Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 100


__ADS_3

"Apa kalian tidak bisa memberi waktu untuk Yudha menginap di sini," ucap Nyonya Lina.


"Maaf, istri saya sudah lama menanti kehadiran anaknya, selama ini dia sakit karena terlalu memikirkan Anak kami yang saat itu entah dimana," ujar Tuan Marko.


Mau tidak mau Nyonya Lina memanggil Yudha, dan menjelaskan semuanya kepada Yudha, awalnya Yudha tidak percaya, namun setelah di jelaskan berulang kali barulah Yudha yakin dan saat itu juga Yudha menangis karena akan berpisah.


"Ibu maafin Yudha kalau banyak salah selama ini sama Ibu," ujar Yudha menangis di pelukan Ibu Lina.


"Kamu tidak ada salah sayang sama Ibu, Ibu sayang sama kamu," ucap Ibu Lina.


"Nanti kalau Yudha mau main ke sini boleh ya Bu," ujar Yudha.


"Iya sayang boleh kok," jawab Ibu Lina.


"Bilang sama Kak Indah kalau Yudha rindu sekali sama dia," ujar Yudha menangis.


Sungguh saat ini Yudha sangat rindu akan sosok Kakaknya yaitu Indah, Yudha sakit saat mendegar kabar bahwa Kak Indah menghilang.


"Iya Nak," ujar Ibu Lina.


Setelah itu Yudha di bawa oleh Tuan Marko.


Falsh Back Off


"Begitulah ceritanya," ujar Ibu Lina yang menangis sungguh dia tidak bisa menahan air matanya saat menceritakan kepergian Yudha.


"Apa Indah bisa menjenguk Yudha ke sana Bu," ucap Indah. Sekarang yang Indah ingin melihat Yudha.


"Bisa Nak, tapi kita harus memberitahu terlebih dahulu Tuan Marko," jawab Ayah Dimas.


"Baik Ayah, minggu depan saat Indah libur sekolah Indah mau pergi ke Bandung untuk menjenguk Yudha, Indah minta tolong sama Ayah untuk membuat janji dengan Tuan Marko," pinta Indah, bukan hanya Yudha yang merindukan Indah, namun Indah juga merindukan sosok Yudha.


"Iya sayang, akan Ayah usahakan," jawab Ayah Dimas.


"Kalau begitu, Indah sama Rangga pergi ke kamar dulu ya, kami mau beres-beres barang apa saja yang akan kami bawa," ucap Indah.


"Apa perlu Ibu bantu Nak," ujar Ibu Lina sembari mengelap air matanya.


"Tidak usah Bu, Indah bisa kok," jawab Indah.


"Iya Nak," ucap Ibu Lina.


Indah dan Rangga beranjak dari tempat duduknya menuju kamar, sesampainua di kamar Indah segera mengambil koper yang akan dia bawa, Indah menuju lemari dan mengambil pakain yang akan dia bawa ke rumah mertuanya.


"Sayang," panggil Rangga.


"Iya kenapa," jawab Indah yang masih sibuk menyusun beberapa baju.


"Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Rangga.

__ADS_1


"Kalau kamu mau bantu, tolong alat make up yang ada di meja rias kamu masukin dalam tas khusus make up, terus Tas, sepatu, sama poto-poto kamu masukin dalam koper yang ada di sana," jelas Indah sambil menunjukkan beberapa koper.


"Baik sayang," jawab Rangga. Saat ini Rangga senang sekali jika bisa membantu Indah.


Rangga melakukan semua yang di bilang Indah, dari mulai make up sampai ke poto-poto telah dia masukkan ke dalam beberapa koper yang di beri tahu tadi.


"Sayang semuanya telah siap," ucap Rangga.


"Serius semuanya telah selesai," ujar Indah tidak percaya, baru kali ini dia melihat seorang laki-laki dengan cepat melakukan apa yang di perintahkan.


"Iya sayang, coba kamu lihat deh," ucap Rangga.


Indah berjalan mendekat ke aeah koper yang di gunakan Rangga tadi, Indah mengecek semuanya dari mulai tempat make up sampai poto yang ada di kamarnya.


