
“Seberapa jahat seorang Ayah, jika sudah menyangkut masalah anaknya. Dia tidak akan tinggal diam.”
Papa Mawar langsung lari mendekati seseorang yang baru saja dirinya bunuh, ia tidak akan menyangka jika itu adalah anaknya sendiri.
“Mawarrr,” teriknya histeris.
Air mata mengalir tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu, ia melihat mayat samg Anak yang sangat ia cintai dan sangat ia sayangi tergeletak kaku dipenuhi darah.
“Mawarrr, Maafkan Papa. Nak!” terisak tangis seorang Ayah yang menyaksikan kepergian putri kesayangannya.
“Cepat tangkap wanita yang satunya!” perintahnya dengan wajah merah padam.
Dirinya semakin membenci Indah.
Pov.
Pagi hari.
“Wahh bagus banget kalung ini,”puji Indah yang melihat kalung mawar yang berada diatas nakas.
“Aku pakai ah, Mawar juga ngga akan Mawarh kalau aku yang pakai,” ujarnya senang setelah mandi.
“Kalung, mana kalung,” teriaknya mencari keberadaan kalung yang dia berikan kepada Mawar.
Dilain kesempatan, saat semua orang sibuk berada diruangan lain, saat itulah Indah sadarkan diri, Ia berusaha melepaskan ikatan yang ada ditubuhnya.
Setelah semuamya terlepas, ia berlari sekuat tenaga mencari jalan keluar.
Setelah berada diluar, segera mungkin Indah menelepon Rangga.
“Angkat Rangga, angkat,”gumamnya sambil berlari.
“Halo sayang, kamu kenapa?” ujar Rangga yang tergesa-gesa meninggalkan ruangan meeting.
“Halo sayang tolong aku, tolong. Aku disekap dihutan dalam hutan, tapi disini ada rumah yang sangat besar,” ujar Indah terengah engah.
“Aku segera kesana,” ujar Rangga lamgsung menutup teleponya.
Ia berlari sekencang mungkin.
“Bawa jet pribadi sekarang!” perintah Rangga kepada sekretarisnya.
“Baik Tuan,” jawabnya patuh.
Tidak berselang lama, jet pribadi milik keluarga sampai, Rangga langsung pulang ke Indonesia. Ia sudah memberitahu kepada orang kepercayaannya untuk menyelamatkan istrinya.
Perjalanan dari Australia ke Indonesia membutuhkan waktu yang cukup lama, di dalam pesawat pun Rangga tampak gelisah, walaupun dirinya sudah memberikan alamat kepada orang yang harus menyelamatkan istrinya.
Di dalam hutan, Indah masih memiliki sedikit tenaga untuk berlari mencari jalan keluar. Hutan milik keluarga Mawar sangatlah panjang, karena tempat itu adalah temlat untuk para pesaing bisnis dimusnahkan. Namun dijadikan tameng sebagai bisnis keluarga.
“Tuan wanita yang satunya sudah pwrgi,” ucap bodyguard memberikan informasi.
“Ahhh Indahhhh, cepat tangkap dia. Dia tidak bisa keluar dari sini secepat itu, cari dia sampai ketemu. Bawa dia hidup atau mati,” ujarnya dengan kilat merah dimatanya. Yang menunjukkan bahwa dia sangat ingin membunuh Indah.
“Baik Tuan,” jawab mereka.
Seluruh bodyguard menyebar luas mencari keneradaan Indah, mereka mencari disekita rumah dan ada yang keluar gerbang.
Dari atas langit, tampak helikopter yang berhent dipadang luas.
Mereka adalah orang suruhan Rangga untuk menyelamatkan Indah, karena untuk masuk kedalam hutan tersebut hanya bisa melalui udara, jika masuk di gerbang mereka akan banyak mengalami rintangan. Penjagaan didalam hutan sangatlah ketat.
“Mari kesini Nyonya,” ajak seseorang yang mengajak Indah untuk masuk kedalam helikopter.
“Kamu siapa?” tanya Indah. Dirinya tidak bisa mempercai orang yang ada disekitaran.
“Aku ditugaskan Tuan muda Rangga untuk menyelamatkan Nyonya,” timpalnya dengan sopan.
Setelah mendengar jika itu Rangga yang menyuruhnya, Indah langsung masuk kedalam helikopter yang mereka bawa. Namun saat itu juga anak buah Papa meawar menemukan mereka. Satu tembakan diarahkan tepat didepan Indah yang hampir saja mengenainya.
