
"Kamu ngejek aku sayang hmm," ujar Rangga.
"Aku gak ngejek kamu loh, emang kenyataannya," ujar Cika.
"Hmm Iya, yaudah kamu naik sofa itu sana, badan kamu sih pendek," ujar Rangga.
"Ihh badan aku gak pendek ya sayang, tinggi aku di atas 160 cm untuk ukuran wanita itu sangat ideal jangan rendahin gitu aja," ujar Cika yang tidak terima ia di bilang pendek.
"Iya sayang iya kamu selalu benar dan gak pernah kamu salah, tapi ya kalo kamu tinggi kok masih naik sofa buat pasangin dasi aku," ujar Rangga yang masih mengungkit masalah tinggi badan.
Rangga senang karena pagi ini ia telah menggoda istrinya, senang melihat wajah Cika yang cemberut menurutnya muka itu sangat lucu.
"Sayang udah dong masa masih mau di tanya masalah tinggi badan aku," ujar Cika cemberut suaminya ini tidak mau berhenti menggodanya.
"Iya sayang," jawab Rangga.
Perdebatan yang terjadi di antara Cika dan Rangga itu dengan jarak yang sangat dekat kenapa tidak Cika sambil memasangkan dasi Rangga, jarak mereka begitu sangat dekat bahkan hembusan nafas satu sama lain bisa di rasakan.
"Yess udah ke pasang," ujar Cika.
"Makasih ya sayang," ujar Rangga berterima kasih kepada istrinya.
"Coba kamu liat di kaca kan tambah gagah dan tampan kalo kamu pakai dasi," ujar Cika.
Rangga berjalan menuju lemari yang telah di siapkan kaca seukuran tubuh.
Rangga melihat dirinya di kaca ternyata benar, ada yang beda jika ia memakai dasi malah tambah rapi dan ada yang menonjol untuk menambah kesan menawannya.
"Gimana ada yang beda gak?" tanya Cika.
"Iya kamu bener sayang, di pasang dasi kelihatan rapi banget," ujar Rangga.
"Yaudah ayo kita turun ke bawah sarapan, mama sama papa kayaknya udah nungguin kita," ajak Cika.
"Yaudah ayo," jawab Rangga.
"Sebentar aku ambil tas kerja kamu dulu," ujar Cika.
Cika berjalan menuju ranjang dimana terletak tas kerja Rangga.
Setelah mengambil tas, Cika dan Rangga keluar dari kamar dan turun menuruni anak tangga satu persatu, mereka berdua berjalan menuju meja makan, benar yang Cika bilang di sana sudah ada mama Vania dan paoa Dika menunggu mereka.
"Pagi Ma, pagi Pa," sapa Cika.
"Pagi sayang," jawab mama Vania.
"Pagi juga Nak," jawab Papa Dika.
"Pagi Mama sama Papa," ujar Rangga.
"Papa denger ada suara gak," ujar mama Vania yang pura-pura tidak mendengar sapaan Rangga.
__ADS_1
"Iya Ma ada suara tapi gak ada orangnya," ujar papa Dika yang mengikuti permainan istrinya.
"Sayang kamu denger gak ada suara yang panggil mama sama papa?" tanya mama Vania kepada Cika.
"Iya Ma ada, tapi gak ada orangnya, ih jadi merinding deh Ma," ujar Cika dengan gaya ketakutan.
"Iya ada suara gak ada jasadnya," celetuk papa Dika.
"Teruss, ejek aja terus, kalian gak puas apa mau permainin orang yang ganteng gak ketulungan ini," ujar Rangga membanggakan dirinya.
"Hukk Hukk Hukk", Cika dengan sengaja terbatuk, ia enek mendengar Rangga berbicara seperti itu.
"Terlalu percaya diri anda Tuan," ujar Cika dengan gaya sinisnya.
"Hei Nona itu kenyataan jika aku sangat tampan dan tidak ada yang tidak menyukai pesona seorang Rangga," ujar Rangga membanggakan dirinya.
