadian ini akan dia alami, Indah kira penderitaan yang ia alami selama masa kecil sudah cukup, tapi kenyataan yang ia terima saat ini begitu sakit.


Indah, Nyonya Via dan Nyonya Lina telah sampai di rumah sakit tempat Veli di rawat, mereka bertiga bergegas turun dan mencari keberadaan dimana tempat Veli di rawat.


Telah sampai di depan ruang ICU, di sana terdapat Tuan Dimas, Tuan Kenz, Tuan Dika, dan juga Nyonya Vania. Lina dan yang lainnya berjalan menghampiri mereka.


"Mas," panggil Lina kepada Dimas.


"Sayang," ujar Dimas.


Lina berjalan mendekati Dimas, begitu juga Indah. Namun Indah sama sekali tidak melihat adanya Rangga.


"Indah," panggil Dimas.


"Iya Ayah," jawab Indah.


"Kamu sudah baikan?" tanya Ayah Dimas.


"Iya Yah," jawab Indah.


Sedangkan, Via mendekati Kenz.


"Papa," panggil Mama Via.


"Pa, bagaimana keadaan Veli, apa dia baik-baik saja?" tanya Mama Via.


Tuan Kenz diam, dia tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh istrinya.


Dimas dan Lina mendekat ke arah Tuan Kenz dan Nyonya Via, mereka ingin menjelaskan kejadian yang terjadi hari ini.


"Nyonya Via," panggil Nyonya Lina.


"Iya," jawab Nyonya Via.


"Kamu yang sabar ya," ujar Nyonga Lina. Memberi semangat kepada besannya.


"Iya," jawab Via.


"Bagaimana ini bisa terjadi," ujar Via.


"Nanti saja ya kami jelaskan," ujar Dimas.


"Apa ada yang kalian tutupi dari ku," ucap Via.


"Tidak ada," jawab Dimas.

__ADS_1


Sudah lebih dari dua jam mereka menuggu keadaan Veli di dalam, dan selama itu pula belum ada tanda-tanda dokter keluar dari dalam ruangan tersebut.


Indah mendekat ke arah Mama Vania dan Papa Dika, ia ingin sekali menanyakan dimana keberadaan Rangga.


"Ma," panggil Indah kepada Mama Vania.


"Iya sayang," jawab Mama Vania.


"Ma dimana Rangga?" tanya Indah.


"Dia pulang Nak," ujar Mama Vania.


"Kapan Ma," ujar Indah.


"Sudah lama juga, mungkin sekarang sudah berada di rumah," jawab Mama Vania.


"Oh iya Ma," jawab Indah.


Setelah cukup lama menunggu, dokter keluar dari ruangan tersebut, dengan sigap Tuan Kenz langsung mendekatinya.


"Bagaimana keadaan anak saya, Dok," tanya Tuan Kenz.


"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkata lain," ujar dokter menunduk.


"Maksud Dokter apa, anak saya baik-baik saja kan, Dok," ujar Tuan Kenz sambil mengguncang badan dokter.


"Maafkan kami, kami telah melakukan yang terbaik," ujar Dokter.


"Silahkan kalian liat keadaannya," ujar Dokter.


Nyonya Lina, Tuan Dimas, Tuan Dika, Nyonya Vania dan Indah juga ikut masuk ke dalam, mereka kaget dengan berita yang di sampaikan dokter tentang keadaan Veli.


Nyonya Via mendekati ranjang Veli, ia menangis sambil mengguncang-guncangkan badan Veli.


"Veli bangun sayang!" teriak Nyonya Via.


"Sayang, Nak Veli bangun!" teriak Nyonya Via sambil mengguncangkan badan Veli.


Tuan Kenz, menangis ia sanat terpuruk mendegar kabar bahwa anak semata wayang mereka pergi terlebih dahulu meninggalkan dunia.


"Veli bangun sayang, ini Mama Nak," seru Mama Via dengan suara yang lirih.