“Nyonya masuk kedalam, mereka sangat berbahaya. Masuk sekarang!” perintahnya dengan keras.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, Indah langsung masuk kedalam helikopter dan menutup rapat pintunya.
Diluar terjadi aksi tembak menembak antar semasama bodyguard, karena mereka semua adalah ahli dalam bisa menembak. Jadi untuk mengenai titik musuh sangaglah sulit.
Papa Mawar masih menangisi kepergian Anaknya, berkat kecerobohannya ia telah membunuh harta yang paling berharga yang pernah ia miliki.
“Aku tidak akan membiarlan kalian hidup bahagia, terutama kau Indah, Ku pastikan akan membunhmu dengan tangan aku sendiri,” guumamnya sambil menatap tajam kedepan.
Ia meletakkan mayat Mawar, dirinya sangat berambisi untuk membunuh Indah.
Di tempat lain, Rangga telah sampai di Indonesia, ia langsung memberi perintah kepada sang pilot untuk kehutan tempat Indah disekap.
Terdengar hening diluar, tidak ada suara tembakan lagi. Indah memberanikan diri untuk melihat keadaan.
Para bodyguard dari orang yang menculiknya pergi, karena mereka meluncurkan gas air mata.
“Apa yang terjadi?” tanya Indah kepada orang yang ada diluar.
“Mereka membawa gas air mata, sangat licik,” jawabnya yang masih merasakan lerih dimatanya.
“Tuan, tolong jangan dulu menemu mereka. Rangga telah kembali dari Australia, kemungkinan sebentar lagi dia akam datang,” ujar salah satu bodyguard kepada bosnya.
“Sial,” kesal Papa Mawar yang mengerti bahwa rencannya kali ini gagal.
“Sayang,” Rangga yamg telah tiba dihutan langsung berlari menuju sang istri.
“Kamu tidak apa-apa?” tanyanya lagi sambil memeluk erat Indah.
“Aku baik baik aja sayamg,”jawab Indah yang membalas pelukan Rangga.
“Aku akam membunub mereka, kamu jangan takut ya,” ujar Rangga sambil mengekur punggung Indah yanv gemetar.
“Jangan sekarang sayang, ayo kita pulang,” ujar Indah yang ingin menenangkan Rangga.
Indah melepaskan pelukannya dan menatap Rangga, ia tidak ingin jika suaminya terlibat dal malasah ini.
“Iya sayang,“ jawab Rangga tersenyum paksa.
Dalam perjalanan pulang, Indah teringat dengan Mawar. Ia sama sekali tidak bisa memberitahu Mawar.
“Mawar, bagaimana dengan dia?” batin Indah bertanya.
“Nanti akan kuhubungi, mungkin dia sudah ada dirumah.” lanjutnya.
Setibanya dirumah, Rangga dan Indah langsung duduk dikursi yang berada di rotoof. Sembari menenangkan diri karena kejadian yang baru saja menimpa Indah, bahkan dirinya tidak sempat memikirkan dimana keberadaan Rangga saat itu.
Hanya ada keheningan diantara keduanya, mereka larut dalam pikiran masing-masing.
“Sayang,” panggil Indah yang angkat bicara lebih dulu.
“Iya kenapa. Hmmm,” jawab Rangga dengan tatapan lembutnya.
“Kamu kesini gimana? Aku bahkan sampai lupa kalau kamu ada diluar negri,”ujar Indah menundukkan kepalanya.
“Kamu jangan memikirkan aku, yang penting kamu selamat. Bagaimana bisa aku tenang jika kamu tidak memberitahuku tadi, apa yang akan terjadi selanjutnya jika aku tidak kesini,” ujar Rangga mengangkat kepala istrinya dan mencium bibirnya sebentar.
“Hmmm,” jawab Indah sambil tersenyum.
“Bagaimana bisa kamu disekap disana? Terus ada yang kamu ingat ngga siapa pelakunya?” tanya Rangga yang sudah mengetahui siapa pelakunya.
“Terakhir aku sama Mawar pergi ke restoran, kita makan berdua disana. Terus aku izin untuk ketoilet, saat ditoilet. Ada dua orang yang mencurigakan, aku pikir bukan orang jahat, makanya aku biasa aja. Setelah itu aku ngga tau lagi, mungkin mereka memberiku obat bius.” Jelas Indah panjang lebar.
“Terus teman kamu dimana?” tanya Rangga lagi.