"Udah ya debatnya nanti kesiangan lagi kalian, udah sini makan, mama minta maaf ya sayang mama tadi cuma iseng aja," ujar Mama Vania meminta maaf kepada Rangga.
"Tidak masalah Ma, aku sudah terbiasa menjadi di anak tirikan semenjak ada menantu ke sayangan Mama ini," ujar Rangga dengan suara yang sangat sendu dan di buat se dramatis mungkin.
"Ha sok kamu Rangga mau jadi aktor drama, akting gitu aja gak bisa," celetuk papa Dika.
"Iya Pa, kalau papa dah ngomong aku diem aja dari pada gak selesai debatnya," ujar Rangga mengalah.
"Udah ayo makan sekarang, nanti kesiangan lagi!" pisah mama Vania.
Meraka semua makan dengan diam seperti biasa tidak ada yang berbicara di saat makan, karena peraturan di rumah keluarga Luis sangat harus di ikuti dan jangan di langgar.
"Selamat pagi Tuan," sapa supir yang bername tag Ujang.
"Selamat pagi Nona," sapa pak Ujang kepada Cika.
"Pagi Pak," jawab Rangga.
"Pagi Pak," jawab Cika
"Mau berangkat sekarang?" tanya pak Ujang.
"Iya Pak," jawab Rangga.
"Mari Tuan, Nona silahkan masuk," ujar Pak Ujang.
Rangga dan Cika hanya menganggukan kepala tanda iya.
Cika dan Rangga masuk ke dalam mobil, mereka duduk di jok belakang berdampingan.
"Sudah siap tuan?" tanya pak Ujang.
"Iya pak, jalan sekarang," ujar Rangga.
Pak supir melajukan mobilnya menuju kantor, Cika dan Rangga di belakang hanya diam.
__ADS_1
Rangga sibuk melihat isi Hand ponenya, Rangga kembali mengecek email yang masuk di dalam Hand pone nya, banyak para investor yang menawarkan kerja sama kepada perusahannya ada juga yang memberikan keuntungan untuk ke dua perusahaan, dan ada juga yang akan mengajak meeting untuk menyelesaikan kontrak.
"Sayang," panggil Cika.
"Hmm," jawab Rangga.
"Sayang Ih liat aku dulu," ujar Cika.
"Iya sebentar ya sayang," ujar Rangga.
"Ihh kamu gitu banget sih," ujar Cika.
Rangga menutup hand pone nya dan langsung melihat ke arah Cika.
"Kamu kenapa sayang masa sama hand pone aku aja kamu cemburu," ujar Rangga menoel hidung mancung Cika.
"Siapa yang cemburu aku gak cemburu juga," ujar Cika.
"Hmm Iya kenapa sayang kamu panggil aku tadi?" tanya Rangga.
"Aku malu sayang ke kantor kamu," ujar Cika.
"Kenapa harus malu, kamu istri aku," ujar Rangga.
"Iya aku malu pasti di sana nanti banyak yang ngomongin kamu karena punya istri yang jelek kayak aku," ujar Cika.
"Siapa yang bilang kamu jelek?" tanya Rangga.
"Ya aku, coba liat aku sayang," ujar Cika memerintah Rangga.
Rangga melihat Cika.
"Terus apa lagi sayang?" tanya Rangga.
"Coba kamu liat aku, gak bisa dandan, aku aja tadi cuma pake bedak bayi sama liptins biasa aja," ujar Cika.
"Mau bagaimana kamu dan aku gak akan pernah malu punya istri seperti kamu, kamu cantik sayang gak ada yang akan ngejek kamu nanti di sana, jika ada yang berani detik itu dia terakhir menginjakkan kaki di perusahaan," ujar Rangga meyakinkan Cika.
Cika terharu dengan kata yang terlontar dari mulut Rangga, ia tidak menyangka jika dia dianggap spesial di hidupnya.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
__ADS_1
SalamManis♡.