"Ma, sabar Ma jangan seperti ini, ini sudah takdir tuhan Ma, kita harus ikhlas," ujar Tuan Kenz menenangkan istrinya.


Indah luruh ke lantai, ia sangag terpuruk mendengar kabar bahwa Veli telah tiada, orang yang pernah ada di hati Indah, orang yang selalu memberi semangat Indah saat sedih, orang yang mengubah hari-harinya menadi berwarna. Sekarang telah tiada, Indah pingsan, ia tidak bisa mengontrol perasaannya saat Ini.


Nyonya Vania dan Nyonya Lina sangat panik melihat Indah pingsan, Dimas dengan sigap menggendong Indah, Indah di bawa menuju ruang rawat yang berada di rumah sakit.


Dokter masuk menuju tempat Indah, ia memeriksa Indah.


"Bagaimana Dok?" tanya Dimas.


"Dia baik-baik saja, apa Indah pernah mengalami amesia?" tanya Dokter.


"Iya Dok," jawab Tuan Dimas.


"Untuk itu, saya sarankan untuk Indah jangan di buat kaget dengan berita yang bisa membuatnya drop. Ingatan Indah masih dalam proses pemulihan," ujar Dokter.

__ADS_1


"Baik Dok, terima kasih," ucap Tuan Dimas.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi, masih asa pasien lain untuk saya periksa." pamit Dokter kepasa Tuan dimas.


"Baiklah," jawab Tuan Dimas


Dokter keluar dari ruang rawat Indah, di satu sisi Nyonya Vania dan Tuan Dika mendekati ranjang Indah.


Mereka berdua ingin melihat kondisi Indah, Lina dan Dimas memepersilahkan mereka untuk melihatnya. Mereka juga tahu jika Nyonya Vania dan Tuan Dika adalah menantu dari Indah.


Nyonya Vania hanya memeperhatikan Indah, ia tidak tahu apa keputusan yang akan di ambil oleh menantunya ini setelah mengetahui kebenarannya.


"Pa," panggil Mama Vania.


"Iya Ma," jawab Papa Dika.


"Apa Rangga sudah mengantar supir untuk menjemput kita," ucap Mama Vania.


"Sebentar Papa cek dulu," jawab Papa Dika.


"Vania," panggil Lina.


"Iya," jawab Vania.


"Terima kasih," ujar Lina.


"Terima kasih untuk apa?" tanya balik Vania.


"Terima kasih karena telah merawat Indah dan memberikan kasih sayang kepadanya," jawab Lina.


"Aku yang seharusnya berterima kasih, karena kalian telah melahirkan perempuan sebaik Indah, maaf karena selama ini telah menutupi dan menyembunyikan dimana keberadaan putri dari keluarga Alexa," jelas Vania.


"Tidak masalah, sebaiknya kita lupakan saja tentang itu," ujar Lina.


"Iya," jawab Vania.


Di ruang ICU, Veli telah di pindahkan ke dalam Ambulance, Veli akan di bawa menuju kediaman keluarga Kenz. Sepanjang jalan menuju ambulance, Nyonya Vania tidak berhenti-hentinya menangis.


"Veli, sayang," ujar Nyonya Via lirih sambil menatap Veli.


"Ma, kita harus sabar mungkin ini yang terbaik untuk Veli," ujar Tua Kenz menenangkan istrinya.


"Tapi kenapa secepat ini Pa, Mama tidak sanggup," jawab Mama Via.


"Mama harus kuat ya, Mama tidak boleh sedih begini, nanti Veli juga ikut sedih," ucap Tuan Kenz.


Tuan Kenz juga sangat sedih, tapi kesedihan itu ia tahan, ia tidak mau melihatkan kesedigannya di hadapan istrinya. Bagaimana pun Tuan Kenz harus bisa tegar dan tidak boleh menunjukkan kesedihan dihadapan istrinya.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2