“Aku juga ngga tau, kalau ngga dia ada dikamar,” jawab Indah tanpa rasa bersalah.
“Hah! Kamar?,” balas Rangga kaget.
“Ahh hehehe, aku bisa jelasin dulu sayang,” ujar Indah.
“Sekarang yang penting kamu selamat dulu, untuk teman kamu coba kamu telepon dia sekarang, bisa saja dia ada di suatu tempat,” ujar Rangga.
__ADS_1
“Ah Oke,” jawab Indah.
Indah mengeluarkan Hp nya, lalu mencari kontak yang dengan pemilik nama Mawar.
Selagi menelepon Mawar, Rangga mendapat pesan dari anak buahnya, bahwa yang diculik bukan hanya istrinya sendiri. Melainkan ada seorang gadis remaja yang ikut bersamanya, tapi gadis tersebut meninggal ditempat.
Seketika Rangga kaget menerima pesan dari anak buahnya, bisa jadi ini adalah temannya Indah.
“Sayang ngga diangkat sama Mawar,” ujar Indah memberitahu kepada Rangga.
Rangga sendiri bingung, untuk memberitahu berita ini atau jangan lebih dulu. Rangga takut jika Indah tahu akan membiat dirinya syok.
“Sayang kamu baik-baik ajakan?” tanya Rangga yang ingin mengalihkan topik pembicaraan.
“Kamu kenapa? Aku baik-baik aja kok,” jawab Indah sendiri bingung dengan sikap Rangga.
“Ada apa? Kamu kok mendadak mengalihkan topik pembicaraan,”ujar Indah yang menaruh curiga.
“Aku baru saja mendapat berita, bahwa yang diculik itu bukan kamu sendiri, tapi ada satu orang lagi. Tapi dia meninggal sayang,” ujar Rangga yang tidak bisa mengelak dari tatapan serius sang istri.
“Hah! Apa kata kamu, dia meninggal,” ujar Indah kaget.
“Ahh ngga mungkin, ngga mungkin, ngga mungkinnn,” teriak Indah histeris.
Dirinya tidak berpikir jika itu Mawar, karena tidak mungkin jika mereka membunuh Mawar.
“Sayang dia, wanita itu pasti bukan Mawarkan, bukan diakan,” ujar Indah yang hampir setengah sadar dari pikirannya.
“Ahh Ngga mungkinn,” teriak Indah sekencang-kencangnya.
Rangga mencoba menenangkan istrinya, ia pasti sangat sedih karena itu adalah Mawar, temannya.
“Sayang kamu tenang dulu, kamu jangan gini,” ujar Rangga menenangkan Indah.
“Bagaimana bisa dia membunuh Mawar, ahh.” Ujar Indah yang masih menangis dipelukan Rangga.
Rangga sengaja membiarkan Indah menangis didalam pelukannya, ia sangat memgerti kehilangan seseorang yang sangat berarti didalam hidupnya.
Sepuluh menit berlalu, Indah ingat dengan kalung yang dia pakai.
“Sayang kalung, kalung ini. Aku akan cari tau, ini kalung Mawar pasti ada goresan dari keturunan dia. Mungkin aku bisa mencari petunjuk siapa pelakunya,” ujar Indah bergegas turun kebawah.
Indah akan mencari cara supaya dirinya tau siapa pelaku yanv tega-teganya membunuh temannya.
Indah mengambil tas nya, lalu pergi mengendarai mobil Mawar.
Rangga yang dibelakang mencoba menghentikan istrinya. Namun langkahnya kalah cepat dari Indah.
Indah membawa mobil dengan kecepatan penuh, ia tidak memperdulikan mobil yanv ada didepannya.
Kemana Indah pergi?
Yaps, dia pergi kesalah satu toko kalung yang terkenal, karena kalung yang Mawar pakai pasti bukan kalung sembarangan. Kalung ini khusus dibuatkan dan dipesankan oleh seseorang yang sangat menyayangi Mawar.
Sesampainha disana, Indah disambut ramah dengan pemilik toko tersebut. Tanpa berpikir panjang, Indah langsung mencari pemilik toko.
“Siang Nona, ada yang bisa saya bantu,” ujar pemilik toko menyapa Indah.
“Tolong lihat kalung ini, apa ada pernah seseorang memesan disini. Karena hanya disini yang bisa membuat kalung dengan berbagai motif,” ujar Indah yang lamgsung to the point.
“Mari saya lihat kalungnya,” ujarnya.
Indah memberikan kalungnya kepada pemilik toko tersebut.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1