
"Buka kanlah hatiku ini untuk mencintainya Tuhan, agar aku menikah dengannya tidak dengan terpaksa," harapan Indah sebelum ia tertidur.
Setelah mengucapkan kata tersebut, Indah pun tertidur dan menuju alam mimpinya.
Pagi hari menyapa, hari ini adalah hari ujian sekolah, Indah bangun lebih pagi dari yang biasa, Indah menyiapkan semuanya dengan sangat teliti.
"Pagi Bu, Yah," sapa Indah.
"Pagi sayang, cepet banget ke bawahnya," kata Ibu.
"Iya Bu, hari ini Indah mau ujian, jadi harus lebih pagi datangnya," ujar Indah.
"Oh yaudah sini kita sarapan," ajak Ibu.
"Iya Bu," jawab Indah.
Seperti biasa, jika di saat makan tidak ada yang bersuara, keheningan tercipta suara dentingan sendok sajalah yang terdengar.
Setelah sarapan selesai, Indah pamit untuk berangkat sekolah.
"Ibu Indah pergi dulu ya, doain semoga Indah naik kelas dan ujiannya lancar," ujar Indah.
"Iya sayang pasti Ibu doain," kata ibu tersenyum.
"Indah pamit dulu bu. Assalamualaikum wr.wb," ucap Indah.
"Iya hati hati sayang. Waalaikumuslam wr.wb," jawab Ibu.
Sesampainya di sekolah, Indah mencari ruangan yang akan dia tempati untuk ujian nanti.
"Duh dimana ya ruangannya," batin Indah.
"Nah ini dia," ujar Indah.
Indah masuk kedalam ruangan tersebut, dan dia telah di tunggu oleh temannya, siapa lagi jika bukan Mawar.
"Hai ndah," sapa Mawar.
"Oh hai, kamu di kelas ini juga?" tanya Indah.
"Iya, tuh aku duduk sama kak Viola," jawab Mawar.
"Eh aku duduk sama siapa ya?" tanya Indah.
"Gak tau coba cari sana," ujar Mawar.
Indah pun mencari kursi, dan ternyata Indah duduk bersama Kak Veli.
"Hadeh, kenapa sih harus duduk sama dia, bakalan gak pokus nantinya," gerutu Indah.
Indah pun duduk di kursinya, dan tidak lama dari sana datanglah Kak Veli.
"Indah," panggil Kak Veli.
"Eh iya kak," jawab Indah.
"Kamu di kelas ini juga?" tanya Kak Veli.
"Bukan hanya di kelas yang sama kak, kita juga satu meja" batin Indah geram.
"Eheh iya Kak," jawab Indah cengengesan.
"Terus kamu duduk sama siapa?" tanya Kak Veli.
__ADS_1
Kak Veli belum menyadari, jika dia duduk sebangku bersama calon istrinya.
"Sama pluto," jawab Indah ngasal.
"Iss mana ada nama pluto," kata Kak Veli bingung.
"Iya sama, orangnya kayak pluto," jawab Indah kesal, masa iya sih seorang Velito Kenz. Orang yang tingkat cerdasanya di atas rata-rata gak bisa baca.
"Maksudnya?" tanya Kak Veli, yang tidak mengerti.
"Ada namun tak di anggap," jawab Indah.
"Ya kan planet pluto mana ada," jawab Kak Veli.
"Ada kak planet pluto, ia ada namun tak di anggap di dalam rotasinya," jawab Indah tambah kesal.
"Oke jadi gini maksud kamu ngomong gitu apa, aku kurang paham," kata Kak Veli. Yang merasa pembicaraannya sudah ngelantur.
"Kak veli bisa baca?" tanya Indah.
"Bisalah," jawab Kak Veli.
"Coba baca nomor ujian kakak, dan sama siapa kakak duduk," kata Indah.
Kak Veli pun membaca nomor ujiannya, dan dia membaca nama dan nomor ujian meja sampingnya.
"Heheh, aku sama kamu duduknya," kata Kak Veli cengengesan.
"Bukan sama aku tapi sama pluto," jawab Indah sebal.
"Kok sama pluto lagi sih," kata kak veli yang mulai bingung.
