
Indah dan Kak Veli keluar dari kamar, dan langsung menuju kebawah menemui orang tua mereka, dan Indah siap. Untuk di bawa oleh Kak Veli bersamanya di rumah keluarga Kenz.
Sepanjang menuju ke bawah, Kak Veli tidak melepaskan pelukannya di pinggang Indah, sekarang Kak Veli telah posesif kepada Indah, dia tidak ingin kehilangannya walau hanya sebentar.
"Ayah Ibu," panggil Kak Veli.
"Iya Nak," jawab Ibu mertuanya.
"Saya dan Indah pamit pulang dulu, dan restuilah Indah untuk saya bawa kerumah," ujar Kak Veli meminta restu.
"Iya silahkan, sayangilah putriku dengan cinta dan jangan sekali-kali kamu membuat dia menangis atau sedih, jika itu terjadi saat itulah terakhir kamu melihat dia," kata Dimas tegas.
Mendengar itu Kak Veli semakin takut akan kehilangan Indah.
"Baik Ayah, saya akan menjaga dan menyayanginya seperti saya menyayangi orang tua saya," kata Kak Veli.
Setelah berpamitan, Indah dan kak Veli memasuki mobil dan siap untuk pergi.
"Udah siap?" tanya Kak Veli.
"Iya udah kok," jawab Indah.
"Jalan Pak," perintah Kak Veli kepada supir.
"Baik Tuan," jawab Pak supir.
Tidak terasa perjalanan memakan waktu dua jam lebih, di karenakan macet, Indah pun telah tertidur di bahu kak Veli, melihat itu Kak Veli tidak tega dan mengganti posisi meletakan kepala Indah di atas pahanya.
Kak Veli mengamati setiap, inci bagian dari muka Indah. "Terima kasih tuhan kau telah membawakan bidadari surga yang akan saya bimbing menuju jannahmu, jadikanlah pernikahan kami pernikahan yang kamu ridhoi dan jauhkanlah kami dari masalah masalah yang akan membuat kami berpisah," batin Kak Veli.
Cup ...,
Ciuman yang lama di daratkan di kening Indah, iya Kak Veli mencium Indah dengan lama, dia berjanji akan selalu menaburkan kebahagiaan, canda, tawa, dan tidak akan melihat indah sedih, janji Kak Veli.
Tidak terasa perjalanan mereka telah sampai, dan Indah masih tertidur lelap di pangkuan suaminya, Kak Veli tidak tega untuk membangunkannya. Lalu di menggendong Indah menuju kamar mereka.
Kak Veli menggendong Indah ala bridle style, seperti pangeran dan ratu kerajaan, sesampainya di kamar Kak Veli meletakkan Indah di ranjang, yang telah di sulap menjadi tempat yang sangat romantis. Di atas ranjang sudah di tabur bunga bunga mawar, dan sprainya sudah di ganti dengan bunga.
"Selamat tidur istriku, mimpi yang indah," ujar Kak Veli.
Kak Veli berjalan menuju kamar mandi, untuk bersih-bersih ia sudah tidak tahan lagi dengan badannya yang lengket.
Setelah mandi, Kak Veli menyusul Indah ke alam mimpinya.
Pagi hari cerah, matahari menyapa kedua insan yang baru saja melepas masa jomblo mereka, mereka berdua masih terlelap tidur di atas ranjang dan dengan mimpi masing masing.
Indah sudah bangun, tapi ia merasa berat pada bagian perutnya.
"Aduh tangan siapa ini," kata Indah.
"Indah baru ingat, jika semalam dia tertidur di mobil, dan tangan ini Kak Veli, Astaga aku lupa kalo aku udah nikah," batin Indah.
__ADS_1
Indah menghadap kearah Kak Veli, ia melihat setiap inti wajah dari Kak Veli, yang berstatus sebagai suaminya sekarang.
Dan cup ...,
Indah mencium bibir Kak Veli, sekilas ia senang jika ada seseorang yang mencintainya dengan tulus.