"Bagaimana, apa aku melakukannya dengan baik," ujar Rangga.


"Iya," jawab Indah. Indah masih saja heran dengan Rangga, bagaimana mungkin dia bisa melakukannya dengan secepat itu.


"Oh iya, sayang apa kamu mau ikut nanti ke Bandung," ujar Indah.


"Insta Alkah aku akan ikut, berhubung hari minggu, doain aja semoga jadwal kantor tidak ada masalah," ujar Rangga.


"Aamiin, kalau begitu ayo sekarang kita pergi, nanti sampai di sana juga kita perlu beres-beres rumah," ujar Indah.


"Sebentar aku panggil pelayan dulu untuk membawa ini," ucap Indah. Indah berjalan menuju ranjangnya, di sana terdapat tombol khusus untuk memanggil pelayan.


Setelah menekan bel tersebut, Indah hanya tinggal menunggu pelayan yang datang.


"Sudah kita hanya tinggal menunggu saja, apa kamu tidak mau mengganti pakaian?" tanya Indah.


"Apa pakaian yang ku pakai kurang bagus untuk di pandang," ucap Rangga.


"Tidak, kamu selalu tampan dalam keadaan apa pun," jawab Indah sambil tersenyum.


"Kamu bisa saja membuat suami senang," balas Rangga.


"Siapa dulu, istrinya Rangga," ujar Indah membanggakan Rangga sebagai suaminya.


"Iya sayangnya Rangga," ucap Rangga lalu mencium kening Indah cukup lama.


"Tetaplah seperti ini, jangan pernah berubah sayang," ujar Rangga selepas mencium Indah.


"Kamu juga, tetaplah seperti Rangga yang aku kenal, jangan pernah bosan dengan status ini, aku tahu aku masih kecil untuk memahami apa artinya berumah tangga, tapi bimbinglah aku jika ada salah," ucap Indah.


"Itu sudah menjadi tanggung jawab dan kewajibanku sayang," jawab Rangga.


Terdengar suara ketukan pintu, yang dapat di pastikan jika itu adalah pelayan yang datang. Indah beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu.


Ceklek.

__ADS_1


"Selamat siang Nona," salam salah satu pelayan.


"Siang," jawab Indah.


"Kami ke sini di suruh oleh kepala pelayan untuk membantu Nona, apa yang bisa kami bantu," ucap Pelayan sopan


"Silahkan kalian masuk," ajak Indah. Para pelayan masuk mengikuti Indah.


"Kalian bawa ini menuju bagasi mobil!" perintah Indah.


"Baik, apa masih ada barang lagi yang harus kami bawa?" tanya salag satu pelayan.


"Tidak, hanya ini saja," jawab Indah


"Kalau begitu kami izin untuk membawa ini," ucap Pelayan.


"Oh iya silahkan," jawab Indah.


Ada tiga pelayan yang memebawa koper Indah dan Rangga, mereka keluar dari kamar menuju bagasi mobil.


Indah berjalan mendekat ke arah Rangga, ia kembali duduk.


"Apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Rangga.


"Boleh, ayo sekarang kita turun, lalu pamit sama Ibu dan Ayah," jawab Indah.


"Ayo kita ke bawah kalau begitu," ucap Rangga.


"Tunggu sebentar," ujar Indah beranjak dari tempat duduknya. Indah saat ini tengah mengelilingi isi kamarnya, kamar yang hanya ia tempati beberapa bulan, kamar yang banyak sekali dengan cerita sedih.


Rangga hanya mengamati apa yang di lakukan Indah, mungkin wajar bagi seorang perempuan begitu saat ingin meninggalkan tempat yang biasa ia tempati.


"Rangga aku pasti akan merindukan kamar ini," ujar Indah.


"Nanti kita akan sering-sering sayang untuk menginap di sini," ucap Rangga.


"Apa kamu yakin dengan ucapanmu, kita akan serig ke sini," ujar Indah.


"Insya Allah, aku akan meluangkan waktu untuk itu," jawab Rangga.


Setelah puas berkeliling di kamarnya, Indah dan Rangga turun ke bawah untuk berpamitan.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2