"Iya kan aku ada, namun tak di anggap," kata Indah menekan setiap katanya.
"Maafin Kakak atuh, kakak gak tau kalo kamu duduk sama kakak," kata Kak Veli menyatukan kedua tangannya.
"Ihh kok cuek sih sama kakak," ujar Kak Veli.
"Hmm," jawab Indah.
"Indah," rengek Kak Veli.
"Hmm," ujar Indah.
"Dasar sabayan," kata Kak Veli.
"Loh kok sabyan," kata Indah.
"Iya jawabnya, aja hm, hm, hm, emang mau nyanyi," kata Kak Veli bercanda.
"Gak lucu," jawab Indah dingin.
"Yaudah maaf deh," kata Kak Veli.
"Hm," ujar Indah.
"Ih Ndah jangan hm, hm, hm, aja," ujar Kak Veli.
Indah pun menghadap Kak Veli.
"Iya Kakak Velito Kenz yang ganteng, tampan, cerdas, calon suaminya Indah udah Indah maafin kok," kata Indah panjang.
Mendengar Indah berkata calon suami membawa senyum yang merekah, Kak Veli senang, jika dia di akui oleh Indah sebagai calon suaminya.
__ADS_1
"Hehhe iya," kata Kak Veli cengengesan.
Guru yang mengawas, pun memasuki kelas dan ujian siap di laksanankan.
Waktu ujian pun telah selesai, semua siswa keluar dari ruangannya masing-masing dan menuju kantin.
"Kantin yuk sayang," ajak Kak Veli.
"Hmm iya," jawab Indah lesu.
"Kamu kenapa sayang, sakit?" tanya Kak Veli.
"Nggak kok, aku baik-baik aja," kata Indah tersenyum.
"Yakin," kata Kak Veli.
"Iya kak yakin, yaudah yuk ke kantin, nanti keburu rame lagi," ajak Indah.
"Yaudah, jalan sekarang," ajak Kak Veli sambil menggenggam tangan Indah.
Tanpa mereka berdua sadari, percakapan mereka di dengar oleh Mawar dan Devin, betapa cemburunya Devin, melihat Indah semakin dekat dengan veli.
"Tunggu tanggal mainnya," batin Devin.
Indah dan kak Veli berjalan menuju kantin, dan mereka memesan makannan.
Setelah memesan makanan, Indah dan Kak Veli menyantapnya.
Tidak terasa ujian sekolah telah selesai. Mereka tinggal menunggu hasil jerih payah mereka, untuk menjawab soal-soal yang menguji kemampuan. Mereka dalam satu tahun belajar, menguji batas mana kemampuan yang mereka dapat.
Dan hari ini adalah hari dimana hasil belajar, yang mereka jalani selama satu tahun.
Apakah mereka naik atau lulus?
ataukah mereka harus menetap di kelas yang sama dan ada juga yang tidak lulus?
Indah dan Kak Veli, sedang berbincang bincang dengan para orang tua mereka.
"Indah," panggil Tante Via.
"Iya Tante," jawab Indah.
"Setelah ini, kamu akan menikah dengan anak Tante," kata Tante Via senang.
Deg ..., seakan waktu berhenti dan detak jantung berhenti sebentar, ia hari ini adalah hari dimana setelah pembagian raport, ia akan menikah dengan Kak Veli dan marga dia akan berubah, dan saat hari pernikahan tiba, itu adalah hari terakhir dia menjabat sebagai Nona muda Alexa. Setelah itu, iya akan berganti menjadi Nona muda Kenz, sebagai istri dari seorang Velito Kenz, kakak kelas yang pernah ia benci karena sikapnya yang dingin.
"Hehe, iya Tante," jawab Indah cengengesan.
"Iya, kamu nanti akan menjadi menantu di keluarga Kenz," ujar Tante Via.
"Iya Jeng, nanti ajari ya Indah di sana, tegur dia jika dia salah nanti," potong Lina Ibu Indah.
"Iya jeng pasti itu," kata Tante Via senang.
"Mendengar Ibunya mengatakan itu hati Indah semakin sakit, bagai luka tidak berdarah, bagaimana tidak Ibunya sudah siapkah jika ia pergi meninggalkan rumahnya," batin Indah.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
__ADS_1
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.