Terima kasih telah menerima aku apa adanya, Kakak sebenarnya baik, ganteng, cerdas aku akui, tapi sayangnya suka soplak, jail, nyebelin dan suka bikin aku kesel tapi aku sayang, maaf Kak belum bisa mencintai kamu tapi jika suatu saat nanti hari itu tiba dimana kita berdua akan menajdi pasangan yang saling mencintai dan sayang satu sama lain.
Tanpa Indah sadari, Kak Veli sudah lama bangunnya, ia mendengar semua apa yang di katakan oleh istrinya.
Dia akan mengubah sikapnya menyebalkan baginya.
"Kamu cium kok, gak bangunin aku sih," celetuk Kak Veli.
"Hoh kamu udah bangun," kaget Indah.
"Udah lama aku bangunnya sayang," kata Kak Veli.
"Jadi kamu dengar, semua dong apa yang aku ucapin tadi," ucap Indah malu.
"Iya hehe," jawab Kak Veli cengengesan.
"Ulang lagi ciumnya, masih ingatkan sama janjinya," kata Kak Veli.
"Ih tadi kan udah," kata Indah.
"Tadi kan aku gak bales kamu," ujar Kak Veli gak mau kalah.
"Nggak pokoknya harus di ulang, gak ada penolakan titik," tegas Kak Veli.
"Hmm iya deh," jawab Indah lesu.
"Mana coba kok gak di cium," kata Kak Veli.
Indah malu, untuk memulainya lain hal dengan yang tadi, dia tidak tau jika kak Veli sudah bangun biasanya, Kak Veli yang duluan.
"Kok gak di cium-cium sih," ujar Kak Veli.
"Aku malu," jawab Indah menunduk.
"Kenapa harus malu, aku kan suami kamu," kata Kak Veli.
Indah mendekat ke arah Kak Veli ia memberanikan diri untuk menciumnya dan Cupp ...,
Tanpa bantuan, Indah telah mencium Kak Veli, dan melihat itu pun, Kak Veli senang tanpa aba-aba Kak Veli langsung membalas ciuman Indah.
Lama mereka berciuman, dan Indah pun telah lebih dahulu melepaskan pangutannya.
"Udah kak kita mau mandi, kasihan yang di bawa pasti nungguin kita," ujar Indah.
"Padahal masih mau berdua sama kamu," kata Kak Veli.
__ADS_1
Gak tau kenapa saat ini, Kak Veli ingin sekali bermanja-manja dengan Indah.
"Kan nanti bisa Kak," ujar Indah.
"Hmm iya deh, nanti malam pokoknya aku mau manja-manja sama kamu sayang," kata Kak Veli tersenyum.
"Yaudah, sekarang kita mandi ya," kata Indah
"Mandi sama-sama," ujar Kak Veli.
"Nggak pokoknya, mandi sendiri-sendiri udah gede juga," tegas Indah
"Eh buset bini gua galak bener yak, untung sayang," batin Kak Veli.
"Iya sayang, Kakak mandi di kamar mandi tamu aja ya," jawab Kak Veli.
"Bagus kalo gitu," kata Indah.
Indah dan Kak Veli mandi berbeda tempat, mereka mandi hampir setengah jam, setelah mandi, Indah lebih dulu menyiapkan pakaian untuk suaminya.
"Kak itu baju sama celananya," ujar Indah.
"Iya sayang," kata Kak Veli.
"Yaudah masuk sana ke dalam, ruang ganti aku tunggu di sini ya," kata Indah.
"Iya bawel banget sih," kata Kak Veli.
"Kak Veli mengganti pakaiannya sedangkan Indah menunggu di sofa.
Setelah mengganti pakaian Kak Veli mengahmpiri sang istri yang tengah asik berselancar di dunia maya.
"lagi apa sayang, kayaknya sibuk banget?" tanya Kak Veli.
"Ngga kok Kak, ini lagi balas pesan temen yang ucapin selamat sama aku," kata Indah menunjukkan pesan yang ia terima.
"Oh iya udah, kita ke bawah sekarang, aku udah laper banget nih," ajak Kak Veli.
"Yaudah ayo," jawab Indah.
Indah dan Kak Veli berjalan bersama, menuju ke bawah. Kak Veli seperti biasanya memeluk pinggang ramping Indah.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
SalamManis♡.