
"Tau ah gelap," jawab Indah berjalan meninggalkan Kak Veli.
"Terang Ndah, ini terang noh, liat matahari masih ada," kata Kak Veli menunjuk matahari.
Indah berjalan, meninggalkan Kak Veli yang masih di parkiran, dia kesal karena tidak bisa serius jika di ajak berbicara.
"Ehh Indah tungguin Kakak!" teriak Kak Veli.
Tidak di hiraukan Indah panggilan dari Kak Veli, dia terus berjalan menyusuri koridor sekolah, semua orang memandang kagum kepada Indah, karena baru dialah, seorang wanita yang bisa mencairkan es balok yang selama ini beku.
Kak Veli berlari menyusul Indah, dia tidak mau, jika Indah marah atau kesal kepadanya.
"Indah!" teriak Kak Veli.
Indah semakin mempercepat jalannya, namanya juga cewek, ya masih kalah kecepatannya sama cowok.
Kak Veli berhasil menyusul Indah, dan ia langsung mencekal tangan Indah.
Hohohoho, nafas Kak Veli ngos ngoshsan.
"Cepet banget sih Neng jalannya?" tanya Kak Veli menetralkan nafasnya.
"Kakak sih, orang aku serius, di ajak main-main," jawab Indah cemberut.
Cupp ...,
Kak Veli mencium Indah, tanpa meminta persetujuan dari si empunya.
"Kakak," ucap Indah sambil memukul Kak Veli.
"Eh iya, ampun-ampun, aduh sakit Ndah," kata Kak Veli sambil tertawa. Baginya pukulan Indah tidak ada rasa bahkan sakit pun tidak.
"Iya Kakak minta maaf," ucap Kak Veli sambil menyatukan kedua tangannya.
"Kakak sih cium gak tau tempat," jawab Indah tambah kesal.
"Jadi. Kalo Kakak udah tau tempat? boleh berarti lebih ya," ucap Lak Veli menggoda Indah.
"Aku ngambek nih Kak," Ucap Indah.
"Ngambek kok bilang-bilang," gumam Kak Veli, yang masih terdengar oleh Indah.
"Ok fiks Indah ngambek, jangan temuin Indah hari ini, dan Indah pulang nanti naik taksi," Kata Indah meninggalkan Kak Veli.
"Aduhh ****** dah, kalo begini urusannya sama mertua gue yang galak itu," batin Kak Veli.
"Indah," panggil Kak Veli.
Indah hanya berhenti, dan tidak ada niat untuk berbicara dengan Kak Veli.
"Maafin Kakak, gak bermaksud untuk bikin Indah ngambek," ucap kak veli yang sendu.
"Hmm," jawab Indah
"Ihh kok hmm aja, mau nyanyi kamu sayang," ucap Kak Veli bercanda.
"Baru minta maaf, udah di ulangin lagi," ucap Indah sewot.
"Iya deh, iya Kakak minta maaf ya," jawab Kak Veli.
__ADS_1
"Ada syaratnya," ucap Indah.
"Turutin aja deh Vel, mungkin lagi PMS ni anak," batin Veli pasrah.
"Iya apa syaratnya?" tanya Kak Veli.
"Syaratnya, Kak Veli harus traktir Indah makan sepuasnya, selama satu bulan penuh, gimana?" tanya Indah.
"Eh buset calon bini gua, kekurangan makanan apa, gak di nafkahi oleh bapaknya, sampe-sampe minta di traktir," batin Kak Veli.
"Jangan kan satu bulan, seumur hidup juga aku turutin Ndah," kata Kak Veli sedramatis mungkin.
"Sok banget Kak," Jawab Indah sinis.
"Iyalah orang Papa aku masih sultan, wlekk," jawab Kak Veli, mengejek Indah lalu pergi.
"Kak Veli awas aja nanti!" teriak Indah.
Indah memasuki kelasnya dengan kesal, "Kenapa coba Ayahnya, menjodohkan dengan orang yang begitu modelnya, apa gak ada manusia, yang lebih waras lagi untuk jadi suami gue," batin Indah kesal.
Bel istirahat pun berbunyi, Indah berjalan sendiri ke kantin, hari ini Mawar tidak masuk sekolah, menurut keterangan. Sakit dia hari ini, Indah rencananya mau besuk Mawar nanti ke rumahnya.
Sesampainya di kantin, Indah duduk di tempat biasa tetapi dengan suasa yang berbeda, karena Mawar dan Devin tidak ada untuk menemaninya, Devin juga tidak ada kabar sudah beberapa hari ini.
