Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 13


__ADS_3

Sesampainya di rumah Indah masuk dan berlari menaiki tangga, tetapi Indah di panggil oleh Ibunya.


"Indah sayang," panggil Ibu Indah.


"Iya bu kenapa," jawab Indah tertunduk.


"Kenapa pagi tadi nggak ikut sarapan sayang?" tanya Ibu.


"Nggak papa kok Bu, tadi Indah hanya buru-buru soalnya, udah janji sama Mawar mau mampir sebentar ke toko Buk," jawab Indah berbohong.


Benerkan Indah gak bohong sama Ibu," tanya Ibu Indah sekali lagi.


"Iya Bu, bener Indah gak bohong," jawab Indah sambil meletakkan kedua jarinya membentuk huruf V.


"Hmm Iya, udah deh kalo gitu, sana ke kamar bersih-bersih," suruh Ibu Indah.


"Iya Bu, Indah kekamar dulu ya," jawab Indah.


"Iya sayang," jawab Ibu Indah tersenyum getir.


"Maafkan kami nak, karena telah menjodohkanmu kami tidak mau nanti kamu terluka, kami ingin melihat ada yang menjagamu kemana pun, Ibu tau kamu berbohong, kelihatan dari matamu jika kamu habis menangis,sekali lagi maafkan kami sayang," batin Lina.


Malam pun tiba, tapi kali ini Indah tidak ikut makan bersama. Dia tidak mau untuk sekarang melihat Ayahnya, masih belum ada keberanian untuk menjawab pertanyaan masalah perjodohannya.


"Sayang Indah kemana kok gak ikut makan bareng kita?" tanya Dimas


"Ada di kamar kok, tapi kenapa nggak turun ya? padahal dia belum makan sama sekali dari pulang sekolah tadi," jawan Lina.


"Coba kamu susul dia ke atas!" perintah Dimas.


"Yaudah aku tinggal bentar ya," jawab Lina.


Lina menyusul Indah di kamarnya, sesampainya di kamar.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


"Nak! Indah sayang, ini Ibu," panggil Ibu Indah sambil mengetuk pintu.


"Sayang,".


"Indah mendengar ketukan pintu, yang ia tau pasti itu, Ibunya lah yang akan datang dan menanyakan kenapa tidak ikut makan malam," pikir Indah.


"Iya Bu sebentar," jawab Indah berjalan ke arah pintu.


Cklekk.


"Iya bu kenapa?" tanya Indah.


"Boleh Ibu masuk," kata Ibu.


"Iya boleh Bu, silahkan," jawab Indah.


Ibu Indah masuk dan duduk di sofa yang sudah di siapkan di dalam kamar.


"Indah sini sayang duduk sama Ibu," ajak Ibu Indah.

__ADS_1


:Eh, iya Bu" jawab Indah.


Indah berjalan mendekati Ibunya dan duduk di sampingnya.


"Coba Indah cerita, kenapa gak ikut makan malam?" tanya Ibu kepada Indah


"Heheh, gak papa ko Bu. Indah masih kenyang," jawab Indah cengengesan.


"Nak jangan bohong sama Ibu," kata Ibu Indah.


"Hmm, Bu maaf," jawab Indah tertunduk.


"Indah sebenernya belum siap mau nikah, apa lagi Indah kan masih muda, Indah belum siap menerima perjodohan ini," jawab Indah menjelaskan.


"Sayang," panggil Ibu.


"Dengerin Ibu, tatap mata Ibu, kami menjodohkanmu bukan karena apa-apa, kami hanya ingin yang terbaik untuk kamu, dan bisa ada yang menjaga kamu nantinya," terang Ibu.


"Lagi pula, orang yang akan kami jodohkan dengan kamu, adalah orang yang kamu suka waktu kecil," Jelas Ibu Indah.


"Orang yang aku suka, sejak kecil? siapa Bu?" tanya Indah bingung.


"Nanti kamu juga pasti tahu siapa orangnya," jawab Ibu Indah tersenyum.


"Hmm iya Bu, nanti Indah pikirin lagi untuk menerima atau menolak perjodohan ini," jawab Indah sendu.


"Iya Nak, pikirkan yang matang ya sayang, kamu gak mau ikut makan?" tanya Ibu Indah.