Indah memesan makanannya seperti biasa, tapi saat dia ingin makan, mejanya di gebrak oleh seorang wanita, kalian tau siapa wanitanya.
Yaps Dia orang yang menyukai Kak Veli, wanita ular atau wanita misterius, yang sering mengintai Indah adalah Clara Zora, kakak kelas Indah.
"Lo yang namanya Indah?" tanya Clara.
"Iya Kak saya, ada apa ya?" jawab Indah sopan.
"Hubungan kakak sama Kak Veli apa ya? dan untuk apa juga aku harus ngejauh sama Kak Veli," jawab Indah santai.
"Gua suka, gua cinta sama dia dan Lo yang merebut orang yang gua cinta, dasar pelakor," kata Clara marah.
"Hello siapa nama Lo? Markona, Marpuah, ah gak tau siapa nama Lo, jaga ucapan Lo dan satu lagi, Lo bilang gua pelakor mending cabut lagi kata-kata lo sebelum siapa yang jadi pelakor nantinya," kata Indah dengan santainya.
"Lo bocah berani banget sama gua," kata Clara kesal dengan Indah.
"Kita cuma beda tingkatan, tapi kalo masalah berani atau nggaknya itu urusan gua," Ucap Indah sinis.
"Gak ada sopannya sama kakak kelas, murid macam apa Lo," ujar Clara menyinggung Indah.
"Kakak kelas kayak Lo, gak seharusnya di sopanin apa lagi di hargain, dan Lo bilang gua murid macam apa. Asal Lo tau,
Lo yang murid macam apa yang bodoh, ***** gara-gara cinta, yang belum tentu orang yang Lo suka, suka juga sama Lo," kata Indah membalikan kata.
Clara geram dengan semua kata Indah, dia ingin menampar Indah, tetapi tangannya sudah di tangkis duluan oleh Indah.
"Tangan kotor Lo, gak pantes buat nyentuh pipi gua yang bersih ini," kata Indah sambil memelintir tangan Clara.
"Jika Lo masih mau liat dunia, berhenti ganggu gue," ucap Indah sekali lagi.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian di kantin, tidak ada yang berani memisahkan.
"Awas aja, bentar lagi keluar Lo dari sekolahn ini," ancam Clara.
"Gak salah denger gua," Kata Indah.
__ADS_1
Clara pergi ke ruang kepala sekolah, ia menemui Ibunya. Yaps Ibu Velinda adalah orang tua dari Clara, aclara mengadu kepada orang tuanya, jika dia di sakiti oleh adik kelasnya.
Clara masuk tanpa permisi.
"Mama liat tangan Clara," kata Clara manja.
"Siapa yang berani, bikin tangan kamu jadi gini?" tanya Ibu Velinda emosi.
"Adik kelas aku Ma," jawab Clara menunjukan senyum devilnya.
"Ayo ikut Mama, biar Mama keluarin dia dari sekolah ini," kata Ibu Velinda emosi.
"Yess, rasain lo clara di lawan," batin Clara senang.
Indah telah memasuki kelasnya, dan pelajaran pertama sudab di mulai.
"Permisi Bu," ucap Ibu Velinda, kepada guru yang mengajar di kelas Indah.
"Iya ada yang bisa saya bantu Ibu," jawab Ibu Vera. Selaku guru yang mengajar saat itu.
"Siapa yang berani bikin tangan anak saya jadi begini?" tanya Ibu Velinda marah.
"Aku buk," jawab Indah mengangkat tangan.
Ibu Velinda lupa, jika Indah adalah anak dari pemilik sekolah ini, terbawa emosi dia berkata.
"Bawa orang tua kamu, kesini saat ini juga, jika tidak carilah sekolah lain," ucap Ibu Velinda tegas
Indah hanya pasrah, jika dia menolak pun bisa saja, tapi dia mengikuti permainan yang di buat oleh Clara.
Panggilan terhubung.
"Halo Ayah," panggil Indah.
"Iya sayang ada apa," jawab Dimas.
"Ayah, bisa gak ke sekolah Indah sekarang," kata Indah.
"Emang ada apa sayang?" tanya Dimas.
"Nanti Indah ceritain sama Ayah, Ayah bisakan ke sekolah Indah," kata Indah.
"Iya sekarang Ayah kesana," Kata Dimas mematikan teleponya.
"Asisten Ken, siapkan mobil antar saya ke sekolah!" perintah Dimas kepada asistennya.
"Baik Tuan," jawab Ken.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.
__ADS_1