"Nggak Bu, Indah masih kenyang, nanti kalo laper tinggal ke bawah aja heheh," jawab Indah cengengesan.


"Iya sayang, yaudah Ibu tinggal dulu ya, kamu istirahat jangan malem banget tidurnya," kata Ibu Indah menasehati.


Ibu Indah meninggal kan Indah di kamar, lalu ia turun ke bawah dan bergabung bersama untuk makan malam.


"Bagaimana Indah?" tanya Dimas.


"Nggak papa sayang, katanya dia masih kenyang, jadi gak ikut makan," jawab Lina.


"Hmm iya, udah kalo gitu mah," jawab Dimas.


Dimas, Lina dan Yudha makan bersama. Malam ini tanpa adanya Indah, Dimas juga merasa bersalah karena telah menjodohkan dia, tapi ini adalah yang terbaik untukmu Indah.


Pagi Ini Kondisi langit mendung, sama seperti hati Indah, ia hari ini Indah sudah yakin, dan tekadnya juga sudah bulat untuk menerima perjodohan ini, "Toh biar di tolak ujung-ujung nanti masih di paksa," pikir Indah.


Indah keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga satu persatu, ia berjalan menuju meja makan.


"Pagi semua," sapa Indah.


"Pagi sayang," jawab Ayah dan Ibu.


"Pagi juga Ka," balas sapa Yudha.


"Kakak makin cantik deh," puji Yudha.


"Hehe, kamu bisa aja Yud," jawab Indah cengengesan.


"Yaudah makan sekarang, nanti telat lagi kalian ke sekolahnya," kata ibu


CIya bu siap," jawab Yudha.

__ADS_1


Sedangkan, Indah hanya tersenyum getir, "dia pikir mungkin saat inilah masih bisa makan dan mengobrol bersama, jika ia sudah menikah nanti akan berubah dan tidak ada lagi yang namanya celotehan biasa di pagi hari" batin Indah sedih.


Sarapan pun telah selesai, dan semuanya telah siap untuk melaksanakan aktivitas hari ini.


Indah telah pergi ke sekolah dengan menaiki mobilnya.


Sampailah Indah di sekolah, ia langsung pergi ke kelas, namun di pertengahan jalan Indah di goda oleh kakak kelasnya.


"Hay Cantik," sapa Cowok 1.


"Cantik banget sih bidadarinya aku," sapa Cowok 3.


"Iya nih, udah ada semangat buat sekolah," kata Cowok 2.


"Permisi Kak," kata indah ingin pergi.


"Eit, mau kemana sih," kata Cowok 3.


"Permisi kak, saya mau masuk kelas," jawab Indah.


"Nanti dululah, main sama kita-kita aja dulu," kata Cowok 2.


"Nggak Kak , maaf saya permisi," jawab Indah sambil menunduk.


Dari kejauhan, Devin melihat Indah di hadang langsung menghampirirnya.


"Permisi, maaf ada apa kalian menggannggu pacar saya," celetuk Devin tiba-tiba datang dan langsung merangkuL bahu Indah.


"Ohh, udah ada pacarnya ya," kata Cowok 1 kecewa.


"Iya, kami permisi," jawab Devin, yang sudah memeluk pinggang Indah sambil berjalan berdampingan.


Sesampainya di kelas semua mata tertuju kepada Indah dan Devin, bagaimana tidak. Devin masih dengan posisi tangan yang sama, yaitu memeluk pinggang Indah, dan Mawar pun heran melihatnya, "Mengapa mereka berdua bisa sedekat itu?" batin Mawar.


"Ehh maaf, tidak bermaksud untuk membuatmu malu," ucap Devin meminta maaf sambil melepaskan pelukannya.


"Iya tidak apa-apa, terima kasih karena telah menolong dari kakak kelas yang mau mengganggu," jawab Indah berterima kasih sambil tersenyum manis.


"Senyum itu," batin Devin.


"Iya, sekali lagi saya minta maaf," ujar Devin.


"Iya, tak apa," jawab Indah.


Indah dan Devin tau pasti, teman mereka di kelas sedang menggosipkan mereka berdua, karena berjalan sambil memeluk, jangan panggil Indah, jika dia hanya cuek bebek dengan keadaan, Devin juga begitu.


Sungguh pasangan yang serasi😍.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2